
"Bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Bu Mariyam padaku yang kini sibuk mengemas semua baju dan juga peralatan Bu mariyam sebab hari ini ia sudah diperbolehkan untuk pulang
"Mereka masih belum sadarkan diri" jawabku kemudian menjelaskan apa yang sedang dialami oleh Mbak Sumi dan juga kerabatnya, aku menceritakan hal itu karena ia selalu bertanya kenapa aku sering ke luar dan kembali lagi dalam waktu yang cukup lama
"Malang sekali nasib mereka, lalu siapa yang menunggu mereka sekarang jika kamu menemaniku pulang?"
"Mereka ditunggu oleh calon suami dari Mbak Sumi, lagi pula nanti aku bisa menjenguknya juga" terangku tapi penjelasan itu seolah bukan hal yang ia inginkan, dari raut wajahnya dan juga sorotan matanya terlihat qda hal yang Bu Mariyam ingin tanyakan
"Kenapa, Bu?" aku menyadari tatapan wajah itu
"Ah, tidak. Hanya saja aku bingung dengan kalian"
"Kalian siapa, Bu?" lanjutku seraya mengangkat sebuah koper yang berisi seluruh perlengkapan Bu Mariyam
"Kamu dan calon suamimu itu, siapa namanya?"
"William?" aku ragu menjawabnya, tapi setelah aku berpikir aku harus mengikuti kebohongan yang William ciptakan saat itu tapi sesaat setelahnya aku mengangguk
"Kapan kalian akan menikah?" lanjut Bu Mariyam menatapku penuh tanya
"Ah, itu, kami akan menikah tidak lama lagi!" jelasku kemudian dan Bu Mariyam hanya mengangguk
...***********...
Samuel kini tengah berada di sebuah restoran, ia masih terus menikmati jus jeruk dan juga camilan lainnya sembari menunggu pemilik dari restoran itu datang. Ia juga masih terus menatap layar ponselnya dan membalas banyak pesan dari orang suruhannya yang tengah mengintai seseorang
Beberapa waktu berlalu, seseorang yang ia tunggu sudah datang dan kini tengah berjalan masuk ke dalam tempat itu. Wanita itu agak terkejut ketika mendapati Samuel kini tengah bertamu ke restoran miliknya
__ADS_1
Alexa, wanita itu adalah Alexa. Wanita yang selama ini ia puja dan ia cintai meski cintanya tak pernah terbalas sedikit pun, tapi sampai saat ini cinta itu masih terus di hatinya dan wanita itu masih menjadi ratu di sana
"Apa kamu tidak ingin menyapaku?" Ucap Samuel ketika Alexa melewatinya begitu saja tanpa menyapa atau basa-basi. Alexa sendiri sampai saat ini tidak pernah merubah pendiriannya, ia masih Alexa yang selalu menganggap jika Samuel itu adalah mantan pegawainya dan tidak lebih
"Masuklah!" Perintah Alexa dan Samuel pun menurut, membuntuti Alexa yang kini melangkah menuju ruangannya. Banyak pasang mata mengawasi mereka, tak.lupit juga para karyawannya yang mengira jika mereka memiliki hubungannya yang serius. Dan mereka juga mengira jika sikap Alexa yang beberapa hari ini berubah memang ada kaitannya dengan Samuel
"Ganteng ya pacar Bu Alexa" ucap seorang pegawainya yang kini baru saja kembali setelah menyajikan makanan
"Seandainya dia jadi pacar gue!" sambung yang satunya
"Hei, ini masih siang jadi belum waktunya untuk bermimpi!" sahut seorang pegawai laki-laki yang mendengar percakapan mereka
"Apaan sih!" keduanya sewot dan kemudian masuk kbali ke dalam dapur
"Ada hal penting apa yang ingin kamu sampaikan?" Alexa langsung pada intinya
"Katakan saja, aku tidak suka basa-basi!" Samuel lalu berdiri dan kini duduk di meja kerja Alexa
"Bisa jelaskan ini semua?" Samuel mengeluarakn beberapa lembar foto dirinya yang tengah berbicara dan juga bersama dengan beberapa laki-laki berbaju hitam
"Itu siapa?" kilah Alexa ketika melihat foto dirinya, ya memang foto itu tidak menunjukkan wajah Alexa karena diambil dari belakang tapi Samuel sendiri sebenarnya juga punya foto Alexa yang menampakkan wajahnya tapi masih ia simpa. Alexa tampak terperanjat, tapi ia lebih memilih untuk bersikap tenang agar apa yang ia lakukan tidak mudah terungkap
"Kenapa malah balik bertanya, harusnya kamu tahu itu siapa, di mana dan sedang apa!" Samuel menatap tajam Alexa dan kini ia pun mengalihkan pandangannya pada sudut lain. Samuel hafal betul bagaimana Alexa, jika memwng ia tidak ada kaitannya maka ia akan terus menatap lawan bicara tapi jika hal iti berkaitan dengannya maka ia akan menghindari pandangan lawannya
"Aku tidak mengenalnya, lagi pula itu hanya punggungnya dan bukan wajahnya!" kilah Alexa sekali lagi
"Oh, jadi kamu tidak mengenalnya karena tidak melihat wajahnya?"
