
Awan tersenyum mendengarkan curhatan Queen sambil membersihkan koleksi antingnya. Tepat setelah ia kembali dari rumah Sera, ia sudah menemukan Queen yang menunggunya di rumahnya. Awan sangat tahu, pasti Queen mau curhat.
"Aku sebenarnya bingung, Wan.., Aku gak bisa membenci Liza..., Tapi dari lubuk hatiku, aku gak suka dia menyukai cowok yang sama denganku. Dia itu,kan sahabatku, bahkan dari sebelum aku kenal kamu, Sera dan Bi. Tapi, kenapa aku merasa dia mengkhianatiku..., bahkan sekarang dia juga merasa aku mengkhianatinya...," Kata Queen.
"Terus, menurut kamu, apa solusinya?" Tanya Awan lalu duduk di samping Queen yang sedang duduk di atas ranjang Awan.
"hanya dua hal yang terpikir di kepalaku...," Ujar Queen agak tidak yakin.
"Apa?"
"Pilih Ryu atau Liza..., Itu sungguh berat...," Lirih Queen. Meskipun Liza sering bertindak seenaknya, tetapi Liza punya arti penting bagi Queen.
Awan tersenyum mendengarnya,
"kalian sebegitu sukanya,ya sama Ryu...," Kata Awan lalu membaringkan tubuhnya. Queen juga ikut-ikutan membaringkan tubuhnya lalu memeluk Awan.
Awan tertegun, meskipun hal ini sering Queen lakukan, tetapi ia selalu tertegun jika Queen melakukan ini padanya.
"boleh,kan?" Tanya Queen yang menyadari Awan yang sempat tertegun.
"bo,boleh...," Kata Awan lalu mengusap-usap lembut rambut keriting panjang milik Queen.
"di saat sedih begini.., posisi seperti ini, memelukmu adalah posisi ternyamanku dan bisa membuat perasaanku lebih baik...," Ungkap Queen.
"lalu, kenapa kamu tidak mencintaiku saja, Queen?" Batin Awan yang masih setia membelai rambut Queen dengan lembut.
"jadi.., menurut kamu, haruskah aku meninggalkan salah satunya?" Tanya Queen.
Awan memandang langit-langit kamarnya sambil memikirkan jawaban atas pertanyaan Queen,
"tidak perlu." Jawab Awan.
"tidak perlu? Memangnya bisa?" tanya Queen sambil memandang wajah Awan.
"sekarang begini, memangnya sudah ada kepastian Ryu menyukaimu?" Tanya Awan. Queen menggeleng.
"lalu, apakah Liza keberatan dengan perasaanmu yang menyukai Ryu?" Tanya Awan lagi.
"sebenarnya tidak juga...," jawab Queen.
"lalu, kenapa salah satu dari mereka harus kamu korbankan?" Tanya Awan.
"Lagian, kamu Ge-er banget, emangnya Ryu bakalan milih kamu? Kamu juga gak tau isi hati dia,kan?" Kata Awan.
Queen mengernyitkan dahinya lalu melepas pelukannya dari pinggang Awan,
"iih.., nyebelin..., kamu, tuh sahabat aku bukan, sih? jangan jatuhin mental aku, dong !!!" Protes Queen.
__ADS_1
"kan siapa yang tau tentang isi hati seseorang..., kamu juga tau,kan, kalau Ryu itu orangnya sangat tertutup. Memangnya kamu sepeka itu?" Tanya Awan sambil terkekeh.
"iih.., aku peka,kok ! Aku tau, ada seseorang di hati Ryu...," Tiba-tiba Queen berhenti, ia tahu ada seseorang di hati Ryu, tetapi ia tidak tahu siapa orang itu.
"gak tau,kan? Hahaha.., dasar ! Gak semua orang menunjukkan isi hatinya pada sembarang orang. Bahkan ada yang menutup dirinya rapat-rapat tanpa siapapun tahu. Hanya Tuhan yang tahu." Kata Awan lagi.
Queen hanya bisa cemberut.
"lagipula, belum tentu, Ryu menganggap kamu sepenting itu...," Kata Awan lagi.
"ugh !! Mulut kamu pedes banget, sih kayak netizen julid !!!" Protes Queen.
"nah, jadi udah ngerti,kan? Kamu gak perlu ngegalauin apa-apa. Jalanin aja." Kata Awan lagi lalu beranjak.
