I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 51


__ADS_3

Queen melihat ke arah jam dinding di ruang tunggunya. Ia langsung kaget,


"Ya ampun !! Udah jam satu lima belas !!!" Katanya. Ia yang baru saja selesai makan, langsung menenggak air mineralnya untuk mempermudah jalannya makanan di tenggorokannya.


"Pentas Awan dan Sera !!" Kata Queen.


Ia langsung membereskan buku-bukunya.


"Duuh.., pasti udah mulai ! Telat aku !" Seru Queen jadi panik sendiri.


Ia langsung mengambil ponselnya dan memeriksa ruang chattingnya.


"eh ? Si Liza chat apaan, nih ?" Kata Queen lalu membaca pesan dari Liza,


"Gitu,ya..., sebenarnya kalian anggap aku sahabat, gak sih ?" Queen mengernyitkan dahinya.


"kenapa lagi nih anak satu ? Sama aku aja belum baikan ? Dia mengumumkan perang sama kita semua ??" Gumam Queen lalu membalas Chat Liza,


"kamu dimana Liza ? Kita harus ngomong. Yang lain juga !!" Kata Queen penuh emosi.


"Duuh, Awan sama Sera pasti lagi persiapan, makanya gak nongol dari tadi. BI juga gak nongol. Hem.., dia,kan lagi sekolah jam segini...," Queen bicara sendiri.


"Enggak.., Liza gak boleh dibiarin. Duuh.., dasar anak baper satu ini !" Queen jadi pusing sendiri.


*


Liza duduk sendirian di pinggir lapangan sambil berusaha mengatur napasnya karena habis menangis. Setidaknya air matanya mulai mengering karena teriknya matahari siang bolong.


"Liza?" Tiba-tiba sebuah suara yang familiar di telinganya memanggil namanya. Liza langsung mencari sosok orang yang memanggilnya,


Air matanya keluar dengan derasnya lagi saat melihat siapa orang yang memanggilnya,


"Ebeeen....," Rengeknya langsung menghampiri Gibran dan memeluknya.


"Eeh..., ke,kenapa kamu nangis?" Tanya Gibran yang kebingungan.


Liza menangis sejadi-jadinya di dalam dekapan Gibran.


"Hwaaaa...., jangan tanya apa-apa dulu..., hwaaa....," Tangis Liza.


Gibran hanya bisa menghela napas lalu menepuk-nepuk punggung Liza pelan.


"me,menangislah sepuasnya...," Bisik Gibran. Mendengar itu Liza malah semakin menjadi.


.


.


.


Gibran memberikan sebotol air mineral pada Liza dan Liza langsung menenggaknya,


"Mata Liza.., mata Liza bengkak, gak?" Tanya Liza sambil menunjukkan wajahnya.


Gibran memperhatikan wajah Liza dengan seksama,

__ADS_1


"uhm..., yah.., sedikit...," Kata Gibran.


"aduuh..., gimana ini ? Liza harus bilang apa kalau nanti balik ke hotel ??" Tanya Liza panik sendiri.


"uhm.., Kamu mau kompres mata kamu ? Atau...,"


"gak usah..., bilang aja, Liza terharu karena lolos, hehe...," Kata Liza cengengesan sendiri. Gibran tersenyum melihatnya.


"udah bisa ketawa, ya ??" Ledek Gibran.


Liza langsung cemberut lagi. Kata-kata Ryu masih belum bisa ia lupakan,


"aah.., apa aku salah ngomong ? Ma, maaf...,"


"Eben benar...," Kata Liza tiba-tiba.


"be, benar apanya?" Gibran malah makin bingung.


"kalau laki-laki akan sulit jatuh cinta pada orang seperti Liza...," Katanya pundung.


"aku pernah bilang begitu,ya?" Gumam Gibran dalam hati.


"Liza sudah ditolak Ryu..., tapi kali ini..., hiks !" Liza terisak lagi,


"kali ini Ryu bahkan menatap Liza dingin..., Kata Ryu, Liza bar-bar dan sulit dikendalikan..., Memangnya Liza hewan liar apa, hwaaaaa.....!!!" Liza kembali menangis.


"ah, tapi,kan itu kenyataannya...," Batin Gibran.


Gibran hanya diam saja. Ia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Meskipun kini ia merasakan sesak di dadanya.


