I Love You Queen

I Love You Queen
S2: Pesta Pernikahan


__ADS_3

Queen memandang wajahnya di depan cermin yang baru saja selesai dirias. Kini rambut keritingnya mulai disanggul agar terlihat lebih elegan. Terakhir sebuah aksesoris berupa tiara daei kristal dan mutiara berbentuk palem serta kepingan salju pun dipasang untuk menambah kesan cantik.


"My Queen to be The Real Queen," sahut Awan yang sedari tadi memperhatikan wanitanya yang sedang dirias hingga menerbitkan senyuman lebar di wajah wanita 21 tahun itu.


Queen yang baru selesao dirias pun berdiri dari kursinya, Awan buru-buru mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan wanitanya. Queen melebarkan senyumnya sambil menatap Pria yang kini tengah mengenakan Tuxedo itu.


"Kamu tidak perlu bersikap begini. Kita ini hidup di negara republik dan jaman modern," kekeh Queen, tetapi tetap menerima uluran tangan Awan. Pria itu langsung meletakkan tangan wanitanya di lengan.


"Bagiku kamu adalah ratuku di kerajaan kita," gurau Awan malah geli sendiri. Queen reflek menyenggol pinggang Awan pelan.


"Ehm!" Tiba-tiba mereka berdua dicegat oleh seorang wanita bermata besar. Seketika mata mereka membulat, tetapi kwdua sudut bibir mereka naik.


"Liza!" seru mereka berdua kompak.


"Kayaknya ada yang udah siap nikah, nih di next month!" ledek Liza yang sekali lagi membuat mata Queen dan Awan membulat.


"Ih, apaan, sih! Yang ada kamu dulu, kali! Kamu sama Kak Gibran udah pacaran dari SMA 'kan?" lempar Queen langsung menarik lengan Awan dan menyembunyikan wajahnya yang memerah di bahu Pria itu.


"Gue? Haha, Tenang aja, itu, sih kalian tinggal tunggu undangan ..." Liza mendekati dua sahabatnya yang sudah berubah jadi sepasang kekasih itu. "Tapi, kalian harus menjelaskan, bagaimana kalian berdua bisa pacaran sekarang!" titah Liza seraya memicingkan matanya.


"Gak ada angin, gak ada hujan, tiba-tiba muncul di pernikahan Bang Ran dengan status sepasan kekasih. Hem ..." Liza bahkan menatap Queen dan Awan secara bergantian. "Kalian belum terlalu jauh 'kan?" Seketika wajah Queen dan Awan memerah.


"Ja-jauh apanya? Jangan bicara sembarangan kamu, Liza!" panik Awan sambil melirik Queen yang kini memalingkan wajahnya. Liza malah tersenyum sambil berkacak pinggang melihat reaksi kedua sahabatnya.


"Jangan menggoda pasangan yang sedang kasmaran, Liza!" seru Sera yang tiba-tiba muncul dari belakang Liza. Atensi Liza pun beralih.

__ADS_1


"Hah? Apa maksudnya, Sera? Lu udah tahu kalau mereka jadian?" cecar Liza. Sera hanya merangkul Liza sambil melempar senyumannya pada Queen dan Awan.


"Cepat atau lambat, mereka akan bersama. Aku sudah bisa prediksi itu," ujar Sera penuh percaya diri.


Dahi Queen mengernyit. "Apa maksudmu, Sera? Kamu tahu kalau Awan ke aku itu ..." Sera langsung mengangguk dan menepuk pundak Awan. "Congrats, ya. Semoga cepet dihalalin. Jangan lama-lama, Karena aku tahun ini mau berangkat ke London," ujar Sera.


Liza menoleh ke arah Sera. "Kamu jadi fix ke London? Buat sekolah masak itu?" tekan Liza lagi yang langsung dijawab anggukan Sera. "Yah, Tidak ada yang harus dilakukan lagi setelah CLD bubar 'kan?" Seketika raut wajah Awan berubah.


"Maaf, itu gara-gara aku ..." ucap Awan yang masih merasa bersalah. Namun Liza langsung mencubit pipi Awan.


