I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 55


__ADS_3

"Gue juga gak nyangka. Scarlett bisa datang ke sini. Bahkan Ryu mengakui kalo dia yang meminta Scarlett datang. Bodohnya, tadi gue malah ninggalin mereka berduaan..., uhm.., gue gak bisa kasih tau alasannya !!"


Sekarang di otak Queen hanya ada omongan Liza yang terus berputar-putar. Apalagi kata-kata Liza tentang Ryu yang meminta Scarlett datang.


"Sial !!! Aku gak bisa belajar !!! Bagaiman besok ?? Bagaimana taruhanku dengan Awan ?? Ugh ! Menyebalkan !!!" Gerutu Queen di kamarnya.


Ceklek !


Pintu tiba-tiba terbuka dan muncullah Hana di sana,


"Kenapa lu, Queen ?" Tanya Hana.


Queen menghadapkan tubuhnya pada Hana,


"Kak, Kakak darimana?" Tanya Queen.


"tadi abis ketemuan sama laki gue, hehe.., Emosian Mulu tuh anak dari tadi, padahal gue jalan-jalan bentar. Lagi baper kali, wkwkwk...," Tawa Hana.


"Kak Barlie ?" Tanya Queen.


"Ya iyalah.., siapa lagi ?" Kata Hana lalu naik ke atas tempat tidur.


Queen juga ikutan naik ke atas tempat tidur,


"enaknya...," Kata Queen.


Kata-kata Queen membuat Hana tidak jadi membuka ponselnya,


"enak ?" Katanya sambil mengernyitkan dahinya,


"enak dimananya, Bocil ??" Ledek Hana sambil menoyor kening Queen pelan,


"ya, enak, bisa selalu bersama orang yang dicintai. Tidak was-was diambil cewek lain karena sudah percaya kalo cowok itu suka sama kita juga...," Kata Queen.


Sekali lagi Hana mengernyitkan dahinya,


"gak juga, sih.., banyak yang was-was,kok meskipun dah pacaran.., ya, tapi Barlie gue beda. Dia matanya kayak kuda, ngeliat ke satu titik doang alias gue, hahaha...," Tawa Hana.


"Tuh, kan.., bikin bete.., Tau, deh yang dah laku !" Kata Queen.


Hana jadi memandang Queen,


"lu sebenarnya lagi ngomongin siapa ? Lu bukan lagi suka sama Gibran, kan ?" Tebak Hana.


"Idiih.., kok bisa mikirnya ke sana ??" Tanya Queen.


"Yah, bisa aja gitu, Kan yang suka sama elu Galang, eh, tapi lu sukanya malah sama kembarannya."


"Enggaklah.., Bukan kak Gibran !!" Kata Queen.


"ooh.., tapi ada ?" Tanya Hana.


"ada...," Lirih Queen malu-malu.


"Tapi.., sepihak doang..," Kata Queen lagi.


"Yah.., susah kalo gitu..," Kata Hana lalu membuka ponselnya dan mulai berselancar di dunia Maya.


"menurut Kakak susah ? Tapi dia anak dari sahabat papaku, loh.., Dia juga sahabat Abangku__,"

__ADS_1


"dan dia nganggep elu adiknya?" Tebak Hana.


Deg !


Kalimat Hana benar-benar menjadi tamparan bagi Queen.


"eng.., enggak, kok...," Kata Queen berusaha menyangkalnya.


"terus, apa kalo enggak ?" Tanya Hana.


Ting !


Tiba-tiba ada suara notifikasi masuk, Hana dan Queen langsung memeriksa ponsel masing-masing. Wajah Queen langsung berseri-seri begitu melihat pesan masuk di besi pintarnya itu,


"Kak Hana, lihat ! Dia menyemangatiku !!" Kata Queen menunjukkan pesannya. Hana membaca pesan itu,


"ah, teman juga bisa melakukan itu. It's not special..," Kata Hana.


"tapi, kak.., tadi temanku saja yang dari sekolah lain, didatangi cowok yang suka sama dia, dan hebatnya lagi cowok itu PP Berlin-Jakarta-Solo cumba buat ngedukung dia...,"


"terus, cowok yang lu sukain itu semodal itu, gak ? Dia emang Dateng tadi?" Tanya Hana.


"Dateng ! Tapi aku gak ketemu dia...," Suara Queen mengecil karena kecewa


"hm.., kalo dia tadi Dateng buat dukung kamu, oke.., boleh,lah berharap." Kata Hana.


"Yes !! Berarti aku masih ada harapan,kan, kak meskipun kecil ?" Tanya Queen.


"ada. Ya, tapi 15% lah..,"


"kok kecil banget, kak..,"


"ah, iya.., bener juga..,"


"Ya udah, lanjutin usahanya. Bikin dia luluh sama kamu !" Kata Hana.


