
Scarlett berjalan di antar kerumunan. Menurut google map Ia tidak tersesat. Namun sudah hampir satu jam ia mencari orang yang dia kenal, tetapi belum menemukannya,
"Awan pasti sedang mempersiapkan diri...," gumamnya. Ya, dia kembali ke Indonesia karena urusan keluarga. Seharusnya ia langsung ke Bali, tetapi karena Awan memintanya menyaksikan pentasnya, ia menyempatkan diri ke Solo.
Tiba-tiba langkahnya terhenti begitu menemukan seorang lelaki yang ia kenal,
"Yanuar?" Katanya menyebut nama orang itu. Lelaki berbola mata biru safir yang membawa bucket bunga besar itu berusaha mencari siapa yang memanggil namanya.
"Scarlett??" Ia malah lebih kaget lagi.
Mereka saling mendekat,
"kenapa kamu di sini?" Kata mereka kompak. Tanpa mereka berdua sadari ada seorang lelaki yang memperhatikan dari kejauhan.
*
Gibran menatap Queen dingin. Saat di babak penyisihan, mereka hampir saja kalah dan itu semua karena kesalahan seorang Queen.
"Lu gak belajar? Atau pikiran lu melayang ??!!!" Omel Gibran.
Queen menunduk. Baru pertama kali ia menghadapai seorang Gibran yang marah. Barli malah iba melihat Queen yang diomeli.
"Heh, Angkat kepala Lu !!!" Perintah Gibran.
"Jawab pertanyaan gue !!!" Bentak Gibran.
"Hey, Gibran.., Lu gak perlu ngomel kali..., lagian Queen,kan baru pertama kali ikut cerdas cermat. Bu Beatrice juga gak segininya amat...," Kata Barli membela Queen.
"Iya, gue tau..., tapi dia ada di tim gue.., otomatis dia mewakili nama gue..., dan asal lu tau, gue gak pernah dapet sejarah kalah sama kompetisi gue !!!!" Kata Gibran dengan lantang.
"Ya, cara lu gak gini, lah..., Lagian kan kita lolos di babak penyisihan. Daripada ngomel, mendingan kita persiapkan buat babak besok." Kata Barli. Queen langsung menoleh dan menatap Barli dengan tatapan terimakasih.
"Aargh..," Gibran mengeluh sambil memijit-mijit keningnya,
"ya udah..., Yang pasti aku mau kita gak kayak hari ini." Kata Gibran lalu keluar dari ruang tunggu.
Queen menghampiri Barli,
"huhuhu..., makasih, Kak..," Kata Queen.
"Iya.., santai aja.., Uhm.., Sorry, ya..., Gibran itu emang kayak gitu. Dia belum pernah merasakan kekalahan ataupun kegagalan. Lu,kan tau, prestasinya kayak apaan?" Kata Barli.
"Iya.., Queen tau...," Kata Queen yang sebenarnya masih merasa bersalah.
"Tapi, dia baru pertama kali ikut kompetisi tim begini..., Setidaknya dia harus belajar untuk bekerjasama dan mengimbangi diri..., Udah, jangan khawatir..., Lu fokus belajar ya...," Kata Barli sambil tersenyum.
"Iya,kak.., Makasih banyak, Kak Barli..., Kakak emang Angel...," Kata Queen yang ternyata dari tadi menangis karena dibentak Gibran.
__ADS_1
"Idih.., Dasar cengeng lu ! Hiiy.., Udah,ah ! Gue mau cari hiburan dulu. Mewek sana sendiri..," Kata Barli lalu keluar.
*
Gibran berjalan sendirian di antara kerumunan. Ia masih kesal karena bisa-bisanya Queen bisa nge-blank di pertanyaan tentang kromosom. Sebenarnya ia tahu jawabannya, tetapi ia hanya ingin mengajarkan pada Queen untuk bertanggung jawab terhadap bidangnya.
"Lomba dengan tim memang benar-benar sulit...," Gumam Gibran.
"Ebeeen !" Tiba-tiba Ia mendengar suara dengan nada manja. Gibran segera mengangkat kepalanya dan ia menemukan sosok Liza yang sedang tersenyum padanya.
"Halo Ebeen !!" Kata Liza dengan nada ceria sambil mengikis jarak di antara mereka.
Gibran reflek mundur satu langkah, tetapi tetap tersenyum,
"hai, Liza...," Sapa Gibran.