"Hey, Apaan, sih? Lu 'kan gak hadir di konser karena menyelamatkan Queen kita ..." Atensi Liza beralih pada Queen yang juga memasang raut sedih. "Gue lebih bahagia, karena sahabat gue baik-baik aja!" Ucapan Liza seketika menyingkirkan raut sedih di wajah Queen. Wanita itu langsung melepas gandengannya di lengan Awan dan membentangkan kedua tangannya.


"Mau peluk," manja Queen yang langsung dibalas pelukan oleh Liza. Sera pun langsung ikut memeluk kedua sahabatnya itu, begitu juga Awan.


"Benar juga!" Sera juga ikut melepas pelukannya sambil merapikan dressnya.


Sementara Liza masih enggan melepas pelukannya dari Queen. "Ih, gue masih mau pelukan sama my Queen. Soalnya setelah ini gue mau berangkat ke Paris ..." rajuk Liza malah mengeratkan pelukannya pada Queen.


"Hah? Kamu mau ke Paris? Aku sendirian dong ...: Queen langsung membalas pelukan Liza dengan sangat erat.


"Iya, Queen sayang. Gue juga mau mengejar mimpi seperti Nona Sera," goda Liza sambil menunjukkan senyum lebarnya pada Sera, tetapi wanita dingin itu hanya tersenyum tipis.


"Aku senang mendengar kabar ini dari kalian," cetus Awan. Liza langsung menghampiri Pria Berwajah Manis itu sambil menepuk pundaknya pelan.


"Hey, lu juga jangan kelamaan vakum. Kami tahu, Potensi kamu sebagai song writer itu masih ada. Setidaknya lu bisa bangkit lagi dengan itu dulu." Ucapan Liza langsung menciptakan senyum di wajah Awan.

__ADS_1


"Ya, terima kasih ... Uhm, tapi kayaknya aku mau ke dunia akting dulu, deh ..." imbuh Awan yang pinggangnya langsung ditarik oleh Queen.


"Akting? Jadi aku harus bersabar demgan rasa cemburu jika kamu berpasangan dengan aktris, ya?" sindir Queen.


"Waduh, hati-hati Awan, pacarmu ini cemburuan loh!" ledek Sera. Awan hamya memandang gemas ke arah Queen yang kini memonyongkan bibirnya. "I know. Aku tinggal ambil peran yang tidak mengharuskan berpasangan dengan wanita 'kan," ujar Awan yang langsung menerbitkan senyum Queen, Wanita 20 tahun itu langsung mencubit gemas pipi kekasihnya. "Ya ampun, aku makin cinta deh kalau kayak gini," gemas Queen.


"Ih, silau! Bikin iri! Gue jadi kangen My Eben. Gue cabut duluan!" seru Liza langsung pergi meninggalkan sahabatnya. Sementara ketiga sahabatnya itu hanya bisa geleng-geleng kepala.


***


"Ingat, ya ... Hitungan ketiga, bilang cheese!" seru fotografer membuat arahan. Para wanita mengambil posisi di samping Amanda, sedangkan para Pria mengambil posisi di samping Ran.


"Satu, dua, tiga!"


"Cheese!"


Potret pernikahan Amanda dan Ran pun terlaksana. Setelah sesi foto dengan bridesmaid dan fianceemaid selesai, dilanjutkan dengan sesi salam-salaman dengan mempelai. Queen yang merasa lapar pun turun dari pelaminan. Namun, ia tak sadar, ada langkah kaki yang mengijutinya dari belakang.


"Queen!" Sebuah suara wanita memanggil namanya. Queen yang sangat mengenal suara itu pun menghentikan langkahnya. Ia mengepalkan tangannya erat-erat sambil mengatur napasnya.


"Queen, maaf ..." Wanita cantik itu kini berdiri di depannya. Queen pun terpaksa mengangkat kepala sambil memasang senyum di wajahnya.


"Ya, ada apa, Scarlet?" sahut Queen sambil memasang topeng bajanya.


Dahi Scarlet mengerut, tentu ia sadar arti dari senyum di wajah Queen. "Uhm, begini ... Boleh kita bicara sebentar ... Uhm, berdua?" pinta Scarlet.

__ADS_1


__ADS_2