"Unchh.., Kaka Hana emang yang terbaik...," Kata Queen lalu hendak memeluk Hana, tetapi langsung dicegah,


"ih, apaan, sih.., udah, makasih, ya makasih aja, gak usah peluk-peluk !!" Omel Hana.


"hemm.., iya, tau, deh yang udah kenyang dipeluk kak Barlie...," Ledek Queen.


"heh ! Nih anak, dibaikin jadi songong ya ??" Omel Hana lagi.


"ehehe.., aku mau ke toilet dulu,ya kak.., bye !" Kata Queen buru-buru kabur dari Hana.


*


Sementara itu,


Kakek Sulaiman menelusuri semua sudut rumah dengan tongkatnya, tetapi ia malah menemui Nenek Minami yang sedang menonton acara komedi sambil mengelus kucing anggora kesayangannya,


"Minami..., dimana Cucu kesayanganku ?" Tanya Sulaiman.


"Ryu maksudnya?" Tanya Nenek Minami.


"iya.., ini sudah mau jam sepuluh malam..., kenapa dia belum pulang juga dari tadi siang ? Bukankah acara lombanya hanya sampai sore?" Tanya Kakek Sulaiman.


"Entahlah.., mungkin dia sekalian jalan-jalan..., pft...," Nenek Minami malah tertawa karena lawakan di televisi.

__ADS_1


"Coba kamu telepon dia.., aku tidak mau tidur kalau dia tidak di sampingku...," Rengek Kakek Sulaiman.


"Oke..," Nenek Minami mengambil lempengan besi pintarnya dan menelpon cucunya.


"nomor yang anda panggil tidak menjawab atau__," Nenek Minami langsung menutup teleponnya, Lalu mencoba menelpon lagi. Sayangnya jawaban yang ada masih sama,


"Sayang.., sepertinya, Cucu kita sedang bersenang-senang, fufufu...," Kata Nenek Minami geli.


"Bersenang-senang apanya ? Bagaimana jika dia kecelakaan di jalan ?? Haduh, bikin pusing aku saja !!" Kata Kakek Sulaiman lalu meninggalkan nenek Minami,


"Loh, mau kemana, Sayang ?" Tanya Nenek Minami.


"Mau tidur !" Kata Kakek Sulaiman ngambek.


"Mau kutemani ?" Tawar Nenek Minami.


"tonton saja acara Favoritmu sampai selesai..," Kata Kakek Sulaiman lagi.


"Gitu, dong.., pengertian.., ehehe..," Kata Nenek Minami cekikikan sendiri.


*


Ryu mengantar Scarlett ke hotelnya,


"uhm.., terimakasih Ryu..., Malam ini sungguh indah..," Kata Scarlett malu-malu.


Ryu menelan ludahnya,


"I,iya...," Kata Ryu sambil menunduk dan mengepalkan tangannya, seolah menahan sesuatu.


"Uhm.., Jika sudah kembali ke Tokyo nanti, jangan lupa telepon aku..., aku akan jawab, sekalipun aku sibuk." Kata Scarlett lagi.


"I,iya..," Lirih Ryu lagi.


"Uhm.., Rasanya kita harus berpisah, ya.., Aku.., aku masuk dulu...," Pamit Scarlett.


"I,iya..," Kata Ryu yang masih setia berdiri di posisinya, tetapi kini ia menatap Scarlett.


"Kalau begitu, aku masuk..," Scarlett membuka pintu kamar hotelnya dan masuk,


"ah, sial !!!" Gumam Ryu dalam hati lalu tangannya menahan pintu kamar Scarlett,


"Scarlett..," Panggil Ryu, Scarlett tidak jadi menutup pintu dan memunculkan kepalanya dan setengah badannya,


"ada apa, Ryu ?" Tanya Scarlett lagi.


"ayo, nikmati malam ini lebih lama lagi...," Ajak Ryu sambil menatap mata Scarlett lekat-lekat.


"hah ? Ma, maksudnya?" Tanya Scarlett. Kini jantungnya berdegup sangat kencang, ia merasakan tatapan Ryu padanya kali ini berbeda dari biasanya. Tatapan hangat yang mampu membuat jantungnya berdebar-debar.


Telapak tangan kanan Ryu merembet ke pipi Scarlett, Scarlett mengerjap-ngerjapkan matanya karena was-was,


"Aku mencintaimu, Scarlett...," Lirih Ryu lalu menyatukan bibirnya dengan bibir Scarlett. Scarlett kaget bukan main, ia membeku. Sedangkan Ryu memeluknya dan mendorongnya masuk ke dalam kamar hotel, tentu ia tak lupa menutup pintunya.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2