
Happy Reading 🌹🌹🌹
3 tahun berlalu...
Seperti hari hari lainnya, Ken menjalani kesehariannya dengan menyibukkan dirinya dengan banyak pekerjaan, dia lebih memilih fokus pada bisnis keluarganya, tak heran dalam waktu kurang dari 3 Tahun ini bisnis dia meroket mencapai batas hingga ke berbagai negara.
Menjadi sukses tidak membuat dirinya bahagia, selama ini dia selalu diam dan menjadi pribadi yang berbeda dengan dirinya yang dulu. Hidup sendiri dan hanya pekerjaan yang ada dalam dunianya membuat dia menghabiskan waktunya dengan setiap lembaran kertas di atas meja kerjanya.
______
Sejauh manapun kita pergi dan menetap selalu terbesit rasa rindu yang teramat sangat dalam untuk tanah kelahiran, setelah melalui beberapa kali musim yang berganti kini Sheila bisa kembali ketanah air.
Tanah kelahiran dan tanah yang dimana dia lewati bersama dengan ke-dua orang tua nya yang terkasih.
Banyak kisah bahagia duka dan canda tawa yang masih terbesit dibenaknya dan tak akan pernah bisa dia lupakan, banyak kenang indah dan kebahagiaan dimasa kecil hingga remaja yang dia alami.
Tapi itu semua hanyalah tinggal sebuah kenangan dan akan dia simpan sebagai kenangan terindahnya didalam hati dan memory kehidupan nya.
Setelah melewati perjalanan panjangnya kini Sheila tiba kembali di tanah air, dihirupnya sebanyak mungkin oksigen yang ada di sekitarnya seakan-akan takut kehabisan oksigen dan di hembuskan kembali ke udara.
Senang dan bahagia bisa kembali ketanah kelahiran, dan kini tujuan utama yang akan dia tujuh adalah makam kedua orang tuanya.
Tak menunggu lama kini dia sudah mendapatkan taksi dan siap berangkat mengunjungi makam orang kesayangannya, rasa rindu itu selalu ada dan tidak akan pernah bisa sirna walaupun hidup bergelimang harta.
Bukan tanpa alasan dia dikirim kembali ketanah air oleh Ny. Indri, mengingat usia putra tunggalnya yang sudah tidak muda lagi dan belum lagi mendapatkan beberapa laporan tentang kehidupan sang putra tunggalnya yang suka digoda oleh banyak wanita serta berita putra kesayangannya itu juga menikah dengan kekasihnya dan parahnya lagi ada pula berita miring putranya telah memiliki anak dari pernikahannya itu.
Dan dia tak mudah percaya oleh semua gosip yang beredar karena Ken pun tak mengakui semua itu, dan ia percaya pada Ken.
__ADS_1
Oleh karena itu jalan terbaik adalah sekarang waktunya untuk mempersatukan kembali pasangan yang dipisahkannya.
Toh sekarang usia Sheila juga sudah 20 tahun dan pastinya mereka akan mencoba saling menerima dan saling mengenal satu sama lain.
_____
"Pa... Ma... Sheila datang, maaf baru bisa sekarang Sheila bisa kembali ketanah air, Sheila akan mulai kuliah lagi di Indonesia. Sheila rindu Papa dan Mama... hik...hik..." gadis itu tak mampu lagi banyak berkata-kata dan tanpa terasa air matanya pun sudah mengalir deras.
Tiga tahun dia jalani semua ini bukan hal yang muda apa lagi di negara orang asing dan semua dalam sekejap mata seluruh kehidupan nya berubah 180 derajat Celcius,
Setelah puas melepaskan rindu di makan kedua orang tuanya kini Sheila kembali mencari taksi dengan berjalan kaki cukup jauh ke depan, karena letak pemakaman ada di dalam serta mobil pun tidak boleh parkir dengan bebas sehingga para keluarga dari pemakaman itu tanpa terkecuali harus berjalan kaki ke tempat parkiran yang tersedia.
