I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 47


__ADS_3

Ryu tersenyum mendengar kabar bahwa Awan juga akan ke Solo.


"jadi rencananya, kami mau mengunjungi Kakek di waktu longgar, Yeay !!!" Seru Awan disebrang dengan girangnya. Ya, Awan dan 4 cewek-cewek cetar itu memang cukup dekat dengan kakeknya Ryu juga.


"Ahaha..., Kakek pasti sangat gembira...," Seru Ryu.


"ternyata dia juga akan ke sini?" batin Ryu.


"Aku yang akan sangat gembira karena bisa bertemu kakek lagi...," Balas Awan.


"uhm.., tapi, Awan...," Kata Ryu tiba-tiba,


"Ya?"


"Apa aku boleh datang untuk menonton pertunjukanmu?" tanya Ryu.


"woaaah...., Kamu serius, Ryu ?? Tentu saja boleh. Acara itu terbuka untuk umum. Kamu pasti akan terpukau melihat kebolehanku, hahaha....," Awan malah menyombong.


Ryu tersenyum,


"Ahahaha..., sampai akhirnya juga akan begitu..., asalkan kamu jangan berperan jadi wanita lagi, nanti aku bisa salah jatuh cinta, hahaha...,"


"oh, ya ampun.., Ryu, maaf,ya.., wajahku yang indah ini memang anugerah dari Tuhan, tetapi kamu harus tetap berpikir jernih dan waras." Ledek Awan.


"oh,ya ampun..., aku kalah.., oke..., aku kalah...," kata Ryu sambil tertawa.


"oh,iya, Ryu..., bagaimana setelah selesai acara, kita jalan-jalan bersama? Ajak Gibran juga." Usul Awan.


"jalan-jalan? Kalian memangnya ada waktu untuk itu?" Tanya Ryu.


"uhm.., entahlah...," Kata Awan kecewa,


"aduuh..., aku baru ingat kalau Gibran dan Queen ikut lomba cerdas-cermat. mana ada waktu untuk itu?" Kata Awan kecewa.


"kamu benar-benar merindukanku,ya?" Ledek Ryu.


"Ya.., bisa dibilang begitu, waktu seminggu di Jakarta benar-benar disita oleh dua gadis beringas itu...," Keluh Awan.


"kalau begitu, kita berdua saja. Luangkan waktumu untukku. Bagaimana?" Tawar Ryu.


"benarkah? Uugh.., so sweet...,"


"berhentilah, Awan..., Kamu sepertinya yang harus berpikir jernih dan waras..," Tegur Ryu.


"ahaha.., maafkan aku Oni-san...," Kata Awan.


"baiklah.., atur waktumu, aku akan meluangkan waktuku." Kata Ryu.


"baiklah.., Terimakasih Ryu, muaach !" Awan sempat-sempatnya memberikan kecupan pada Ryu.


"Haish.., sadarkan otakmu itu.., aku tutup teleponnya. Daah." Telepon segera ditutup.


Raut wajah Awan langsung berubah yang tadinya ceria jadi dingin,


"setidaknya aku harus memastikan pada Ryu tentang perasaannya pada Queen. Maaf, Ryu, aku hanya tidak ingin kalah dari orang yang tidak peduli pada perasaan Queen sama sekali...," Gumam Awan dingin.


*

__ADS_1


"Gibran !!!!!" Galang yang sedang memainkan dawai gitarnya tiba-tiba berteriak membuat Gibran yang sedang asyik belajar terhenyak,


"Apa ?? Apa ??? Hah ?!!!!" Kata Gibran kesal.


"Kenapa Lu gak aktifin aja mode nada dering di hape Lu ??? seenak jidat naro di atas kasur gue !!! Tuh geter-geter !!! Ganggu gue bermusik aja !!! Tuh, Ada telepon dari calon bini lu !!!" Kata Galang lalu melempar ponsel Gibran, untungnya Gibran bisa menangkapnya,


"Bini? Heh, Aku tidak punya__," Gibran tidak jadi marah ketika melihat nama seorang gadis di layar ponselnya,


"Liza?" Gumamnya dalam hati, Lagi-lagi ia merasakan geli di dadanya,


"sana, ngobrol di luar, jangan ganggu gue main gitar !!!" Perintah Galang lalu kembali naik ke atas tempat tidurnya dan memainkan gitarnya.


"Ck !" Gibran berdecak kesal sebelum akhirnya keluar dari kamarnya.


Gibran berjalan ke ruang tengah, ia langsung membanting tubuhnya di atas sofa lalu mengangkat teleponnya yang dari tadi bergetar,


"Ha__,"


"KENAPA BARU DIANGKAAT ?!!!!!" Teriak Liza dari sebrang.


