
🌹🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹🌹
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak bagi yang berkenan mampir di tulisan recehan ku ini, maaf jika masih banyak kekurangan dan banyak typo typo nya. Bagi yang sudah mampir jangan lupa ya teman teman tinggalkan like nya untuk setiap bab ya 😉😉😉
🌹
Malam semakin larut tapi obrolan kedua manusia yang berada dalam balik rumah sederhana itu masih saja berlanjut dan entah akan berakhir melihat keseruannya.
Sheila, gadis itu muda bergaul dan selalu ceria serta sangat suka berinteraksi dengan orang lain dan yang pastinya dia muda akrab dengan cepat kepada siapapun. Ya Ken kini baru menyadari hal itu.
Berinteraksi dengan gadis itu ternyata waktu terasa cepat berlalu dan kini dia baru menyadari kenapa tidak dari dulu saja mereka berinteraksi seperti ini.
Banyak yang mereka bicara dan mereka berdua merasa nyaman dan senang dengan suasana serta sikon saat ini. Hingga pada akhirnya tubuh masing masing tak mampu lagi bertahan untuk lebih lama karena membutuhkan waktu istirahat agar ke esok kan harinya mereka bisa bangun dengan keadaan fit dan segar.
"Seperti kau sudah ngantuk?" tanya Ken yang juga merasakan badan yang sepertinya sudah membutuhkan waktu untuk istirahat.
"Iya kak, kalau begitu aku kembali ke kamar ku dan kak Ken bisa pakai kamar utama" ucap Sheila.
"Hey apa ini, jadi kita pisah ranjang? " ujar Ken tidak terima jika mereka berpisah serta sedikit menggoda gadis itu.
Aneh tapi nyatanya begitu, kenapa Ken menjadi tidak lelah berpisah walaupun hanya sampai pagi menjelang juga mereka akan bertemu lagi. Bukan kah Ken tadi nya tidak terlalu memusingkan hal ini dan bahkan mereka menikah tanpa saling mengenal satu sama lain, mungkin juga diantara mereka tidak ada cinta.
__ADS_1
Perasaan yang aneh tapi itulah yang dirasakan Ken, mendengar lontaran kata dari Ken membuat Sheila membulat kan bola matanya sesempurna mungkin, apa iya dia harus satu kamar dengan pria ini, dan bagaimana mungkin bisa? jujur dia belum siap bahkan dia sangat gugup serta kebingungan sendiri.
Suasana hening seketika..
"Maaf kak, apa ini tidak terlalu cepat untuk kita menuju ke arah sana?" setelah menjawab kini Sheila mengutuki kalimat yang telah dia ucapkan sendiri.
"Apa yang ada dipikiran mu? aku hanya ingin kita tidur saja tanpa melakukan apapun, kau bisa pegang kata kata ku. Dan mulailah mencoba menjalankan tugas dan kewajiban mu, mungkin menuju kesana kita perlu waktu, tapi setidaknya kita mencoba untuk membiasakan keadaan ini" ujar Ken penuh dengan penekanan kata tugas dan kewajiban, setelah mengatakan itu Ken berjalan ke kamar meninggal Sheila yang masih mematung ditempatkan serta berusaha mencerna apa yang diucapkan pria itu barusan.
..."Kenapa aku bisa berbicara seperti itu, seharusnya aku tidak memaksa kan semua ini, bahkan ini terlalu cepat untuk kami"...
"Dan sekarang apa yang harus aku lakukan? bagaimana aku bisa berhadapan dengan nya lagi nanti, astaga ini memalukan... Seperti aku sangat menginginkan nya saja."
...Dalam batin Ken mengomentari kebodohan sendiri yang seolah olah ingin sekali dirinya sekamar dengan Sheila....
Setelah beberapa saat Sheila berusaha mengatasi kegugupan nya kini dengan langkah nya pelan ia mulai beranjak dari posisi tadi dia berdiri. Dengan ragu tapi pasti serta debaran jantung yang melebihi batas normal, sesampainya didepan pintu kamar itu Sheila menghirup banyak oksigen beberapa kali dan menghembuskan nya secara pelan untuk menormalkan detak jantung serta nafas nya yang tiba tiba terasa berat, perlahan ia memegang handle pintu kamar itu dan membuka sedikit lalu mengintip kedalam ruangan lalu tidak dia temukan penghuni kamar itu ya g barusan memasuki ruangan itu.
Dalam hati Sheila bertanya tanya kemana dia menghilang dan apakah keputusan nya sudah benar untuk masuk ke kamar ini.
Namun dalam hati terdalam memang terbesit rasa malu dan canggung sekali karena ini hal pertama bagi Sheila.
Dengan memantapkan hati dan pikiran nya kini dia berjalan memasuki kamar itu, ya kamar dimana dulunya adalah kamar kedua orang tuanya yang sudah tiada. Dia sadar kalau tidak hari ini maka besok dan kalau tidak besok mungkin hari selanjutnya pun dia tidak bisa menghindari lagi.
__ADS_1
"Mungkin ini saat nya," semua terasa canggung beberapa kali Sheila menarik nafasnya dan menghembuskan dengan perlahan sehingga membuat debaran jantung nya tidak terlalu melompat lebih tinggi dan jauh. Berada dalam satu ruangan kamar dengan Ken tidak baik untuk kesehatan jantungnya Sheila dan ia sangat merasakan itu.
Krekk.....
Terdengar pintu terbuka ya itu pintu kamar mandi dan Ken melangkah keluar dari pintu itu.
Sheila hanya menundukkan Kepala nya tidak berani menatap Ken, dia meremas jari jemarinya sendiri dan duduk terdiam dipinggir ranjang itu.
Ken menatap heran gadis itu yang berstatus istrinya, bukankah tadi dia belum siap untuk berbagi tempat tidur bersama ku dan belum siap untuk menjalani hubungan yang lebih intim lagi serta masih banyak pertanyaan yang memutar di kepala Ken saat ini.
Tanpa disadari mereka berdua terlintas dari sudut bibir pria itu menampilkan sekilas senyuman lalu dia berjalan dengan santai menuju ke ranjang itu mendaratkan tubuhnya serta menarik selimut menutupi hingga setengah badannya lalu memulai memejamkan mata nya serta membiarkan Sheila yang masih duduk di pinggir ranjang itu dengan posisi yang menunduk.
"Sampai kapan kau akan duduk disitu? apa kau tidak mengantuk? bukan kah tadi kau sudah sangat lelah dan ingin segera tidur? " ucap Ken sontak mengagetkan nya.
Lalu dengan cepat Sheila menyibak selimut itu serta ikut bergabung dengan Ken kedalam ranjang itu tapi dengan posisi membelakangi Ken tanpa mengeluarkan selatan kata pun.
Sheila merasakan jantung nya yang berdetak luar biasa dan melebihi batas normal saat ini, seakan akan jantung itu akan terlepas dari tempat nya.
Ken hanya merasa geli dan tersenyum puas melihat tingkah wanita yang berstatus istrinya itu, entah apa yang dia pikirkan tapi rasanya begitu senang dan mengemaskan saat ini melihat tingkah istrinya.
Hanya terdengar detak kan jarum jam yang menguasai ruangan itu. Kini lampu ruangan itu yang terang telah berganti dengan cahaya remang dari rembulan yang bersinar terang mengintip masuk ke sudut sudut kamar.
__ADS_1
Terdengar hembusan halus nafas Sheila yang menandakan ia telah terlelap kedalam alam mimpi indahnya, berbeda dengan Ken yang gelisah tanpa bisa memejamkan matanya.
bersambung.... 🌹🌹🌹