HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Bab 20


__ADS_3

Happy Reading...


Sebelum baca alangkah baiknya kasih Author like ya ᥬ🥰᭄ ᥬ🥰᭄ ..


Happy Reading...


Dibalik ruangan lain, tetesan air yang terjatuh menetes menimpa seluruh tubuh kekar sang pemilik tubuh siapa lagi kalau bukan Ken, melepaskan lelahnya dan menjernihkan pikiran sejenak dibawa rintik rintik tetesan air shower adalah kebiasaannya yang sering ia lakukan selama ini.


Setelah menyelesaikan ritualnya kini dia terasa lebih seger, setengah harian melepas kan waktu ruang untuk menyelesaikan beberapa berkas kerjaannya yang terabaikan selama dia memilih menghabiskan waktu bersama Sheila kemarin.


Melangkah keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk di pinggangnya sehingga nampak dada bidang serta harum aroma mint ciri khas dari aroma sabun dari pria tersebut membuat Sheila merasakan debaran yang semakin menggilai saat ini, sekuat tenang dia berusaha merapatkan pejaman matanya agar terhindar dari suaminya.


Melirik ke sisi ranjang memang tersedia pakaian tidur lengkap dengan pakaian dalaman yang diyakini Ken bahwa Sheila menyiapkan untuk dirinya, terukir senyuman dari sudut bibir Ken menatap wanita yang berstatus istrinya itu yang berbaring membelakangi dirinya yang sedang berganti pakaian.


"Sheila, apa kamu sudah tidur?" ujar Ken.


Tapi Sheila tak bergeming dan masih setia dengan posisinya yang sekarang ini dan berusaha menahan debaran yang semakin menggebu-gebu.


"Ternyata kau sangat suka tidur rupanya, baiklah putri tidurku.. good night.." ucap Ken setelah menyelesaikan aktivitas dan sudah menggenakan pakaiannya dan berlalu keluar kamar.


Sheila menatap nanar kepergian sang suami yang meninggal dirinya tanpa banyak drama sehingga dia bisa bernafas dengan tenang dan debaran jantungnya bisa lebih normal dari sebelumnya.


"Berdekatan dengan Ken tidak baik untuk kesehatan jantung ku dan sepertinya besok aku harus menemui dokter spesialis jantung untuk memastikan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan penyakit aneh ini." gumam Sheila pelan berusaha mengendalikan detak jantung nya lalu kembali dia menarik selimut untuk menutupi dirinya dan kemudian berlabuh ke negeri mimpi.


___________________________


Rembulan malam ini sangatlah indah dengan penerangan yang sempurna, cahaya asli dari sang Rembulan sungguh alami dan nyata kesempurnaannya. Sungguh karya dari ciptaan sang Kuasa luar biasa.


Diruang kerja Ken masih melanjutkan beberapa laporan yang baru masuk melalui e-mailnya, waktu berputar cukup terasa cepat dan tanpa terasa kian larut nya malam.


Semua pekerjaan dan segala urusan kantor dapat berjalan dengan baik dan aman walaupun tanpa adanya kehadiran dirinya dan tentunya semua ini berkat adanya Rey yang selalu siap siaga mendampingi serta mengurusi semua.


Kebiasaan yang Ken jalanin selama ini membuat dia lupa akan adanya seorang wanita yang berstatus istrinya berada dalam kamar mereka, ya sekarang dia terlalu fokus dengan beberapa laporan sehingga dia lupa akan adanya Sheila.


Terasa ngantuk menghampiri dirinya membuat Ken menghentikan kegiatannya, jika dia sudah fokus kepada pekerjaannya maka dia akan melupakan apapun itu seperti sekarang ini.


Bangkit dari kursi kebesarannya Ken baru teringat akan Sheila dan dengan segera dia kembali ke kamar tapi sayangnya wanita yang berstatus istrinya itu sudah tertidur pulas dibawa selimut dengan tenang dan entah bermimpi apa, menutup pintu kamar lalu Ken berjalan menuju ranjangnya dan ikut masuk kedalam selimut itu.

