
Wajah Queen sangat cerah hari ini. Bukan hanya berhasil dengan sangat prima di kompetisi cerdas cermat tadi, tetapi sekarang di hadapannya ada seorang Ryu yang sedang makan dengan segala kecoolannya (menurut Queen saja).
"Kasihan...," Kata Ryu tiba-tiba.
"Eh, Kasihan ? Siapa yang kasihan ?" Tanya Queen.
Ryu menatap Queen dan menunjuk makanan Queen,
"Kasihan, nasi goreng ini dicampakkan oleh pemiliknya, pft..," Canda Ryu.
"Eeh?" Queen malah tidak mengerti.
"Aduh.., garing,ya candaanku ?" Tanya Ryu.
"oh.., ahaha..," Queen yang baru tahu Ryu bercanda, berusaha memaksakan tawanya.
"kalau tidak lucu, tidak usah tertawa. Cepat, makan nasi gorengmu.., nanti mubazir..," Kata Ryu lalu kembali makan nasi goreng miliknya.
"Ba,baik..," Kata Queen. Iangsung menyendok nasi gorengnya dan melahapnya.
"Uhm.., maafkan aku, ya Queen.., baru bisa menemuimu hari ini...," Kata Ryu.
Queen menelan makanannya,
"ah, tidak apa-apa, Ryu. Kemarin juga aku menggunakan waktu luangku untuk belajar dan tau-tau udah disuruh balik ke hotel." Kata Queen.
"ooh..., syukurlah kalau begitu.., Aku juga khawatir kalau mengganggumu..," Ucap Ryu lagi.
"Tidak, mana mungkin mengganggu ? Aku sangat senang kamu mau datang. Bahkan bisa jadi vitamin secara tidak langsung untukku, hehe..," Wajah Queen memerah mendengarnya.
"kamu berlebihan, Queen..," Komentar Ryu.
"Oh, iya.., apakah hari ini kamu luang, Ryu ?" Tanya Queen.
"Luang ? uhm...,"
"Boleh,kan aku datang ke rumah Kakek ?? Kita menghabiskan waktu di rumah bersama Kakek...," Pinta Queen tanpa menunggu apa yang mau Ryu katakan.
"Uhm.., setelah pulang dari sini ?"
"iya, sampai sore aja. Aku juga haru balik ke hotel, nanti dimarahin Bu Beatrice, hihi...," kata Queen.
"Awan memintaku bertemu saat jam 7 malam.., mungkin bisa.., Lagipula dia meminta waktuku di rumah bersama Kakek." Gumam Ryu.
"Baiklah.., boleh saja." Kata Ryu.
"Yeay !!" Seru Queen kegirangan.
"Tapi jangan bilang-bilang yang lain, nanti mereka mau ngikut !" Kata Queen.
"Ahaha.., iya,iya.., tenang saja..," Kata Ryu.
*
Untungnya hari ini Queen tidak harus intens, malah harus lebih santai karena besok babak final. Kata Bu Beatrice, mereka harus rileks jadi diperbolehkan untuk jalan-jalan sejenak.
"Kamu ke sini membawa mobil hardtop begini, kamu luar biasa !!" Puji Queen.
"Ahaha..., ini mobil Kakek.., aku tidak punya apa-apa di sini." Jawab Ryu.
"As always..., kamu selalu merendah...," Kata Queen.
Ryu hanya tersenyum. Namun tiba-tiba raut wajahnya berubah ketika menemukan seseorang yang sedang berjalan menuju rumah Kakeknya,
"Awan ? Bukannya dia ke sini nanti malam ?" Batin Ryu.
__ADS_1
"Yeay !! Sudah sampai !!" Seru Queen.
"Kamu masih ingat rumah Kakekku, Queen ?" Tanya Ryu.
"tentu !! Dulu aku juga sering ke sini. Aku merindukan Momo-chan...," Kata Queen menyebut nama kucing anggora Nenek Minami.
"baiklah.., sekarang kita sudah sampai...," Kata Ryu yang berhasil memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.
Ia lalu keluar dan membukakan pintu untuk Queen.
"akhirnya..., bisa berduaan dengan Ryu !!" Batin Queen kegirangan.
"Loh ? Queen ?" Tiba-tiba ada suara yang sangat familiar di telinga Queen. Queen yang hendak masuk langsung memutar badannya,
"Awan ??!!!" Tanya Queen kaget. Awan bahkan belum sempat membersihkan wajahnya, tetapi Queen tetap mengenalinya.
"kenapa kamu di sini ?" Tanya Queen lagi.
"Harusnya aku yang tanya. Hey Ryu !!" Panggil Awan.
"bukankah hari ini adalah hari kencan kita ?" Tanya Awan sambil mengedipkan mata.
"Aah...," Ryu mendekati Awan dan Queen.
"Sebaiknya kalian masuk dulu...," Kata Ryu membawa dua remaja itu bersamanya masuk ke dalam rumah kakeknya.
*
Di sisi lain,
PRANGG ...,
Tidak biasanya Rin menjatuhkan gelas kopinya saat sedang mengetik.
"uhm.., yah.., Mama baik-baik saja, ...," Kata Rin sambil membersihkan pecahan mug keramiknya.
"sebentar, Sultan ambil kain pel !" Kata Sultan segera berlari ke dapur.
"ada yang aneh.., kenapa tiba-tiba perasaan gue gak enak? Apa ini ada hubungannya dengan anak-anak gue ?" Gumam Rin dalam hati.
"Ini, Ma.., Pecahan keramiknya dibuang ke sini...," Kata Sultan yang datang sambil membawa pengki dan kain pel. Ia segera membersihkan sisa kopi yang tumpah di lantai.
"uhm.., Sultan..," Panggil Rin.
"Ya Ma?"
"Apakah kamu sudah menghubungi kakakmu ? Apa dia baik-baik saja ?" Tanya Rin.
"Mama ini bicara apa ? Kakak Queen cuman ikut lomba cerdas cermat, bukan panjat tebing..., tentu saja dia baik-baik saja...," Kata Sultan santai.
"Yah, tapi akan berubah cerita kalau dia kalah,kan ?" Kata Rin.
"Hemm..., benar juga kata Mama..,"
"Coba kamu telepon sekarang. Seharusnya dia sudah selesai,kan ?" Kata Rin.
"Baiklah..., Setelah membereskan ini, Sultan akan telepon kakak." Ujar Sultan sambil mengelap bersih sisa kopi yang tumpah tadi.
"Mama, istirahatlah.., mungkin mama lelah karena seharian duduk di depan layar laptop...," Kata Sultan setelah pekerjaannya selesai lalu segera pergi ke belakang untuk membuang pecahan mug dan mencuci kain pelnya.
"Oh,iya ampun..., kenapa putra kecilku begitu mirip dengan Papanya. Romantis dan perhatian...," Gumam Rin malu-malu sendiri.
*
Queen sedang asyik-asyiknya bermain dengan Momo-chan sedangkan Awan dan Ryu sedang asyik menggambar,
__ADS_1
"Apa seperti ini yang namanya kencan ?" Ledek Ryu pada Awan yang sedang fokus mengarsir gambarnya di buku sketsa.
"Pft..., Anggap saja begitu...," Kata Awan sambil geleng kepala, tetapi tetap fokus pada gambarnya.
"Kukira kamu sudah jarang menggambar...," Tiba-tiba Ryu terhenti ketika mendengar ponsel Queen berbunyi. Ia mencari Queen yang sedang asyik bermain bersama Momo-chan juga Kakek.
"Angkat saja.., mungkin dari Mama Rin...," Kata Awan.
"Ya, kamu benar...," Ryu beranjak dan hendak mengambil ponsel Queen, tetapi tiba-tiba malah mati. Ryu lalu menyalakannya lagi, tetapi ternyata baterainya mati.
"ah.., ya ampun.., bahkan aku tidak lihat siapa yang menelponnya tadi...," Gumam Ryu.
Ryu lalu mengambil ponsel Queen dan mengisi dayanya.
Di sisi lain,
"Kakek.., maafkan Queen, ya.., Queen jarang ke sini.., baru sempat sekarang.., Lihat, Momo-chan bahkan merindukan Queen.., Queen memang tak tahu diri." Kata Queen pada Kakek Sulaiman.
"ahaha..., tidak apa-apa, Queen.., Kamu mau datang ke sini, Kakek sudah sangat senang...," Kata Kakek Sulaiman.
"Kakek.., Queen mau peluk...," Kata Queen memeluk Kakek Sulaiman.
Kakek Sulaiman menepuk-nepuk punggung Queen,
"Kamu tidak perlu sedih, Queen.., Kakek akan segera dapat kabar bahagia...," Kata Kakek Sulaiman.
Queen melepas pelukannya,
"Kabar bahagia apa, Kek ?? Pasti menyenangkan."
Kakek Sulaiman langsung tersenyum lebar,
"kamu yakin mau dengar...," Canda Kakek Sulaiman.
"Mau, Kakek.., Kabar gembira bagi Kakek, pasti Kabar gembira bagi Queen." Kata Queen agak memaksa.
"Ahaha.., baiklah.., akan kakek beri tahu...,"
Queen tersenyum lebar sambil mengelus-elus Momo-chan,
"Sebenarnya...," Kakek Sulaiman agak berbisik.
"Sebenarnya Ryu akan segera menikah...," Bisik Kakek Sulaiman sambil cekikikan.
Deg !
"me,menikah ? Jangan-jangan Ryu sudah mengatakan kalau dia akan menikah denganku.., aww !!!" Teriak Queen dalam hati.
"de,dengan siapa, Kek ?" Tanya Queen penasaran.
"Dengan.., Kejora." Bisik Kakek Sulaiman yang berhasil membuat Queen terpaku.
"Queen.., Sepertinya kabel pengisi dayamu berbeda__," Ryu berhenti bicara ketika melihat Queen yang menatapnya dengan mata merah yang berkaca-kaca dan bibir yang bergetar.
"ah.., perasaanku tidak enak...," Batin Ryu.
*
*
*
Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca "I Love You Queen" baru bisa update jam 16.00 dikarenakan Mama Uzda jadwalnya sangat padat, sehingga baru sempat up sekarang. Semoga kalian suka ya, Part ini. 😘😇😇
Kalau kalian suka cerita ini jangan lupa Favorite, rate 5, like, comment and Vote agar Mama Uzda terus bersemangat update episode. ❤️❤️
__ADS_1