HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Episode 128. Kedatangan orang tua Alexa


__ADS_3

Alexa terdiam untuk kali ini, ia kemudian melepaskan tangannya yang menempel di tangan Samuel. Ia tahu, Samuel mencintainya melebihi apa yang ia lihat saat ini tapi ia juga tahu jika hatinya belum tumbuh rasa itu. Belum loh ya bukan tidak


Ia mengakui jika dirinya memang nyaman dekat dengan Sam, keberadaan Sam di dekatnya membuatnya merasa aman terlebih lagi saat dirinya terpuruk seperti sekarang ini, hanya Sam lah yang selalu ada siang dan malam di dekatnya melebihi orang tuanya


Sam terkejut ketika Alexa tiba-tiba menarik tangannya, ia merasakan perih yang teramat dalam. Apakah semua ini kurang cukup bagi Alexa, apakah pengorbanan waktu dan juga pikiran ini akan berakhir dengan kata maaf kita bertanya saja?


Sam segera menepisnya, ia yakin bahwa cinta akan datang karena terbiasa, maka dengan tekad yang kuat ia akan menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk mengejar apa yang ia mau


"Maaf, untuk saat ini ....." Alexa menggantung kata-katanya, ia beralih menatap Sam yang terus tersenyum


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, selama aku masih bisa berjuang maka aku akan terus maju. Entah nanti pada akhirnya aku menang atau pun aku gugur tapi setidaknya aku tidak hanya diam, aku sudah berusaha berjuang. Istirahat lah, kamu harus cepat sembuh" Sam kemudian pamit keluar dari ruangan itu. Ia memberikan waktu pada Alexa untuk istirahat sebab Alexa kini berada dalam masa pemulihan


...****************...


"Jadi ini putrimu?" Bu Ane terkejut dengan apa yang mama katakan. Ia tidak mengira jika aku adalah anak dari sahabat baiknya. Ia memang tidak tahu bagaimana wajahku saat sudah dewasa, yang ia tahu hanya lah diriku saat masih berusia belasan tahun


"Pantas saja sejak tadi aku memerhatikan wajahnya, aku merasa kok mirip sama kamu" lanjut Bu Ane


"Kamu tahu dari mana butik ini?" tanya bu Ane padaku, kujelaskan padanya jika dulu mama sempat bercerita jika dirinya punya seorang sahabat yang memiliki butik dan butiknya itu sangat terkenal. Dulu mama pernah mengajak ku ke tempat ini tapi aku sibuk dan baru sekarang punya waktu


"Aku dan mamamu bersahabat sejak lama, tapi setelah kamu lulus SMP kalau tidak salah ya, kami jarang bertemu dan cuma komunikasi lewat telepon saja. Terakhir kali kami ketemu katanya kamu sudah bertunangan lalu setelahnya mamamu pergi ke luar negeri. Dan ketemu lagi hari ini"


"Maaf ya, aku masih sibuk mengurus semua pekerjaanku di sana jadi mau tidak mau harus bolak-balik"

__ADS_1


Percakapan itu berlangsung lama, hingga pada akhirnya aku mengajak mama untuk pergi. Ada hal yang ingin aku sampaikan padanya


"see you next time" Bu Arini melambaikan tangannya pada kami bertiga. Mama ikut pergi dengan mobil William, aku mengajaknya pergi ke sebuah kafe terdekat dari tempat itu agar lebih nyaman mengobrol. Sepanjang perjalanan aku duduk di belakang dengan Mama sementara Willy ia bak sopir yang mengantar majikannya, berada di balik kemudi setir


Kami masuk ke dalam kafe itu, setelah memesan beberapa makanan, camilan dan juga minuman, aku kemudian kembali membuka perbincangan. Kuatur nafasku, William tahu apa yang aku alami. Ia menggenggam tanganku mencoba memberi kekuatan dan kesiapan, aku menolehnya ia mengangguk lalu tersenyum


"Ma" mama menoleh, ia tersenyum. Senyum bahagia


"Maafkan Agnes, Ma!" kupeluk kembali wanita yang ada di depanku


"Mama juga minta maaf, sayang" balasnya sambil terisak


"Maafkan mama yang egois dan tidak berpikir sebelum berbuat. Maafkan mama yang selama ini berpura-pura dan menyembunyikan kenyataan. Tapi tolong mengerti lah, Mama menyayangimu lebih dari yang selama ini mama tunjukkan"


"Agnes juga minta maaf, Ma. Agnes juga egois, Agnes hanya terpaut pada diri Agnes sendiri tanpa Agnes berpikir bagaimana jika Agnes berada di posisi Mama" aku juga terisak, kekesalan yang kupendam selama ini kini telah mencair. Gumpalan dendam dan kemarahan kini mengalir bersama air mata dan tak lagi terasa penuh di rongga dada


