
Author POV
Queen berjalan di dalam rangkulan Pangeran, lebih tepatnya ia diseret oleh Abangnya sendiri. Sementara Jonas berjalan di belakangnya sambil memandangi Queen dari belakang.
"Ah, kenapa aku berpikiran lebay? Nama asli Cloudy, kan Louigi Awanda Lorenzo, fans bisa saja memanggil salah satu nama miliknya. Meskipun nama yang beredar di antara fans adalah Loui karena terdengar unik. Tidak mungkin Queen punya hubungan khusus dengan Cloudy!" batin Jonas. Perasaannya dari tadi terus berusaha mempengaruhi dirinya.
"Hey, tadi kalian lihat, tidak wajah Awan ketika melihat kita di sana?" celetuk Galang yang menarik perhatian Jonas.
"Ya, Si lelaki tak tahu malu itu sempat-sempatnya mengernyitkan dahi, hahaha ...." ledek Bianca menimpali celetukan kekasihnya.
"Ka-kalian mengenal Cloudy?" tanya Jonas yang sedari tadi penasaran.
Queen dan Pangeran yang berjalan di depan segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.
"Uhm ... itu ..." Bianca baru ingat kalau ada Jonas, fans sesungguhnya CLD.
Queen segera menghampiri Jonas.
"Uhm, sebenarnya Jonas, Semua anggota CLD adalah sahabat kita sejak kecil. Setiap ada kesempatan, kita akan datang untuk menonton konsernya. Karena kebetulan sudah ada di Bali, makanya ..." Queen terhenti saat melihat mata Jonas yang berbinar-binar.
"Jadi kalian bersahabat dengan CLD??!!!" katanya girang.
"Yah ... sahabat!" jawab Galang yang mengubah raut wajah Jonas jadi sinis.
"Awan cukup menurut denganku," lanjut Galang menyombong.
"Sembarangan!" kesal Bianca mencubit pinggang kekasihnya.
"Awan hanya akan menuruti kata-kata Queen. Memangnya kamu siapa?" kekeh Bianca.
Queen yang mendengarnya langsung tertegun. Lagi-lagi ia merasa ada yang aneh di perut ya, seperti gelembung-gelembung kecil yang meletup-letup atau kepakan sayap kupu-kupu yang terbang. Entahlah, Queen tak bisa mendefinisikan rasa aneh itu.
Sedangkan Jonas memandang wajah Queen dengan penuh pertanyaan.
"Ahaha ... apa-apaan, sih kalian? Awan itu menuruti kita semua karena dia sayang dengan kita semua, hahahaha ..." tawa Queen yang agak dipaksakan.
"Sudah, dibanding kalian semua, dia tidak mungkin membantahku!" celetuk Pangeran memecahkan suasana.
"Ayo, kita pulang. Aku ingin segera istirahat. Anak tengil ini benar-benar membuatku lelah hari ini!" keluh Pangeran sambil mencubit ujung hidung adik perempuannya.
"Ugh! Kamu, kan prajurit!! Mana ada prajurit yang cepat lelah hanya karena bolak-balik bandara?" protes Queen.
"Memangnya prajurit itu robot? Aneh-aneh saja kamu!" timpal Pangeran tak mau kalah sambil jalan duluan meninggalkan yang lainnya.
"Tapi, kan kamu sudah dilatih untuk jadi manusia terbaik!" protes Queen lagi sambil mengejar abangnya.
Sementara Jonas hanya terdiam. Ia merasa ketakutannya benar terjadi. Tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh pindah Jonas.
"Woy, sampai jumpa lagi, ya. Gue udah mau balik lagi ke Berlin besok pagi. Sukses buat lu," ucap Galang seraya tersenyum pada Jonas. Jonas hanya memandangnya heran. Galang yang ada di hadapannya benar-benar berbeda dengan Galang 5 tahun lalu.
Jonas hanya menanggapi dengan anggukan kepalanya.
"Ya ..." jawab Jonas singkat.
__ADS_1
Galang diam-diam memerhatikan Jonas. Masih ada sisa rasa bersalah di dalam dirinya terhadap Jonas.
"Kata maaf tidak cukup, kan?" ucap Galang tiba-tiba. Bianca yang dari tadi menggandengnya menoleh ke arah kekasihnya itu.
"Wajar saja jika dia masih membencimu. Bersikap saja lebih baik sebagai bukti bahwa Galang yang sekarang sudah jauh lebih baik dari Galang yang sebelumnya," bujuk Bianca.
Galang menoleh ke arah Bianca.
"Mau cium boleh?" goda Galang.
"Ih, di depan umum gini! Malu tau!" tolak Bianca.
"Aku besok balik, loh ke Berlin," rengek Galang.
"Yah, terus?" kata Bianca yang kini wajahnya memerah karena malu. Ia melepaskan gandengan tangannya.
"Yah, terus mau cium kamu!" paksa Galang yang jarinya sudah menyentuh dagu Bianca.
