
"Queen!!!" seru Pangeran agak berteriak mencari keberadaan adik perempuannya itu.
"Duuh ... kenapa juga punya adik ambekan gini, sih?" keluhnya, tetapi mata tajamnya itu segera menemukan sosok adik perempuannya.
"Queen sedang bicara dengan siapa?" gumam Pangeran melihat Sang Adik sedang berbincang-bincang dengan pria yang belum pernah ia lihat.
Sementara itu.
"Jonas??? Kamu Jonas, kan??? Apa kabar Jonas!!!!" ujar Queen antusias. Sudah 4 tahun berlalu sejak terakhir upacara kelulusan.
Terlukis senyuman semringah di wajah pria di hadapan Queen ketika mengenakan kacamatanya.
"Queen? Kamu Queen?" tanya pria itu.
"Waaah!!! Kamu bahkan ingat namaku!!!" seru Queen segera memeluk pria itu. Pria itu sampai melotot mendapatinya.
Queen melepas pelukannya dan memandangi wajah pria itu.
"Heh!! Katakan, kamu Jonas, kan?" tagih Queen. Kalau salah orang, mau taruh dimana mukanya? Dia bahkan sudah memeluk orang itu.
"Iya, Queen ... Kenapa kamu begitu marah, pft!" Jonas malah menertawakannya.
"Ugh! Menyebalkan!" Queen langsung mencubit pinggang Jonas.
"Aww ... Queen, maaf ..." sesal Jonas, tetapi masih cengengesan.
"Kamu apa kabar??? Kok bisa, sih ketemu di sini? Random banget, sumpah!!" seru Queen heboh, sebenarnya ia juga lega karena tidak salah peluk orang.
"Ah, ba-baik. Aku--" Tiba-tiba ada seorang pria yang merangkul Queen seraya menatap tajam ke arah Jonas.
"Lu siapa?" dingin Pria itu yang sontak membuat suasana ramai di pasar semakin mencekam.
Queen segera menyingkirkan tangan pria itu dari bahunya.
"Apaan, sih Bang Ran. Lebay, deh!" omel Queen pada Abangnya sendiri alias Pangeran.
"Ck, Lu yang apaan? Siapa, nih orang? Kok tiba-tiba lu peluk? Ngobrol akrab banget? tapi gue gak kenal?" Pangeran memang selalu mencurigai orang yang tidak dikenalnya, apalagi jika orang itu mendekati anggota keluarganya.
"Bang Ran!!! Jangan teralu galak dengan dia!!! Dia--"
"Dia bukan pengganti Ryu, kan?" potong Pangeran sambil terkekeh.
Queen yang kesal sontak mencubit pinggang Abangnya itu.
"BUKAN!!!" tekan Queen kesal. Kenapa juga Abangnya itu membahas laki-laki itu sekarang?
Jonas sampai melotot melihat Queen membentak abangnya.
"Uhm, Saya, Jonas. Teman SMA-nya Queen. Dulu kami beberapa kali jadi rekan se-tim di kompetisi cerdas cermat," jelas Jonas buru-buru.
"Oh ... Teman seperjuangan rupanya," timpal Pangeran.
"Uhm, sepertinya anda kakaknya Queen, ya?" tebak Jonas berusaha akrab pada Pangeran, tetapi Pangeran yang tubuhnya lebih tinggi dari Jonas malah menatapnya sinis.
__ADS_1
"Ya, apa terlihat jelas?" tanya Pangeran.
"Kalian terlihat mirip," kata Jonas lagi.
Pangeran segera memukul punggung Queen hingga Queen hampir jatuh, untungnya perempuan itu bisa menjaga keseimbangannya.
"Bang Ran!!!" protes Queen.
"Kita terlihat mirip katanya, ahahaha ..." tawa Pangeran.
"Ugh!!" ketus Queen lalu beralih pada Jonas.
"Uhm, Jonas, apa yang kamu lakukan di Bali? Apa kamu juga sedang liburan?" tanya Queen.
Jonas menggeleng.
"Tidak. Aku mau datang konser musik yang digelar di pantai sana, katanya CLD akan tampil siang ini. Uhm, aku suka lagu mereka," ucap Jonas.
Queen mengernyitkan dahi. Nama CLD seperti familiar baginya.
"Bukankah itu grup-nya Liza?" celetuk Pangeran.
"Oh iya! Itu nama grupnya Liza!" ujar Queen.
"Liza??? Ya, dia salah satu personilnya. Dia yang paling barbar, haha ..." tawa Jonas meledak begitu saja.
