HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Bab 2


__ADS_3

Siang kini telah tergantikan oleh malam, dan matahari pun telah meninggal tugasnya untuk berpindah kebelahan dunia lainnya. Jodoh maut sakit-penyakit serta musibah kecelakaan ataupun bencana alam itu semua sudah menjadi garis takdir kehidupan yang telah Sang Pencipta tentukan.


Ken memastikan saat ini kondisi sang ibu sudah lebih tenang dan terlelap dalam tidur nya didalam kamar VVIP. Beruntung ada sang asisten yang dengan setia selalu mendampinginya dan mambantu mengurus semua yang dia butuhkan dan perlukan.


Setelah diyakininya sang ibu telah tertidur nyenyak akhirnya Ken berdiskusi dengan sang asistennya serta dokter yang menangani sang ayahnya.


Ken ingin Ayahnya dipindahkan ke rumah sakit luar negeri Karena menurut dia teknologi dan peralatan medis di sana lebih canggih serta bisa menyembuhkan sang Ayah. Tapi dokter tidak memberikan izin akan hal tersebut mengingat kondisi pasien saat ini yang sangat lemah dan kemungkinan untuk bertahan hidup pun sangat tipis.


Dan dokter berusaha meyakinkan Ken untuk melakukan yang terbaik untuk kesembuhan sang ayahnya, karena untuk pindah rumah sakit saat ini dengan kondisi seperti ini bukanlah hal yang baik kecuali beliau sudah melewati masa kritis dan dalam keadaan normal.


Dengan keadaan yang sangat frustasi Ken bahkan tidak bisa berpikir dengan baik lagi, selama ini dia hanya seorang diri tanpa saudara kakak maupun adik, karena dia anak tunggal.

__ADS_1


Ken Abraham Samad putra tunggal dari Abra Wiguna Samad dan Indri Wiguna Samad. Sebagai anak tunggal dia memegang penuh tanggung jawab untuk kedua orang tuannya, Ken sangat menyayangi kedua orang tuanya melebihi apapun dan terkadang dia sangat posesif jika hal hal itu menyangkut kedua orangtuanya.


Dalam kondisi dan situasi saat seperti ini Ken terjebak dalam kekelaman, rasa takut akan kehilangannya sang ayah membuat dia frustasi belum lagi melihat sang Ibunya yang masih terdiam membisu menambah berat beban yang dipikulnya saat ini.


Beruntung sang asisten Rey ada mendampinginya dan membereskan satu persatu semua masalah yang dihadapi sehingga Ken hanya bisa fokus pada kedua orang tuanya.


Hari semakin larut bahkan angin malam pun berhembus seakan akan merasuki tubuh dan menggerogoti masuk keruang berulang.


Melihat kedatangan asisten Rey yang semakin mendekati dia pun bisa menebak akan ada permasalahan baru lagi yang akan terjadi sebentar lagi.


"Ken, kita dalam masalah besar kali ini!" asisten Rey tampak memijit pelipisnya seolah-olah terasa berat beban masalah yang akan mereka hadapi.

__ADS_1


"Pasangan suami-isteri itu tidak dapat diselamatkan, operasi untuk suaminya gagal karena pembuluh darah di otaknya pecah sebelum dilakukan operasi sedangkan istrinya mengalami serangan jantung dalam perjalanan, mereka sudah saya urus semua sebagaimana mestinya." Jelas Rey panjang lebar sambil menghela nafas panjang dan berat di akhir pembicaraan.


"Lalu, masalahnya dimana? bukankah semua sudah selesai?" tanya Ken dengan suara yang melemah karena memang dia sudah sangat lelah terlarut dalam kesedihannya tanpa mencoba untuk melihat sekeliling dengan jelas akibat dari kecelakaan itu.


"Tidak Ken, ma-masih ada lagi," katanya terputus sambil kembali menarik nafasnya dan membuangnya dengan perlahan.


"Putri mereka masih selamat dan sekarang sudah melewati masa kritisnya serta dokter sudah memindahkan dia keruangan rawat, tapi yang menjadi masalahnya dia terus histeris setelah mengetahui keadaan kedua orang tuanya. Suster hanya memberikan dia suntikan penenang untuk saat ini, aku tidak tau bagaimana reaksinya kalau dia kembali sadar." Rasanya tidak tega hati Rey jika mengingat gadis kecil itu yang sempat histeris di depannya ketika Rey mengurus semua keperluannya dan menjadi orang yang tanggung-jawab atas insiden kasus kecelakaan itu.


Bukan tanpa alasan Rey bertindak cepat dan mengambil ahli semua tangung jawab ini, Rey tidak ingin masalah ini sampai pada tangan polisi hingga berlarut-larut yang akan dimanfaatkan oleh lawan bisnis untuk menyerang mereka.


Beruntung Ken memiliki Rey yang selalu setia dan selalu bisa diandalkan dalam situasi apapun, terlebih untuk saat ini Ken merasa paling lemah dan tidak dapat melakukan apapun.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2