I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 59


__ADS_3

Queen POV


"Kau terbangkan ku ke atas lalu kau jatuhkan ke dasar jurang.., aku sakit..., aku sakit hati...,"


Dulu saat nonton FTV sore di setelah pulang sekolah, aku selalu menertawakan adegan patah hati tokoh utamanya, apalagi jika lagu Sakit Hati dari Yovie and the Nuno menjadi latar musiknya.


Dulu aku anggap para tokoh yang patah hati itu sangatlah bodoh karena bisa-bisanya memberikan cinta mereka pada orang yang tidak mencintai mereka. Rela melakukan apapun demi orang yang tidak mencintai mereka.


Sayangnya hal itu terjadi padaku sekarang. Kabar bahagia dari Kakek Sulaiman benar-benar sebuah malapetaka bagiku.


"Hiks !" Aku terisak.


"Kamu kenapa Queen ?" Tanya Ryu sambil mendekatiku. Aku tidak sanggup menjawabnya. Aku takut apa yang kakek Sulaiman bilang itu benar.


"Kakek..., Apa yang terjadi dengan Queen ? Bukankah dia sedang bersenang-senang dengan Momo-chan ?" Tanya Ryu malah mengomeli Kakek.


"Mungkin dia menangis bahagia, Ryu, haha..," Kakek malah salah paham. Aku menangis karena sedih.


"menangis bahagia ?" Ryu kembali menatap wajahku yang mungkin memerah karena sedih.


"benarkah ?" Sayangnya Ryu malah percaya pada Kakek.


"Menangis bahagia karena apa ?" Tanya Ryu.


"Karena Kakek bilang, Ryu akan menikahi Kejora ! ehehehe...," Kakek Sulaiman benar-benar polos. Tidak, bukan polos. Kakek hanya tidak tahu tentang perasaanku pada Ryu.


Aku langsung menatap Ryu, aku mau tahu apa reaksinya, sekalipun ada rasa takut di hatiku.


"Kakek.., jangan asal bicara...," Kata Ryu. Tunggu. Apa Kakek hanya asal bicara? Apa ini berarti bukan fakta?


"Asal bicara bagaimana ?? Dia bahkan menghabiskan malam bersama Kejora, Queen, hihihi...,"


"Kakek !!" Tiba-tiba suara Ryu meninggi.


Apa arti dari suaranya yang meninggi ? Apakah itu artinya fakta ?? Menghabiskan malam itu maksudnya bagaimana ?


"Jadi, kamu dan Scarlett sudah jadian, Ryu ?" Tiba-tiba Awan muncul dari belakang Ryu.


Pertanyaannya sama seperti pertanyaan yang ada di benakku. Aku juga mau tahu jawaban Ryu.


"Ya, Ryu.., kenapa kamu malu ?? Kamu bahkan mengakui pada Kakek kalau kalian sudah tidur bersama, pft...,"


Tidur bersama itu artinya apa ?? Apa Ryu dan Scarlett sudah...., Arrgh..., rasanya separuh jiwaku pergi.


"Kakek hentikan...," Lirih Ryu.


"kenapa dihentikan, Ryu ? Jika memang kenyataannya begitu, katakan saja.., Jangan menyembunyikan apapun lagi dari kami." Kata Awan lagi.


"Diam !!!" Tanpa aku sadari, aku malah berteriak. Bahkan Momo-chan sampai terbangun dan lari.


"Ryu ! Aku mau bicara denganmu !!!" Kataku lalu menarik tangan Ryu.


*

__ADS_1


Aku menarik tangan Ryu ke taman belakang. Air mataku sudah membanjiri wajahku sekarang. Aku tidak mengerti apa yang aku rasakan sekarang. Aku sedih, kacau, marah.


"Queen..," Ryu malah menyebut namaku. Entahlah, nada bicaranya terdengar seolah dia merasa bersalah.


"Kamu tidur dengan Scarlett ??" Lirihku sambil berusaha menggigit bibir bawahku. Aku berusaha menahan rasa kesalku dengan fakta ini.


"Itu.., itu tidak seperti yang kamu pikirkan...," Kata Ryu. Aku tidak mengerti, kenapa dia berusaha menjelaskan.


"Apa bahkan kamu juga menciumnya ?" Tanyaku lagi. Aku pernah menciumnya juga, tetapi aku tidak rela kalau dia yang mencium Scarlett duluan, karena waktu itu Ryu sama sekali tidak membalas ciumanku.


"kenapa kamu berpikir sampai situ__,"


"Jawab saja !!!! Apa susahnya menjawab, Ya atau tidak ?!!!!" Bentakku.


"ada seseorang di hati Ryu, tapi kamu tidak tahu,kan siapa orang itu?"


Tiba-tiba aku terngiang kalimat Awan waktu itu.