Setelah melewati gerbang besar TPU itu barulah Sheila bisa menemukan taksi dan sudah dengan tidak sabar dia pun segera meminta supir taksi tersebut untuk mengantarkan dia ke alamat yang dia sebut kan.
Mobil taksi itu terus melaju dengan kecepatan rata rata serta suara musik yang super slow dan cukup menenangkan hati membuat Sheila tak mampu lagi untuk dirinya tidak terlelap.
"Neng...! Neng....! kita sudah sampai Neng,"
Sheila masih ada respon.
"Neng...! Neng...!"
"Neng... maaf, Neng kita sudah sampai ke alamat tujuan Neng." ulang si bapak paruh baya itu.
Dan akhirnya Sheila mengejapkan mata dan terbangun serta merasa tidak enak hati dan salah tingkat.
Hanya senyuman canggung dan dengan cepat Sheila mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah untuk melakukan pembayaran.
__ADS_1
"Maaf pak, saya terlalu kelelahan hingga ketiduran dan ini lebihnya ambil saja ya pak sekali lagi saya minta maaf." ucap Sheila merasa tidak enak hati karena ketiduran dan membayar tagihan lebih dari harga argo.
"Wah ini mah kebanyakan Neng, tidak apa apa koq Neng saya malahan senang kalau Neng ketiduran itu berarti taksi saya nyaman, hehehe..." jawab sang supir itu dengan senyuman kebahagiaan karena mendapatkan pembayaran yang lebih dari Sheila. Rejeki istri dan anak.
"Gak papa pak, anggap aja rejekinya bapak hari ini, dan sekali lagi maaf," jawab Sheila lalu membuka pintu mobil dan bergegas keluar dari mobil itu serta menarik keluar kopernya yang berukuran sedang itu.
"Terima kasih ya, pak.." lanjut Sheila.
"Terima kasih banyak juga, Neng.. harusnya saya yang terima kasih banyak sudah dilebihkan banyak ini, terima kasih banyak ya Neng, maaf saya pamit mau lanjut narik lagi." Pamitnya lalu melajukan mobilnya menuju keramaian kota untuk kembali mencari beberapa lembaran uang kertas agar kebutuhan hidup dapat terpenuhi.
Sheila menatap rumah sederhana yang kini didepannya, sekilas banyak kenangan yang menari nari diingatan, masih teringat dengan jelas ketika Papanya yang pulang kerja dan Mamanya yang sibuk di dapur serta dirinya berlarian menyambut kepulangan Papa nya.
Juga bagaimana cara kedua orang tuanya membujuk dirinya ketika dia sedang ngambek karena keinginan belum dapat dipenuhi oleh kedua orang tuanya, dan masih banyak lagi kenangan kenangan terindah yang terlintas dibenaknya, hingga tanpa terasa cairan bening itu kembali mengalir keluar dari sudut matanya, rasa rindu ini rasa kehilangan dan rasa sesak di dada semua bercampur.
Rumah sederhana itu masih terlihat sangat terawat Karena memang rumah itu sengaja Ny. Indri membayar beberapa orang untuk mengurus rumah itu agar kelak menantu kesayangan itu bisa kembali berkunjung di kala dia merasakan rindu kepada orang tuanya.
_______
Disisi lain, seorang pria masih sibuk berkutat dengan banyak kertas di atas meja kerjanya hingga melupakan jam makan siang. Itulah Ken jika sudah menyangkut pekerjaan dia tidak akan berhenti jika dia belum memastikan semuanya pekerjaan selesai.
Hingga tak lama terdengar beberapa kali suara bunyi dari hpnya terus berdering melantunkan lagu-lagu melodi indah terdengar dan fokusnya teralihkan ketika menatap nama yang tertera di benda pipih itu yang bertuliskan nama "My Mom...!" gumam Ken.
Bersambung.......
Maaf kalau masih banyak kekurangan dalam penulisan.
Semoga suka dan jangan lupa like ya kaka, terimakasih banyak......
__ADS_1