
Queen berjalan di belakang Galang. Ia sebenarnya masih agak canggung dengan Galang.
"kenapa diam saja, Queen ? Lu gak mau ngomong apa gitu sama gue ?" Tanya Galang.
"Enggak." Jawab Queen jujur.
"kalo gitu gue yang mau ngomong sama elu...,"
"mau ngomong apa, kak ?" Tanya Queen jadi was-was.
"Apa yang Ryu lakuin sama elu sampe elu bisa nangis kayak tadi ?" Tanya Galang.
Queen mengernyitkan dahinya,
"aduh..., mana mungkin aku mengatakan kalau Ryu mengatakan hal-hal menyakitkan ? Kak Galang itu orang yang gak bisa mengontrol emosi...," Batin Queen.
"Ryu.., dia menolak cintaku mentah-mentah dan sekarang dia sudah punya pacar. Jadi dia melarangku untuk mendekatinya lagi...," Jawab Queen sedemikian rupa agar tidak membuat Ryu terlihat bersalah.
"Dia punya pacar ? Cih.., udah gue duga...," Kata Galang tersenyum miring.
"jadi, lu mau berpaling ke gue ?" Tanya Galang lagi.
"Idih.., ngarep...," Balas Queen.
"Terus, lu mau sia-siain aja gitu perasaan lu ??" Tanya Galang.
"enggak..., Tapi selama Ryu belum menikah, aku masih punya kesempatan !" Jawab Queen.
Galang malah tersenyum,
"berarti gue juga, dong.., selama lu belum nikah, gue masih punya kesempatan. Eh ? kalo lu udah nikah, gue bikin cerai aja, biar gue ada kesempatan lagi." Kata Galang dengan sangat percaya diri.
"sialan nih orang satu." umpat Queen dalam hati.
"Udah, ah ! Aku mau balik ke hotel aja !!" Kata Queen jadi makin bete dan pergi meninggalkan Galang.
"eeh ? Loh ? Lu mau ninggalin gue ?" Galang mengejarnya.
"bete sama kak Galang. Mau ke hotel aja, nungguin kak Hana !!" Kata Queen tanpa menggubris seorang Galang.
"Ck, sial ! Kenapa, sih Queen selalu menghindari gue ??" Gerutu Galang, lalu ia menaikkan alisnya sebelah sambil tersenyum miring,
"oh, iya.., gue ke sini,kan bukan cuman datengin Queen." katanya bicara sendiri. Ia lalu mengambil ponselnya dan menelpon seseorang,
"Ya, bos !" Terdengar suara dari sebrang.
__ADS_1
"Ada kerjaan tambahan lagi buat lu. Tenang, bayaran nanti gue kasih double." Kata Galang.
"siap !"
"nanti gue jelasin..., bisa ketemu di tempat kemarin, kan sekarang ?" Tanya Galang lagi.
"bisa, bos ! 10 menit lagi kami sampai."
"Oke, gue tunggu 10 menit lagi. Sekarang gue tutup teleponnya." Galang langsung menutup teleponnya.
"untungnya Gibran si anak culun mau bantuin gue sekarang...," Kekeh Galang.
"Queen.., lu harus tau, kalo gue gak bakalan ngizinin elu buat ngeliat cowok selain gue !" Gumam Galang sambil tersenyum licik.
*
Keesokan harinya,
Entah kenapa hari ini langit terasa begitu cerah. Queen yang kemarin sudah menangis sepuas-puasnya, bahkan ia tidur sambil memeluk Hana. Ya, Hana selalu jadi pelampiasannya. Sejak ikut pelatihan lomba cerdas cermat, Queen lumayan dekat dengan Hana.
"Kata orang, bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Rasanya hari ini aku akan menang...," Kata Queen percaya diri.
"Sok tau !! Emangnya Lu Tuhan ?!" Kata Barlie yang lewat sekalian menjitak kepala Queen.
"Aduuh..., Kak Barlie..., Kepala Queen ini aset ! Gak boleh asal dijitak !!!" Protes Queen.
"Kompak dimananya ??!!!" Kata Barlie dan Queen kompak.
