
Uap panas dari secangkir kopi yang sedang dinikmati oleh Ryu mengebul begitu tertiup angin dingin pagi hari di pantai yang tidak jauh dari tempatnya menginap. Ia benar-benar lelah semalam dan ingin menenangkan dirinya dengan melihat indahnya ombak yang menyapu pantai. Suara gemuruhnya ombak memberikan rasa tenang tersendiri bagi seorang Ryu.
Mengingat kejadian semalam membuat ia tersenyum. Bukan tanpa alasan kini ia berada di Bali setelah hidup di Jepang selama 5 tahun terakhir.
"Ouw ... ouw ... ouw ... siapa ini? Apa lu ke sini secara diam-diam?" Tiba-tiba suara seseorang memecahkan ketenangan ombak yang sedang ia nikmati. Ia memang sengaja tidak bilang siapa-siapa kalau ke berlibur ke Bali. Ia punya kabar yang mencengangkan, tetapi ia memutuskan untuk memberitahunya nanti, di saat yang tepat.
"Adlan? Kenapa kamu ada di sini?" ucap Ryu kaget dan agak was-was. Ia memastikan dirinya masih sendirian, setidaknya orang yang sedang bersamanya semalaman seharusnya masih lelap tertidur.
"Tentu saja gue di sini. Gue bisa muncul dimana aja ketika Daddy minta gue mengurusi perusahaannya ... uhm ... Lalu, kenapa lu ada di sini?" selidik Adlan.
"A-aku ... aku sedang liburan ...." jawab Ryu terbata-bata.
Adlan yang melihat gelagat seorang Ryu jadi semakin curiga kalau ada yang sedang ditutupi sahabatnya itu. Namun ia malah terkekeh, pura-pura tidak sadar akan keanehan sikap Ryu.
"Yang aku tahu, alasan u ke Indonesia hanya untuk bertemu dengan Bang Ran ... Namun dia masih disibukkan dengan ikatan dinasnya, mungkin tahun depan ia mulai bisa ambil cuti," ujar Adlan. Sekalipun sibuk, ia tetap menanyakan kabar semua teman-temannya, termasuk Pangeran, orang yang sangat ia hormati.
Ryu mulai menggaruk-garuk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
"A-aku tau ... Aku ke sini karena baru selesai dengan projek animasiku. Aku ingin mencari inspirasi dan mempersiapkan projek animasi lainnya," kata Ryu mengungkapkan rencananya.
"Begitu? Uhm ... Lu sendirian aja ke sini?" tanya Adlan yang tersenyum karena orang yang ada di dalam dugaannya tiba-tiba muncul dari belakang Ryu.
"I-itu ... aku--"
"Hai, Adlan ..." sapa seorang wanita yang sontak membuat mata Ryu membulat.
Senyum Adlan semakin lebar sambil memandang wanita itu.
"Hai, Scarlett ... lu kelihatannya lelah ..." kata Adlan yang sudah bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi.
***
__ADS_1
Queen berjalan sambil digandeng oleh Perry, putri dari Papa Odi sekaligus adik sepupu Liza yang memang tinggal di Bali. Kini mereka berdua sedang melihat-lihat cottage yang disewa oleh Queen untuk liburan di Bali
"Aku senang Kak Queen datang ke sini dan menginap di cottage-ku. Setidaknya aku tidak sendirian di sini. Oh, iya, Kak Adlan juga di sini, aku tadi tak sengaja bertemu dengannya," ujar Perry girang sendiri.
"Adlan?" tanya Queen.
Perry menganggukkan kepalanya cepat.
"Iya, Apa Kak Adlan masih ngejar-ngejar kak Queen?" selidik Perry. Ia sangat ingat kalau dulu Adlan sangat menyukai Queen, tetapi berkali-kali ditolak.
Queen menggeleng.
"Tidak, Adlan sudah tidak ngejar-ngejar aku lagi. Dia sudah punya pacar, kamu ketinggalan banget, sih ..." kekeh Queen.
"Hah? Benarkah? Ya ampun, inilah akibatnya Papa tidak mengizinkanku keluar dari pulau Bali ini," ujar Perry kesal sendiri. Queen hanya tertawa kecil menyaksikan keimutan seorang Perry.
"Oh, iya, Perry, apa kamu masih ingat dengan Ryuuji?" tanya Queen. Sebelum memutuskan menginap di sini, ia sudah berhasil membuat Yura buka mulut tentang keberadaan Ryu di Bali.
