HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Bab 22


__ADS_3

Hai,,, hai,,, ada yang rindu akuᥬ🤭᭄ , maaf baru nongol lagi, masih semangat kan nunggu kelanjutannya..


Oke kalau begitu, cuss lanjut...


Minta like nya ya teman teman biar author semangat nulisnya,,, terimakasih banyak ya 😘


Happy Reading...


Tumpukan kertas laporan yang harus di cek dan dibumbui tanda tangan kini menumpuk memenuhi seisi sudut meja sang pemilik perusahaan, terlihat wajah tampan itu sangat serius dengan apa yang dia baca dan pelajari dari laporan itu serta dihadapan sang pria itupun terdapat Rey sang asisten setia yang selalu ada untuk membantu semua urusan pekerjaan.


Jika mereka sudah terlibat dalam hal urusan pekerjaan makan mereka akan sulit untuk diganggu serta akan sulit di manipulasi waktunya untuk hal lagi yang menurut mereka membuang waktu yang berharga, mereka berdua memiliki sifat dan banyak kesamaan sehingga menjadikan mereka berdua terlihat sangat cocok serta sangat akbar bagaikan kaka adik.


Sepertinya biasa pasti Ken lupa bahwa mulai sekarang akan ada seseorang yang pasti akan menunggu kepulangan dirinya di rumah utama, serta akan ada seseorang istri yang akan selalu setia menantikan kehadiran dirinya.


Sepertinya semangat memburu kedua makhluk yang paling seksi itu pun tak ada batasan mereka berdua saling diam satu sama lain bergelut dalam dunia mereka seakan akan berlomba memenangkan petisi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka tapi nyatanya disini Rey lebih bekerja keras dalam semua hal sedangkan Ken hanya cukup menandatangani lembaran kertas dan dokumen tersebut serta membaca ulang dan menelusuri setiap poin poin penting yang terdapat dari tulisan dalam dokumen tersebut.


"Kepala ku serasa ingin meledak" ujar Ken, lalu kembali pada pekerjaannya lagi.


Setelah dirasakan pekerjaan mereka sudah cukup senggang Rey lebih memilih pergi ke toilet untuk sejenak membasuh wajahnya agar lebih segar dan tidak terlalu kusut setelah seharian bergelut dengan hal hal yang sangat menguras tenaga dan pikiran.

__ADS_1


Pria lajang yang masih berstatus jomblo akut itu masih setia dengan statusnya dan entah lah sampai kapan statusnya akan berubah dan menemukan wanita yang diciptakan untuk dirinya.


Kesibukannya membuat dirinya tidak pernah punya waktu lebih untuk hal hal bersama dengan wanita ataupun mencari pendamping hidup, seluruh waktu dan jam kehidupan nya selalu dihabiskan untuk memastikan semua urusan dan pekerjaan atasannya selalu selesai tepat waktu dan tidak akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan, ya begitu lah Rey dengan kesetiaan serta pengabdian dirinya di keluarga Samad.


Setelah selesai dari kamar mandi Rey tampak lebih fresh dan ingin di kembali keruangan Ken tapi diurungkan niatnya lalu berbelok kembali ke ruangannya untuk mengecek dokumen lainnya lagi yang masih tergeletak di atas mejanya yang belum sempat diliriknya tadi pagi sebelum akhirnya dia ditahan Ken dalam ruangan big bos tersebut dan ingin dia segera selesaikan semua.


🌹🌹


Waktu terus bergulir kini jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, tampaknya aktivitas Ken sudah mulai berkurang dan terlihat dirinya sedang membenahi beberapa map yang berceceran di atas meja ya hingga semua diyakini dirinya sudah rapi dan beres barulah dirinya melirik jam tangan yang bermerek salah satu merek terkenal di dunia itu dan betapa terkejut nya dirinya saat melihat jam yang sudah menunjukkan melebihi batas jam kerja manusia normal.


Bergegas dia buru buru melangkah keluar ruangannya serta mencari Rey yang masih sama berkutik di dalam ruangannya.


