I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 10


__ADS_3

Queen POV


Aku tertegun dengan pertanyaan yang diberikan oleh Ryu.


"jadi selama sepuluh tahun ini Ryu tidak melupakannya...," Batinku


"Queen.., Aku siapa bagimu?" tanya Ryu sambil menatap mataku dalam-dalam.


Deg


Deg


Deg


Bunyi jantungku mulai tidak beraturan. Aku harus jawab apa?


"Queen !" Ia menegurku.


"uhm.., i,itu..," Aku bingung. Aku sudah berjanji pada Liza untuk tidak mengungkapkannya sebelum taruhan kami selesai.


"Apa pertanyaanku teralu sulit, Queen?" tanyanya lagi.


"ah, tidak-tidak, Ryu.., cuman.., Aku.., Aku akan menjawabnya tiga hari lagi." kataku.


"hah? Tiga hari lagi? Bukankah kamu tinggal menjawab saja?" kata Ryu. Dia seolah kecewa dengan jawabanku. Memangnya jawaban apa yang ia harapkan?


Aku diam-diam tertawa,


"ya sudah aku mau tid__,"


How.., How.., How You like that !


Tiba-tiba Ponselku berdering dan langsung bisa kulihat siapa yang menghubungiku dengan video call,


"Liza...," lirihku.


"angkat saja." Kata Ryu.


Aku mendengus, tapi tetap mengangkatnya,


"Queen.., kamu bisa lihat, nih, aku udah di kamar, udah tinggal bobok cantik...," kata Liza sambil memperlihatkan kamarnya.


"and Then?" kataku malas.


"ya, gue ngelapor lah.., udah Dua sama loh kita hari ini...," kata Liza yang berhasil membuat mataku membulat.


"dua sama? kalian melakukan taruhan?" tebak Ryu dan sungguh sangat tepat.


"eh? Ada kakak Ryu !!!" kata Liza heboh.


"Queen, kasih hape lu ke kakak Ryu cepetan !!" Enak sekali dia memerintahku.


Ryu malah tersenyum,


"Liza mau bicara padaku? Mana sini?" Pinta Ryu yang membuatku tidak bisa mencegah mereka berinteraksi. Terpaksa aku memberikan ponselku pada Ryu.


"Kakak Ryu !!!" Seru Liza heboh.


Senyum Ryu langsung mengembang. Apa artinya ini? Memangnya semenyenangkan itu ya bisa video call-an dengan Liza.


"Hai Liza...," kata Ryu yang masih tersenyum.


"Kakak Ryu, kakak kapan main ke rumah Liza ? Liza tuh udah kangeeen banget sama kakak Ryu...," kata Liza sambil memonyongkan bibirnya itu. Dasar sok imut !

__ADS_1


"Bagaimana jika besok aku main ke rumahmu?" Tawar Ryu. Aku langsung mengernyitkan dahi, mudah sekali Ryu mengabulkan permintaan Liza.


"boleh-boleh..., tapi Liza sekolah dulu,kak.., Abis pulang aja, jemput Liza gimana?" Gadis yang bernama Liza ini memang tidak tahu dirinya sudah tingkat dewa.


"jemput? uhm.., tapi Liza, Aku tidak bisa menjemputmu dengan kendaraan. Aku,kan hanya akan ada di Indonesia selama dua Minggu." kata Ryu lagi.


Aku makin kesal saja. Kenapa juga aku harus di sini sambil mendengarkan percakapan mereka?


"tidak apa-apa. Kita naik kendaraan umum, dan menikmati waktu bersama.., gimana?" tanya Liza.


"boleh." jawab Ryu sambil tersenyum lebar.


"what??!! seriously??? dari sekian banyak kata di KBBI, Ryu memilih kata Boleh untuk menjawab pertanyaan Liza? Parah !!" batinku kesal.


"Yeay !!!" Liza kini kegirangan.


"oh,iya, tapi taruhan apa yang kalian lakukan?" tanya Ryu.


"heikh? taruhan ? hemm..," Liza mulai tarik ulur.


"Akan Liza kasih tahu besok saja, Kaka Ryu. Panjang kalo dijelasin." kata Liza.


"Liza udah ngantuk. Mau bobok cantik...," katanya sok imut.


Tiba-tiba aku melihat kedua pipi Ryu yang bersemu merah, Mataku ini makin melotot saja menyaksikannya,


"hentikan, Liza, kamu itu.., ya ampun..," Ryu kini menutup setengah wajahnya. Ia bahkan tidak sanggup berkata-kata. Apa arti dari reaksinya itu???


"udah, ah.., Kaka Ryu harus ingat,ya !"


"ingat apa?" tanya Ryu yang warna wajahnya sudah kembali seperti semula.


"ingat, harus memimpikan Liza malam ini, Aww !!" kata Liza lalu mengakhiri video call-nya.


