
Happy Reading...
Terima banyak bagi yang sudah mampir dan memberikan dukungan like, komen terlebih vote ya.
Terima kasih banyak ya teman teman
Sayang kalian semua 🥰🥰🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😘
🌹
Sarapan pagi itu berjalan mulus dan Ken sangat menikmati sarapan nya dengan lahap serta malahan nambah lagi, dia benar-benar merasakan seperti memakan masakan dari ibunya yang sudah lama tidak dia rasakan semenjak kepergian sang Ibu keluar negeri dengan Sheila. Kini dia benar benar dimanjakan dengan masakan Sheila, senyuman kebahagiaan meliputi Ken hari ini sepertinya dia akan sangat bahagia begitupun dengan Sheila terlebih dia sangat bahagia karena Ken sangat menikmati masakan nya dan itulah hal yang cukup membuat sang gadis remaja itu bahagia dan tersenyum puas.
🌹🌹
Menjelang sore hari nya Ken memutuskan untuk kembali ke kota, setelah beberapa jam mereka menghabiskan waktu berdua untuk hanya sekedar saling bercerita yang awalnya Ken menanyakan kabar dan keseharian Ibu nya selama di luar negeri bersama Sheila beberapa tahun itu hingga berlanjut ke cerita Sheila dengan keseharian dan masa masa sekolah diluar negeri nya dan sekarang dia berencana untuk melanjutkan kuliah di kota ini dan menjalankan peran nya yang tertunda dahulu kala karena umur nya yang masih muda sehingga Mama Ken membawanya keluar negeri untuk belajar lebih mandiri dan dewasa lagi sebelum benar benar menjalankan tangan jawab dan kewajiban nya sebagai seorang istri.
Kini setelah melewati beberapa drama akhirnya Sheila mengalah dan mau tak mau dia ikut bersama Ken, Ken memboyong istri nya kembali ke kediaman utama mereka sesuai dengan permintaan sang Ibu nya dan tentu saja semua sudah dipersiapkan oleh sang Ibu nya sebelum mereka tiba.
Dalam sepanjang perjalanan Ken sibuk dengan laptop dan HP nya yang sesekali berbunyi menandakan pria di samping Sheila ini sangat sibuk tapi dia lelah menyempatkan diri nya untuk Sheila dan itu membuat Sheila kagum serta ada rasa yang tersentuh dalam hatinya hingga niatnya yang tadinya ingin beberapa hari lagi di rumah almarhum orang tuanya menjadi gagal total tapi malahan ikut Ken kembali ke kota.
"Sibuk bangat ya Kak?" merasa bosan dengan hanya menatap keluar jendela Sheila akhirnya memberanikan diri untuk mengeluarkan suara nya.
"hmm,.."
"Tidak, ini hanya sedikit pengecekan ulang" jawab Ken dengan pandangan yang masih fokus dengan kotak persegi depan nya itu dengan jari yang masih bergerak gerak sibuk.
Lalu terdiam dan hening kembali hingga beberapa saat kemudian ternyata Sheila sudah tertidur pules. Rasa kantuk nya gak dapat ditahan lagi karena rasa bosan dalam perjalanan yang tanpa ada obrolan.
__ADS_1
Mendapati keadaan hening dan tanpa gerakan dari orang disebelah nya akhirnya Ken mengalihkan pandangannya dan mendapati Sheila sudah terlelap hingga mulutnya pun itu terbuka. Melihat pemandangan itu Ken hanay terkekeh dan menggelengkan kepalanya beberapa kali dan pekerjaan yang telah selesai akhirnya dia menutup laptop nya dan dia memindahkan Sheila agar merubah posisi tidur nya, menjadikan pahanya sebagai batal hingga Sheila lebih nyaman dan tidak begitu pegal kalau sudah terbangun dari tidurnya nanti.
Yang dipindahkan ternyata tidak merasa terganggu malahan kini dia terlihat lebih nyaman dan menikmati tidurnya dalam kenyamanan yang menjadikan paha Ken sebagai bantalan di kepala nya. Hingga kini mobil melaju memasuki perumahan elite dipertengahan kota itu dan tak berapa lama kini mereka sudah tiba di sebuah bangunan besar dan mewah, sekuriti yang mendapatkan mobil tuan mereka tiba pun langsung bergegas membukakan gerbang untuk mempersilahkan mobil itu masuk dan setelah nya langsung menutup pintu gerbang raksasa itu.
Kini mobil itu ter parkir tepat di depan pintu utama tapi gadis itu masih dengan nyenyak nya dalam mimpi dan entah apa yang di mimpikan dirinya sehingga dia tak menyadari telah sampai di tempat tujuan mereka.
Ken perlahan dengan lembut mencoba membangunkan istri nya tapi berkali-kali mencoba hasilnya nihil karena Sheila tak merasakan terganggu sama sekali.
"Ternyata gadis yang menjadi istri ku ini kebo juga kalau tidur" tersenyum Ken melihat istrinya yang tidur seperti orang pingsan dan diapakan juga tidak mengusik tidur nya. Hingga akhirnya Ken menggendong Sheila ke kamar mereka yang sudah dipersiapkan oleh para asisten rumah tangga.
