
"apakah kamu masih menyukai Ryu?" tanya Scarlett terang-terangan.
Queen langsung tertegun dengan pertanyaan itu.
"apa dia melabrakku sekarang?" batin Queen.
"tapi tenang, aku akan jawab dengan jawaban yang ada di kepalanya." Kata Queen dalam hati sambil tersenyum.
"Kenapa kakak penasaran? Apa hal itu membuat kakak khawatir?" tanya Queen.
Scarlett menaikkan alisnya sebelah,
"khawatir? khawatir apa?" tanya Scarlett.
"khawatir jika Ryu ternyata menyukaiku dan aku juga menyukainya. Kami saling menyukai dan akhirnya bersama. Bukankah itu yang kakak khawatirkan?" Sindir Queen.
Scarlett tertohok. Ia tak mampu berkata-kata.
"Ah.., dari cara kakak bicara, sepertinya kakak LAGI-LAGI DITOLAK oleh Ryu,ya?" tebak Queen agak menekankan.
Scarlett langsung membuang mukanya. Gadis SMA di depannya ini benar-benar bukan seperti gadis remaja.
"oh,iya ! Asal kakak tahu, rival kakak bukan aku saja, tetapi putri dari pemilik cafe ini adalah rival kakak juga. Dan dia mungkin sudah menyatakan perasaannya." kata Queen sekedar memberikan informasi.
"tapi," kata Queen lagi.
"jika Ryu menolaknya juga..., Bukankah jawaban atas pertanyaan kakak__, tidak ! Kekhawatiran kakak bisa saja terjadi?" tanya Queen.
Scarlett langsung memandang Queen kesal,
"oh,iya.., FYI, Ryu sekarang tinggal di rumahku, loh...," kata Queen memancing amarah Scarlett.
"apa tujuanmu, Queen?" tanya Scarlett yang berusaha bersabar.
"apa tujuanmu berkata seperti itu?" tanya Scarlett lagi.
Queen mengerjap-ngerjapkan matanya heran. Respon Scarlett tidak seperti yang dia harapkan.
"kenapa kamu begitu percaya diri bahwa Ryu menyukaimu? Hemm.., kita bahkan belum tahu isi hatinya terhadapmu. Aku lebih lama mengenal Ryu dibandingkan kamu...," kata Scarlett.
"Ryu adalah orang yang selalu bersikap ramah pada siapapun. Dia juga selalu bersikap gentle pada semua orang. Namun dia sangat pandai menyembunyikan isi hatinya. Kelebihannya.., adalah jujur. Jika kamu menanyakannya dia akan menjawabnya dengan jujur." kata Scarlett sambil tersenyum.
"ugh !" Queen kesal karena dia merasa kalah.
"jadi, jawablah pertanyaanku. Apakah kamu masih menyukai Ryu?" tanya Scarlett lagi.
"Ya !!! Aku masih menyukainya. Sangat menyukainya !!! Dan aku sangat membencimu !!!" kata Queen lalu pergi meninggalkan Scarlett.
__ADS_1
"oh,ya ampun..., Scarlett..., bisakah kamu menghentikan kebiasaanmu yang suka melabrak orang?" kata Scarlett pada dirinya sendiri.
Lalu ia tersenyum,
"sayangnya tidak." kata Scarlett lalu masuk lagi ke dalam cafe.
*
Di dalam cafe,
Ryu sedang duduk sambil meminum Greentea yang tadi disediakan oleh waiter Cafe ini,
"menurutmu aku salah?" tanya Ryu pada Adlan.
"tidak. Lu cuman teralu jujur." kata Adlan.
"Aku sudah mengingatkannya, Ryu. Mungkin ekspetasinya yang teralu tinggi." tambah Awan.
Galang yang tidak tahu apa-apa, lagi-lagi melirik ke arah Sera yang duduk di sebelahnya,
"ingat, namaku Sera." kata Sera yang sadar dengan gerak-gerik Galang.
