HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Tertidur Di Balkon


__ADS_3

Happy reading....


Tepat jam 12.00 malam, Carlen masuk ke kamar milik Maya. Dia ingin sekali segera menghamili wanita itu, agar semua harta sang kakek jatuh ke tangannya. Akan tetapi, Carlen merasa ragu.


Suasana di sana cukup gelap, karena lampu dimatikan oleh Maya. Wanita itu sedang terbaring membelakangi pintu, dan dengan perlahan Carlen mendekat. Saat langkahnya semakin dekat dengan ranjang, dia melihat jika Maya tidak menggunakan hijab.


Seketika wanita itu membalik badannya, membuat Carlen terjingkat kaget. Dia menutup mulut, karena takut bersuara dan Maya bangun. Lebih tepatnya, Carlen tidak mau jika Maya mengetahui dirinya ada di sana.


Pria itu tidak mau, jika nanti istrinya merasa geer karena dia malam-malam menyelinap ke kamarnya. Namun seketika tatapan Carlen terpaku, saat melihat wajah cantik Maya tanpa menggunakan hijab tersorot lampu tidur.


Hidung mancung, mata indah, bibir mungil dengan rambut hitam legam dan sedikit bergelombang, membuat kecantikan yang tidak bisa digambarkan. Begitu sangat aripurna, bahkan mengalahkan kecantikan Freya.


'Dia cantik sekali jika tidak memakai jilbab. Tidak! Tidak! Lebih cantik Freya.' batin Carlen sambil menggelengkan kepalanya.


Pikirannya bisa berbohong, tetapi mata tidak bisa, karena terus saja menatap ke arah Maya tanpa berkedip sama sekali..Selama ini wanita itu selalu menutup auratnya, dan sekarang Carlen melihat bagaimana kecantikan Maya yang benar-benar natural tanpa make-up sedikitpun.


'Tidak! Masa iya sih aku harus meniduri nih wanita udik? Pasti tubuhnya banyak kudis? Aduh, aku harus gimana?' batin Carlen menggerutu, karena dia merasa kesal, sebab tidak tahu caranya untuk melakukan hubungan bersama dengan Maya.


Lebih tepatnya, Carlen ingin melakukannya, tapi tidak menyentuh Maya. Kemudian dia berjalan ke arah balkon dan membuka pintunya dengan perlahan.


Pria itu merenung di balkon sambil menatap langit yang gelap. Dia keluar dari kamar Freya saat wanita itu tengah tertidur pulas, sebab kelelahan habis melakukan olahraga malam.


"Bagaimana caranya aku melakukan itu kepada dia? Oh, aku tahu! Sebaiknya memang itu harus kulakukan. Gengsi kali, kalau aku harus melakukannya dengan keadaan sadar," gumam Carlen sambil mengangguk-nganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Tidak terasa pria itu pun tertidur di sofa yang ada di balkon, karena memikirkan cara untuk menyetubuhi Maya. Hingga dinginnya malam mulai menusuk ke tulang, dan adzan mulai terdengar berkumandang membangunkan pria tersebut.


Dia masuk ke dalam kamar yang masih terlihat sangat gelap. Namun seketika tatapannya terpaku saat melihat seorang wanita yang bertubuh seksi keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk setengah paha dan sebatas dada.


GLUK!


Seketika Carlen meneguk salivanya dengan kasar, saat melihat pemandangan yang begitu indah dan menyegarkan di depan matanya. Sedangkan Maya tidak sadar, jika di sana ada Carlen. Wanita itu pun berjalan menyalahkan lampu, dan seketika dia menjerit kaget saat melihat seseorang berada di dalam kamarnya.


"Astagfirullah!" Maya yang kaget pun langsung menutup bagian atas dan bawah dengan kedua tangannya, walaupun itu tidak menutup semuanya.


Carlen masih terdiam. Dia terpaku dengan tubuh indah, mulus dan putih milik Maya. Ternyata tubuh itu bahkan tidak ada kudis sama sekali, sangat mulus. Ingin sekali Carlen langsung mendekapnya, namun segera dia menggelengkan kepalanya saat kesadaran mulai kembali pulih.


