HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Bab 13


__ADS_3

Jangan pernah bosan ya gaes untuk selalu bantu dukungan like ya di setiap bab ..


Aku pada mu 😘😘😘😘😘😘😘


Happy Reading 🌹🌹🌹


Setelah Sheila berusaha menenangkan hati nya didalam dapur kini dia berjalan menghampiri Ken dengan segelas air putih di tangannya dan menyerahkan kepada Ken, Ken yang menerima nya dan langsung di teguk nya sampai tak bersisa, bukan karena haus tapi rasa canggung dan tidak tau harus apa dalam situasi dan kondisi saat ini membuat keduanya salah tingkah dan tidak tau harus memulai dari mana bersikap dan berbicara.


Hening...


Hening....


"Kak Ken, apa mau mandi dulu? biar saya siapkan air panasnya?" ujar Sheila memecahkan keheningan diantara mereka dan lalu dijawab anggukan oleh Ken lalu Sheila pun bergegas bangun dari duduknya dan melangkah kan kakinya menuju dapur untuk memasak air panas untuk Ken suaminya.


"Maaf kak, di sini rumah almarhum bapak fasilitas nya hanya seadanya begini harap maklum." ujar Sheila sedikit keras suaranya karena jarak dapur dengan ruangan tamu itu tak jauh.


"Dimana kamar mu?" tanya Ken,


...Ahhh bodohnya aku, apa yang ku tanya kan padanya,, astaga kenapa jadi serba salah dan gugup begini. (batin Ken)...


Terdiam sesaat, Sheila menatap bingung lelaki di depan nya itu.


"Maksudnya aku itu, ehmm aku mau ke kamar mandi, iya kamar mandi," ujar Ken gugup.


"Oh, kamar mandi ada di depan dapur itu kak," jawab Sheila sambil menunjukkan jari tangan nya kearah kamar mandi, tapi kalau kak Ken mau pakai kamar almarhum bapak ada kamar mandi di dalam sana" kembali tangan nya menunjukkan pintu sebuah kamar yang menunjukkan kamar utama yang dahulunya ditempati kedua orang tuanya.


"Tapi mandi air angetnya tetap pakai ember ya kak, soalnya kamar mandinya gak ada Boiler water heater, hmmm... terus untuk pakaian kak Ken gimana?" sambil menjelaskan teringat juga oleh Sheila akan pakaian yang akan dipakai Ken sehabis mandi.


"Kenapa dia jadi bawel seperti itu, banyak sekali yang dia bicarakan, astaga... sepertinya kecerewetan mama turun ke menantunya." ucap Ken dalam hatinya.


"Pakaian ku ada di mobil, sebentar lagi supir bisa bawa masuk, apa saya sudah boleh ke kamar itu?" tanya Ken sambil mengarahkan tangannya menunjuk ke kamar.

__ADS_1


"Ehmm... ii.. iya Kak, sebentar aku bawakan air panasnya sepertinya ini sudah mendidih" jawab gadis itu dan berlalu ke dapur untuk mengecek air yang dia masak.


Setelah memastikan air itu sudah mendidih dengan lap ditangannya Sheila memindahkan air panas dari panci ke ember berwarna merah itu yamg berukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga, lalu bergegas membawa air panas itu menunju ke kamar dimana Ken berada sekarang.


Karena pintu kamar tidak ditutupi membuat Sheila langsung masuk tanpa ragu dan mengetok pintu terlebih dahulu, dan suasana terasa aneh dan canggung bagi Sheila ketika pertama pemandangan matanya kini tertuju pada lelaki ya g menjadi suaminya itu ada di depan nya.


Jantung nya seakan akan ingin keluar dengan detak kan yang tak beraturan, rasa malu, tidak enak, kagum serta lainnya bercampur satu menjadi kidung sari campur sari.


Bagaimana tidak ternyata lelaki didepan nya itu hanya memakai sebuah celana pendek yang begitu menodai mata perawan Sheila. Sheila tercengang membeku di tempat seakan akan hilang semua pikiran dan apa yang ingin dia lakukan.