"Kamu cukup diam saja, oke?" perintah Galang yang mendekatkan wajahnya dengan wajah Bianca. Ia memejamkan matanya, membiarkan bibirnya mencari sendiri kemana ia harus terpaut.
"Ehm!!!" Tiba-tiba Pangeran menegur sepasang kekasih itu, membuat Galang menghentikan aksinya.
"Ugh!!! Kenapa, sih??!!!" protes Galang kesal, sedangkan Bianca hanya cekikikan sendiri.
"Gue gak niat ganggu, tapi gue mau nanya, lu balik bareng kita atau gimana?" tanya Pangeran.
"Yah, gak bareng lah!! Kan penginapannya beda!!!" ketus Galang.
"Ugh!!! Bikin mood gue ilang, tuh orang!!" umpat Galang cemberut.
Bianca langsung mencubit bibir Galang.
"Lagian, dibilangin, ngeyel," kekeh Bianca lalu berjalan di depan Galang.
"Bi!! Tunggu, jangan tinggalin pacar kamu, dong!!" rengek Galang.
***
Jonas memberikan senyumnya pada Queen yang hendak naik taksi menuju penginapannya.
"Jangan lupa saling kontak-kontakan, ya ... Simpan, loh nomorku!" pinta Queen pada Jonas.
Jonas hanya menorehkan senyumnya.
"Pasti, nanti kalau udah sampai Jakarta, aku hubungi lagi, ya?" kata Jonas.
Queen menunjukkan ibu jarinya.
"Siip!" timpal Queen dengan wajah cerianya.
"Aku nantikan, loh chat dari kamu, hahaha ..." tawa Queen.
"Woy, udah belum ngobrolnya? Mau berangkat, nih!!!" protes Pangeran.
__ADS_1
"Iya, Kak Galang, Bianca, bye-bye!!!" teriak Queen yang melihat Galang dan Bianca muncul dari belakang Jonas.
Bianca melambaikan tangannya.
"Hati-hati Queen!!!" teriak Bianca.
Segera setelah itu taksi yang membawa Queen segera melaju.
***
Di dalam taksi.
Pangeran melirik ke arah adik perempuannya.
"Siapa cowok kacamata itu sebenarnya?" celetuk Pangeran tanpa basa-basi.
Queen menoleh sambil mengernyitkan dahinya.
"Ih, Bang Ran, 'kan udah dibilang, dia itu temen seperjuangan waktu SMA. Emang harusnya dia jadi siapa?" kekeh Queen sambil geleng-geleng kepala.
"Yah, entah kenapa gue ngerasa dia natal lu dengan cara berbeda. Kayak ... entah lu dan dia atau dia doang, punya perasaan gitu. Uhm, tapi lu, mah gak mungkin. 'Kan lu baru aja putus cinta dari Ryu, ya?" Lagi-lagi Ia geran membawa luka yang bahkan belum sembuh di hati Queen.
"Ck!!! Dibilangin, jangan ngomongin dia. Ini bolak-balik ngomongin lagi! Bete, ih!!!" ujar Queen ngambek.
"Yah, lu harus terbiasa. Bukan berarti lu gak mau denger tentang Ryu, terus lu bisa lepas gitu aja dari Ryu. Lu harus terbiasa juga kalau Ryu bisa aja di sekitar lu, tapi dia bukan milik lu," kata Pangeran lagi.
"Iya-iya, Queen tahu," jawab Queen biar Abangnya tidak berceloteh lagi.
"Uhm, tapi beneran, lu atau dia gak ada apa-apa? Bukannya dia dulu termasuk korbannya Galang?" Meskipun Pangeran tidak ada di lokasi saat itu, ia tentu mendengar kasus Galang 5 tahun lalu.
"Apa? Dia korbannya Galang? Bukannya korbannya Galang hanya Ryu?" tanya Queen.
"Lu gak tahu? Gue dapet beritanya dari Tante Hana, sih yang kebetulan menangani kasus Jonas. Uhm, lu gak merhatiin kalau Jonas sama Galang kayak canggung gitu ..." kata Pangeran lagi.
"Yah, mereka emang dari dulu canggung. Karena Galang suka nge-bully Jonas waktu SMA, terus berhenti karena aku membela Jonas," imbuh Queen mengingat masa SMA-nya.
"Tapi ..." Queen masih penasaran.
"Gimana ceritanya Galang jadiin Jonas sasaran. Jangan bilang yang bikin Jonas sekarat waktu itu adalah, Galang??!!!" tebak Queen.
Pangeran mengangguk.
"Kenapa???" tanya Queen lagi.
"Mau tahu?" tanya Pangeran.
"Ya, cepetan kasih tau!!!" paksa Queen.
"Uhm, katanya, motifnya karena mereka semua yang diserang oleh Galang adalah PENGGANGGU!" tekan Pangeran di kalimat terakhir.
"Pengganggu?" Mata Queen membulat saat mengerti maksudnya. Ia sontak menatap Abangnya seolah bertanya, mungkinkah dugaannya benar?
***
__ADS_1