"tapi.., kamu gimana?" Tiba-tiba Queen bertanya membuat Awan tidak jadi pergi,
"apanya yang gimana?" Tanya Awan.
"Apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku? Kamu menganggap aku penting,kan?" Tanya Queen. Entah atas dasar apa Queen bertanya begitu, ia hanya penasaran saja.
Awan langsung tertohok,
"aku mencintaimu Queen...," Batin Awan.
"Hem.., tidak ada. Sama sekali tidak ada...," Kata Awan.
"Bohong !" Queen sudah mulai bisa membaca raut wajah Awan.
"bohong dimananya?"
"ada yang kamu sembunyikan dariku !" Kata Queen.
"Tidak ada Queen..., Aku sudah menunjukkan semuanya padamu..., Tunggu, kenapa topik jadi berubah?" Awan berusaha mengalihkan topik.
"jangan berusaha mengubah topik, Awan ! Apa yang kamu sembunyikan dariku?!!" Tanya Queen.
"tidak ada sayangku...," kata Awan lalu mendekati Queen dan mencubit kedua pipinya,
"ada ! Matamu mengatakan ada !" Kata Queen.
Awan tersenyum,
"baiklah.., jika sudah mengatakan mataku ada berarti memang ada. Tetapi sebenarnya tidak aku sembunyikan. Kamu hanya tidak menyadarinya...," Kata Awan menyerah.
"beri tahu, biar aku sadar !" Pinta Queen agak memaksa.
"Tidak.., lebih baik kamu menyadarinya sendiri. Katanya kamu peka." Kata Awan.
__ADS_1
"ugh.., menyebalkan !" Queen mulai kesal.
"jika aku beri tahu, mungkin nanti kita malah jadi canggung, Queen..., aku tidak mau secepat itu berpisah darimu...," Batin Awan.
"sudahlah..., lambat laun, kamu juga akan tahu. Kamu hanya perlu lebih peka." Kata Awan.
Queen lalu melirik ke arah Awan sinis,
"atau begini saja, Jika di dalam kompetisi cerdas cermat nanti aku menang, maka, kamu harus mengatakan padaku apa yang tidak aku tahu tentang dirimu, tetapi jika aku kalah, maka aku akan berusaha menyadarinya sendiri !" Tantang Queen.
"ah.., itu...," Awan agak ragu mengiyakannya. Setahu dirinya, Queen tidak pernah kalah dari kompetisi yang dia ikuti.
"Iya atau tidak ?!!" Tanya Queen.
"berarti setidaknya aku harus bersiap-siap menjauh dari dirimu? Mungkin Awan-awan kecil tidak akan melindungi Sang Ratu lagi...," Gumam Awan dalam hati sedih.
"baiklah." Jawab Awan.
"Bagus." Kata Queen lalu mengulurkan tangannya,
"jadi deal ?" Tanya Queen.
"deal !" Kata Awan lalu menjabat tangan Queen. Ia tidak tahu, apakah keputusannya kali ini benar atau tidak. Yang ia tahu, ia harus segera siap pergi menjauh dari Queen.
"Ryu.., jika kamu memang mencintainya, maka cintailah Queen dengan serius...," Batin Awan.
"Mungkin aku tidak akan sanggup untuk melindunginya lagi. Queen adalah gadis yang kuat, tapi ia mudah rapuh hatinya. Kumohon, jangan sampai dia rapuh....," Harap Awan di dalam hatinya.
"Lihat saja ! Aku akan memenangkan kompetisi ini ! Kamu dan Sera juga, Kalian.., ah, pasti kalian menang...," Kata Queen.
Awan tersenyum,
"belum tentu. Banyak orang berbakat di luar sana. Yang bisa kami lakukan hanyalah memberikan yang terbaik." Kata Awan lagi.
"Ya, kamu benar..., berikan yang terbaik. Itu yang kak Gibran juga selalu bilang." Kata Queen.
Awan mengernyitkan dahi ketika mendengar nama Gibran,
"Gibran juga ikut kompetisi?" Tanya Awan.
"Iya.., dia ketua timku." Kata Queen.
"ya ampun.., ini kebetulan atau apa? kenapa semua orang pergi ke tempat yang sama?" Batin Awan.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung....,