Sungguh pemandangan ini membuat diri malu, kini wajahnya merona merah dan ia sangat malu sekali, biasanya di luar negeri pemandangan seperti ini sudah terbiasa untuknya tapi berbeda saat pemandangan itu adalah suaminya sendiri.


____________🌹🌹🌹________________


Karena pintu kamar tidak ditutup membuat Sheila langsung masuk tanpa ragu dan mengetok pintu terlebih dahulu, dan suasana terasa aneh dan canggung bagi Sheila ketika pertama pemandangan matanya kini tertuju pada lelaki ya g menjadi suaminya itu ada di depan nya.


Jantung nya seakan akan ingin menerobos keluar dengan detak kan yang tak beraturan, rasa malu, tidak enak, kagum serta lainnya bercampur satu menjadi kidung sari campur sari. Bagaimana tidak ternyata lelaki didepan nya itu hanya menggenang kan sebuah celana pendek yang begitu menodai mata perawan Sheila. Sheila seakan akan hilang semua pikiran dan apa yang ingin dia lakukan.


"Hei, ada apa dengan mu?" tanya Ken khawatir serta kaget dengan kehadiran Sheila tiba tiba.


Gadis itu kebingungan dan sangat merasa malu yang teramat memalukan, ingin dia mengutuk dirinya sendiri kenapa sebelum masuk tidak mengetok pintu terlebih dahulu dan kenapa juga si Ken tidak menutup pintu dan membiarkan pintu terbuka lebar begitu dan bagaimana jika ada orang lain yang masuk bukan dirinya.


"Bukannya merasa malu tetapi lelaki itu malahan datang mendekati ku serta bertanya ada apa dengan ku, apa dia gak sadar apa yang dia kenang kena saat ini, ohh... Tuhan ingin rasanya aku kembali keluar negeri saat ini juga." batin Sheila meronta ronta menahan rasa malu hingga pipinya pun bersemu noda kemerahan.


Dan hal itu terlihat sangat mengemaskan bagi Ken.


"Maaf kak, kenapa pintunya tidak ditutupi dan kunci?" ujar Sheila menahan rasa canggung dan malunya saat ini.


"Emang nya kenapa, kalau aku tutup tar kamu gimana masuknya? " jawab Ken tanpa dosa sambil melangkah menuju kamar mandi.


"Ya kan aku bisa ketok pintu dulu kak sebelum masuk dan... "

__ADS_1


Belum selesai Sheila melanjutkan perkataannya kini terdengar ketukan suara pintu dari depan serta ucapan salam suara seorang pria yang membuat Sheila memilih segera menghampiri suara tersebut.


"Wa'alaikumsalam,," jawab Sheila sambil membukakan pintu.


"Ini Nyonya ehh, Nona hmm.... " ujar pria asing itu menyerah kan beberapa kantong paper back ,


Pria setengah abad itu bingung panggilan apa yang harus dia panggil untuk gadis itu saat ini juga apakah harus memanggilnya Ny. muda atau Nona muda mengingat beberapa jam yang lalu sang sopir pribadi bosnya berkata kalau bos nya sedang berada didalam rumah itu bersama istri nya.


Sedikit kaget dan terpana akan kecantikan wajah Sheila membuat anak buat itu menjadi salah tingkah.


"Maaf Ny. ini adalah pesanan dari Tuan dari asisten Ray. Maaf saya mohon pamit dulu." memberikan paper back tersebut dan terburu-buru meninggal Sheila yang masih menatap pria setengah abad itu dengan heran.


Menutup kembali pintu dan melanjutkan langkah kaki kembali ke kamar dimana Ken berada.


"Semuanya aneh, gak bos nya gak anak buahnya" batin Sheila sambil mengingat tingkah Ken dan anak buahnya yang aneh menurut nya.


Setelah sampai di kamar, Sheila dikejutkan lagi oleh kelakuan Ken.


"La..." panggil Ken pelan.


"Iya kak," Sheila mengerutkan dahi.


"Ada apa...? " Sheila kembali bertanya.


"Aku bingung gimana mandinya, air di ember tidak terlalu sedikit kah?" ujar Ken heran.


Bersambung.........


🌹🌹🌹🌹🌹


😉

__ADS_1


Thor "tepok jidat"


__ADS_2