I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 53


__ADS_3

"Tau,gak Liz..., tadi aku lihat Scarlett dan Ryu di sini..., sebenarnya aku tuh berhalusinasi atau enggak sih??" Queen mulai heboh sendiri.


"Enggak !!! Sumpah !!! Itu berita ter-hype yang mau gue kasih tau !!!" Kata Liza di sebrang tak kalah heboh.


"hah ?? Maksudnya keberadaan mereka di sini itu nyata???!!!" Kata Queen tak percaya.


"percaya gak percaya, itu memang benar adanya..., ugh.., nyebelin banget, gak sih ? Tuh cewek kecentilan, ngapain juga di sini, ewh...," Liza kesal sendiri.


"ugh..., dadaku sesak..., kenapa, sih apa yang aku lihat itu benar__, enggak.., mungkin mereka di sini.., tapi bukan berarti dua orang tadi adalah mereka..., iya, pasti aku salah lihat ..," Queen berusaha menenangkan diri.


"huhuhu..., Queen.., pokoknya Gue mau curhat..., gue sedih hari ini.., huhuhu...," Rengek Liza.


"Ugh.., Lizaku..., sini, sini merapat, curhat sama Mamih Queen...," Kata Queen.


"ehm !" Barlie yang dari tadi melipat tangannya sambil menatap Queen tajam sengaja berdehem dengan keras.


Pandangan Queen langsung teralihkan pada Barlie,


"ngomong-ngomong.., Lu gak lupa,kan rumpi-rumpi pake kuota siapa?" Sindir Barlie pada Queen.


"hehehe...," Queen cengengesan karena merasa bersalah.


"maaf,kak...," Kata Queen.


"khilaf...," lanjutnya.


Barlie menghela napas kasar,


"sekarang, tanya sama temen rumpi lu itu, Gibran ada dimana...," Perintah Barlie.


"I,iya, kak.., uhm...,"


"kenapa Queen ?" Tanya Liza di sebrang.


"uhm.., Liza, kamu tau, gak Kak Gibran dimana?" Tanya Queen.


"ooh.., Eben.., dia ke toilet, beser dia..., sekarang gue lagi jagain tasnya..,"


"Eben ??? Siapa yang kamu panggil Eben ? Kak Gibran ?" Tanya Queen.


"Iya ! Aku manggil gitu karena susah sebut namanya!" Kata Liza.


"hemm..., yakin ? Bukan karena move on sama dia? hemm...," Goda Queen.


"Heh, Queen, kamu kira aku semudah itu melepaskan kakak Ryu ? enak aja !!" Kata Liza teguh.


"eheh..., ya udah.., kan siapa tau..," Ledek Queen.


"Woy Queen !!! Gibran dimana ?" Tegur Barlie


"eh, iya.., uhm.., Kak Gibran lagi di toilet,kak..," jawab Queen.


"hadeeh..., ya udah, bilang sama temen lu. Gibran ditunggu lima belas menit lagi, kalo gak, ditinggal !" Ancam Barlie.


"Hah ? Ditinggal ?" Rupanya Liza mendengar suara Barlie, meskipun samar-samar.


"kalian udah mau balik ? cepet banget ??" Kata Liza kecewa.


"ya iyalah..., kan persiapan lagi buat besok...," Jawab Queen.


"uhm.., masalahnya.., Kak Gibran lagi buang air besar gara-gara makan makanan pedes, hihi...," Liza malah cekikikan sendiri.

__ADS_1


"pasti gara-gara kamu,kan Liza maksa dia makan makanan pedas?" Tuduh Queen.


"apaan, dia yang medit ! Pertama, tadi dia nawarin beliin makanan, terus,kan aku gak habis, eh, dia bilang sayang, aku pake diomelin lagi buang-buang duit !!! kalo gitu, ngapain,kan jajanin?" Liza bete sendiri.


"Heh !! Kuota gue, Woy...," Tegur Barlie.


"Oh iya, maaf,kak..," Kata Queen.


"Liza, bilang,ya ke Kak Gibran.., suruh kak Gibran ke sini sepuluh menit lagi ! Kalau enggak ditinggal !" Kata Queen menyampaikan pesan Barlie.


"bukannya tadi lima belas menit?" Liza malah menawar.


"heh, lu ngobrol sama gue aja dah lima menit, dah berkurang waktunya. Udah ! Pokoknya sampaikan apa yang aku bilang !" Kata Queen.


"Okeey..., Uhm.., kayaknya ngantri deh, toiletnya, duh.., dia pingsan gak, ya di dalam sana?" Tanya Liza khawatir.


"udah, urusin deh, kalo dia pingsan. Aku mau tutup dulu, udah ditatap tajam sama Kak Barlie."


"Oh,iya.., yang punya hape, ya.., eheh, oke ,oke.., daah...," Liza langsung menutup telepon.


Queen menarik napas lalu membuangnya, di saat yang bersamaan, Barlie langsung merebut hapenya,


"gak nyangka gue.., bisa songong juga Lu !" Sindir Barlie yang masih kesal.


"maaf,kak..," Kata Queen buru-buru.


"besok aja gue maafinnya, masih bete gue !" Kata Barlie ngambek.


