HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Bab 4


__ADS_3

Tidak ada yang abadi dalam perjalanan kehidupan ini, semua hanya bersifat sementara.


Baik harta, tahta, umur dan hari esok. Setiap kehidupan selalu ada saatnya untuk kebahagiaan itu datang serta kesedihan itu juga kadang kalanya menghampiri juga setelah kebahagiaan berlalu, semua berdampingan saling melengkapi satu sama lainnya, hidup mati, kebahagiaan dan duka, tangisan dan tawa, semua siring berganti layaknya kemunculan pelangi sehabis hujan.


Masih terlintas di bayangan sang gadis kecil itu, kebahagiaan keluarga kecilnya yang sedang berlibur ke perkebunan teh sahabat sang ayahnya selama satu Minggu ini, tak pernah terlintas dibenaknya akan ada hari ini dimana dia hanya akan sendirian menjalani kehidupan untuk kedepannya, ingin dia menolak garis takdir yang satu ini tapi apalah daya dia menyadari dirinya hanyalah manusia biasa yang tidak mampu menolak Kuasa dari sang pencipta.


Bahkan dia tidak bisa bertemu dengan kedua orang tuanya untuk terakhir kalinya karena dia sempat dua hari tidak sadarkan diri, kini luka yang membekas tidak hanya di dalam tubuhnya tetapi batinnya juga terluka, dan sekarang hanyalah pesan dan ajaran sang Ayah Bundanya yang selalu ia ingat dalam setiap mata terpejam nya.


Bagi semua orang kehilangan orang yang paling kita sayangi di dunia ini adalah meninggal duka yang sangat mendalam bagi siapapun itu tanpa terkecuali terlebih mereka yang hanay kita miliki tanpa kita punya siapapun lagi, terkadang kehidupan kita merasakan bagaikan tak adil dan tak berpihak pada kita sehingga terkadang kita selalu menyalahkan takdir dan garis kehidupan yang suram ini tapi sejati nya dibalik semua kejadian dan semua duka yang ada selalu sang Pencipta memberikan lebih dari yang kita minta dan kita duga.


*****


Hening.........


Hening.........

__ADS_1


Suasana begitu hening dan hanya ada hempasan udara AC yang memenuhi ruangan gadis kecil ini serta suara Isak tangisan kecil yang terdengar, dibandingkan kemarin gadis kecil ini sekarang lebih tenang dan lebih bisa menguasai emosinya.


Merasakan usapan lembut tangan yang mendarat di pucuk kepalanya membuat gadis kecil itu mendongak menatap keatas berharap itu adalah sang ibunya, tetapi yang dia lihat tidak sesuai keinginan hatinya sehingga wajah kecewanya kembali terpancar.


Dengan penuh kasih sayang Ny. Indri mengusap pucuk kepalanya gadis kecil itu lagi dan lagi dan menggenggam tangan kecilnya seolah-olah ingin menyalurkan semua kekuatan yang ada pada dirinya untuk gadis kecil didepannya ini. Melihat kondisi sang gadis kecil serta mendengar tangisannya membuat Ny. Indri merasa sangat bersalah dan merasakan semua penderitaannya, karena kecerobohan sang supirnya kini gadis yang ada dihadapannya harus menjadi anak yatim-piatu serta tidak tau apa yang harus dia lakukan untuk masa depannya kelak.


"Terimakasih nak, berkatmu saya masih ada untuk saat ini," ucap Ny. Indri dengan sendu dan terlihat sangat sedih.


"Jangan khawatir untuk kedepannya, panggil aku Ibu dan anggaplah aku Ibu mu kedepannya!"


"Aku tidak mengenal mu Tante, aku sudah punya ibu walaupun dia sudah meninggalkan ku sendiri sekarang tapi tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi I


"Siapa namamu nak?" tanya Ny. Indri yang masih belum mengetahui nama gadis kecil itu.


"Sheila Pradita." jawabnya singkat, kali ini dia mulai berani menatap Ny. Indri lebih lama dan memberikan tatapan hangat.

__ADS_1


"Sheila, ehmm.. Nama yang cantik seperti orangnya juga sangat cantik dan manis" hibur Ny. Indri berusaha memberikan senyuman pada Sheila agar gadis kecil itu berkurang Beban yang dirasakannya.


Dan pada akhirnya mereka berdua terlibat dalam obrolan dan perkenalan yang membuat mereka kini lebih dekat lagi.


Rasa bersalah dan ingin bertanggungjawab atas apa yang terjadi membuat Ny. Indri bertekad mau menjadikan Sheila anak perempuannya, dan keputusannya sudah bulat. Setelah ini dia akan meminta Ken sang putra tunggalnya untuk mewujudkan keinginannya itu.


Sang gadis kecil Sheila Pradita gadis berusia belum genap 17 tahun. Gadis kecil yang ceria, manis dan cantik, kini semua keceriaannya seakan hilang dari hidupnya, hari harinya terasa hampa dan hanya ada ketakutan dalam kesendirian, kini bertemu dengan Ny. Indri seakan memberikan kehidupan baru baginya.


Dengan sikap polos dan penurut akhirnya ia menyetujui apapun yang Ny. Indri rencanakan untuknya, menerima semua yang Ny. Indri katakan dan siap menjalani kehidupan baru bersama keluarga Ny. Indri.


Bukan tanpa alasan dia setuju dengan semua yang Ny. Indri tawarkan tapi dia tidak tau harus berbuat apa diusianya yang masih belia serta belum genap berusia 17 tahun, bahkan dia tidak mengetahui apapun tentang keluarga orang tuanya.


Yang dia tau mereka selalu hidup bertiga dan tidak pernah ada kisah dari orang tuanya menceritakan kehidupan mereka sebelumnya.


Bersambung......

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak kekurangan dalam penulisan.


Semoga suka dan jangan lupa like ya kaka, terimakasih banyak......


__ADS_2