"uhm.., maaf, Liza.., Aku benar-benar belum pernah menghadapi orang yang menangis..., Kamu adalah orang pertama yang mencurahkan kesedihanmu padaku..., jadi, aku bingung harus bagaimana..," Kata Gibran sambil garuk-garuk kepala yang sama sekali tidak gatal.


Liza mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Gibran,


"kamu gak pernah pacaran sebelumnya?" Tanya Liza.


Gibran menggeleng,


"aku.., aku ini mendedikasikan hidupku untuk belajar dan meraih prestasi. Mana kepikiran punya pacar. Ngelirik cewek aja gak pernah." Kata Gibran lagi.


"tapi udah mimpi basah,kan?" Celetuk Liza yang bikin wajah Gibran memerah,


"Heh !! jaga omonganmu !!! Bisa-bisanya bertanya seperti itu pada laki-laki !!!!" Bentak Gibran malu.


"hihihi..., dasar My Eben lucu...," Kata Liza cekikikan sendiri.


"My Eben ? kata ganti My dalam bahasa Inggris artinya kepemilikan,kan ? Se,sejak kapan aku jadi miliknya?" Gumam Gibran.


Tiba-tiba ia merasakan geli di dadanya lagi,


"ah.., perasaan ini lagi..., sebenarnya aku kenapa?" Gumam Gibran sambil memandang wajah Liza yang sedang tertawa.


"Lucu apanya, hah? Kamu senang,ya sudah berhasil membuatku malu ??" Tanya Gibran.


Liza menggeleng sambil memandangi Gibran,

__ADS_1


"aku kasihan sama Eben.., gak pernah merasakan bahagia, hahaha...," Liza malah tertawa lagi.


"A,aku bahagia.., mendapat banyak kemenangan, tentu saja aku bahagia !!" Kata Gibran sambil membuang muka.


"kenapa dia terlihat sangat manis ketika tersenyum.., sial...," Gumam Gibran.


Liza lalu meraih tangan Gibran. Hal itu membuat Gibran menoleh dan menatap wajah Liza heran,


"bagaimana kalau hari ini kita membuat kenangan indah ?" Tanya Liza.


"hah? Ke, kenangan indah?" Tanya Gibran.


"Ya..., Liza juga butuh hiburan...," Kata Liza.


"jadi aku hanya sebagai hiburannya? eh ? kenapa aku kecewa?" Tanya Gibran dalam hati.


"Kakak Gibran.., mau,gak buat kenangan indah hari ini bersama Liza?" Tanya Liza sambil memandang wajah Gibran yang kebingungan.


"uhm.., aku tidak mengerti maksudmu tentang kenangan indah, tapi jika itu bisa menghiburmu..., boleh saja..," Kata Gibran.


"kenapa Eben mudah sekali menerima ajakanku?" Batin Liza.


"uhm.., ji,jika tidak jadi juga tidak apa-apa__,"


"jadi ! Ayo kita buat kenangan indah." Kata Liza.


*


Queen pergi membeli minuman karena pentas Awan dan Sera ternyata belum mulai. Saat menunggu minumannya jadi, tiba-tiba matanya malah teralihkan pada seseorang yang ia kenal. Ia terbelalak begitu sadar siapa orang itu,


"Ryu ??!!!! Dia ada di sini????" Gumam Queen yang senyumnya langsung merekah.


"atas nama Queen...," Kata si penjual minuman.


"eh, iya..," Queen segera menyerahkan nomornya dan mengambil minumannya, tetapi matanya masih belum lepas dari keberadaan Ryu.


"aku harus menghampirinya. Dia pasti kaget melihatku...," Kata Queen sambil menyeruput minumannya. Ia langsung berlari menghampiri Ryu.


Namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika ia melihat orang lain yang ternyata bergandengan tangan dengan Ryu. Queen bahkan mengkerutkan dahinya,


"Bu,bukannya itu Scarlett??" Gumam Queen.


Queen mempercepat jalannya, kerumunan orang membuat ia sulit untuk sampai pada tempat Ryu dan perempuan yang diduga Scarlett berdiri,


"bagaimana mungkin Scarlett ada di sini??? Bukannya di sudah pulang ke Jepang ?? Apa yang dia lakukan di sini??" Entah kenapa hati Queen menjadi gusar. Entah kenapa, ia merasa takut jika Scarlett mulai mendekati Ryu.


"Ryu__,"


Tiba-tiba tangan Queen ditarik oleh seseorang.


*


*


*

__ADS_1


Ada yang bisa nebak, siapa orang yang menarik tangan Queen ?


__ADS_2