__ADS_1


Dirangkulnya Sheila agar masuk kedalam pelukannya lalu mencium pucuk kepala Sheila lama dan dalam lalu mengusap pelan kepala sang istri setelah melepaskan ciumannya, Sheila tak merasakan terganggu oleh apa yang Ken lakukan pada dirinya.


Gadis itu masih terlelap dan kini malahan dia bertambah nyaman dalam dekapan Ken, tangannya pun ikut terulur merangkul pinggang Ken dengan sangat posesif.


Hingga pada akhirnya Ken juga ikut memejamkan mata dan tertidur pulas setelah setengah mati dirinya menahan sesuatu yang ada dari dirinya bangkit karena mendapatkan sentuhan dari lawan jenis.


Pukul empat subuh, Sheila terbangun dari tidurnya. Memang sudah menjadi kebiasaan dirinya untuk tuk bangun pagi dan menjalani kewajibannya sebagai umat yang beragama, Membuka mata perlahan mendapati dirinya sedang dalam pelukan ken. Nyaman dan hangat serta terasa aman terlindungi,.


Sheila mengangkat wajahnya kini fokus pandangan utamanya tertuju kepada Ken, pria yang memberikan kenyamanan kepada dirinya semalaman, pria yang membawa dirinya kedalam pelukannya hingga pagi.


Menyadari dirinya dalam kondisi seperti ini membuat jantungnya berdebar lebih dari batas normal, pipi berona serta terukir senyuman kebahagiaan dari bibir Sheila yang tak pernah surut, kini hatinya berbunga bunga dan dia merasakan dirinya begitu di cintai dan di sayangi.


Dengan ragu antara berani dan tidaknya jari jemari halus itu beberapa kali ingin ia membelai wajah Ken tapi diurungkannya kembali.


waktu terus berdetak dan berjalan, kini dengan mengumpulkan keberanian dan tangannya mulai perlahan mengelus pelan pucuk kepala Ken dengan penuh sayang.


mengelus perlahan dengan sepenuh hati dan kasih sayang yang tercurah, jari itu pun turun perlahan dari aris ke mata lalu menuju hidung terus perlahan jemari itu menuju ke bibir Ken dan terus bergerak pelan hingga mendarat di dada bidang sang suami dan kini jari jemari itu memutarkan jarinya di daerah itu sambil menuliskan beberapa kode rahasia dari agen intelijen kaum dewasa tapi hal tersebut tidak mengusik lawannya itu.


Ken tidak merasakan diganggu sedikitpun oleh apa yang Sheila lakukan kepada dan hal itu tidak membuat Sheila menyerah kini dia kembali mengulang yang dia lakukan barusan, entah apa yang membawa dirinya sehingga bisa melakukan hal memalukan ini. Ya ya ya tapi masa bodoh dengan malu lagian kan mereka sudah sah ini dan ya wajar dan bebas bebas aja mereka mau ngapain aja is ok 👌.


Deru kencangnya detak kan jantung yang saling berpacu kini menghiasi Sheila dan Ken.


Ken sebenarnya sudah terbangun akan tetapi dia memilih untuk memejamkan matanya mengetes Sheila, apa yang akan Sheila lakukan pada dirinya saat dia belum bangun dan ternyata bener adanya Sheila mencoba menggoda dirinya yang masih memejamkan mata dan hal itu tentunya sangat membuat Ken bahagia dan sangat ia nikmati detik detik kebersamaan ini.


Sheila berusaha melepaskan diri dari pelukan Ken tapi usahanya sia sia saja karena Ken memeluknya dengan erat dan posesif sehingga serta tenaganya pun kalah jauh dari badan kokoh sang suaminya.


"Apa kamu sudah bangun?"


"Lepasin dulu donk.. aku janji gak akan jail dan ganggu tidurmu lagi"


"Aku sesak... Ken..!"


"Beneran sumpah, ini sesak sekali!"


Dan banyak lagi kalimat ya g Sheila ucapkan tapi Ken memilih menulikan pendengarannya.


"Diam lah ini hanya sebentar,!" sergah Ken yang masih menutup mata.

