
Maaf kalau masih banyak kekurangan dalam penulisan.
Semoga suka dan jangan lupa like ya kaka, terimakasih banyak......
Happy ReadingπΉπΉπΉ
"Ken, menikahlah dengan sheila!" Kalimat itu lolos dari bibir perempuan paruh baya itu, ketika merasa mendapatkan dari anaknya yang akan mengabulkan semua keinginannya saat ini.
Raut wajahnya yang tampak masih muda dan cantik itu memancarkan wajah yang berseri-seri dengan tatapan mata yang berbinar.
Seketika mata Ken membulat sempurna dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan, masih mencerna apa yang dikatakan oleh Ibunya. Sungguh bagai mimpi buruk dan hamparan ombak besar yang menghantam tubuh dan jiwanya.
"Ma,, bagaimana bisa Mama katakan hal itu?" protes Ken tidak pernah terpikirkan olehnya akan permintaan sang ibunya.
Dalam hatinya yang terdalam pun dia menolak dan ingin sekali marah, tapi bagaimana bisa dia melakukannya sedangkan yang dihadapinya adalah mamanya sendiri.
Orang yang teramat sangat penting dalam kehidupannya. Tapi menikah, belum pernah terlintas didalam pikiran dan rencana kehidupannya.
__ADS_1
Tentu saja dia ingin menikah dengan orang yang dia cintai dan bukan dengan orang yang belum pernah kenal sama sekali. Kini dia kembali frustasi dengan keinginan Ibunya terlebih dia mengetahui yang akan dinikahi adalah seorang gadis kecil itu yang umurnya masih bisa dikatakan dibawa umur.
Sungguh ibunya sudah kehilangan akal, semua tidak masuk akal sekali.
"Ken, hanya itu yang mama pinta darimu untuk yang pertama dan terakhir kali. Rasa bersalah ini membuat mama tak berdaya, mama sesak dan seandainya mama bisa memilih, lebih baik mama memilih Mengantikan orang tuanya yang telah tiada saat kecelakaan itu terjadi. Sehingga mama tidak perlu merasakan rasa bersalah ini."
Kali ini mama Ken kembali menangis, tak dipungkiri air matanya kini mengalir dengan deras, hatinya kembali diliputi rasa bersalah dan penyesalan.
Jika saja dia tidak memaksakan keinginannya yang ingin pergi ke perkebunan teh maka hal seperti ini tidak terjadi. Kini penyesalan pun sudah tidak ada gunanya, hanya bisa mencoba bersabar menantikan keajaiban untuk kesembuhan Sang suami tercintanya serta memberikan kehidupan yang baru untuk Shaila.
Tidak jauh berbeda dengan Ken, dunianya seakan akan berhenti berputar. Menolak keinginan sang ibu pun akan membuat hati ibunya tersakiti, dan jika dia tidak menolak maka dia dan hati lain pun akan tersakiti juga. Benar benar dalam keadaan terhimpit baginya saat ini.
Kini dia menyesali satu hal, kenapa tidak dari dulu dia memperkenalkan orang yang dia cintai kepada keluarganya, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi. Tapi menyesal pun tidak ada gunanya, tangisan sang ibu begitu mengiris hatinya dan saat ini dia merasa tidak berdaya melihat dan mendengar suara Isak tangisan dari Sang Ibu.
Semua sikap sombong dan angkuh dari sosok seorang Ken lenyap seketika ditelan penyesalan dan rasa tidak berdaya saat ini.
Bibirnya pun serasa berat jika harus mengeluarkan kata-kata lagi. Dia tau selama ini belum pernah sang ibu meminta apapun darinya, malahan sebaliknya dia yang masih selalu merepotkan sang ibu dalam setiap hal.
__ADS_1
Tapi di satu sisi dia sangat mencintai wanita lain, wanita yang sudah menjadi kekasihnya.
Bahkan hubungan mereka sudah melebihi batas pasangan kekasih normal lainnya. Sempat dalam hatinya ingin jujur kepada sang ibu tentang hubungannya dengan kekasihnya tapi apalah daya saat ini Ibunya tidak ingin mendengar apapun alasannya dan tetap ingin menjadi egois akan keputusannya tanpa memikirkan Ken.
Hening dan hanya sesekali terdengar suara Isak tangis ibunya, setelah beberapa saat percakapan mereka.
Saat Ken hendak berjalan keluar dari kamar, tiba-tiba tubuh wanita paruh baya itu tumbang dari posisi yang tadinya duduk kini terbaring lemah tak berdaya dilantai.
Seketika Ken yang tersadar dan menoleh mendapati sang ibu yang sudah tidak sadarkan diri itu langsung berteriak memanggil Ray, Rey yang saat itu ada diluar ruangan pun kaget akan teriakan Ken secepat mungkin berlari menghampiri.
Sesudah membawa sang ibu kembali keatas ranjang pasien itu tak lama pun Dokter dan perawat datang memeriksakan kondisi ibunya.
Tampak kecemasan dan kekhawatiran yang amat sangat dalam untuk Ken saat ini.
Kepalanya pun serasa ingin meledak menghadapi masalah ini yang beruntun baginya.
Bersambung.........
__ADS_1
Jangan lupa like ya teman-teman πΉπππππ