
Yang mampir silakan tinggalkan jejak like ya 😘
1 like mu sangat berharga buat author untuk lebih semangat kotak katik hp.
Salam sayang ku buat kalian 😘😘😘😘😘😘
___________________________
Hari mulai sore dengan keadaan lalu lintas yang cukup padat, kemacetan mulai terjadi di beberapa lokasi jalan raya. beruntung tadi Ken memilih berangkat sebelum jam pulang kerja sehingga sekarang mobil yang ditumpangi oleh dia sudah berada di jalan tol.
Terasa cangung dan masih menata Kalimat apa yang akan dia ucapkan ketika berhadapan langsung dengan istrinya nanti, terbesit dalam ingatan Ken untuk pertama kali dia menolak menikahi gadis kecil yang terbaring lemah dikamar perawatan dengan beberapa luka yang masih dibalut dengan perban.
Dan ingatannya kembali kepada saat dia dengan tegas dan mantap mengucapkan akad nikah yang berakhir dengan kalimat sah.
Kejadian itu seolah baru saja kemarin terjadi tapi kita telah berlalu hampir 4 tahun lamanya, Kini Ken yang sudah memasuki usia 29 Tahun ini sudah mantap menata hati dan menerima keadaan yang ada.
🌹🌹🌹 Feedback 🌹🌹🌹
__ADS_1
"Maaf... " sesal Ken, kini dadanya terasa sesak dan hatinya pun hancur dikalah kata itu harus keluar dari mulutnya sendiri.
Kini dia berhadapan dengan pujaan hatinya, wanita yang selama ini selalu mengisi hati dan harinya dia harus memutuskan keputusan yang sungguh teramat berat baginya. Jika dia bisa memilih dia lebih baik memilih menghadapi pesaing bisnis yang sulit dan berat lawannya dari pada harus di posisi ini.
Hidup memang terkadang bagi kita tidak adil dan apa yang kita rencana kan terkadang selalu saja berlawanan dengan keinginan sangat penguasaan langit dan bumi.
Tapi bukankah sang pencipta selalu memberikan yang terbaik untuk kita, memang terasa berat menerima hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita tapi dengan berjalannya waktu semua akan baik adanya bahkan mungkin suatu saat nanti kita akan bersyukur dan berterima kasih sekali dengan adanya hari ini.
"Maafkan.. aku, Nita.. Aku salah, aku lemah aku tidak mampu mempertahankan hubungan kita, aku harap kamu bisa mengerti posisiku saat ini" kembali Ken menyampaikan kata maaf kepada wanita yang berstatus kekasihnya itu.
"Sudah lah Ken, kalau memang kita berjodoh kita pasti akan bertemu dan dipersatukan kembali, dan aku percaya semua sudah menjadi takdir kita." sebenarnya Nita sangat berat mengucapkan kata kata itu, air matanya mengalir, dadanya sesak serta hatinya hancur.
Tapi kini apa yang terjadi, setelah dia memberikan hati dan perasaannya apa yang dia dapatkan? rasanya sesak, sakit dan kecewa serta dia berusaha menahan semua emosinya agar tidak terlihat lemah dihadapan Ken.
"Pergi lah Ken, kita jalani kehidupan kita masing masing mulai sekarang dan semoga kau bahagia dengan pernikahan mu!" kalimat ini tertahan dengan sesak dada yang luar biasa pilunya, tapi harus diucapkan walaupun hati terluka.
"Kau kuat Nita... kau kuat dan pasti kuat, semua hanyalah masalah waktu dan semua akan baik baik saja."
__ADS_1
Seruan dalam hati Nita menjadikan dirinya lebih tegar dan kuat tapi dalam hati terdalamnya tidak bisa dibohongi.
Ia terluka bagaikan terhempas ke dasar jurang yang terdalam hingga seluruh tubuh dan jiwanya hancur berkeping-keping.
Mereka berdua terdiam dalam keheningan sesaat dalam pemikiran masing masing, tak ada kata kata yang mampu untuk mereka berdua yang ucapkan. Sama sama terluka dan mencoba untuk terlihat tegar walau harus merasakan sesak serta hati yang sakit.
Hanya ada hembusan nafas yang berat dari kedua manusia itu hingga akhirnya Ken menarik lenggang Nita sehingga masuk kedalam pelukannya, memeluk erat tubuh wanita yang sangat dia cintai dan sangat dia sayangi selain ibunya. keduanya bergetar dan akhirnya pecah juga tangis dari wanita itu dalam pelukan Ken, kini dia meraung-raung menangis dalam kesedihan yang tidak dapat diartikan.
Baru dia membuka hati dan baru memulai cintanya tapi harus berakhir saat ini juga detik ini juga dan untuk pertama kali memulai mencintai berakhir dengan kegagalan yang hanya menyisakan luka yang dalam.
Keduanya masih saling memeluk dengan erat dan seakan akan tidak ingin melepaskan satu sama lain mencurahkan segala kekecewaan dan semua perasaan.
Ken tak mampu melihat orang yang ia cintai terluka seperti ini, sungguh indah ia juga merasakan hal yang sama.
"Bolehkah aku egois dan mengikat mu dalam hubungan ini, aku juga tak ingin berpisah dari mu, aku sangat mencintaimu, Nita.. " ujar Ken kemudian.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Bersambung......