I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 34


__ADS_3

"apa isi hati Queen?" Suara Queen lama kelamaan mengecil.


"aku..., uhm...," Ryu seolah berpikir,


"Apa.., Apa Ryu mendengarnya?" Tanya Queen.


"Aah..., wahana tadi teralu menegangkan, rasanya ada dengung di telingaku..., ahaha...," Kata Ryu. Wajah Queen langsung lega, namun kecewa.


"bagus, sih dia gak dengar, jadi, nanti aku bisa mengungkapkannya dengan jelas di bianglala raksasa, tapi.., entah kenapa, ada sedikit keinginan untuk dia mendengarnya...," Batin Queen.


"Oh.., begitu..., uhm..., Ja, jadi..., Queen menang ! Ryu harus mentraktir Queen Yoghurt beku ! Yeay !!!" Kata Queen berusaha ceria.


"Ahaha.., iya,ya.., Aku harus mentraktir kamu..., kalau begitu, Ayo !" Ryu langsung menggandeng tangan Queen dan membawanya pergi bersama.


*


Sera dan Awan yang ada di balik pintu pembatas melambaikan tangannya sambil memegang bando kelinci Galang dan Bianca,


"Fighting !!!" Kata Sera.


"Fighting !" Balas Bianca.


"Cih.., kekanak-kanakan." celetuk Galang.


"heh, kalo gak suka, mending mulutnya dikunci !" Kata Bianca sambil mencubit bibir Galang.


"Ih !! Apaan, sih, lu ?!!! Gak bisa,ya, gak pegang-pegang gue !" Kata Galang kesal.


"Gak bisa." Jawab Bianca dengan senyum nakal.


Galang mendengus kesal. Kini petugas memeriksa kalau sabuk pengaman mereka sudah aman, Galang tiba-tiba jadi tegang,


"ehm..., kalau takut, tidur aja...," sindir Bianca.


"ta, takut? Gak ! Gue gak takut !" Kata Galang.


"Oh,iya? Kalau gak takut, gimana kalau nanti di tengah-tengah, kita Selfi?" tantang Bianca.


"A,apa ?!!!"


"berani, gak ? Gak takut,kan?" Tanya Bianca dengan nada menantang.


"Bu,bukan ! Mending, nanti aja pas udah turun..., kalau hapenya jatuh gimana? Ambil sendiri !!!" Kata Galang membuat-buat alasan.


"oh..., gitu,ya.., iya, deh..., nanti pas udah turun aja..," Kata Bianca sambil tersenyum licik.


*


Gibran menggendong Liza di punggungnya. Ia kalah taruhan. Saat naik tornado, tidak boleh menyebut nama siapapun, tetapi lidah Gibran reflek memanggil mamanya,


"emang harusnya aku yang kalah. Kalo kamu yang kalah, gimana coba kamu gendong aku?" Gerutu Gibran.


"yah.., gendong aja." jawab Liza.


"emang bisa?" Tanya Gibran meremehkan.


"bisa lah.., orang yang dua kali lebih gede dari lu juga bisa. Jangan mentang-mentang gue cewek, lu meremehkan gue,ya?" Kata Liza jutek.

__ADS_1


"aku gak meremehkan.., aku khawatir...," Kata Gibran membela diri. Bisa habis dengan lidah tajam Liza kalau dia ketawan meremehkannya.


"Aawww ....!!" Tiba-tiba Liza menggigit telinga Gibran,


"sakit woy !!!" Protes Gibran.


"lagian ngebetein !!! Gak usah sok-sokan gombal. Gak pantes !!!" Kata Liza, entah kenapa ia malah sempat-sempatnya merasa berdebar dengan perkataan Gibran.


"siapa yang gombal ? Ge-er !!!" Kata Gibran membela diri.


"udah ! Diem lu !! Cepet, kita naik bianglala raksasa !" Perintah Liza.


"iya, iya...,"


"lari !!!!" Perintah Liza lagi.


"pegangan yang kuat !!!" Kata Gibran dan langsung berlari tanpa mendengar jawaban Liza.


Gibran berlari sekencang-kencangnya, sehingga Liza memeluknya dengan erat sambil memejamkan matanya. Namun tiba-tiba ia terhenti.