.
🌹🌹🌹
Cuaca sejuk nan hangat dengan melemahnya cahaya sinar matahari di sore hari tapi tak meninggalkan kecantikan pemandangan sore sebelum matahari terbenam, tiupan angin sepoi-sepoi yang menggerakkan helaian kain gorden menembus masuk ke kamar serta sangat empu nya kamar pun membiarkan setiap helaian anak rambut sangat istri tertiup hingga terasa sangat menggangu tidurnya, kini dia menggerjapkan matanya beberapa kali mencoba mengumpulkan kesadarannya. Matanya terbuka dan memulai menyapu seisi ruangan itu terasa asing dan kemudian Sheila mengingat kembali sebelumnya dia bosan dan mengantuk hingga akhirnya mulai menutup mata untuk tidur beberapa saat. Dan kini ia sudan bangun serta kini pandangannya tertuju pada jam dinding yang menempel di sudut kamar itu sudah menunjukkan hampir jam 4 sore.
"Astaga, aku tertidur"
"Siapa yang membawa ku ke kamar? dan kamar siapa ini?" gumam Sheila.
Masih menatap kamar yang luas itu hendak mencari kamar mandi untuk sekedar membasuh wajahnya dengan air agar terlihat fresh kembali.
"Kamar mandi ada di sudut kiri sana" ucap Ken yang seolah olah mengerti kemana arah istrinya itu ingin tuju.
Sheila masih termenung ditempat dalam diam.
"Bersihkan dirimu dan setelah turun lah ke bawah untuk makan sesuatu, kau belum makan apa pun dari siang dan apa kah kau tau?" menghentikan ucapannya beberapa saat sehingga membuat lawan yang mendengar kalimatnya menjadi penasaran.
__ADS_1
Sheila penasaran,
"Ketika tidur juga butuh tenaga" sambil tertawa Ken melanjutkan kalimatnya yang terpotong tadi serta berlalu tanpa dosa.
"Huh.. "
Sheila hanya bisa menggelengkan kepalanya dan bergegas bangkit dari ranjang untuk ke kamar mandi karena memang dirinya sudah kebelet ingin buang air kecil serta mandi.
Setelah ritualnya selesai kini Sheila akhirnya keluar dari kamar dan berniat ingin ke dapur karena memang perutnya sudah berada lapar, sepanjang perjalanan dari lantai dua turun ke lantai satu manik matanya tak henti hentinya menyapu setiap bagian ruangan yang dilewatinya untuk mencari sesosok yang telah diam diam mengisi ruang kekosongan hati kecilnya tapi semua harapan seakan naas dan sirna sebab yang di rindukan tak tampak di manapun hingga akhirnya dia telah sampai di ruangan makan.
Ruangan itu terdapat di sebelah kanan tangga yang menyambung ke kanan sehingga tak susah bagi Sheila tiba di sana, dan lagi lagi meja makan pun Ken gak menunjukkan batang hidungnya. Ada perasaan kecewa dan sedih yang singgah sejenak di renungan hati kecil Sheila yang terdalam.
"Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" suara salah seorang pembantu rumah itu memecahkan keheningan Sheila.
Sheila masih terdiam menatap sang pembantu lalu tersenyum ramah kepadanya.
"Baiklah Nyonya, saya pamit kebelakang dulu" ucap pembantu itu lalu mulai beranjak meninggalkan Sheila sendiri yang masih menatapnya hingga menghilang dibalik pintu kaca pembatas antara ruang makan dengan dapur.
Lalu Sheila berjalan mencari kulkas karena ia ingin meminum air dingin, cuaca di kota besar memang berbeda dengan di perkampungan hawa di kota besar terasa begitu panas berbanding dengan di perkampungan yang adem dan masih terasa sejuk menggoda.
Puas mengobati rasa dahaga Sheila memilih berkeliling ke halaman belakang rumah, terdapat air mancur dan kolam kecil yang berukuran ± 3 meteran persegi itu terdapat banyak ikan mas warna warni yang begitu cantik dan mampu mendamaikan hati setiap mata yang menatapnya.
Sheila terpesona dan sangat menyukai makhluk kecil yang berwarna-warni itu, warna merahnya begitu terlihat seger dan cerah dengan perpaduan warna hitam putih dan ada juga yang berwarna merah semua, mungkin di akan menghabiskan waktunya disini ketika suatu saat nanti hatinya sesak dan butuh kesegaran maka disini lah tempat yang cocok.
Sungguh menenangkan hati dan jiwa apalagi dengan hiasan taman yang dipenuhi dengan beberapa jenis bunga mawar serta beberapa juga jenis bunga lainnya yang kini tengah bermekaran menambah keindahan pemandangan saat ini,
"Sempurna dan sangat indah" itulah kalimat yang Sheila ucapkan sebelum akhirnya dia memulai langkahnya untuk melanjutkan aktivitasnya kembali.
__ADS_1
bersambung.......
Jangan lupa kasih like ya 🤫😝😘😘😘🥰😍