"Baiklah jika kamu mau tau...," Lirih Ryu. Entah kenapa aku malah merinding mendengarnya.


"hiks !" Aku malah terisak karena saking takutnya.


"Queen.., Aku mencintai Scarlett." Jawab Ryu.


Mendengar itu tiba-tiba telingaku berdenging. Aku pusing.


"Aku juga menciumnya. menyentuhnya, tetapi aku tidak sampai berhubungan intim dengannya...,"


Sial, kepalaku makin sakit.


Aku meremas kepalaku dan mengacak-acak rambutku,


"Apa kamu sengaja ? Kamu sengaja mengiyakannya supaya tidak repot,kan ? Tapi kenyataannya tidak begitu,kan?? Kamu pasti bohong,kan ??!!!" Aku masih berusaha menyangkalnya.


"Tidak, Queen__,"


"KENAPA TIDAK ???!!! KENAPA KAMU TIDAK MENYANGKALNYA SAJA ????!!! KENAPA KAMU TIDAK BERBOHONG SAJA ???? SETIDAKNYA.., hiks.., tentang ciuman itu..., menyentuhnya__, ugh..," Aku tak sanggup berkata-kata aku terduduk lemas dan menangis.


"kenapa aku harus berbohong, Queen ? Kenapa aku harus menyembunyikannya, Queen ? Scarlett sekarang adalah pacarku !!!"


Aku terpaku mendengarnya. Jadi mereka bahkan sudah jadian ??? Aku menelan ludahku.


"Jangan menangis lagi..., Tangisanmu tidak berguna ! Tangisanmu juga tidak akan mengubah hatiku, Queen...," Lirih Ryu. Kenapa Ryuujiku bisa-bisanya berkata perkataan yang menusuk begini ?


"Kamu jahat, Ryu...," Lirihku. Dia jahat. Kenapa Ryu bisa jadi jahat ??


"Keh..," Ia malah terkekeh.


Ryu kini jongkok di hadapanku dan memegang kedua bahuku,


"Queen, dengar...," Pinta Ryu. Aku tidak mau menatap wajahnya. Aku takut.


"Queen, tatap wajahku !" Pinta Ryu agak memaksa.

__ADS_1


Akhirnya aku mengangkat wajahku dan menatap wajahnya. Ia sedang melihatku sambil tersenyum, tetapi senyum itu bukan untuk kebahagiaanku. Entahlah, aku merasa senyumannya berarti buruk bagiku.


"Kamu mengatakan aku jahat ?" Tanyanya.


"Iya, Ryu jahat !!!" Aku mengatakan ini agar kamu sadar Ryu.


"Memangnya apa alasannya aku harus baik padamu ?"


Deg !


Pertanyaan Ryu begitu menusuk hati. Argh..., dadaku sangat sesak mendengarnya.


"Ah, orang tua kita bersahabat..., lalu, haruskah kita bersahabat ?" Kenapa Ryu terdengar sangat jahat?


"bukan hanya itu ? Aku sahabat Abangmu..., lalu, haruskah aku bersahabat denganmu ?"


Aku hanya diam sambil menggigit bibir bawahku. Aku tidak tahan. Tanganku sudah mengepal. Ingin rasanya aku membanting Ryu dan menghabisinya. Namun aku khawatir akan menyesal nantinya.


"Tidak, kan ??" Tanyanya.


Aku menelan ludah sambil sesenggukan.


"Queen.., kita tidak punya hubungan apapun. Kamu dekat dengan keluargaku dan aku dekat dengan keluargamu, hanyalah kebetulan. Lalu kenapa aku harus baik padamu ?" Tanya Ryu lagi.


"Aku mencintaimu, Ryu...," Lirihku.


"Lalu aku harus membalasmu ? Aku sudah mencobanya hanya karena hubungan keluarga kita !!! Tapi hatiku tidak pernah untukmu, Queen !!!" Bentak Ryu.


PLAK !!


Tanganku sudah tak tahan untuk tak bertindak apapun. Aku sudah tidak tahan dengan semua kenyataan dan fakta yang diungkapkan oleh Ryu.


Anehnya, Ryu malah terkekeh sambil memegangi pipinya,


"Queen.., tahu, tidak ?" Tanyanya.


"Kamu menamparku barusan..., harusnya aku marah ataupun sedih,kan ?"


Apa yang ingin dia katakan ?


Ryu kini menatapku sambil tersenyum,


"Jujur Queen, Aku bahagia.., akhirnya aku bisa mengatakan semua isi hatiku padamu..., haha...," Ia bahkan sekarang tertawa.


"Kamu menyebalkan !!!" Seruku sambil mendorongnya hingga terjungkal.


Aku segera bangun dan berlari,


"kamu mau pulang, Queen ?" Teriak Ryu.


"BERISIK !!!!" Teriakku lalu pergi meninggalkannya sendirian.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2