HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Bab 12


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹


🌹


Mobil masih melaju melintasi belahan jalan Ibukota hingga beberapa saat mulai memasuki kawasan perumahan sederhana yang menjadi tempat tujuan Ken, bukan kawasan elite dan bukan juga rumah bak istana mewah dan besar layak di sinetron sinetron lainnya.


Hanya sebuah rumah mungil dengan cat tembok warna cream perpaduan dengan warna coklat tua mengkilap menghiasi pagar rumah sederhana itu.


Rumah sederhana itu terlihat masih rapi dan terawat karena selama ini rumah itu diurus oleh tetangga Sheila yang sebelum kepergian dengan mertua nya keluar negeri sempat menitipkan rumah tersebut kepada tetangganya.


Tak terasa menempuh 1 jam 20 menit perjalanan, kini Ken sudah berdiri tepat di depan pagar rumah kediaman keluarga kecil Sheila dahulu kala.


Sheila bukan berasal dari keluarga kaya, sedari dulu keluarga kecilnya hidup berkecukupan dan bahagia hingga pada akhirnya maut dan takdir telah memisahkan mereka serta dengan adanya tragedi itu membawa ia dalam kehidupan yang sebelumnya tidak ada dalam benak dan angan nya.


Perlahan Ken membukakan pintu pagar yang berukuran tinggi 1,5 meter itu dan berjalan masuk melewati pintu pagar itu menuju pintu utama dan mengetuk nya sambil mengucapkan salam, masih hening tanpa adanya respon dari pemilik rumah tapi dari dalam nampak lampu masih menyala di semua ruangan.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum..." ulang Ken mengucapkan salam lagi karena tidak ada respon sama sekali dari sang pemilik rumah yang juga istrinya itu.


Hingga beberapa saat kemudian terdengar suara pintu terbuka.


Kreekk........


"Waalaikum...........salam" terkejut dan kaget bercampur satu menyembur kedalam hati Sheila, bahkan kini dia berdiri seperti patung sambil bengong menatap tamu yang berkunjung ke rumahnya saat ini dengan perasaan antara percaya dan tidak.


"Apa begini cara yang Ibu ku ajarkan pada mu menyambut suamimu saat pulang kerja?" melihat expresi nya Sheila kaget ketika bertemu dengan nya membuat Ken tidak tahan ingin lebih menggoda nya, terasa lucu dan mengemaskan bagi Ken serta ingin dia ketawa.


"Oh,, iya Kak, mari silakan masuk" sambil mempersilahkan Ken masuk tak lupa dia menerima tangan Ken yang menjulur ke arah nya dan mencium tangan pria yang berstatus Suaminya itu.


Masih terasa canggung dan gugup karna ini kali kedua mereka bertemu dan berinteraksi setelah sekian tahun lamanya, dan kali ini ke dua kalinya juga Sheila mencium punggung tangan Ken.


"Duduk dulu kak, saya ambilkan minum, kak Ken mau minum apa?" tanya Sheila dengan masih gugup, salah tingkah dan entah harus apa saat ini jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya hingga ada rasa sesak di dada.

__ADS_1


"Berikan aku air putih saja! " jawab Ken sambil mendarat kan bokongnya di sofa tua yang ada di ruangan tamu sambil melepaskan jas dan memberikan jas tersebut kepada Sheila.


Sheila pun menerima jas yang dibuka Ken dan diberikan kepada nya lalu berjalan meninggal Ken sendiri di ruang tamu untuk ke dapur mengambil minum untuk Ken.


Terlihat wajah lelah dari suaminya itu, tapi tidak dipungkiri rasa terkejut nya pun belum sirna dari hatinya Sheila saat ini, bingung sudah pasti dan belum siap serta belum ada persiapan apa apa jika saat ini berhadapan dengan Ken.


Itulah alasannya kenapa dia memilih menetap terlebih dahulu di kediaman orang tuanya dari pada meminta di jemput supir untuk kembali ke kediaman keluarga Samad.


Sheila ingin menetapkan hati dan pikiran serta ingin mempersiapkan dirinya terlebih dahulu sebelum dia benar-benar siap berhadapan dengan lelaki yang menjadi suaminya itu, tapi tak disangka dan tak diduga akan ada kejadian seperti ini di mana suaminya datang menghampiri dirinya.


Sungguh dia belum siap, tapi semua sudah terjadi, mau tidak mau harus siap dan berusaha menjalani perannya sebagai seorang istri.


Bersambung 🌹🌹🌹


Maaf kalau masih banyak kekurangan dalam penulisan.

__ADS_1


Semoga suka dan jangan lupa like ya kaka, terimakasih banyak......


__ADS_2