HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Bab 7


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹


Siang ini cuaca sedang mendung serta gerimis kecil pun berjatuhan membasahi daratan muka bumi ini, seolah olah mewakili perasaan Ken. Masih dirumah sakit, Ken yang frustasi hanya bisa mondar mandir tanpa bisa duduk dengan tenang.


Dengan langkah kaki lelahnya dia berjalan menelusuri lorong rumah sakit itu hingga berhenti di satu pintu kaca, ruangan yang masih dalam pengawasan petugas kesehatan.


Tampak pria tua itu terbaring lemah tidak berdaya lagi serta banyak sekali tubuhnya ditempelkan alat alat medis lainnya.


Tanpa terasa cairan bening itu keluar dari sudut matanya Ken, dia benar-benar merasa gagal menjadi seorang anak, ingin rasanya dia memeluk tubuh yang terbaring lemah itu tapi niatnya tidak dilakukan oleh dirinya, entah apa yang harus dia lakukan sekarang.


Hatinya lebih tidak menentu, mengutuk diri sendiripun sudah tidak ada gunanya, kini pemikirannya kembali pada seorang wanita yang telah ada didalam hatinya.


Bagaimana bisa dia meninggalkan wanita itu sedangkan wanita itu sudah dengan susah payah dia dapatkan.


"Arrrgggggg...." teriak Ken sambil meremas rambutnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


*****


"Baiklah, aku akan menikahi dia tapi, aku tidak ingin dipublikasikan serta tidak ingin ada yang tau tentang pernikahan ini!" ucap Ken kepada ibunya dengan ekspresi dingin dan datar.


"Terima kasih Ken." Wanita paruh baya itu langsung memeluk putranya walaupun wajah pucat nya masih nampak jelas tapi berusaha dia memberikan senyuman yang terbaik.


"Setelah kalian menikah, dia akan ikut dengan mama sampai dia cukup dewasa akan Mama kembalikan padamu," lanjut mamanya yang masih memeluk Ken dan mengusap pelan punggung putra tunggalnya itu dengan lembut.


Saat ini Ken tidak ingin mendengarkan apapun lagi yang sang ibu katakan dan dia membiarkan Sang Ibu melakukan apapun yang ibunya inginkan, dia tidak punya pilihan dan tidak ingin bersikap egois lagi karena selama ini orang tuanya selalu menuruti keinginannya.


Dia menyayangi orang tuanya dan tidak ingin menyakiti serta ia akan berusaha membuat orang tuanya bahagia walaupun harus menikah dengan gadis itu dia lakukan.


Mendapatkan persetujuan dari Ken membuat Ny. Indri kembali lebih bersemangat, tapi kebahagiaan itu hanya sesaat setelah Dokter masuk keruang itu dan memberikan kabar duka bahwa suaminya telah tiada beberapa saat yang lalu.


"Kami sudah berusaha tapi Tuhan berkehendak lain, saya harap Ny. dan Tuan Ken bisa lebih sabar lagi. Maafkan kami!" kata dokter itu penuh penyesalan.

__ADS_1


Ny. Indri yang tidak siap menerima kabar itupun kembali shock dan kehilangan kesadarannya kembali dan tubuh wanita para baya itupun tumbang, beruntung Krn berhasil menangkap tubuh ibunya dan memindahkan tubuh lemah itu ke ranjang.


Lain hal lagi dengan Ken yang hanya terdiam membisu tak siap menerima kenyataan. Dunianya serasa berhenti ditempat, bayangan ingatan masa kecilnya kini kembali berputar menayangkan banyak agenda kebersamaan dengan ayahnya.


Ken yang kini berdiri pun merosot dan jatuh berlutut dibawah lantai dengan lemah, ingin dia menghancurkan Dokter itu beserta rumah sakit ini tapi akal sehatnya masih tertanam dalam dirinya untuk berpikir sehat.


"Tidak ada yang bisa melawan takdir, jodoh, kesehatan, hidup dan mati seseorang sudah digariskan." Masih teringat Ken akan kata itu yang terucap dari mulut sang ayahnya beberapa waktu lalu sebelum mereka berpisah.


Menolak takdir itu bukan kekuasaan manusia tapi kita hanya bisa menjalaninya dengan sabar.


Bersambung.......


Maaf kalau masih banyak kekurangan dalam penulisan.


Semoga suka dan jangan lupa like ya kaka, terimakasih banyak......

__ADS_1


__ADS_2