
Queen memandangi Ryu yang sedang sibuk meletakkan makanan Fernando dan Violet di mangkuknya.
"kamu lihat apa, Queen?" tanya Ryu yang menyadari tatapan Queen.
"uhm.., eng.., enggak lihat apa-apa...," kata Queen langsung membawa Violet ke dalam pelukannya.
"haha..," Tiba-tiba Ryu tertawa, membuat Queen heran.
"Kok, Ryu ketawa?" tanya Queen.
Ryu lalu menoleh ke arah Queen dan tersenyum padanya,
"dari kemarin kamu menatapku terus, bahkan kamu menciumku. Apa kamu segitu sukanya sama aku?" Tanya Ryu.
Deg !
"kalau menembakkan anak panah, ini pasti mendapatkan nilai 10." batin Queen.
"apa kakak Ryu sudah menyadari kalau aku menyukainya?" Batin Queen.
"Kalau kamu memang menyukaiku, aku akan sering-sering datang ke sini setiap berkunjung ke Indonesia...," kata Ryu lagi lalu mengelus Fernando yang sedang menikmati makanannya.
"sebenarnya aku...,"
"Wait, Queen.., jangan sekarang. Kalau sekarang kamu ungkapin perasaan kamu, nanti hati Sabtu ngapain? Enggak. Bersabarlah, Queen...," Batin Queen.
"sebenarnya kamu apa, Queen?" tanya Ryu.
"eh, uhm.., sebenarnya aku.., aku..., aku rindu Bang Ran.., sejak kamu datang, aku merasa kamu menggantikan posisi Bang Ran...," Kata Queen.
"duuh.., bodoh, Queen..., itu berarti kamu bilang, kalau kamu menganggap Ryu kakakmu..., ugh.., bete !!!" Kata Queen dalam hati merutuki dirinya sendiri.
"aku menggantikan posisi Pangeran? Ah.., Jadi dia menganggapku kakaknya. Yah, cukup logis. Mana mungkin dia mengingat lamaran itu. Itu,kan ketika dia masih balita ..," Batin Ryu.
"begitu,ya..., Aku senang bisa membuatmu lebih baik, Queen." kata Ryu lalu membelai kepala Queen lembut.
Wajah Queen langsung berubah jadi udang rebus,
"uhm.., Ryu !" Queen langsung berdiri,
"Ya?" tanya Ryu.
__ADS_1
"aku.., aku lupa ada PR. Aku kerjain PR dulu,ya.., daah !!" Queen langsung kabur meninggalkan Ryu.
Ryu malah tertawa kecil,
"dasar..., imut banget, sih...," gumamnya bicara sendiri.
*
Queen langsung berlari ke kamarnya, Ia menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidurnya,
"Aaaarghhh....!!! Malu !!!" kata Queen sambil menutup wajahnya dengan bantal.
"Oh, iya !" Queen menyingkirkan bantal dari wajahnya dan langsung terduduk,
"bukannya aku harus minta maaf sama Liza?" gumam Queen lalu mengambil ponselnya dan langsung menelpon Liza.
Tut
Tut
Tut
Telepon diangkat,
"ih, dasar si baper...," keluh Queen. Ia mencoba untuk menelpon Liza lagi. Namun lagi-lagi ditutup.
"apa, sih nih anak? Mau nunjukin, kalo dia lagi marah ?? Dasar baper !!!" keluh Queen, tetapi ia tidak menyerah. Ia menelpon orang lain yang mungkin ada di dekat Liza.
"hallo, Kak Queen. Ngapain lu nelpon gue?" Tanya Geo, Adik laki-laki Liza,
"ganggu aja, nih Kak Queen. Gue lagi main ML tau !" Protesnya.
"ih, si songong ! Ngomong yang sopan sama kakak Queen !!" Protes Queen.
"Duuh.., iya, maaf, maaf. Sekarang lu mau apa nelpon gue ?? Buru !" kata Geo.
"Kamu lagi sama kakakmu,gak ?"
"kakak gue? Liza?" Geo usianya 5 tahun lebih muda dari Liza, tetapi memang tidak pernah memanggil kakaknya itu dengan embel-embel di depan namanya.
"iya, siapa lagi Bambwang ?!!!" Kata Queen menyesal.
__ADS_1
"oh,iya,iya.., lagi sama gue, nih. Lagi manyun kayak bebek...," kata Geo dengan nada meledek.
"kasih hape kamu ke dia. Aku mau ngomong...," kata Queen.
Geo terdiam,
"uhm.., gak mau,kak orangnya. Masih bete." kata Geo.
"ih, dasar ! Ya udah, loudspeaker hape kamu, aku mau ngomong sama dia." kata Queen.
"heleh-heleh.., dasar dua cewek merepotkan...," kata Geo, tapi tetap melakukan suruhan Queen.
"Hallo Liza.., Liza..., sorry..," kata Queen.
"siapa lu? Gak kenal gue !!!" Balas Liza masih kesal.
"ih.., jangan gitu, dong Liza..., sorry.., emang aku yang salah. Aku gak percaya sama kamu...," kata Queen.
Tidak ada jawaban apapun dari Liza.
"Liza, dengar.., Aku ngaku, aku salah..., aku minta maaf..., maka dari itu...,"
"maka dari itu apa?" tanya Liza.
"maka dari itu aku udah bilang sama kak Galang, buat marahin kak Gibran. Aku jamin, nanti dia bakalan minta maaf sama kamu." kata Queen.
"gak butuh !!!" kata Liza.
"dianya aja gak mau lihat muka Liza ! Liza sedih tau, digituin..., huhu...," Liza malah menangis.
"Liza juga kesel sama dia, tapi Liza gak sampe segitunya, tuh...,huhuhu...,"
"Liza, ngaku, Liza emang gak sopan ngomongnya sama dia, tapi Liza gak pernah,tuh membenci dia, huhuhu...," Tangisan Liza malah makin menjadi-jadi.
"uuugh..., kalo aku ada di sana, aku peluk kamu, Liza....," kata Queen.
"huhuhu..., Queen...," Rengek Liza.
"kalo Liza sampai nangis..., itu berarti dia tidak berbohong atau memberikan bumbu MSG pada curhatannya. Duuh.., Queen.., kamu emang,ya.., seharusnya kamu setia sama sahabat sendiri...," batin Queen.
"udah.., nangis sepuasnya,yah..., keluarin semuanya...," kata Queen.
__ADS_1
"hwaaaa....!!!" Liza malah makin menjadi-jadi.
*