__ADS_1
"Tentu saja, bukankah kita bisa mengenali seseorang ketika kita melihat wajahnya" Alexa mencoba menyibukkan diri dengan memeriksa laporan yang berada di atas meja kerjanya agar rasa gugupnya tidak terlihat
"Lalu bagaimana dengan yang ini" Sekali lagi Samuel mengeluarakn sebuah foto yang kali ini bukan hanya punggung yang terlihat tapi wajahnya pun jelas terpampang di sana
Alexa melihatnya sekilas dan rasa gugupnya pun bertambah, ia tak.tahu lagi harus berkilah seperti apa ditambah lagi dengan Samuel yang terus menatapnya dan tidak melepaskan pandangannya dari Alexa
"Jelaskan semuanya sekarang!" Samuel kemudian berdiri dan kembali duduk di tempat semula
"Siapa kamu, berani memerintahku!" Mode sombong Alexa mulai dinyalakan tapi hal itu tidak membuat Sam patah semangat untuk mencari kejelasan dari wanita yang ia cintai, ia sebenarnya tahu apa yang terjadi tapi ia mencoba mendengarnya sendiri dari mulut Alexa apakah ia msih bisa dipercaya atau tidak
"Aku bukan siapa-siapa, aku hanya seorang laki-laki yang mengejarmu dan tidak pernah bisa meraihmu, aku hanya lelaki yang tidak tahu diri karena berani menyukai seorang wanita sepertimu, dan aku hanya seorang laki-laki yang ingin melindungi orang yang dicintainya!" Tegas Samuel
"Jangan membual di sini, Sam. Itu membuatku ingin muntah"
"Aku tidak membual, Lexa. Aku hanya ...." belum lagi Samuel melanjutkan kata-katanya Alexa sudah memintanya untuk berhenti berbicara
"Stop, Sam!" teriak Alexa
Samuel tersenyum, "Terima kasih kamu masih mengingat namaku" lanjut Samuel
"Dengarkan aku, Lexa. Berhentilah, jangan merusak kebahagiaan orang lain, jangan memaksakan apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu suka untuk dirasakan dan disukai orang lain. Hidup ini terlalu singkat, nikmatnya dengan tidak mengusik hidup orang lain!" lirih Samuel tapi begitu mengena di hati Alexa.
Alexa tidak tahu dari mana Samuel tahu tentang apa yang ia lakukan belakangan ini. Ia sendiri melakukan semuanya dengan diam-diam dan juga rapi tapi ternyata masih bisa tercium oleh Samuel
"Itu bukan urusanmu, jangan pernah ikut campur!" Alexa begitu sinis menatap Samuel yang kini duduk santai di seberangnya
"Memang, itu bukan urusanku lagi pula nanti yang akan menanggung semuanya adalah kamu sendiri. Tapi ingat Alexa, aku masih menyukaimu dan aku tidak akan membiarkan kamu terjerumus ke dalam hal yang menyesatkan apa lagi jika itu soal cinta"
__ADS_1
"Tahu apa kamu soal cinta, jangan menasehatiku, apa pun nanti akhirnya kamu tidak perlu mengkhawatirkan itu semua. Dan ingat satu hal, buang rasa suka dan cintamu itu sebab sampai kapan pun aku tidak akan pernah menyukaimu!"