
Aku dan William kemudian duduk di kursi tunggu luar ruangan tersebut setelah suster melarang kami berdua ikut masuk ke dalam. Kami pasrah dan kemudian menunggu hasilnya
"Aku harap dia baik-baik saja, meskipun kadang dia agak misterius tapi dia baik" ucapku sembari menyeka keringat yang mengalir di keningku
"Iya, Amin" balas William sembari menyandarkan tubuhnya di kursi itu
"Apa kamu tahu siapa saja keluarganya dan di mana alamatnya?" aku menggeleng menanggapi pertanyaan William
"Lalu, siapa nanti yang kan menunggunya?" lanjutnya lagi
"Aku yang akan menunggunya, lagi pula aku tidak bekerja dan sekarang menganggur" William menatapku, wajahnya kembali lesu dan ada guratan kekecewaan di sana
"Kenapa wajahmu seperti itu?"
"Apa kamu benar-benar akan resign dari kantor?" Dia malah balik bertanya dan tidak menjawab pertanyaanku, aku mengangguk mantap akan apa yang ia tanyakan
"Pikirkan sekali lagi, Nes. Aku mohon jangan tinggalkan aku" William memasang wajah memelas dan kini meraih tanganku
"Tidak, Will. Aku tetap ingin resign" Sepertinya William ingin bertanya suatu hal tapi terpaksa ia urungkan sebab seorang Dokter baru saja ke luar dari ruang UGD
"Keluarga pasien?" kami pun mendekat dan bertanya bagaimana kondisi dari Bu Mariyam, ibu kos
Dokter itu kemudian menjelaskan jika keadaannya baik-baik saja meskipun dia belum sadarkan diri, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan hanya saja dia perlu beristirahat karena usianya yang sudah lanjut dan dia sepertinya kelelahan
Kami berdua mengangguk dan Dokter itunpun segera berlalu, tapi sebelumnya ia meminta kami untuk mengurus administrasinya dan kemudian perawat akan memindahkannya ke ruang perawatan
"Kamu tunggu di sini, aku akan mengurus administrasinya" aku mengagguk dan kemudian kembali duduk sedangkan William berjalan ke arah resepsionis guna mengurus keperluannya
__ADS_1
"Keluarga pasien tolong masuk, ibunya sudah sadar" Suster berbadan kecil itu baru saja ke luar dan mengatakan hal itu, sontak saja aku berdiri dan mendekat ke arahnya. Dia pun mengarahkan diriku untuk masuk dan menemui Bu Mariyam yang kini sudah sadar
Aku pun segera masuk dan mendekat ke arah ranjang Bu Mariyam, wanita paruh baya itu terlihat pucat namun masih memaksakan dirinya untuk tersenyum dan terlihat baik-baik saja
"Apa yang ibu rasakan sekarang?" tanyaku kemudian
"Aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing dan juga lemas" jawabnya sembari tersenyum
"Syukurlah jika ibu baik-baik saja. Oh ya, apa ada kerabat yang bisa saya hubungi agar mereka tahu kondisi ibu sekarang?" Dia menggeleng
"Saya sudah tidak punya siapa-siapa lagi, saya yatim piatu sejak kecil, suami dan anak saya entah ke mana sampai sekarang saya tidak tahu rimbanya" dia pun menangis, aku mendekat dan memeluknya
"Maaf, Bu. Saya tidak bermaksud membuat ibu sedih, maafkan saya" lanjutku
"Tidak apa-apa, jangan terlalu dipikirkan"
Kami pun kemudian malah mengobrol panjang lebar, biasalah jika wanita berkumpul maka tidak akan jauh dari yang namanya gosip dan juga gibah. Memang, dua hal itu adalah alat pemersatu bangsa yang luar biasa hebat 😂😂
...**************...