"Ryuuji ..." Mendengar nama itu, Perry langsung bungkam. Ia masih ingat dengan jelas perjanjiannya dengan seorang Ryuuji tiga hari lalu.
"Di IG???" Perry kaget bukan main.
"Duuh ... Kakak Ryu ngapain posting-posting??? Katanya mau mencari udara segar dan ketenangan di sini. Aku juga disuruh bungkam. Eh, dia sendiri yang comel!! Duuh ... aku harus bilang apa sama Kak Queen??" batin Perry panik sendiri.
"Perry ... Kamu masih ingat Ryuuji, kan? Emang, sih kamu, kan udah gak ketemu sama dia selama 15 tahun ..." kata Queen.
Perry mengernyitkan dahinya. Jelas-jelas 5 tahun lalu ia bertemu dengan Ryu yang mengenalkan diri sebagai pacar Scarlett. Mereka bahkan sempat bersenang-senang seharian, tentunya juga dengan Scarlett. Selain itu, tiga hari lalu ia juga bertemu dengan seorang Ryu yang memintanya menyembunyikan keberadaannya di Bali.
"I-ingat gak, ya? Yang mana, sih Kak Orangnya?" Akhirnya Perry berbohong dengan pura-pura lupa siapa Ryu.
Queen cemberut dan memegang kedua pipi chubby milik Perry.
__ADS_1
"Unch ... Biar kuingatkan, pertama, dia adalah pujaan hatiku," ungkap Queen. Mata Perry langsung membulat. Selama 15 tahun berlalu dan Queen masih menaruh hati pada Ryu?
"Aduh ... Kak Queen ..." lirih Perry yang sebenarnya tahu semuanya.
"Lalu yang kedua, dia adalah sahabat Abangku," lanjut Queen yang masih menorehkan senyum sumringahnya. Perry hanya menganggukkan kepalanya sebagai respon.
"Tapi, biasanya jika ke sini, dia pasti mengabariku atau mengabari orang tuaku. Baginya orang tuaku sudah seperti orang tuanya," ujar Queen kecewa. Ia kecewa karena seolah Ryu menyembunyikan sesuatu padanya.
"Padahal, meskipun jauh, hubungan kita tetap terjalin selama 5 tahun terakhir ... Tetapi dia ..."
"Ya ampun, Kak Queen ... itu berarti dia sudah tidak nyaman denganmu. Dia ingin hidup tanpa dirimu. Sebenarnya kamu sudah ditolak secara sangat-sangat halus. Masalahnya di sini adalah kamu tidak menyadarinya ..." ucap Perry didalam hati menerjemahkan segala kejadian dari cerita Queen.
"Duuh ... mulutku ini kira-kira bisa tahan, gak ya tidak mengungkap semuanya? Ah, iya ... bisa aja Kak Adlan juga sudah bertemu dengan Ryu dan dia juga ..." gumam Perry.
"Perry ... kita keluar aja, yuk ... mumpung belum panas. Kita cari udara segar di pantai. Cottage ini terhubung dengan pantai, kan?" seru Queen antusias. Daripada pusing memikirkan Ryu yang menyimpan rahasia padanya, ia lebih memilih untuk menghilangkan penat. Masalahnya, chat-nya bahkan tidak dibalas. Entah Ryu masih on atau tidak.
"Ide bagus kak Queen!" seru Perry girang. Berjalan-jalan di pantai saat pagi hari juga merupakan hobinya.
"Kalau begitu tunggu apa lagi!" ujar Queen hendak menarik Perry keluar.
"Tapi, Kak Queen ..." cegah Perry.
"Ya?"
"Barang-barang Kak Queen?" tanya Perry.
"Ah, itu gampang. Nanti aja abis pulang dari pantai. Sekalian kita cari kerang!" ujar Queen makin antusias.
"ide bagus! Ayo, tunggu apa lagi!" seru Perry langsung menarik Queen dan membawanya ke pantai.
Queen dan Perry berlari dengan riang ke bibir pantai. Sayangnya langkah Queen terhenti begitu menemukan sosok Ryu yang sedang merangkul seorang Scarlett. Sementara Perry yang ada di sampingnya malah panik dan was-was terhadap reaksi Queen. Queen mengucek-ngucek matanya.
__ADS_1
"Perry, kamu melihat apa yang aku lihat?" tanya Queen.
Perry bungkam. Ia bingung harus jawab apa.