I Love You Queen

I Love You Queen
S2 : Goes to Bali


__ADS_3

Suara dentuman musik hip-hop yang sengaja dipasang memenuhi ruang untuk meningkatkan semangat para customer yang sedang sibuk dengan alat olahraga beratnya masing-masing.


Queen menambah beban sepeda statisnya untuk menambah intensitas latihannya.


"Tambah satu beban?" tegur Awan yang juga sedang menggunakan sepeda statis sebagai alat latihannya di samping Queen.


"Yes, kakiku ini sudah mulai bosan dengan beban sebelumnya, hahaha..." ujar Queen menyombong.


"Keh, sepertinya jika aku latihan bela diri denganmu, kamu akan mulai menggunakan kaki berototmu itu untuk menumbangkanku, hahaha ..." tawa Awan lagi malah meledek gadis di sampingnya.


Queen menatapnya sinis.


"Sekarang My Cotton Candy sudah ahli meledek orang ya?" tukas Queen kesal.


"Ahaha ...." Awan hanya tertawa.


Diam-diam Queen memperhatikan telinga Awan yang kini dihiasi oleh anting bulan sabit.


"Akhir-akhir ini kamu sering memakai anting di telinga kananmu," ujar Queen.


Awan langsung reflek menyentuh telinganya, sedangkan kakinya masih aktif mengowes pedal sepeda statisnya. Ia lalu tersenyum.


"Karena sudah tidak sekolah lagi," ujar Awan. Dulu saat sekolah memang dilarang menggunakan aksesoris seperti anting.


Awan lalu menyunggingkan senyumnya.


"Selain itu aksesoris ini penting untuk aura dan ketampananku. Apa kamu tidak baca setiap komentar music video dan rekaman konserku?" tanya Awan berniat menyombong lagi. Ya, Awan memang belum lama ini debut sebagai seorang penyanyi.


Queen memicingkan matanya sambil menggeleng.


Awan tersenyum miring.


"Mereka itu mengatakan kalau aku ini terlihat lebih seksi saat menggunakan anting, aku berniat menindik lagi telingaku," kata Awan mengungkapkan rencananya.


Queen mengernyitkan dahi.


"Kenapa kamu banyak menindik telingamu? Papa tidak akan suka melihat itu, nanti kamu bisa-bisa dilarang masuk ke rumahku!" ucap Queen ketus. Sebenarnya dia yang tidak suka.


"Be-begitukah? Jadi cukup ini saja?" tanya Awan agak panik.


"I-iya! Aku masih bisa toleransi kalau hanya itu karena kamu bilang itu tanda hubungan erat antara kamu dan Mr. Lollipop, ayahmu," kata Queen, ia menggowes sepeda statusnya makin cepat.


Awan meliriknya sambil diam-diam tersenyum.


"Oke, aku akan mengikuti kata-katamu, hemm ... Oh iya!" seru Awan.


"Kamu mau ikut gak ke Bali? Aku, Sera dan Liza akan ke sana Minggu depan untuk menghadiri sebuah undangan. Ya, biasa, kami jadi pengisi acara," ujar Awan menyombong lagi. Akhir-akhir ini ia sering menyombong, apalagi fansnya terus bertambah.

__ADS_1


"Buat apa aku ikut?" tanya Queen.


"Untuk menyaksikan konser kami. Kamu belum pernah menyaksikannya, kan? Kami juga ajak Bi, Ayolah ... Aku akan minta Kak Mince menyiapkan kamar untukmu juga, yah? Please ... bisa, kan?" kata Awan memelas. Sebenarnya ia ingin menikmati hari-harinya di Bali bersama Queen.


Queen terdiam.


"Kenapa Awan agak memaksa?" batinnya.


"Ayoo ... Nanti aku traktir semua yang kamu mau, deh ..." pinta Awan.


Queen menaikkan alisnya sebelah.


"Kamu mau pamer kekayaan, ya? Oke, deh, paham. Nanti aku ikut. Kasih tau aja tanggalnya!" seru Queen memutuskan.


"Yeay! Kita reuni!!! Aku kangen banget loh kita ngumpul-ngumpul kayak dulu. Tapi sejak aku, Liza dan Sera jadi Trainee, kita jadi gak pernah ketemu, ini juga baru bisa ketemu sama kamu setelah padatnya jadwal debutku, hahaha ..." seru Awan girang.


Ting!


Tiba-tiba ada notifikasi masuk di ponsel Queen.


"Ada pesan masuk, Tuh!" kata Awan sambil melirik ke arah ponsel Queen.


Queen mengambil dan memeriksanya. Rupanya itu berasal dari notifikasi IG seorang Ryuuji yang setelah lama tidak mengupload fotonya. Jari Queen dengan cepat langsung membuka password ponselnya dan meluncur ke aplikasi tempat bagi-bagi momen itu.


Mata Queen membulat saat membaca tag lokasi di kiriman foto akun official Ryuuji.


"Awan, kapan kita akan ke Bali?" tanya Queen.


