
Hari ini adalah hari terakhir taruhan antara Liza dan Queen. Namun sayangnya, sudah lebih dari satu jam Queen menunggu kedatangan Ryu yang berjanji mau menjemputnya hari ini. Bahkan Liza sudah melapor duluan tadi. Kini Queen menghentak-hentakkan kakinya karena menunggu. Sesekali ia melihat ke jam tangannya.
"positif, Queen.., positive thinking...," katanya berusaha menenangkan dirinya.
"ehm !" Tiba-tiba ada seorang Laki-laki yang menegurnya. Queen tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa orang itu. Ia hapal betul siapa laki-laki yang selalu langganan mendekatinya itu,
"cewek...," sapa laki-laki itu, tapi tidak digubris oleh Queen.
"Abang perhatiin, dari tadi sendirian aja..., Nungguin siapa, sih?" Tanyanya dengan nada manja.
Queen memutar bola matanya, Sejujurnya ia sangat jijik mendengar suara itu dari laki-laki yang sedang berusaha menggodanya itu alias Galang.
"woy.., cewek.., Jangan cuekin Abang, dong.., Kasihan hati Abang.., soalnya mudah rapuh." kata Galang lagi.
"hadeh...," keluh Queen.
"Woy, Queen !!! Gue udah halus, ya nanya ke elu !!!" Kata Galang yang tak sabar juga akhirnya.
Queen membalikkan badannya,
"Apaan, sih???"
*
Sementara itu,
Ryu kini sedang duduk di sebuah coffe shop bersama seorang perempuan berkulit putih, berbulu mata lentik, hidung mancung sempurna dengan rambut panjang lururnya yang kali ini dibiarkan tergerai,
"long time no see, Ryu..," Sapa perempuan itu yang dari tadi tersenyum dan tidak bisa berhenti memandang Ryu.
"Long time no see, Scarlett.., uhm.., atau harus kupanggil, Kakak Kejora?" tanya Ryu.
Wajah Perempuan itu langsung memerah,
"please, Ryu, jangan panggil aku begitu. Hanya Ayah yang memanggilku begitu..., uhm..," Perempuan bernama Scarlett itu tiba-tiba terdiam, seolah sedang berpikir,
"kecuali...," katanya.
"kecuali apa?" tanya Ryu.
"kecuali, jika kamu mau menerima pernyataan cintaku...," Kata Scarlett.
Glek !
"ah, lagi-lagi,ya.., Kukira dia sudah melupakannya." batin Ryu.
"bagaimana penawaranku?" tanya Scarlett.
__ADS_1
Ryu tersenyum,
"Maaf, Scarlett.., aku baru ingat, kalau aku harus menjemput Queen." kata Ryu mengalihkan pembicaraan, lalu beranjak.
"Queen?" Gumam Scarlett.
"uhm.., Queen.., Putri satu-satunya Papa Iskandar." kata Ryu.
Scarlett tersenyum,
"Ryu...," cegah Scarlett.
"hm?" Tanya Ryu yang tidak jadi pergi.
"boleh,kan aku ikut? Mungkin saja Queen juga merindukanku...," kata Scarlett lagi.
Ryu tersenyum,
"jika kamu merindukan Queen.., maka boleh saja." kata Ryu.
"terimakasih, Ryu." kata Scarlett.
"sebaiknya aku menanyakan pada anak itu, apakah ia masih menyimpan perasaan pada Ryu..., Ah, tapi itu,kan hanya celetukan anak usia lima tahun, percaya dirilah, Scarlett..., Kamu menyatakan cintamu pada Ryu ketika kamu masih remaja hingga sekarang, Perasaanmu pada Ryu lebih serius dibandingkan perasaan seorang Queen...," gumam Scarlett dalam hati.
*
"lu nunggu siapa, sih, Queen? Nunggu pacar bohongan lu apa?" tanya Galang yang sebenarnya mulai bosan karena dari tadi diabaikan oleh Queen.
"pacar bohongan? Siapa?" tanya Queen.
"Cowok yang waktu itu jemput elu di halte." kata Galang.
Glek !
Queen menelan ludah. Dia benar-benar lupa kalau kemarin dia mengakui Awan sebagai pacarnya.
"dia pacar bohongan,kan?" tebak Galang lagi.
"kenapa juga kak Galang bisa mikir gitu?" tanya Queen.
"soalnya, di acara kemarin, lu gak sama dia. Lu malah sama cowok berkacamata yang ternyata kenal sama adek kembar gue." kata Galang.
"ah.., bicara soal cowok itu, sebenarnya gue juga gak nyangka kalo ada yang bakal kenal sama gue atau adek gue. Soalnya kita emang jarang dateng ke acara begitu. Mendingan ngelakuin apa yang kita suka." kata Galang.
"pft.., emangnya kak Galang punya hobi?" tanya Queen jadi ikut terlarut dengan pembicaraan ini.
Galang langsung menoleh ke arah Queen,
__ADS_1
"ya punyalah ! Gue itu suka boxing..," kata Galang.
"dan main gitar...," kata Galang malu.
"pft...., kenapa yang kedua ngomongnya dengan suara kecil ? Kenapa? Malu?" tebak Queen yang tertawa.
Melihat Queen tertawa membuat Galang ikut tersenyum,
"Nah.., akhirnya Lu ketawa juga,kan..., Ciee yang ketawa...," ledek Galang tak menjawab pertanyaan Queen sama sekali.
Raut wajah Queen langsung berubah, Wajahnya kini memerah karena malu.
"duuh.., bisa-bisanya aku ketawa gara-gara dia...," gumam Queen panik.
"cie,ciee...," Galang masih meledeknya.
"iih.., udah-udah...," kata Queen berusaha menghentikan Galang.
"gue bakalan berhenti kalo__,"
Tin
Tin
Tin
Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depan lobby yang membuat senyum Queen mengembang,
"akhirnya...," Kata Queen, Galang langsung melirik ke arah Queen yang wajahnya terlihat bahagia daripada tadi.
Pintu mobil itu terbuka dan Ryu keluar dengan seorang wanita cantik dari sana, bahkan Galang sampai melotot melihat wanita itu, sedangkan Queen mengernyitkan dahinya. Ia berusaha mengingat siapa wanita cantik itu.
"dia siapa?" tanya Galang yang menutup mulutnya setelah sadar kalau ia tadi menganga.
"uhmm.., wajahnya tidak asing...," gumam Queen.
Ryu dan Wanita itu mendekati Queen,
"hello Queen. Masih ingat denganku? Aku Scarlett...," kata Wanita itu.
Mata Queen langsung membulat. Ia bahkan menelan ludahnya,
"Scarlett ??? Bukankah dia itu....,"
reflek tangan Queen langsung menggenggam tangan Galang. Galang bahkan kaget, begitu juga dengan Ryu.
"kenapa reaksi Queen seperti itu?" batin Ryu.
__ADS_1