HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Bab 14


__ADS_3

Happy Reading...


___________


Malam kian terlarut dalam keheningan indahnya Rembulan yang disertai kedap kedipan genit dari sinar cahaya terangnya bintang di angkasa yang bertebaran, nampak jelas dan indah pemandangan malam ini.


Bulatan rembulan yang begitu sempurna dengan lingkaran besar mengelilinginya menambah kesan fenomenal alam yang luar biasa keindahannya.


Begitu damai, indah, tenang, aman, nyaman serta damai. Itulah yang Sheila rasakan saat ini.


Beberapa kali dia menghirup dan mengeluarkan udara seger dimalam hari ini yang begitu dingin dan indah seolah olah ini lah kehidupannya yang sangat ia rindukan, tapi ia benar ini mah kehidupannya yang dia tinggalkan hampir empat tahun lamanya kini dia kembali dan menikmati momen momen setiap kenangan yang masih ada di ingatan nya.


Setelah melewati beberapa drama bersama Ken dikamar kini Sheila memilih menikmati malam nya di gazebo belakang rumah yang sengaja dibuatkan Ayah nya dulu untuk mereka melepaskan penat dan untuk bersantai ria serta melakukan BBQ an bersama keluarga kecil mereka.


Begitu banyak kenangan indah dalam setiap sudut dan lorong bangunan sederhana itu walaupun tidak semewah bangunan istana dan rumah elite pada umumnya.


Sheila memejamkan mata menikmati setiap detik waktu dan nafas ini, dia bersyukur sekarang dia ada di sini dan semua yang ada disini masih seperti dulu sebelum dia meninggal tempat ini. Hanya saja yang berubah adalah ketidak adanya kedua orang tuanya.


Mengingat kedua orang tua nya membuat setetes bening cairan mengalir dari sudut mata Sheila, rindu sudah pasti tapi apalah daya kita manusia biasa hanya menjalankan peran kita masing masing. Dia hanya bisa berdoa semoga amal ibadah kedua orang tuanya diterima disisi yang maha kuasa serta mendapatkan tempat terbaik dari Sang Maha Kuasa.


Dari dalam rumah nampak Ken yang sudah selesai dengan mandinya yang penuh drama, bahkan dia sempat meminta Sheila untuk mengajarkan dia cara mandi mengunakan ember yang berisi air panas itu sehingga mau tak mau Sheila menuruti dengan perasaan jengkel dan dongkol nya sehingga membuat raut wajah Sheila begitu mengemaskan menurut Ken.


Tidak hanya itu, sepertinya Ken benar benar mengerjai Sheila setelah di dalam kamar mandi, keisengan Ken menjadi ketika dia merasakan sangat gemas melihat kekesalan Sheila. Bagaimana tidak, ternyata Ken hanya berpura-pura tidak bisa ini dan lebih membuat Sheila salah tingkah adalah Ken menggoda nya serta meminta Sheila untuk memandikan dirinya, sontak Sheila yang belum siap dengan keadaan ini pun kaget dan ingin buru buru pergi dari sana. Berada dalam satu ruang kecil kamar mandi itu membuat mereka menghirup udara yang sama dan begitu mendebarkan bagi Sheila dan jika ini terus berlanjut maka tidak akan baik bagi kesehatan jantung dan pikirannya.


Karena terburu buru ingin kabur dari kamar mandi akhirnya Sheila kesandung langkah kakinya sendiri sehingga hampir saja dia terjatuh, beruntung dengan cepat dan cermat Ken berhasil menangkap tubuh gadis itu sehingga membuat kedua manusia itu berdekatan hingga tak tersisa jarak diantara mereka.


Terdiam beberapa saat karena kedua manusia itu berusaha menstabilkan detak kan jantung masing masing, sehingga akhirnya sama sama menyadari situasi dan kondisi satu ini dan menjadi canggung diantara kedua.


"Maaf kak, sebaiknya saya menyiapkan makan malam untuk kak Ken! " ujar Sheila mengalihkan situasi canggung saat ini.


"Iya, maaf" jawab Ken merasa tidak enak dan sedikit gugup.


Mengingat akan hal barusan yang terjadi membuat Ken tersenyum geli sendiri dan menggeleng geleng kan kepala nya sendiri.


Dengan berjalan pelan tapi pasti akhirnya Ken menghampiri Sheila di gazebo itu dan kini berdiri di depan gadis itu yang sedang terpejam kan matanya menikmati kehidupan yang ada di alam bayangan halu nya.


Menatap kagum wajah Sheila sesat membuat jantung nya kembali berdetak lebih cepat dari normalnya detak kan yang ada.


"Cantik" kalimat itu lolos dari mulut Ken sehingga membuat Sheila tersentak dan langsung membuka mata untuk mencari asal suara itu.


"Apa aku menganggu mu?" tanya Ken sambil mendaratkan tubuh nya di depan Sheila, kini mereka duduk berhadapan.


"Gak" jawab Sheila males, karena Ken menghilangkan bayangan akan imajinasinya mengenang kenangan masa lalu yang indah dia dan keluarga nya.

__ADS_1


"Sepertinya aku menganggu mu!" lanjut Ken mengulangi pembahasan nya tadi.


"Gak koq, kak"


"Kalau gak koq jawaban gitu?"


"Lagi males aja, Kak" ujar Sheila


"hmmm, kenapa? apa ada masalah? " kembali Ken bertanya.


"gak koq, hanya mengingat masa lalu bersama Ayah dan Ibu disini"


Ken hanya mengangguk kepalanya tanda mengerti perasaan Sheila saat ini.


"Kak.. sudah makan? tanya Sheila.


" Belum," jawab Ken singkat.