__ADS_1


Sheila pun seketika diam kaku tanpa berani membantahnya lagi.


__________


Setelah melewati drama pagi dikamar kini mereka menikmati sarapan pagi, karena drama yang telah Ken lakukan pada Sheila membuat Sheila tidak dapat menyiapkan sarapan pagi mereka dan membiarkan para pelayan yang menyiapkan semua.


Ken memilih sarapan hanya dengan roti gandum yang diolesi Serai kacang dengan diteteskan beberapa tetesan madu seperti kebiasaan dirinya ini adalah menu kesukaannya berbeda dengan Sheila yang memilih sarapan dengan susu dan sepotong roti tawar dan olesan serai coklat.


Suasana hangat terjalin pagi ini di ruangan makan, mereka sama sama menikmati menu mereka masing-masing dan hanya ada keheningan dan senyuman terpancar jika mereka saling menatap satu sama lain, sepertinya makan dalam diam adalah kebiasaan Ken, ia tidak begitu menyukai adanya percakapan dalam menikmati makanannya.


Setelah menyelesaikan sarapan, Ken Barulah memulai percakapan mereka.


"Sebaiknya hari ini kau ikut aku ke kantor saja!" ucap Ken menatap Sheila sekilas.


"Sebaiknya tidak usah, aku ingin mencoba mendatangi beberapa universitas dan memilih yang mana cocok dengan ku." jawab Sheila.


"Aku ingin menemani mu tapi pekerjaan ku terlalu banyak hari ini, apa kau yakin bisa sendiri? apa perlu bantuan Rey saja biar kau tak kerepotan dia tau yang terbaik diantara semua kampus," ucapnya, Sheila berpikir sejenak.


"Lebih baik tidak usah, kalau Rey membantu ku makan kak Ken akan lebih banyak pekerjaan di kantor." Ken tersenyum mendengar ucapan Sheila.


"Baiklah kalau begitu keinginan mu, kalau ada apa apa jangan lupa telpon aku dan biar supir mengantar mu ok, jangan berkemudi sendiri karena kau baru pertama di kota ini!" Ken bangun dari duduknya dan merapikan jasnya, Sheila hanya mengiyakan ucapan Ken serta ikut berdiri mengantar Ken ke pintu utama.


Ken menarik lengan Sheila dan mendaratkan bibirnya di kening istrinya menandakan akan berpamitan sebentar lagi, Sheila hanya diam terpukau dengan yang Ken lakukan dan ini terlalu kaget untuk dirinya karena baru pertama kali Ken melakukan hal ini padanya.


Ken mengulurkan tangannya dan Sheila mengerti maksudnya dan meraih tangan ken serta mencium punggung tangan itu, Ken hanya tersenyum lalu membisikkan kalimat yang seketika membuat Sheila bergerak ngeri dan kaku ditempat.


Dengan melihat sikap Sheila membuat Ken terkekeh lalu berjalan menuju mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh supir dan pintu tersebut tertutup rapat setelah sang tuan masuk.


Sheila masih setia dalam diam dan malunya menatap mobil tersebut hingga tak terlihat lagi oleh pandangannya.


Setelah kepergian Ken kini Sheila bersiap siap untuk memulai aktivitasnya mengunjungi salah satu universitas yang menjadi pilihannya setelah mengunjungi beberapa situs online yang sudah dia tandai dari kemarin.


Setelah mengetahui rencana mertuanya untuk dirinya yang akan berpindah kembali ke tanah air dia mulai mencari beberapa universitas untuk melanjutkan studinya dan hal itu tidak ada larangan dari Ken sama sekali, Ken terlihat sangat mendukung keinginan Sheila itu yang membuat gadis itu lebih bersemangat.


Dengan semangat dan hati yang berbahagia Sheila kembali ke kamar dan meraih tas serta mengambil beberapa dokumen data dirinya yang akan dia serahkan ke Universitas untuk melengkapi syarat syarat kepindahannya. Setelah dirasanya semua sudah lengkap dan yakin tidak ada yang tertinggal dia bergegas on the way ke tujuan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2