"ya ampun..., dasar Liza itu...," katanya sambil senyum-senyum sendiri.


"sepertinya Liza punya arti penting di hatinya..., Apa sebenarnya jawaban yang tidak ingin aku dengar yang akan diberikan Ryu?" batinku khawatir.


"Liza itu imut banget...," kata Ryu tiba-tiba. Ia lalu melirik ke arahku.


"ck ! Ya udah ! Selamat tidur dan mimpi indah !!!" kataku kesal lalu meninggalkannya. Bodo amat !


*


Keesokan harinya,


Pikiranku tidak bisa tenang. Hari ini Ryu dan Liza akan berkencan. Ugh, aku tidak bisa konsentrasi dari tadi !!


Brak !!


Aku menggebrak mejaku,


"ada apa, Queen? Kamu punya masalah?" Tanya Bu Lucy, guru Ekonomiku.


"ah.., ti,tidak, Bu...," kataku.


"Queen.., apa kamu punya masalah?" tanya Jonas. Sejak aku menyelamatkannya waktu itu, Entah kenapa kami jadi dekat.


"tidak Jonas. Pikiranku hanya kacau...," kataku.


"kalau begitu, kerjakan tugas Bu Lucy.., Nanti kamu kena hukuman loh..," kata Jonas.


"yes, I know..," kataku sambil menghela napas.

__ADS_1


*


Author POV


Liza melirik ke arah Ryu sesekali. Ia sangat tidak menyangka kalau akan pulang bersama Ryu. Meskipun begitu, di misi kali ini dia tetap menang, begitu juga tadi pagi. Kini Liza unggul atas Queen.


"oh,iya Liza, sebenarnya taruhan apa yang sedang kamu dan Queen lakukan?" tanya Ryu. Dia tidak lupa dengan tujuannya.


"taruhan?" Liza malah lupa kalau ia berjanji ingin menjelaskannya.


"uhm..,"


"duuh.., aku harus ngomong apa coba ke kakak Ryu?" batin Liza.


"kalian itu,kan sahabat sejak kecil. Jika ada suatu masalah, lebih baik diselesaikan baik-baik...," kata Ryu malah memberi nasihat.


"ah, tidak kakak Ryu..., aku tidak punya masalah apapun pada Queen."


"lalu, taruhan kalian untuk apa?" tanya Ryu lagi.


"ah, kukira dia teralihkan tadi, rupanya tidak." gumam Liza dalam hati.


"bagaimana ini, memberitahu kak Ryu sama saja berlaku curang atas taruhan ini..., Tidak ! Liza bukan orang yang curang. Papa Idho tidak mendidik Liza untuk jadi orang yang curang !!" batin Liza.


"Liza...," Tegur Ryu.


"ah, iya, kak Ryu. uhm.., taruhan ini.., uhm...,"


"apa ini ada hubungannya denganku?" tanya Ryu.


"ya ampun..., dia dapet kemampuan menebak dengan tepat darimana, sih?" gumam Liza panik.


"Liza..,"


"jadi rival ! Yah, seperti Papa Iska dan Papa Idho, hanya taruhan untuk bersenang-senang saja, kak Ryu...," kata Liza akhirnya terpaksa berbohong.


"lagipula, taruhan ini melatih kita untuk melakukan kegiatan wajib seperti bangun tidur, berangkat sekolah, masuk ke kelas, pulang ke rumah dan tidur malam dengan tertib." kata Liza.


"tidur malam?"


"iya, kakak Ryu, tidur malam tepat waktu itu bisa membuat kulit kita lembut. untuk seusia kita, tidur itu idealnya tujuh sampai delapan jam per hari."


"iya,kah?"


"iya, itu karena saat tidur di malam hari, tubuh kita mulai melakukan regenerasi sel, Selain itu organ lain juga menjalankan fungsinya paling maksimal ketika kita tidur."


Ryu tersenyum,


"lalu?"


"nah, oleh karena itu ketika bangun di pagi hari tubuh kita akan kembali segar lagi dan bonusnya menjadi cantik." kata Liza bersemangat. Ia sudah sangat sering dapat Omelan seperti ini dari Idho, papanya yang sangat konsen dengan kecantikan.


Ryu memencet hidung mungil Liza gemas,


"kamu pintar banget, sih...," kata Ryu gemas.


Wajah Liza langsung bersemu merah, Ia memegang hidungnya yang memerah karena cubitan Ryu.


"ayo, kalo gitu, aku antar ke rumahmu dan bermain-main sebentar." kata Ryu yang berhasil membuat senyum Liza mengembang,


Liza langsung menggandeng tangan Ryu,


"ayo kalau gitu !" kata Liza bersemangat lalu berlari sambil menarik tangan Ryu.

__ADS_1


__ADS_2