"Queen....," Kata Gibran. Mendengar itu Liza membuka matanya dan melihat Queen dan Ryu yang bergandengan tangan seperti sepasang kekasih.


"Ehem...., Kemarin berantem, sekarang gendong-gendongan.., Hem.., paham, paham...," Ledek Queen.


Ryu hanya tersenyum,


"aku senang jika kamu baik-baik saja, Liz...," Kata Ryu.


Liza tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya cemberut karena Ryu seolah tidak mau membahas tentang perasaannya lagi.


"Ayo, Kita nikmati kencan ini, Queen..," Kata Ryu sambil tersenyum. Liza langsung membuang muka.


"uhm.., i,iya..," Kata Queen yang perasaannya campur aduk, Antara senang dan merasa bersalah.


"kami duluan, ya...," Kata Ryu lalu menarik tangan Queen pergi mengantri duluan.


"hiks !" Tiba-tiba Gibran mendengar suara isakan tangis, Ia menoleh,


"Dasar cengeng !" Kata Gibran yang membuat Liza malah semakin kesal lalu menjewer telinganya,


"Aawww....!!!" Rintihnya sekali lagi,


"kamu kenapa, sih? Suka banget ngebully telinga aku..., sssh..., sakit tau...," Rintihnya.


"lagian, cewek lagi sedih, malah dikatain !!! Dihibur, kek !!" Omel Liza dengan suara bergetar.


"Idiih.., males ngehibur cewek kayak kamu !" Balas Gibran.


"Ugh.., tadi janjinya apa? Katanya mau bantuin gue jauhin Queen dan Ryu ?!" Tagih Liza.


"iya,iya.., aku tahu, tapi gak sekarang !! Kalo mau melakukan segala sesuatu itu harus dengan strategi !" Kata Gibran.


"ya udah.., sekarang kita naik yang lain aja. Aku takut muntah...," Kata Liza sambil memeluk Gibran semakin erat.


"hadeeh.., ya udah, kita basah-basahan dulu di arum jeram..," kata Gibran.


"gak ! Makan dulu. Liza laper.., " katanya dengan suara manja.

__ADS_1


"hadeeh.., dasar banyak maunya...," keluh Gibran.


"iih.., udah ! Gak usah protes !!" Kata Liza yang airmatanya masih bercucuran.


"hadeeh.., kalo bukan karena merasa bersalah, aku ogah jadi pasangan kamu tau, gak !" Kata Gibran.


*


Ryu memandangi pemandangan seluruh area Dufan dari dalam kapsul bianglala. Mereka hanya naik berdua karena pengunjung memang sedikit. Sedangkan Queen masih memperhatikannya.


"Ryu...," Panggil Queen.


"hm?" Tanya Ryu sambil bersender di bangkunya.


"Apakah kamu masih penasaran tentang aku menganggapmu apa?" Tanya Queen.


Ryu menengakkan tubuhnya.


"ah, iya..., hari ini, ya? Coba, aku ingin dengar." Kata Ryu masih dengan senyumnya yang bersinar.


"bisakah kamu duduk di sampingku?" Tanya Queen.


Ryu mengernyitkan dahinya,


"uhm.., oke..," Ryu lalu pindah di samping Queen.


"Katakanlah..," Kata Ryu yang kini sudah duduk di samping Queen. Tubuh mereka kini saling berhadapan,


"jadi, kamu menganggapku apa?" Tanya Ryu mengulangi pertanyaannya lagi.


Queen menelan ludahnya. Ia meremas roknya,


"se, sebenarnya.., sebenarnya aku...,"


Deg


Deg


Deg


Jantungnya berdebar-debar, tetapi hal itu malah membuatnya sulit mengungkapkan apa yang ada di hatinya.


"sebenarnya?" Tanya Ryu.


"Selama sepuluh tahun ini..., Ryu bagi Queen adalah...,"


"adalah?"


"kenapa dia memotong kata-katanya terus?" batin Ryu agak tidak sabar.


"Aku mencintaimu Ryu !!!!" Tegas Queen.


Mata Ryu terbelalak mendengarnya.


"me,mencintaiku? Mencintaiku bagaimana?" Tanya Ryu yang tidak mau menerima dugaannya bahwa Queen menganggapnya sebagai seorang pria.


"Mencintai seperti ingin menikahimu.., Cita-citaku adalah menikahimu !!" Kata Queen sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2