I Love You Queen

I Love You Queen
S2 : Mengkhawatirkan


__ADS_3

"Persiapan?" Kesedihan Queen sirna begitu saja. Otaknya langsung memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk membantu persiapan pernikahan Abangnya.


"Maaf, Kak Amanda, Queen sungguh lupa, tetapi memangnya tanggal pernikahannya kapan? Ya ampun, Queen benar-benar saudara yang buruk." Queen malah merutuki dirinya sendiri.


Namun Amanda malah tertawa.


"Ahaha ... Queen, Pernikahannya masih akhir tahun. Namun banyak hal yang harus dipersiapkan. Mumpung Ran sedang libur, makanya kami mulai merencanakan beberapa hal," jelas Amanda.


Queen jadi lega mendengar penjelasan Amanda. Sejak pernikahan Ryu, ia benar-benar tak memperhatikan sekitar dan malah tenggelam dalam kesedihannya sendiri.


Belum lagi tiba-tiba teman SMA-nya datang dan menyatakan cinta. Namun setidaknya bisa sudah menolak pernyataan cinta Jonas dengan tegas. Hanya saja penolakannya teralu tegas dan agak menyakitkan. Jika Queen berada di posisi Jonas mungkin dirinya sama hancurnya, tetapi sebenarnya ia sudah mengalami penolakan yang lebih tegas dari itu, yaitu ditinggal Nikah.


"Kakak Amanda, apa kakak sempat punya mantan?" tanya Queen tiba-tiba.


Amanda mengernyitkan dahinya.


"Tidak ... Tapi kalau temen laki-laki banyak. Sejak dulu laki-laki di hatiku hanya Ran ..." ucap Amanda sambil senyum-senyum sendiri. Queen bisa lihat cinta yang begitu besar untuk Abangnya dari mata Amanda.


"Begitu, ya ..." timpal Queen.


Amanda langsung mengerti arah bicara calon adik iparnya ini.


"Tidak apa-apa, Queen ... move on itu memang tidak gampang. Harus diterima, diikhlaskan secara perlahan-lahan ... Kamu harus menikmati prosesnya," ucap Amanda seraya merangkul tubuh Queen.


"Kak Amanda ..." Queen langsung memeluk tubuh calon kakak iparnya.


"Hari ini aku baru saja menolak perasaan seorang laki-laki," cerita Queen.


Mata Amanda terbelalak. Belum lama hatinya tersakiti, sekarang malah ada seseorang yang menyatakan cinta pada adiknya.


"Lalu?" Amanda paham dari nada bicara Queen kalau sebenarnya ia tidak senang.


"Lalu aku menolaknya, tetapi ..." Queen menggantung perkataannya. Ia sebenarnya juga bisa merasakan kemarahan dari seorang Jonas.

__ADS_1


"Dia sepertinya marah ... Bagaimana ini, aku telah melukai hati seseorang." Amanda tertegun, ternyata Queen mengkhawatirkan orang lain. Amanda pun memeluknya.


"Tenang, Sayang ... tidak apa-apa. Jika kamu berbohong padanya, itu akan makin menyakiti hatinya. jangan bersedih, hm?" hibur Amanda sembari memeluk Calon Adik Iparnya itu.


Queen memeluk Amanda dengan erat.


"Kakak Amanda, Kakak masih lama, 'kan di sini?" tanya Queen.


Amanda pun melepas pelukannya dan menatap wajah sayu Queen. Ia pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Yah, aku mungkin cukup lama di sini—" Queen sontak memeluk Amanda dengan erat.


"Kalau begitu, tetaplah di sini untuk menemaniku. Jangan tinggalkan aku," lirih Queen.


Amanda lagi-lagi dibuat kaget, sepertinya kesedihan yang didapatkan oleh Queen benar-benar mendalam. Apa mungkin itu semua karena patah hati yang baru saja ia rasakan? Amanda juga tidak bisa menjamin.