"Sayangnya Minggu depan, apa kamu sudah tidak sabar, My Queen?" tanya Awan yang juga lagu sibuk dengan ponselnya.


"Minggu depan??? Apa tidak bisa lebih cepat??" tanya Queen antusias.


Awan tersenyum.


"Kenapa kamu begitu ingin buru-buru, Kami masih ada jadwal lain, sayang. Tidak bisa dimajukan atau diundur ..." kata Awan lembut. Terbesit rasa senang di hatinya. Mungkinkah Queen juga sangat merindukan kebersamaan mereka?


"Kenapa tidak bisa??? Kalau begitu aku yang akan berangkat sendiri!! Mumpung liburan semesterku masih panjang, aku juga mulai penat di semester lalu," rengek Queen sambil cemberut, tetapi kakinya masih setia mengayuh pedal sepeda statisnya.


"Maafkan kami, Queen, tetapi semua kegiatan kami sudah dijadwalkan dan terikat kontrak, jadi tidak bisa melakukan apa-apa," kata Awan masih berusaha bernegosiasi dengan Queen.


Queen hanya cemberut, ia meletakkan ponselnya di tempat khusus ponsel yang tersedia di sepeda statisnya lalu mengayuh sepedanya lebih cepat.


"Kecepatan tinggi!!!!" seru Queen melampiaskan kekesalannya.


Awan langsung sadar dengan keanehan sahabatnya.


"Memangnya kenapa kamu sangat ingin pergi ke Bali? Apa notifikasi tadi memotivasimu?" tanya Awan asal. Ia yakin notifikasi itu hanyalah notifikasi biasa

__ADS_1


Queen langsung berhenti mengayuh sepedanya.


"Ryuuji ada di Bali!!" seru Queen yang berhasil membuat detak jantung Awan berhenti sesaat.


"Ryuuji?" kata Awan mengulang nama itu. Nama yang dari dulu dipuja-puja oleh Queen, bahkan setelah 5 tahun berlalu. Rupanya Queen belum melupakan perasaannya.


Awan tersenyum miring.


"Mana mungkin lupa? Jika ia bisa lupa, harusnya aku juga bisa lupa kalau aku mencintainya, kan?" gumam Awan dalam hati. Ia menggenggam stang sepeda statis-nya erat sambil diam-diam mengemelutukkan giginya.


"Kenapa dia tidak mengabariku kalau dia ada di Indonesia sekarang??!!!" teriak Queen kesal lalu kembali menggowes sepedanya.


"Mungkin dia hanya sebentar di Bali, atau itu foto lama," kata Awan yang agak kesal dan masih berusaha menyembunyikannya.


Queen melirik ke arah Awan. Mana mungkin ia tidak menyadari segala ekspresi Awan yang jelas-jelas ada di sampingnya.


"Kamu kenapa My Cotton Candy? Kamu kesal juga, kan?" Sayangnya Queen selalu gagal paham tentang penyebab seorang Awan mengekpresikan dirinya.


"Kesal? Ya, Aku sangat kesal!" ujar Awan ketus.


"Benar!! Pokoknya nanti aku akan menginterogasi Ryu!!! Apa dia sudah melupakan kita? Tidak mungkin dia melupakanku," ujar Queen malah mengkerucutkan bibirnya.


"Mungkin aja dia udah lupa kalau ada orang yang menunggunya karena dia bahagia dengan kekasihnya," celetuk Awan masih dengan nada ketus.


Queen menoleh cepat.


"Ma-maksudmu, Scarlett?? Mu-mungkinkah mereka masih bersama?" ujar Queen yang suaranya makin mengecil karena terbesit rasa kecewa di hatinya.


"Bisa jadi Scarlett, bisa jadi wanita lain. Kita tidak tahu apa yang dia hadapi selama di Jepang sana," kata Awan agak ragu. Sebenarnya ia agak merasa bersalah karena menuduh Ryu yang tidak-tidak, ini seperti bukan dirinya.


"Lihat saja, pokoknya aku akan ke Bali duluan, aku akan mengeluarkan kemampuan stalking-ku untuk mendapatkan hotel yang sama dengan Ryu!!!" tekad Queen.


Awan hanya bisa menghela napas kasar. Setidaknya ia harus bersyukur, Queen tidak menggunakan kemampuan stalking-nya untuk mencari keberadaan Ryu.


"Ya sudah, sampai ketemu di Bali," ucap Awan dingin sembari menghentikan gowesannya lalu mengelap keringatnya yang bercucuran.


"Kamu udah selesai, Awan?" tanya Queen.


"Aku masih ada pemotretan, sampai ketemu di Bali!" kata Awan yang pergi meninggalkan Queen sendirian.


*


*


*


🎉🎉Hello, ada yang kangen gak sama Awan-Queen-Ryuuji?

__ADS_1


Sesuai janjiku akan update satu bulan kemudian untuk menjawab semua pertanyaan, semoga kalian masih menikmati ceritanya🎉🎉


__ADS_2