"Sial lu Rey, setidaknya ingatkan gw tentang jam, ini sudah malam, harusnya dua jam lalu lu mengingatkan gw, aku tak ingin meninggalkan Sheila terlalu lama sendirian. Dia baru sampai di rumah utama kemarin."


Mengumpat sudah pasti dan tak hentinya mulut pria itu komat kamit berjampi jampi segala matra ia keluarkan untuk mengumpat Rey yang tidak mengingat kan dirinya jika susah melewati batas jam kerja.


Pria jomblo eksekutif itupun sama gilanya jika sudah menyangkut pekerjaan tidak ada kata waktu untuk melirik dunia lain sebelum pekerjaannya diyakininya benar benar sesuai dengan harapan.


Dan dia hanya diam serta mulai menertawakan kekonyolan bos nya dalam hati. Ken menyerah hingga akhirnya dia pun berpamitan dengan Rey.

__ADS_1


"Rey, gw duluan, jangan terlalu memaksakan dirimu, coba lah mencari kehidupan mu yang lain Rey. Sudah waktunya, kau tak muda lagi Rey" ujar Ken menepuk punggung Rey dan berlaku meninggalkan Rey dalam keheningan.


Bagaimana Rey mengetahui apa rencananya jika dalam agenda pribadi bosnya bukan tangung jawabnya serta Ken juga tidak memberitahukan apa rencana dan tujuannya malam ini, jadi tidak patut jika menyalahkan Rey dalam hal ini.


Malam kian larut, hembusan angin malam begitu dingin menghembuskan dengan kasar menerpa setiap kulit makhluk yang masih beraktivitas diluar rumah serta gercikan rintik-rintik gerimis hujan pun tak mau kalah berlomba-lomba dengan hembusan udara dingin.


Ken melajukan kendaraan dengan pelan bukan karena santai dan menikmati perjalanannya tetapi karena macetnya perjalanan dari kantor ke tempat tinggal mereka cukup padat malam ini mungkin karena malam ini malam yang kramat bagi dirinya sehingga dia dibuat jengkel dan tak sabar ingin segera sampai di kediaman nya.


Awalnya malam ini dirinya memiliki banyak rencana terselubung yang indah dan hanya memikirkan rencananya saja mampu membuat dirinya senyam senyum sendiri bagaikan orang tak waras tapi sepertinya rencananya akan berakhir dengan drama panjang karena butuh waktu dan banyak kesempatan sehingga bisa mencapai momen pas untuk melakukan aksi kebahagiaan ini.


Sungguh belum beruntung, dan Ken mengutuk dirinya sendiri yang terlalu fokus pada pekerjaan nya dan lupa waktu dan janjinya kepada Sheila malam ini.


Marah, kesel dan emosi memuncak ke ubun-ubun juga percuma karena mobil hanya mampu merayap sedikit demi sedikit ternyata setelah melewati macet panjang yang memakan waktu hampir 2 jam lebih itu titik permasalahan nya adalah terdapat tabrakan beruntun yang terjadi di perapatan jalan lampu merah sehingga mengakibatkan kemacetan yang luar biasa bagi ke empat sisi jalan raya itu.


Para pengendara jalan saling mendahului dan keadaan lalu lintas menjadi kacau sebelum akhirnya para petugas kepolisian datang dan mengambil ahli tugas mereka mengatur para kendaraan yang amburadul serta membereskan sisa sisa puing-puing dan mobil mobil yang terlibat dalam tabrakan tersebut sehingga bisa di deret ke polres terdekat untuk di kumpulkan serta di selidiki lebih lanjut lagi.


Lega sudah Ken saat ini setelah berhasil lolos dari jebakan kemacetan tadi, ada rasa plong dalam hatinya karena sudah berhasil melewati kemacetan tadi dan kini hatinya bersorak-sorai gembira serta bahagia tiada tara karena hati dan pikirannya saat ini sudah di kediaman nya tetap badan dan orangnya masih ada di perjalanan.


Jaraknya yang di tempuh sudah semakin dekat tapi bagi Ken sangat lambat dan waktu berjalan sangat lelet saat ini.

__ADS_1


*************


Bersambung...


__ADS_2