Namun kesetiaan Queen selama bertahun-tahun yang dibayar dengan ditinggal nikah memang cukup menyakitkan. Wanita ini benar-benar butuh waktu untuk sembuh dari segala penyakit hatinya.


"Aku harap, akan ada pengganti yang bisa mengobati luka di hatimu, Queen," doa Amanda sambil membelai punggung Calon Adik Iparnya itu agar bisa merasa lebih tenang.


***


"Sebenarnya Queen kemana? Aku jadi benar-benar khawatir! Dia pasti ingin mengatakan apa yang terjadi hari ini tentang Jonas," gumam Awan jadi gelisah. Ia sangat tahu gelagat Queen jika sedang membutuhkan seseorang di sisinya. Sejak dulu, Queen selalu menjadikan dirinya orang pertama untuk berbagi keluh kesah. Namun jadwalnya yang padat sekarang membuat batas tinggi untuk melakukan rutinitas itu kembali.


"Lu lagi apa, Cloudy?" Tiba-tiba Liza muncul dan duduk di samping sahabatnya yang sedari tadi terlihat gelisah.


"Aku sedang mencoba menghubungi Queen," jawab Awan lalu kembali menelpon sahabatnya itu.


"Queen? Ah, bagaimana kencan dia dengan laki-laki bernama Jonas itu? Gue sampai lupa karena padatnya jadwal hari ini! Gud benar-benar sahabat yang buruk!" tukas Liza malah menyalahkan dirinya sendiri.


"Tadi dia meneleponku. Dia bilang, ingin datang ke Asrama, tetapi aku melarangnya," ujar Awan jujur.


Liza membelalakkan matanya.

__ADS_1


"Kenapa lu ngelarang? Dia bisa tidur sama gue dan Sera! Ya ampun, Queen pasti sedang sangat terpuruk sampai dia harus bertemu kita!" Liza tiba-tiba jadi panik. Ia langsung tag Queen si ruang obrolan grup mereka berkali-kali. Sayangnya Queen tidak merespon sama sekali.


"Awan ... dia tidak melakukan hal yang buruk, kan? Kenapa gue jadi khawatir," panik Liza.


"Bagaimana jika kita telepon Sultan!" usul Awan.


Liza menggeleng.


"Tidak bisa, Sultan itu sedang jalan-jalan bersama teman-temannya. Dia baru balik besok," ujar Liza.


"Lalu harus bagiamana?" Awan jadi semakin merasa bersalah. Ia langsung merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa hadir di saat Queen membutuhkannya.


"Hey, ada apa dengan kalian? Kenapa begitu panik?" seru seseorang yang membuat Liza dan Awan menoleh.


"Sera!" seru mereka berdua. Awan pun menceritakannya tentang keadaan Queen terakhir pada Sera.


"Ya ampun, sepertinya kita harus cek jadwal kita. Jika memungkinkan, lebih baik kita mendatanginya," saran Sera.


"Aku setuju! Tapi sepertinya memungkinkan. Acara on-air besok siang, kan? Setidaknya kita bisa berleha-leha di rumah Queen malam ini," seru Liza sangat antusias.


"Ya ampun, kau ini. Besok ada gladi bersih pagi-pagi sebelum acara. Kita tetap harus berangkat pagi," sahut Sera mengingatkan.


"Oh, kenapa artis baru seperti kita justru memiliki jadwal yang padat? Sera, apa lu gak bisa meminta Daddy Alan agar tidak memadatkan jadwal kita?" mohon Liza.


"Justru karena kita artis baru harus promo di sana-sini. Bersabarlah, jangan menyerah sekarang. Ini baru permulaan!" tegas Sera.


"Ya, Kau tidak perlu mempermasalahkan itu, Liza. Lebih baik, setelah ini kita izin ke Kak Mince untuk ke rumah Queen," usul Awan.


"Ya, kau benar. Semoga saja Queen ada di rumah dan baik-baik saja," sahut Sera yang juga sebenarnya mengkhawatirkan keadaan sahabatnya.


***


HIATUS

__ADS_1


jangan lupa like, fav, vote dan komen


__ADS_2