Queen memukul-mukul kepalanya,


"duuh.., dasar Queen...," Keluhnya merutuki dirinya sendiri.


*


"tadi Bang Henry agak tegas..., duuh.., mewek gak tuh, si Awan ?" Gumam Sera sambil mencari Awan di ruang tunggu.


Hingga akhirnya ia menemukan sosok Awan yang sedang duduk sendirian di pojok rua g tunggu sambil memandangi setangkai bunga mawar yang ia dapat dari Bucket bunga pemberian Yanuar.


Sera segera menghampirinya,


"Awan !" Tegur Sera.


Awan hanya menoleh pelan lalu tersenyum. Sera sangat paham arti dari raut wajahnya,


"kamu kenapa Awan ?" Tanya Sera.


"Apa Bang Henry sudah keteraluan padamu ?" Tanya Sera.


Awan hanya memandangi setangkai mawar di tangannya sambil menggeleng pelan.


Sera segera mengambil bangku dan duduk di samping Awan,


"lalu, apa yang terjadi ? Kamu tidak seperti biasanya, Awan.., Kenapa kamu bisa lupa dialog ? Apa yang mengganggumu ?"


"memangnya kamu tidak lihat, Sera ?" Tanya Awan.


"Li,lihat apa ?" Tanya Sera sambil menelan ludah. Tentu ia tahu, topik apa yang akan dibahas di sini.


"Apa yang dilakukan Ryu dan Scarlett...," Lirih Awan.


"uhm.., itu...,"

__ADS_1


"Aku hanya khawatir, Queen atau Liza melihatnya...," Lirih Awan lagi,


"mataku ini langsung mencari keberadaan mereka dan tidak fokus...," Kata Awan.


Sera lalu menyenderkan tubuhnya di bangkunya,


"memangnya apa yang akan terjadi ? Palingan juga berantem.. ," Kata Sera.


"berantem hanya dampak sesaatnya saja Sera, tetapi luka di hati yang akan berbekas. Patah hati itu rasanya sungguh menyakitkan..," Kata Awan lagi lalu memperlihatkan bunga mawar yang ada di tangannya pada Sera,


"Seperti halnya bunga mawar ini.., Bunga mawar yang berduri..., tetapi durinya sudah disingkirkan..., mungkin dia tidak bisa menyakiti orang yang hendak memetiknya, tetapi ia juga tidak bisa lagi melindungi dirinya..., seperti itulah jatuh cinta, tapi tak terbalas..." Kata Awan.


"oh, ya ampun..., dia mulai lagi.., Tiba-tiba jadi puitis..," Keluh Sera dalam hati.


Sera menarik napas panjang,


"Haaah..., aku juga tidak suka mereka teralu Bucin dengan Ryu. Sedangkan Ryu mencampakkan mereka berdua. Memangnya apa bagusnya Ryu ??" Kata Sera. Ia sangat tahu kalau harus berpihak pada Awan sekarang.


Namun Awan malah tersenyum lagi,


"Ryu..., dia itu perhatian dan pengertian..., aku rasa itu syarat penting yang harus dimiliki seorang laki-laki jika ingin dicintai para kaum hawa...,"


"ah.., benar juga...," Sayangnya Sera tidak bisa menyanggah kata-kata Ryu, ia juga sangat mengenal Ryu.


"jadi, apa kelemahannya ???" Tanya Sera jadi putus asa. Sebenarnya ia juga melihat apa yang terjadi pada Ryu dan Scarlett saat pentas drama mereka. Namun saat itu bukan bagiannya berdialog atau melakukan sebuah aksi, hanya ekspresi kaget. Meskipun sebenarnya ia kaget bukan karena perannya.


"Ryu tidak jujur...," Ucap Awan.


"Tidak jujur ?" Sera bingung.


"Ya, dia tidak jujur terhadap orang lain atau bahkan dirinya sendiri. Itu kelemahan orang yang memiliki perhatian dan pengertian...," Kata Awan.


"sama kayak kamu Awan..., Tetapi kalo Awan kita masih suka ngambek, sih...," Ledek Sera.


"kok jadi aku ??"


"tuh..!! idiih.., gak mau ngaku...," Ledek Sera lagi.


"Hu-uh ! Bete !" Keluh Awan.


"Tuh, kan.., baru dibilang, langsung ngambek." Ledek Sera lagi.


"udah, ah.., bete sama Sera !" Katanya kesal.


"heh, bete sama aku, boleh, tapi jangan lupa hapus make up mu !!" Kata Sera agak berteriak.


"iya tau !!" Awan langsung pergi meninggalkannya Sera sendirian.


Sera lalu terdiam,


"tidak jujur..., jika Ryu tidak jujur, itu berarti ia pasti berbohong pada salah satu di antara tiga cewek yang nembak dia. Tapi siapa?" Gumam Sera.


*


*


*


Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca "I Love You Queen" baru bisa update jam 13.00 dikarenakan Mama Uzda jadwalnya sangat padat, sehingga baru sempat up sekarang. Semoga kalian suka ya, Part ini. 😘😇😇


Kalau kalian suka cerita ini jangan lupa Favorite, rate 5, like, comment and Vote agar Mama Uzda terus bersemangat update episode. ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2