"ehm ! Sera...," panggil Galang.
"ya?"
"kembaran kamu juga menghilang." kata Sera tenang sambil meminum cappuccinonya.
"ah, dia ada di meja outdoor...," kata Galang. Entah kenapa ia merasa sangat canggung dengan seorang Sera. Auranya benar-benar sangat kuat.
"Loh? yang lain pada kemana? Liza mana?" tanya Queen yang tiba-tiba muncul.
Ryu langsung menoleh pada Queen. Wajah Ryu langsung berubah jadi cerah. Hal itu tak luput dari perhatian Galang.
"apa si culun yang ini juga menyukai Queen? Ah, sial !" gerutu Galang dalam hati.
"Queen.., kamu kemana saja?" tanya Ryu.
"ah, tadi aku bicara dengan kakak Scarlett sebentar." kata Queen berusaha bersikap tenang.
"ah, iya.., Scarlett juga tidak ada...," kata Ryu.
"Ryu tidak menyadari kalau Scarlett tidak ada.., Hem.., apa ini tandanya kalau Ryu tidak begitu peduli pada Scarlett?" gumam Queen dalam hati.
"Liza mana?" tanya Queen.
"Dia nangis terus pergi keluar." kata Galang yang tiba-tiba mendekati Queen. Ia langsung menatap Ryu tajam.
__ADS_1
"na,nangis?" Queen langsung menatap Ryu,
"apa yang Ryu katakan padanya ? Kenapa dia sampai menangis???" tanya Queen. Di saat bersamaan Scarlett muncul.
"Liza nangis? gara-gara Ryu?" tanya Scarlett.
Ryu malah jadi kikuk. Dia ditekan dengan pertanyaan dari dua gadis di hadapannya,
"hey.., Queen.., jelaskan pada kita semua. Apa maksud dari acara kumpul-kumpul ini?" tanya Adlan.
Queen menoleh ke arah Adlan,
"uhm.., sebenarnya...," kata Queen.
"sebenarnya hari ini Liza mau menyatakan perasaannya padamu, Ryu...," kata Queen.
"dia menyukaimu Ryu...," kata Queen lagi.
Ryu mengacak-acak rambutnya,
"ugh.., ya, aku tau..., dan.., jangan bicarakan itu lagi !! Karena aku tidak mungkin menyukainya dengan cara seperti itu !!!" kata Ryu tiba-tiba malah jadi kesal.
Ryu menatap Queen,
"jangan pernah bahas itu lagi." Ryu lalu juga menatap Scarlett,
"kamu juga Scarlett. Aku tidak ingin mendengar pernyataan cinta dari siapapun !!!" kata Ryu lalu pergi. Galang langsung tersenyum kecil begitu mendengarnya, sedangkan Queen tertegun dan mematung ketika mendengar kata-kata Ryu.
"tidak mau mendengar pernyataan cinta siapapun? Apa itu termasuk aku?" batin Queen.
"apa kakak Ryu marah?" tanya Sera pada Adlan.
"entahlah. Gue baru tahu kalo dia bisa marah." kata Adlan lagi.
"Hati juga punya kapasitasnya. Tidak bisa selamanya menahan beban amarah yang terus bertambah tiap harinya selama hidupnya." kata Awan yang membuat Adlan dan Sera menoleh padanya.
*
Ryu berjalan di trotoar. Ia merutuki dirinya sendiri karena mengatakan tidak mau mendengar pernyataan cinta siapapun.
"Ryu bodoh ! Padahal aku ingin tahu apakah Queen masih menyukaiku atau tidak !" kata Ryu.
"bukankah Queen berjanji akan memberitahukannya Hari ini...," kata Ryu lagi.
"kau yang mengingkari janji Ryu !! Arrghh !!!" Ryu malah makin kesal.
"kenapa juga Liza malah menyatakan perasaannya padaku?"
__ADS_1
"aargh !! Sudahlah !! Nanti akan kutanyakan pada Queen nanti di rumah !!!"