"Lapar..?" Sheila bertanya.


"Belum," ujar Ken memang dia belum lapar karena sebelumnya memang tadi dijalan dia sudah sempat mampir ke resto untuk makan sebelum mereka memasuki area pintu masuk tol.


"Kamu gimana? " tanya Ken.


"Apanya?" Sheila mengerutkan dahi.


"Aku gak lapar kak" jawab Sheila.


Ken kembali terdiam.


"Mau aku masakin kak?" tawar Sheila.


"Kamu bisa masak?" ucap Ken.


"Ya bisalah kan aku sering habiskan waktu bersama Mama di dapur" jawab Sheila.


"Boleh kalau gitu, tau aja aku sudah rindu masakan Mama, semoga hasilnya seperti yang masakan Mama." mulai tak sabar ingin mencoba.


"Hmmm, yang benar saja, rasanya yang pasti beda lah, orang yang masak aja kan beda orang nya" celetuk Sheila tidak terima.


"Ya.. ya.. ya.. mungkin sebelas dua belas rasanya, antara murid dan guru biasanya hasil nya 11 12." ujar Ken santai tidak mau kalah.


"Terserah lah" lelah berdebat dengan Ken.

__ADS_1


"Kita lihat aja nanti" lanjut Sheila.


__________________________________


🌹🌹


Beberapa saat kemudian setelah perdebatan mereka di gazebo kini Sheila menepati perkataan yang dia ucapkan dengan adanya 2 piring nasi goreng yang tersaji di meja makan dengan hiasan telur ceplok di atas nasi goreng tersebut.


"Hanya bisa bikin nasi goreng kak, soalnya gak ada stok apapun di kulkas selain telur dan beras yang tadi saya beli di warung" Sheila memberikan pengertian kepada Ken yang hanya diam menatap kedua piring nasi goreng tersebut dengan ekspresi wajah yang tidak bisa diartikan.


"Tadi siang dan sore kamu makan apa?" tanya Ken yang mengerti keadaan, dia tau kalau Sheila baru tiba hari ini dan pasti belum ada persiapan apa pun.


"Kan sebelum kesini saya ke makam Bapak sama ibu dulu dan habis itu aku mampir ke restoran terdekat setelah keluar dari TPU" ujar Sheila sambil menuangkan air putih di gelas dan meletakkan di sebelah piring nasi goreng yang kini ada di hadapan Ken.


Kini Sheila berperan sebagai seorang istri yang melayani suaminya, memasak dan melayani sampai menyediakan air minum pun dia laksanakan dengan baik tugas itu, hal ini selalu dia ingat ketika makan bersama dengan orang tuanya dulu, sering dia melihat pelayanan pelayanan yang wajib para wanita lakukan melayani para suami ketika di rumah dan hal itu kini dia sendiri yang terapkan dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang istri.


Keadaan hening seketika ketika mereka memulai menikmati makan malam itu, hanya terdengar nada nada indah sendok garpu dan piring yang menghiasi ruangan itu dan mengambil ahli suasana saat ini, mereka makan dengan tenang dan sangat menikmati momen ini. Ini hal pertama yang mereka lakukan selama pernikahan mereka sebelum nya.


Dulu jangan kan makan bersama, ngobrol dan saling mengenal pun tidak mereka alami karena keadaan dan situasi saat itu yang membuat mereka jauh satu sama lain. Tapi kini waktu nya sudah tiba dan inilah saat nya hubungan itu di jalanin mereka untuk saling menerima keadaan dan keberadaan satu sama lainnya.


Setelah beberapa saat kemudian acara makan malam pun selesai.


"Lumayan juga masakan mu, ya walaupun masih jauh enakkan buatan mama" ucap Ken memecahkan keheningan mereka saat menyelesaikan makan malam.


"Hmmm,," jawab Sheila sekilas sibuk membereskan piring kotor mereka dan menuju ke wastafel untuk mencuci piring kotor tersebut.


Setelah dipastikan dapur bersih dan meja makan bersih Sheila berjalan menghampiri Ken yang sudah terlebih dahulu duduk santai di sofa ruangan tamu itu, dan Sheila pun ikut mendaratkan tubuhnya di atas kursi empat yang sudah terlihat kusam itu.


"Hmm.. jadi apa besok kamu ikut pulang bersama ku atau masih ingin disini?" tanya Ken memulai pembicaraan mereka.


"Gimana ya? sebenarnya aku masih ingin disini beberapa hari lagi kak kalau di izinkan" jawab Sheila ragu.


Jujur dia masih sangat ingin berada disini dan melepas rindu yang selama ini dia rasakan, banyak hal yang membuat kita selalu berada diposisi saat ini. Walaupun apapun keadaan kita rumah masa kecil kita selalu akan rindukan selalu.


"Baiklah kalau begitu aku akan menemani mu sampai kau bosan disini" lanjut Ken sontak membuat Sheila terkejut atas apa yang di ucap kan lelaki didepan nya ini barusan.


"Kan kak Ken banyak kerjaan? " menatap bingung serta merasa bersalah kembali menyelimuti hati nya karena pasti akan merepotkan.


"Tenang saja akan Rey atur semua nya dan yang pasti aku tidak akan meninggalkan mu sendiri disini!" ucap Ken yang seketika yang berhasil membuat wajah gadis didepan nya itu tersipu malu hingga membuat kedua pipinya merona semu.


Perkataan Ken berhasil membuat Sheila jadi salah tingkah dan sangat grogi saat ini.


Bersambung.........

__ADS_1


Jangan lupa kasih like ya teman teman 😇😇😇😇😇😉


Terima kasih yang sudah berkenan mampir....


__ADS_2