"Ugh, aku lupa kalau siang ini mereka konser. Sahabat macam apa kamu Queen?" gerutu Queen pada dirinya sendiri.
"Woah, lu penggemar mereka dong? Hebat!" seru Pangeran.
"Uhm, sebenarnya--" Queen buru-buru membekap mulut Abangnya itu.
"Ahahaha ... iya, kami penggemarnya. Kami bahkan juga mau nonton konser mereka," ujar Queen sambil cengengesan.
"Apfhwa mwaksud lkhu, qmuween??" keluh Pangeran yang mulutnya masih dibekap.
(Apa Maksud Lu, Queen)
"Kalau begitu, Apa kalian juga mau berangkat bersamaku?" tawar Jonas.
"Tid--"
"Tentu!" potong Queen yang langsung dapat tatapan tajam Abangnya.
"Queen ... lu lupa, Jam setengah dua kita berangkat???!!!" geram Pangeran dalam hati.
***
Pangeran : Queen, putri kalian mau memundurkan jadwal penerbangannya.
Pangeran melapor di ruang chat grup keluarga mereka.
Sultan : Hah? Jadi kita pulang tanpa Queen?
__ADS_1
Sultan, Si Bungsu mulai menyahut.
Papa Iska : Kenapa begitu tiba-tiba? Lalu, kenapa dia gak on?
Iskandar mulai mengomel.
Mama Rin : Memangnya ada acara apa lagi?
Pangeran : Dia lupa kalau berjanji akan menonton konser teman-temannya.
Queen :. Sahabat.
Queen meralat chat Abangnya.
Papa Iska : Queen, kamu sudah re-schedule penerbangan? Tapi, apakah bisa? Tiga jam lagi, kan kita berangkat. Sudah seharusnya kita siap-siap.
Pangeran : Bersyukurlah Papa, Papa punya Putra yang baik hatinya sehingga hal itu Dan yang urus. Sekarang Ran lagi otw bandara untuk mengurus itu semua. SEMOGA TIDAK HANGUS GARA-GARA ULAH ADELIA QUEENISHA UTAMA.
Pangeran menuliskan kalimat terakhirnya dengan huruf besar agar Queen sadar bahwa dirinya sedang marah, tetapi tidak bisa menggunakan tanda seru karena menghormati kedua orangtuanya.
Queen : Makasih Loh Bang Ran kesayanganku ...
Balas Queen tak peka sama sekali.
Pangeran :. Kabar baiknya Abang tampannya akan menemaninya sampai dia benar-benar pulang :)
Papa Iska : Bagus. Kalau begitu, jaga adikmu baik-baik. Papa percayakan padamu.
Mama Rin : Iya, mama juga percaya. Kalian langsung pulang, ya.
Queen tersenyum setelah mendapatkan izin dari kedua orang tuanya. Ya, jika alasannya demi persahabatannya, Iskandar dan Rin akan langsung mengizinkannya karena kepercayaan mereka terhadap sahabat-sahabat Queen. Selain itu hubungan baik dengan keluarga sahabat-sahabat Queen juga selalu dijaga oleh pasutri itu.
"Waw!! Ini pertama kalinya aku datang ke konser CLD setelah sekian lama tinggal di Berlin," celetuk Galang. Ya, saat di Pasar tadi, mereka bertemu Galang dan Bianca yang sedang berbelanja juga.
"Kamu harus nonton. Pasti langsung jatuh cinta," timpal Bianca yang duduk di sebelahnya.
"Tidak bisa!" tegas Galang yang menarik perhatian Jonas dan Queen yang bagaikan nyamuk sekarang.
Jonas yang duduk di depan segera menoleh ke belakang.
"Mereka itu keren!!!" celetuknya membela idola mereka.
"Yah, gue tahu mereka keren, tetapi tidak ada yang bisa membuat aku jatuh cinta selain Bi-ku," ujar Galang gemas sambil mencubit ujung hidung Bianca.
Wajah Bianca langsung memerah.
"Bukan saatnya, Kak Galang ..." bisik Bianca malu.
Queen memutar bola matanya kesal.
"Ingin rasanya berkata kasar ... Bisa, gak, lempar aja manusia bernama Galang ini ke luar mobil???" ketus Queen kesal mendengar gombalan seorang Galang.
Hal itu tak luput dari pandangan Jonas.
__ADS_1
"Kenapa Queen terdengar cemburu?" gumam Jonas yang hatinya jadi panas.