Prima kini kembali berada di kantor polisi, setelah bukti yang ia dapatkan kemarin maka hari ini akan diadakan pencarian menyeluruh di sekitar tempat itu. Mereka semua akan menyisir ke berbagai lokasi dan juga akan menyebarkan foto dan juga keterangan tentang kasus ini
Rombongan mobil polisi pun segera berangkat ke tempat tujuan dan akan segera melakukan aksinya, begitu juga Prima, dia juga akan ikut serta di sana
Para polisi kini sudah berada di lokasi tempat ditemukannya bukti, sebagian lagi menyisir ke perumahan warga yang lokasinya tidak jauh dari sana. Foto-foto Mbak Sumi dan juga Pak Samin ditempel di berbagai tempat, mereka semua meminta masyarakat sekitar untuk bekerja sama dan segera melapor jika mereka mengetahui dua orang tersebut berada di tempat mereka
Keramaian tidak terelakkan, banyak dari warga yang diwawancarai dan juga memberikan penuturan mereka tentang tahu dan tidaknya mengenai orang-orang yang ada di foto itu, di antara mereka semua terdapat seoarang laki-laki yang berpenampilan serba hitam, tidak begitu menonjol memang karena keramaian pada hari ini membuat orang tidak memedulikan satu sama lain
__ADS_1
Laki-laki itu tidak lain adalah seorang penguntit yang dikirimkan oleh Alexa untuk memenatau seluruh pergerakan Prima. Dengan segera ia pun mengambil ponselnya dan melapor pada bosnya tentang apa yang ia dapatkan hari ini. Dengan segera ia pun pergi dari sana dan pastinya datang ke tempat bosnya
Di tempat berbeda
Alexa tengah duduk di sebuah kafe dengan rasa cemas yang kini menjalar di sekitar tubuhnya. Bagaimana tidak, kriminalitas yang ia perbuat kini hampir tercium oleh Prima dan juga anggota kepolisian
Ia masih terus melihat ke arah jam tangan yang melingkar di tangannya sambil sesekali mengamati pinselnya yang sejak beberapa menit ini terdiam
"Kenapa lama sekali, apa dia pikir aku tidak punya pekerjaan lain" gerutunya dengan rahang yang mengeras
Tak lama kemudian, datanglah seorang laki-laki yang tadi telah memberinya informasi mengenai perkembangan kasus yang dilaporkan oleh Prima. Ia pun duduk tepat di depan Alexa dengan wajah yang mencium karean rasa takutnya pada sang atasan
"Apa kalian masih mengikuti dua orang tidak penting itu?" laki-laki itu mengangguk dan kemudian menunjukkan sebuah video di mana Mbak Sumi dan Pak Samin tengah berada di suatu tempat dan pastinya orang-orangnya juga mengawasi mereka
"Mereka masih dalam pengawasan kita!" jelasnya lirih takut di dengar oleh pengunjung lain.
"Bawa mereka kembali dan bawa ke alamat ini, aku tidak mau Prima atau pun polisi kembali menemukannya!" Jelas Alexa sembari menyodorkan sebuah kertas bertuliskan alamat yang dimaksud
Tanpa basa-basi laki-laki itu pun menerimanya dan bergegas pergi ke tepat yang sudah ditunjukkan, sedikit perasaan lega terukir di hati Alexa. Meski pun kenyataannya ini lebih sulit dari yang ia bayangkan, ia juga tidak pernah mengira jika rasa cinta Prima sangatlah besar pada gadis itu
Alexa mengira, Prima hanya main-main seperti saat bersamaku dulu tapi nyatanya tidak, siapa dan juga rencana yang telah ia susun beberapa minggu ini akhirnya harus ia ubah karena Prima masih gigih mencari kekasihnya
Sedetik kemudian ia pun berdiri dan meninggalkan kafe itu, ia akan kembali ke restoran agar tidak ada orang yang menaruh curiga pada dirinya. Ia pun kemudian melajukan mobilnya ke tempat tujuannya
.
.
__ADS_1
.
Jang lupa ya untuk like, vote dan juga komennya. Ditunggu loh ya