"Woy !!! Bisa santai dikit, gak sih ??!!! Budek, ya kuping gue ?!!" Kata Gibran.


"Lagian bete !! Kenapa baru diangkat ?? Benar-benar menghabiskan waktu gue !!" Keluh Liza.


"Heh, yang ada elu yang menyia-nyiakan waktu gue belajar !!! Ngapain coba nelpon-nelpon?? Cewek Gak jelas !!!" Gibran tak mau kalah.


"Heh, cowok culun ! uhm.., ehm !" Liza tiba-tiba teringat kalau ia harus bersikap sopan pada Gibran,


"maksud gue.., Kakak Galang.., eh? itu, mah yang satunya lagi. Kak Gema.., eh ? bukan, Kak Geby.., eh? Kok jadi cewek, sih namanya?"


"Nama gue Gibran ! Gibran !!!!" Kata Gibran yang sudah tidak bisa menahan diri.


"Gibran ! G, I, B, R, A, N !!! Gibran !!!" Gibran mulai kehabisan kesabaran.


"ugh.., susah.., lagi pusing gue !! uhm..," Liza terdiam sejenak, seolah sedang berpikir,


"gimana kalo gue panggil lu Eben aja. Ya, Eben lebih gampang."


"Eben ? Eben nama apaan?"


"udah, nama imut Lu. Gue panggil Eben. Panggilan spesial dari gue, cuman gue yang boleh manggil lu itu. Eben. Yah.., nyaut, yah, kalo gue panggil Eben?" Pinta Liza agak memaksa.


"panggilan spesial?" Batin Gibran.


"tunggu? apaan, sih Gibran ? Tidak, tidak ada yang namanya panggilan spesial !!!" Batin Gibran yang tersadar.


"Heh, seenak jidat lu,ya !!"


"Ebeen..,"


"Apa__, aarghh.., nama gue Gibran !!" Kata Gibran tak terima.


"udah, fix Eben."


"Ah, terserah lu dah.., ngambek entar anak orang !!" Gibran akhirnya mengalah.


"Ebeen.., jangan marah lagi, dong..., hehe..," Bujuk Liza.

__ADS_1


"cepetan, kamu mau ngomong apa?" Kekesalan Gibran mulai berkurang.


"Eheh.., lusa kan, katanya Eben mau ikut lomba cerdas cermat...,"


"ya? Lalu?"


"Kabar baiknya, Liza juga ikut lomba nyanyi dari lembaga yang sama.., Horeee !!" Seru Liza girang.


"apa? Jadi ada Liza juga?" Entah kenapa tiba-tiba Gibran merasa senang.


"nah, Eben tau,kan lombanya ada dimana?"


"di Solo. Ada Ryu ?" Tebak Gibran.


"nah.., sesuai janji Eben.., bantu Liza pedekate,ya sama Ryu.., jangan sampe Queen yang dapetin Ryu..., yah..., please...," Pinta Liza.


"Haish..., nambah kerjaan aja...," Kata Gibran.


"Eben..," Liza memanggilnya dengan nada manja.


Gibran menarik napas panjang,


"haduh.., dasar merepotkan.., gini...," Gibran berpikir sejenak,


"Ya.., apa? Liza mau denger kabar baik dari mulut manis Eben."


"apaan, sih nih anak.., manis banget omongannya, tapi hatinya gak semanis omongannya...," batin Gibran.


"Apa Eben?" Tegur Liza.


"gini.., Aku gak bisa janjikan pedekate kamu sama Ryu, tapi aku bisa janjikan Queen gak punya waktu dekat dengan Ryu. Lagipula aku sudah menekankan itu padanya. Tujuan kita ke sana untuk lomba. Jadi, hanya itu yang bisa aku lakukan. selebihnya usaha sendiri." Kata Gibran panjang lebar.


"serius Eben ?? Unch..., emang Eben terbayiqq.." Seru Liza girang.


"udah, udah,kan.., masalah kamu kelar. Jangan hubungi aku lagi. Aku sibuk !" Kata Gibran langsung menutup teleponnya.


Gibran lalu memandang ponselnya lalu langsung menyenderkan tubuhnya ke sandaran sofa,


"ugh.., sial..., kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan gini..., apa aku kurang istirahat?" Gumamnya.


Ting !


Tiba-tiba ada pesan chat masuk,


Gibran langsung menatap layar ponselnya dan ada sebuah notifikasi pesan dari Liza,


Thanks Eben 🥰


Gibran langsung melempar ponselnya,


"Sial !! Bisa,gak sih, gak pake hati segala ??!!!" Keluh Gibran.


*


*


*

__ADS_1


jangan lupa Favorit, 5 rate, like, comment dan vote novel ini. Dukungan kalian sangat berarti bagi kelanjutan novel ini ♥️♥️


__ADS_2