"Jangan cengeng, sebentar lagi kalian akan menikah dan wanita yang akan menjadi istri harus lah wanita yang kuat" aku mengangguk


"Tante" William angkat bicara, ia yang sejak awal hanya jadi penonton kini mulai mengeluarkan suaranya. Aku dan mama menoleh ke arahnya


"Maaf jika saat ini bukan waktu yang tepat, ini juga bukan tempat yang seharusnya. Tapi di sini, William ingin menyampaikan jika sebentar lagi kami berdua akan menikah, kami meminta restu dari Tante" William meraih jemariku


Mama tersenyum, "Kamu tidak perlu minta maaf, jika saja kita tidak bertemu hari ini maka restu mama akan bersama kalian kapan pun. Mama merestui kalian, berbahagia lah"

__ADS_1


"Sebenarnya kami berniat mengunjungi mama besok, tapi ternyata Allah mempermudah semuanya. Mempertemukan kita di sini" lanjut William


"Jadi kapan kalian akan menikah?" aku menjelaskan padanya jika akan menikah akhir pekan ini, aku juga sekalian menjelaskan padanya di mana nanti aku akan menikah


"Apa pun yang menjadi keputusan kalian, Mama akan dukung seratus persen" kebahagiaan meliputi kami bertiga saat ini, obrolan sempat tertunda saat makanan yang kami pesan sudah disajikan


"Kita makan dulu, obrolannya disambung nanti ya"


...************...


"Mami, Papi!" netra Alexa membulat kala melihat orang tuanya yang kini masuk ke dalam ruang rawatnya. Ia tidak mengira orang tuanya masih peduli padanya, semenjak dirinya divonis dengan hukuman berat itu, tidak pernah sekali pun mereka datang menjenguk Alexa


Itu semua dikarenakan rasa marah Adiputra yang telah kehilangan segalanya, bisnis yang ia bangun dari nol, kepercayaan yang ia jalin dengan koleganya serta nama baik yang mereka jaga selama ini hancur begitu saja karena ulah putrinya. Mereka pergi ke luar negeri dan mengabaikan Alexa yang tengah hancur dan terpuruk, mereka kembali membangun bisnisnya yang kini sudah berjalan dengan baik, ya meski tidak sebesar yang dulu


Rosa sendiri sebenarnya tidak sepaham dengan suaminya, ia merasa bersalah atas apa yang terjadi pada putrinya terlebih alasan kenapa Alexa sampai berbuat hal bodoh itu tidak lain masih memiliki sangkut paut dengan apa yang mereka lakukan. Meski begitu, ia tidak berani membantah sang suami. Saat Adiputra berkata "A" maka Rosa juga harus melakukannya, ia bukannya takut tapi lebih menghormati daripada membuat masalah baru dan semuanya akan semakin rumit, mengingat akan sifat Adiputra yang memang seperti itu


Cukup lama mereka di luar negeri, hingga Oma Mariyam datang mengunjungi mereka dengan membawa kabar keadaan putri mereka. Hancur pasti Rosa rasakan tapi ia tak mau menunjukkannya dan lebih memilih menurut pada suaminya. Adiputra juga mendengarnya, ada penyesalan di lubuk hati terdalamnya tapi ego dan amarahnya masih mendominasinya, tak berselang lama, entah apa yang mengusik hati Adiputra, ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia setelah bisnisnya stabil


Hatinya sempat bimbang dan terus menerus teringat akan putrinya yang berada di balik jeruji besi. Terlebih lagi, William memang sering mengirimkan beberapa foto Alexa yang kala itu memang sangat jauh berbeda dari Alexa yang sebelumnya. Adiputra semakin terdesak, setiap malam Alexa meraung meminta tolong padanya lewat mimpi dan dari situ lah ia mampu mengalahkan amarah dan egonya ditambah lagi William menghubunginya dan membicarakan jika dirinya akan segera menikah


"Alexa, sayang!" Rosa berlari dan menghambur ke pelukan putrinya yang masih terduduk lemah di ranjangnya, sementara Adiputra, ia berjalan santai di belakang istrinya


Di ruangan itu sudah tidak ada siapa pun, Oma Mariyam sudah pulang dan Sam, ia tengah menerima telepon dari orang kepercayaannya yang kini mengurus pekerjaannya

__ADS_1


Alexa membalas pelukan itu dengan derai air mata, kemarahan yang selama ini ia pendam seolah hilang dengan kehadiran orang tuanya. Mulai saat ini sudah ia putuskan untuk tidak lagi mengotori hatinya dengan menaruh kebencian dan dendam pada orang lain, ia mencoba ikhlas meski sakit tak bisa lagi dipungkiri


Adiputra tang kini tak se angkuh biasanya, membuat Alexa semakin yakin bahwa apa yang selama ini ia pendam hanya akan merusak dirinya. Kata maaf sudah ia berikan meski orang tuanya tak kunjung datang dan menemaninya


__ADS_2