"tuh, barusan, hehe...,"
"Teman-teman...," Tiba-tiba Bu Agatha mendatangi Gibran, Barlie dan Queen dengan wajah cemas.
"Ada apa, Bu ?" Tanya Queen.
"Barusan ibu dapat kabar buruk...," ucap Bu Agatha sambil menenggak erat ponsel di tangannya, bahkan tangannya bergetar.
"Kabar buruk apa, Bu ?" Tanya Gibran.
"Jonas..., sekarang dia masuk rumah sakit...," Kata Bu Agatha.
"Loh, kok bisa, Bu ?" Tanya Queen khawatir.
"entahlah.., ibu juga baru dapat kabar dari Bu Beatrice. Tadi Bu Beatrice berangkat dari hotel agak terlambat karena ditelpon suaminya, lalu Bu Beatrice bilang, dia menemukan Jonas sudah babak belur dan tak sadarkan diri di parkiran hotel...," Bu Agatha terhenti, bibirnya bergetar.
"jadi.., sekarang, Jonas sedang dibawa ke rumah sakit untuk penanganan..., dan cuman tim kalian saja yang bisa maju ke babak final...," Kata Bu Agatha lagi. Wajahnya masih panik dan ketakutan.
__ADS_1
"Kok bisa-bisanya....," Ujar Barlie tak percaya sambil menjambak rambutnya sendiri.
"tapi, Jonas masih bisa diselamatkan, Bu ?" Queen juga ikutan khawatir dan panik,
"entahlah..., ibu belum dapat kabar dari Bu Beatrice..., semoga aja masih bisa selamat....," Kata Bu Agatha.
"Lalu, Hana dan Lidya dimana, Bu ?" Tanya Barlie.
"mereka sudah pergi ke rumah sakit untuk mendampingi Jonas dan Bu Beatrice...," Jawab Bu Agatha.
"Bukankah kita juga harus ke sana ?? kita harus mendampingi Jonas, Bu...," Mata Queen mulai berkaca-kaca. Ia sangat tahu betapa Jonas sangat lemah dan ia tidak akan terima kalau sampai terjadi sesuatu pada Jonas.
"Tidak, Queen.., kalian harus tetap di sini. Waktunya tidak akan keburu sampai final lomba nanti...," cegah Bu Agatha.
"Tapi, Bu....," Queen kini malah menangis. Gibran menepuk pundak Queen,
"Benar kata Bu Agatha, Queen...," Kata Gibran.
"Kak Gibran...," Queen masih tidak mau menyerah,
"Bu Agatha benar, Queen, kita harus fokus." Tegas Gibran lagi.
"Barlie, Queen..., setelah lomba, menang atau kalah, baru kita jenguk Jonas. Semoga dia baik-baik aja." Kata Gibran yang sebenarnya agak khawatir, entah kenapa perasaannya tiba-tiba tidak enak. Ada sebuah dugaan yang terus berputar-putar di kepalanya.
"I,Iya..., apa yang dibilang Gibran benar. Kalian harus tetap fokus dan lakukan yang terbaik." Pesan Bu Agatha.
"kalo kamu gak bisa melakukan yang terbaik untuk dirimu sendiri, Setidaknya, lakukan yang terbaik untuk Jonas...," Kata Gibran.
"Ya, gue setuju Saba Gibran ! Lakukan yang terbaik dan setelah itu kita jenguk Jonas." tambah Barlie.
""tenangkan dirimu, Queen.., dan fokuslah." pinta Bu Agatha.
"Baiklah ! Kalo kalian semua mau begitu. Queen akan melakukan yang terbaik !" Kata Queen.
"bagus. Sekarang, ayo kita persiapkan diri untuk babak final. Semangat semua !!" Seru Bu Agatha menyemangati anak didiknya.
"Ya ! Semangat !!!" Seru Queen, Gibran, dan Barlie.
"entah kenapa, aku merasa penyebab Jonas babak belur adalah Galang..., tapi gak mungkin. Tujuan Galang bukan Jonas dan harusnya bukan pagi ini suruhannya beraksi," Pikir Gibran.
"ah, masa bodo ! Mungkin hanya perasaanku saja !!" gumam Gibran mengabaikan dugaannya.
*
*
__ADS_1
*