'Astaga! Tubuhnya benar-benar sangat mulus? Dia sangat cantik jika sedang memakai handuk seperti itu. Kenapa selama ini aku tidak pernah menyadarinya?' batin Carlen.


"Untuk apa kamu ke sini, Mas? Dan sejak kapan kamu berada di kamarku?" tanya Maya tanpa mengalihkan pandangannya dari lemari.


Carlen tersadar dari lamunannya, kemudian dia berdehem kecil untuk menghilangkan rasa gugup, padahal sesuatu di dalam celana sudah memberontak dan mulai mengeras, karena melihat pemandangan yang begitu menyegarkan dan menggugah selera di pagi hari.


"Aku semalam ke sini untuk membicarakan soal Freya, tapi kamu sudah tidur. Aku tidak sengaja tertidur di balkon," bohong Carlen.


Dia merasa gengsi jika harus mengatakan, bahwa dirinya semalam datang ke sana karena untuk menyetubuhi Maya.nTapi Carlen terlihat begitu ragu, karena berpikir jika di tubuh Maya banyak kudisnya. Namun ternyata, pagi ini semua tuduhan di dalam pikirannya terhapus dengan tuntas, karena melihat tubuh Maya yang begitu mulus dan seksi.


"Oh, memangnya kenapa dengan Freya?" tanya Maya. Dia mulai menggunakan pakaiannya di hadapan Carlen, tanpa membuka handuknya.

__ADS_1


'Wanita ini benar-benar! Kenapa dia harus berganti pakaian di hadapanku? Apa dia sengaja ingin memancing hasraatku?" batin Carlen dengan kesal.


Sedangkan Maya tidak perduli. Karena dia pikir, mau bagaimanapun tubuhnya, Carlen tidak akan pernah terpesona. Apalagi tergiur, jadi dia acuh saja.


Tanpa disadari, perlakuan Maya itu membangunkan singa yang sedang tertidur di bawah perut milik pria tampan tersebut, kemudian Carlen mendekat ke arah Maya.


"Apa kau sengaja ingin menggodaku dengan tubuh murahanmu itu, hah? Kau pikir, aku akan tergoda? Melihatnya saja tidak membuatku bernafsu!" bohong Carlen.


Maya yang mendengar itu pun tersenyum miring, kemudian dia mulai memakai kain penutup dadanya.


"Aku tahu kok, makanya kenapa aku berganti pakaian tanpa harus masuk ke kamar mandi. Sebab aku tahu, tubuhku ini tidak akan pernah membuatmu terpesona. Jadi untuk apa aku harus ke kamar mandi," jawab Maya dengan cuek.


Wanita itu membalikkan tubuhnya membelakangi Carlen, dan sekali lagi pria itu beberapa kali meneguk salivanya, saat melihat tubuh mulus Maya dari dekat. Dia benar-benar sudah tidak kuat lagi, apalagi kelelakiannya benar-benar sudah memuncak di ubun-ubun.


"Sebaiknya kau pikirkan rencana kakek untuk mempunyai cucu. Dan kau tahu, aku akan menyentuhmu, tapi tidak dengan semua pemanasan. Sebaiknya kita buat sekarang! Karena aku tidak ingin berlama-lama," ucap Carlen sambil menarik tangan Maya.


Dia menyeret wanita itu keranjang dan menghempaskannya dengan kasar, sehingga handuk yang dipakai Maya pun terlepas, dan kini terpampang lah dengan jelas tubuh putih dan mulus milik wanita tersebut. Di mana dia hanya menggunakan dalaman saja.


"Apakah kamu ingin memberikan nafkah batinmu kepadaku sekarang, Mas?" tanya Maya yang masih saja tenang saat Carlen sudah diliputi gairah.


"Kau yang memancingku, tapi ingat! Aku hanya membutuhkan benihmu untuk warisan dari kakekku, tidak lebih. Jika saja Freya bisa melakukan itu, maka aku tidak akan pernah sudi menyentuh tubuhmu yang sudah pasti pernah ternoda oleh pria lain!" hina Carlen.


Pria itu mulai membuka bajunya dan juga celananya, hingga menampilkan pusaka yang sudah menegang dan siap untuk bertempur di dalam gua belut milik Maya.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2