
Pagi buta yang tenang, sesaat sebelum semua anggota keluarga hadir. Pangeran duduk dengan santai di sofa sambil memainkan game online di ponselnya. Sementara Queen yang terbangun karena mimpi yang aneh masih asyik di dalam kamar mandi.
Queen mengguyur seluruh tubuhnya sekali lagi. Rasanya ia harus mandi besar karena memimpikan hal yang aneh.
"Di antara semua laki-laki yang aku kenal, kenapa harus Awan??!!!" jerit Queen di dalam hati. Tidak mungkin ia berteriak di kamar mandi, yang ada nanti Abangnya itu langsung gedor-gedor pintu.
"Kenapa wajahnya gak di-blur aja gitu? Kenapa harus diperlihatkan wajah Awan? Bagaimana aku menghadapinya??" sesal Queen sambil memukul-mukul kepalanya. Ia lalu mengambil shampo lagi dan menggosokkan ke rambutnya.
"Harus bersih, harus bersih!!!" ujar Queen kesal.
Beberapa saat kemudian.
Akhirnya Queen selesai mandi. Ia langsung bisa menemukan Abangnya itu sedang asyik menatap layar ponselnya.
"Haduh, pasti dia lagi nonton aksi akrobatik pesawat terbang. Kenapa juga tiba-tiba dia menunjukan batang hidungnya setelah bertahun-tahun tak kembali," gumam Queen lalu duduk di samping Pangeran yang masih asyik menatap layar ponselnya.
"Lama banget mandinya?" tegur Pangeran.
"Ya iyalah. Hari ini adalah hari baru. Hari pertama hidupku tanpa Ryu!" ketus Queen sambil mengeringkan rambut keriting sebahunya.
"Keh ..." Pangeran malah terkekeh, Queen langsung menatapnya heran.
"Kok ketawa?" tanya Queen.
"Bang Ran kira kamu udah lupa sama dia. Dia, kan pacaran sama Scarlett juga udah dari lima tahun lalu. Masih simpan rasa rupanya?" ledek Pangeran yang sama sekali tidak mengerti situasi Sang Adik.
"Ugh!! Bang Ran emang gak pernah ngertiin cewek! Pantesan, ganteng-ganteng gak ada yang mau deketin!" sungut Queen sambil melipat tangannya.
"Yang penting ganteng," timpal Pangeran tak mau kalah.
"Lagian, harusnya cowok, tuh yang deketin cewek, bukan cewek yang deketin cowok. Kamu lagian aneh. Agresif ke Ryu. Yang ada il-feel, kan dia?" lanjut Pangeran sambil terkekeh. Ya, meskipun jauh, bukan berarti ia tidak tahu apa yang terjadi pada anggota keluarganya.
"Yee, sekarang dah beda zaman, tau. Gak ada tuh diskriminasi begitu. Kalo suka, ya bilang! Daripada direbut sama yang lain!!!" kata Queen tak mau kalah.
Pangeran langsung menoleh ke arah Queen.
"Pft... Direbut sama yang lain? Kamu bilang suka sama Ryu aja, ujungnya diambil sama yang lain, ada-ada aja," balas Pangeran.
"Ugh! Bang Ran bener-bener gak pengertian!! Gak kayak My Cotton Candy, dia, mah ngertiin aku, Wee...!!!" sungut Queen sambil menjulurkan lidahnya.
Jari-jari Pangeran langsung berhenti mengusap layar ponselnya. Ia kalu menghadapkan tubuhnya pada tubuh Queen.
__ADS_1
"My Cotton Candy? Itu maksudnya Awan?" tanya Pangeran.
Queen mengangguk-anggukkan kepalanya.
Pangeran tersenyum miring.
"Kukira kamu diam-diam pacaran dengannya, karena tadi kamu pulang sambil digendong olehnya. Ternyata tidak, toh?" ujar Pangeran membeberkan bagaimana Queen bisa pulang dengan selamat.
"Pa-pacaran??? Dengan Awan, ahahahahahahaha...." Queen malah tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya, bukan karena lucu, melainkan tiba-tiba ia ingat mimpinya tadi. Apa jadinya jika itu memang terjadi. Pasti sangat canggung.
"Itu tidak mungkin terjadi, ahahahahaha ..." sambung Queen.
Pangeran malah memicingkan matanya curiga
"Tidak mungkin terjadi atau sedang terjadi? Yah bukan hal aneh, sih kalau banyak artis idola yang menyembunyikan hubungannya untuk melindungi pasangannya dari fans-fans fanatik," sindir Pangeran yang entah kenapa membuat Queen tertohok.