"Sumpah ! Liza gak nyangka, kita bakalan ketemu. Liza kira Eben bakalan syiibuqq...," Ocehan Liza tiba-tiba berhenti karena Gibran malah memeluknya,
"uhm.., Eben..," Bukannya melepaskannya, Gibran malah memeluknya semakin erat.
"Eben..., Hello, Eben !! Hey !! Eben !!!" Suara Liza mulai meninggi, membuat Gibran melepaskan pelukannya,
"uhm.., maaf..," Kata Gibran menunduk malu.
"dasar bodoh..., Kamu ngapain barusan, Gibran ???" Batin Gibran merutuki dirinya sendiri.
"ya ampun.., Eben..., Lu pasti lelah,ya? Emang, kalo lomba cerdas cermat itu menguras energi otak..., Tenang.., Gue paham dan gak akan salah paham, kok...," Kata Liza.
"baguslah...," Ucap Gibran.
"Oh,iya.., Queen mana? Kok Lu sendirian?" Tanya Liza.
"Queen? Uhm.., mungkin dia sedang belajar." Kata Gibran.
"Ooh.., baguslah..," Kata Liza lalu mendekati telinga Gibran,
"sebenarnya Ryu ada di sini.., dan hebatnya tadi dia lihat aku nyanyi.., OMG !!!" Bisik Liza kegirangan.
"melihat Liza nyanyi..," Gumam Gibran agak iri .
"uhm.., terus, tadi kamu menang?" Tanya Gibran.
"ya belumlah..., baru lolos babak penyisihan. Hahah..., hebat,kan Liza...," Kata Liza malah menyombong.
"Lalu, sekarang Ryu dimana?" Tanya Gibran.
"Oh,iya ! Liza baru ingat ! Ryu bilang, dia mau membelikan Liza makan siang. Kalau gitu Liza mau cari Ryu dulu,ya.., Daah Eben...," Kata Liza lalu segera pergi.
__ADS_1
Lagi-lagi ia merasa geli di dadanya,
"ah.., sial ! Kenapa aku merasa agak kecewa,ya?" Gumamnya sambil memandangi Liza yang lama-kelamaan hilang dari pandangannya.
*
Sacrlett menyeruput jus jambunya sambil memandangi pria berwajah blasteran yang sedang bercerita di hadapannya alias Yanuar.
"Jadi, kamu yang udah balik ke Berlin, sengaja ke Indonesia lagi cuman buat ngedukung Sera?? Bukan main !" Kata Scarlett salut.
"Aah.., apa aku berlebihan?" Tanya Yanuar agak malu.
"Tidak..," Scarlett menyedot jus jambunya lagi,
"ini perjuangan..., Ya, meskipun saat di Shanghai kemarin, kamu sempat ditolak...," Scarlett terkekeh.
"Hey, Scarlett ! laki-laki yang ditolak perempuan itu wajar, bagaimana denganmu yang ditolak oleh Ryu ? Seenaknya saja menertawakanku !" Kata Yanuar kesal.
"ahaha..., maaf, maaf...," Kata Scarlett berusaha mengerem tawanya.
"ngomong-ngomong, Ryu mana? Kenapa ke toilet lama sekali ??" Keluh Yanuar.
"Bisa jadi dia bertemu seseorang.., kudengar Queen dan Liza juga ada di sini...," Kata Scarlett.
Yanuar tersenyum miring,
"rivalmu? Ya ampun.., kenapa, sih kalian berempat suka banget ngumpul di tempat yang sama?" Ledek Yanuar.
"Entahlah..., Aku juga baru tahu itu kemarin saat Awan menceritakannya padaku." Kata Scarlett.
"saat Awan menceritakannya padamu? Hemm.., jadi sebenarnya kamu ke sini untuk siapa? Awan atau Ryu?" Tanya Yanuar.
Scarlett tertegun,
"uhm..., itu...,"
"Atau..., Atau Ryu yang memintamu ke sini atau Awan yang memintamu ke sini?" Selidik Yanuar, membuat Scarlett mematung.
"Seingatku hubunganmu dan Ryu sudah terjalin bahkan sebelum kita semua lahir, tetapi bagi Awan, kamu adalah inspirasinya..., jadi, kamu ke sini awalnya untuk siapa?" Tanya Yanuar.
"untukku...," Kata Seseorang dari belakang mereka, Yanuar langsung menoleh,
"ah.., sudah kuduga...," Gumam Yanuar.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung