I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 32


__ADS_3

"aturan mainnya adalah, pertama, kalian harus beli bando telinga hewan yang sama sebagai identitas kalau kalian adalah couple."


"yang kedua, kalian harus datangin dan main di semua wahana yang sudah ditentukan di kartu kencan yang sudah Bi buat." Bianca membagikan kartu kencan kepada setiap pasangan dan sebuah pulpen.


"wahana ekstrim rata-rata..., dan bianglala raksasa?" Kata Awan membaca wahana di kartu itu.


"aduh.., Awan takut kalo ekstrim...," kata Awan manja sambil bersandar di pundak Sera.


"ututu..., tenang.., tenang..., ada Sera di sini...," kata Sera sambil mengelus pipi Awan.


"hadeeh.., oke lanjut !" kata Bianca.


"Bukan cuman datang dan main di wahana-wahana itu, kalian juga harus Selfi, kalo bisa pas lagi main kalian Selfi. Kalo enggak, juga gak apa-apa..., tapi poin akan lebih besar untuk yang Selfi pas lagi main." kata Bianca lagi.


"poin? Emangnya gunanya apa poin itu?" Tanya Galang.


"Tentu saja, buat voucher potongan untuk Dinner exclusive di Cafe Bunny-lovely...," kata Bianca sekalian mempromosikan cafe milik keluarganya.


"Diner sama pasangan sekarang ?" Tanya Gibran lalu ia melirik ke arah Liza yang masih cemberut.


"of course ! Yah, cuman permainan aja, kok ya.., jadi jangan baper. Tapi terserah, sih kalo mau baper...," kata Bianca sambil senyum-senyum sendiri.


"Oke..., jadi permainan akan berakhir ketika?" Tanya Ryu.


"Ketika jam enam sore. Kita berkumpul Di sini lagi untuk mengumpulkan kartu kencan dan bukti foto. hemm.., Siapa, ya pasangan yang beruntung?"


"Oke.., sebaiknya lebih cepat mulai, lebih baik." kata Queen.


"Oke. Kalau gitu, Game Nikmati Momen bersama Pasanganmu resmi dimulai !!!" Kata Bianca.


*


Liza berjalan dengan cepat setelah mendapatkan bando telinga singa, sedangkan Gibran berlari mengejarnya.


"Liza.., Tunggu !" Kata Gibran.


Liza tiba-tiba berhenti, membuat Gibran hampir menabraknya,


"kamu kenapa, sih ? Kalau mau berhenti, bilang-bilang, dong !" Protes Gibran.


Liza tidak menjawab dan berbalik, Ia lalu menunjuk dada Gibran dan menatapnya tajam,


"Baru kemarin lu bilang, lu benci sama gue, lu muak lihat muka gue, lu mau mengabaikan keberadaan gue ! Terus, ini apa?" Tanya Liza yang membuat Gibran tak bisa berkutik.


"Apa?!! Gak bisa jawab,kan lu ! Tiba-tiba datang dan mau jadi couple gue, ewh..., Plin-plan dasar !!!" Kata Liza.


"kepala lu kejedot WC kali,ya ?!!! Makanya lupa ingatan. Pura-pura gak berdosa dan sok-sokan deket sama gue.., ewh !!!" Kata Liza lalu mundur satu langkah, tetapi Gibran buru-buru menarik tangan Liza, membuat Liza maju dan tubuh mereka saling bersentuhan.


Mata Liza membulat, wajahnya langsung memerah karena kaget. Gibran langsung melepaskan tangannya,


"uhm.., maaf...,"


"ugh.., udah culun, licik, omongan nyelekit, mesum juga lu ya... !!!" Tuduh Liza emosi.


"MAAF !!!!" Tegas Gibran sambil menatap mata Liza dalam-dalam. Liza terpaku dan tenggelam dalam tatapan Gibran.

__ADS_1


"Aku minta maaf..., Aku..., aku sadar kata-kataku sangat keteraluan padamu waktu itu..., aku..., aku hanya emosi__,"


Gibran terhenti saat telunjuk Liza ditempel di bibirnya.


"emosi? Helo ??? Terus lu ngelampiasin ke gue gitu ???" Tuduh Liza.


Gibran mengangguk pelan,


"wah gila !" Kata Liza sambil menyisipkan rambutnya di belakang telinganya,


"makanya aku minta maaf, Kata Galang, kamu sampai menangis, jadi itu berarti kata-kataku sungguh keteralua...," kata Gibran.


"Galang? hemm...," Tiba-tiba muncul sebuah ide di kepala Liza.


Liza melipat tangannya,


"Hem..., lu mau gue maafin?" Tanya Liza.


"yah.., mau.., Memangnya apa tujuan minta maaf selain dimaafkan?" Gibran balik tanya.


"Duuh..., udah, deh, jangan protes !" kata Liza jadi tambah kesal. Gibran bungkam.


"oke., gue bakalan maafin elu..., tapi ada syaratnya...," kata Liza.


"Apa?" Tanya Gibran.


Liza tersenyum lebar,


"bantuin gue, jauhin Queen dan Ryu...,"


*


Queen POV


Aku menggandeng tangan Ryu. Sesekali aku melirik ke arahnya sambil tersenyum lebar. Bukankah ini kencan yang sempurna. Ryu bahkan sesekali membalas senyumanku.


Aku bertekad. Pokoknya hari ini harus kuungkapkan perasaanku pada Ryu !


"uhm.., Queen..," Ryu memanggilku.


"ah,iya?"


"Apa kamu lelah?" Tanyanya.


"ah.., tidak juga."


"bukankah ini kencan?" Tanya Ryu tiba-tiba. Dia juga menyadarinya kalau ini kencan?


"i,i,ini hanya permainan, Ryu...," Kataku. Jaga image sedikit lah.


"permainan berkencan." kata Ryu lagi.


"uhmm.., i,iya...," Kataku.


"kalau begitu, kita bisa jadi pasangan sekarang " Kata Ryu lagi yang membuat jantungku hampir copot.

__ADS_1


"uhm.., tapi...," belum selesai aku bicara, Ryu berhenti dan berjongkok,


"ayo naik ke punggungku, kita berselfi lalu kita berlari ke wahana Hysteria !" Kata Ryu.


"uhm.., tapi...,"


"ayo, jangan banyak tapi !!"


"i,iya...," Aku naik ke atas punggungnya. Aku sebenarnya tidak mengerti, kenapa Ryu bersikap begini. Apa dia juga senang dengan permainan ini?


"Ryu..., sebenarnya seperti apa perasaanmu padaku."


"hah? Kamu bilang apa, Queen?" Tanya Ryu tiba-tiba. Ya ampun, apa aku menyuarakan isi hatiku?


"uhm..., i,itu...,"


"Ayo.., lihat ke arah kamera...," Kata Ryu. Aku mengikuti arahannya.


"ayo, give me your beautiful smile...,"


CKREK !


Ryu, kenapa setiap kalimat yang keluar dari mulutmu begitu indah. Semakin sering kamu mengeluarkan rangkaian-rangkaian kata indah itu, semakin aku tenggelam dalam perasaan ini. Aku ingin sekali yakin bahwa kalimat indahmu sengaja kamu berikan untukku sebagai bukti bahwa kamu juga mencintaiku. seperti diriku yang mencintaimu.


Namun sayang, sering terbesit pertanyaan di hatiku, Apakah ini nyata? Apa mungkin kamu menjawab Ya? Memperhitungkan kemungkinan kamu menyukaiku lebih sulit dari menghitung peluang deret angka KTP yang ada di soal matematika.


Kini kami berdua sudah duduk manis di tempat duduk yang disediakan di wahana Hysteria. Petugas memasangkan sabuk pengaman.


"Queen, are you ready ?" Tanya Ryu.


Aku menatap wajahnya yang kini tidak mengenakan kacamata. Wajah aslinya begitu tampan, apalagi matanya yang begitu indah.


"iya !! Aku siap!!!" Kataku bersemangat, tetapi menggenggam pegangan dengan sangat erat.


"berdoalah...," Kata Ryu dan tiba-tiba bangku kami mulai naik perlahan ke atas. Pelan-pelan, hormon adrenalinku belum terpacu. Dan....,


"WAAAAAAAAHHHKKH !!!!!"


Tiba-tiba kami semua meluncur ke bawah dengan sangat cepat lalu berhenti tiba-tiba di tengah.


"Ahahaha...," Tawa Ryu puas.


"Queen..," Panggilnya, sementara kami turun dengan perlahan,


"ya?"


"coba teriakan isi hati kita masing-masing. Siapa yang bisa mendengar, dia yang menang dan harus traktir minuman yoghurt beku." Kata Ryu.


"Siapa takut !" Kataku.


"Oke, ungkapkan apapun yang mau kamu ungkapkan___," Tiba-tiba kami naik dengan sangat cepat sampai rasanya kepalaku membelah langit,


"AKU MENCINTAIMU RYUU !!!!!!" Teriakku dan lagi-lagi kami diturunkan dengan kecepatan melebihi sebelumnya, seolah nyawaku tertinggal di atas.


Tunggu, dari sekian banyak isi hatiku, tadi aku bilang apa?

__ADS_1


__ADS_2