"Tunggu? Memangnya aku sedang pacaran dengan Awan? Itu, kan tidak mungkin! Lagipula ciuman itu hanya mimpi ... Eh? Kenapa jadi teringat lagi???" omel Queen pada dirinya sendiri sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.
Pangeran malah semakin heran melihat keanehan adiknya. Ia seperti baru saja tertangkap basah dari melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan.
"Atau jangan-jangan kamu sudah berciuman dengannya seperti kamu mencuri ciuman Ryu?" tebak Pangeran.
"Jadi, kalian benar-benar berciuman?" ulang Pangeran untuk meyakinkan dirinya.
Mata Queen membulat dan melirik ke sana kemari.
"Hanya mimpi!!!" sangkal Queen ngotot.
"Hanya mimpi? Tetapi wajahnya memerah saat mengantarkanmu. Mungkin bagimu itu mimpi, tetapi baginya nyata," ucap Pangeran malah terkekeh.
"Apa?" Queen mulai merasakan ada yang aneh.
"Kalau kamu penasaran, coba tanyakan saja padanya. Jika tebakanku memang benar, suruh dia datang menghadapku, kalau pun tidak benar, tetap suruh dia datang menghadapku. aku ingin bicara berdua saja dengannya, sebelum Papa yang ajak dia bicara," pesan Pangeran lalu beranjak.
"Bang Ran mau kemana?" tanya Queen jadi kikuk karena pernyataan Pangeran barusan.
"Mau siap-siap sholat Subuh, lah. Gue mah taat, emang elu!" sindir Pangeran sambil terkekeh
"Ih, emangnya aku pernah bolong??!!!" balas Queen kesal.
***
__ADS_1
Queen tidak bisa menunggu lagi. Ia benar-benar tak sabar ingin menanyakan Awan tentang apa yang terjadi semalam. Tepat saat orang tuanya dan anggota keluarganya yang lain sedang sibuk, ia langsung menelpon Awan.
Awan :" Halo?" sapa Awan di sebrang dengan suara agak bergetar.
Queen : "Awan!!! Aku perlu bicara denganmu!!" ucap Queen tanpa basa-basi.
Awan :" Bicara apa, Queen? Apa ada masalah?" tanya Awan.
Queen :"Aku ingin menanyakan tentang apa yang terjadi semalam setelah aku puas menangis. Soalnya Pangeran menuduhku yang tidak-tidak. Uhm ... Tidak terjadi apa-apa, kan?" cecar Queen tak sabar. Ia hanya ingin mengklarifikasi saja supaya tidak diledek oleh Abangnya itu. Namun Awan malah terdiam.
Awan :" Uhm ... i-iya, tidak terjadi apa-apa," jawab Awan akhirnya dengan terbata-bata.
Mendengar penuturan Awan yang terbata-bata malah membuat Queen curiga.
Queen :"Pasti ada yang terjadi? Kamu tidak mungkin, kan menciumku?" tebak Queen yang langsung menohok seorang Awan. Pasalnya memang benar itu adanya. Namun Queen akan menjauhinya jika ia tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Awan :" Ke-kenapa kamua bisa berpikir begitu, Queen? Ka-kamu tahu, kan, aku ini apa bagimu. Kamu bahkan tak menganggapku sebagai laki-laki, kan?" sangkal Awan berusaha meyakinkan Queen, meskipun sebenarnya hatinya terasa miris.
Queen :"Ya, aku tidak menganggapmu laki-laki. Namun, apa kamu juga tak menganggapku perempuan?" tanya Queen balik yang sekali lagi menohok Awan.
"Tentu saja kamu adalah wanita bagiku Queen!!!" teriak Awan dalam hati.
Awan :"Ah, tentu saja bukan. Kenapa kamu bisa berpikir ke sana, Queen?" tanya Awan pura-pura tidak ada yang terjadi.
"Karena aku bermimpi jadi istrimu!!!" jerit Queen dalam hati.
Queen :"Entahlah. Mungkin aku terpengaruh dengan kata-kata Bang Ran. Dia bilang kamu mengantarku dengan menggendongku ke cottage dan mungkin baginya kita terlihat seperti pasangan."
"Andai itu sungguh terjadi, Queen," gumam Awan dalam hati.
Queen :"Tapi, kan itu tidak mungkin. Kamu, kan tidak boleh terlibat hubungan spesial dengan siapapun, kan?" lanjut Queen.
Awan :"Ya, mana mungkin terjadi? Ahaha ..." tawa Awan.
Queen :"Baiklah kalau begitu. Uhm, Awan, apakah hari ini atau besok kamu ada waktu luang?" tanya Queen tiba-tiba.
Awan tertegun.
Awan :"Uhm, malam ini aku kosong sebelum aku kembali besok siang,"
Queen : "Kalau begitu, ayo kita bertemu!"
__ADS_1