I Love You Queen

I Love You Queen
S2 : Berusaha Adil


__ADS_3

Liza mengirim pesan bertubi-tubi pada Queen setelah beberapa minggu tak saling berkirim pesan. Wanita itu mulai menggunakan jurus "buldozer"-nya untuk mengobati rasa penasarannya hingga tidak bisa fokus. Ia masih penasaran, apakah sekarang Queen tengah menjalin hubungan dengan seorang laki-laki? Jika benar, seharusnya Liza senang. Namun jika laki-laki itu Jonas, entah kenapa Liza tidak terima.


"Kamu lihat apa, Liza?" tanya Sera yang sekamar dengannya. Ya, besok mereka harus gladi bersih untuk konser tunggal mereka sebelum vakum.


Liza menunjukkan layar ponselnya yang berisi ruang obrolannya dengan Queen. Ia mungkin sudah mengirim lebih dari 20 pesan yang berisi pertanyaan, tetapi sama sekali tidak dibaca apa lagi dibalas oleh Queen.


"Mungkin hapenya lagi low-bat. Sabar aja," hibur Sera. Ia sangat tahu, sahabatnya Liza paling benci ketika diabaikan.


"Tapi ini penting Sera! Lu ingat 'kan yang gue cerita kemarin?" Tentu Liza sudah menyebar berita kedekatan Queen dan Jonas kemana-mana, termasuk Bianca dan Galang juga kekasihnya.


Sera mengangguk.


"Ya, apa salahnya. Queen jyga belum vilang kalau mereka terlibat hubungan spesial. Kenapa jadi kamu yang pusing sendiri, Liza?" tanya Sera enteng.


Liza menggeleng, menola ucapan Sera.


"Tapi firasat gue buruk!" ujar Liza.


"Kamu hanya overthinking. Toh, Queen itu kuat. Sebaiknya kamu istirahat. Besok kita gladi bersih sampai sore loh!" saran Sera.


Liza hanya terdiam sembari memandamg kembali ruang obrolannya dengan Queen. Mungkin perkataan Sera memang benar. Justru dirinya yang mengirimi teralu banyak pesan mungkin saja membuat Queen jadi risih dengannya. Liza pun menghapus semua pesannya dan menyingkatnya jadi satu pesan saja.


"Jangan lupa dibalas, ya, Queen ..." gumam Liza.


***


Rin memeriksa beberapa paket yang tertumpuk di ruang tamu. Biasanya orang rumah yang menerima paket akan meletakkannya di rak ruang tamu, jika ia menerima paketnya sendiri, biasanya akan dibuka. Namun, jika bukan, akan tetap disimpan di sana sampai pemiliknya membuka kiriman tersebut.


Namun, Rin biasanya akan memeriksa paket-paket tersebut dan akan mengabarkan Sang Pemilik Paket yang belum tentu memeriksanya setiap hari.


Di antara paket-paket tersebut ada sebuah dokumen yang tersegel dengan sangat rapat dan baik, Rin memiliki firasat bahwa itu bukan sekedar dokumen biasa. Ia pun membawa dokumen itu ke kamarnya.


Di dalam kamar ada Iskandar yang sedang merekapitulasi laporan kinerjanya selama 1 bulan ini.


"Iska ... Sepertinya ada dokumen penting," ucap Rin sambil menyerahkan dokumen itu pada suaminya. Iskandar yang dari tadi fokus pada laptop pun teralihkan. Pria itu berdiri dan memgambil dokumen tersebut.

__ADS_1


Iskandar langsung bisa tahu bahwa dokumen itu berasal dari kenalannya di kepolisian yang ia minta untuk mengusut lebih dalam kasus kecelakaan Galang.


"Kita akan dapat jawabannya sekarang ..." ujar Iskandar sambil mengambil cutter dan membuka dokumen itu seapik mungkin.


"Jawaban apa?" tanya Rin yang duduk di samping suaminya.


"Ingat tentang kecelakaan Galang?" tanya Iskandar sambil memandang wajah oenasaran istrinya.


"Kecelakaan itu bukan kecelakaan human error atau kerusakan bagian mesin truk ..." ujar Iskandar mengungkap laporan terkahir.


"Supir truk itu bahkan tidak ditemukan setelah kecelakaan, padahal Supir taksi online dan Galang terluka sangat parah ..."


"Apa mungkin, Truk iru dikendalikan dari jarak jauh?" gumam Iskandar.


Rin mengeleng, kecelakaan itu bahkan sempatmasuk di berita nasional dan beberapa artikel media ternama.


"Meskipun di media diduga human error, tetapi justru "human" -nya tida menampakkan diri." Kini Iskandar telah membuka map cokelat di tangannya dan mengelurkan isinya. Terdapat beberapa foto yang merupakan bukti juga laporan yang cukup tebal.


"Dengan ini, Aku akan membungkam mulut orang tua Galang yang sama sekali tak berdasar!" tekad Iskandar.


***


Wanita 20 tahun itu keluar sendirian, tetapi langkahnya terhenti begitu melihat sosok Jonas yang muncul di hadapannya.


"Jonas?"


Pria berkacamata itu mendenkati Queen dengan wajah khawatirnya.


"Ya ampun, Queen ... Kamu baik-baik aja? Aku pikir, kamu sakit," ujar Jonas yang menunjukkan raut empatinya.


Queen mengernyitkan dahi.


"Aku baik-baik aja ... Emangnya aku kenapa?" ujar Queen berusaha mengabaikan Jonas dengan melanjutkan langkahnya. Dirinya juga bertanya-tanya, kenapa Jonas bisa ada di Kampusnya.


Pria itu pun mengikuti langkah Queen.

__ADS_1


"Karena tiba-ti a kamu gak mau dihubungi. Aku khawatir ..." ungkap Jonas.


"Ah, aku memang suka begitu, Aku mumet karena banyak tugas ..." ujar Queen lagi.


"Mumet? Bagaimana kalau kita refreshing? Aku punya tempat bagus untuk kita kunjungi, Queen!" seru Jonas antusias.


Queen menghentikan langkahnya.


"Uhm, tapi Jonas ... Aku —"


"Aku memaksa! Kamu harus refreshing supaya energinya terkumpul kembali!" bujuk Jonas.


"Sudah, mau saja!" gumam Jonas dalam hati.


Queen memandang Jonas, sebenarnya tidak salah juga ucapan temannya ini. Toh, akhir-akhir ini hanya ada Jonas yang mengisi hari-harinya. Kenapa juga ia menghindar. Meskipun awalnya dia mencurigai orang ini, sampai akhirnya ia masih baik-baik saja. Ia hanya sedih karena tidak bisa menikmati 1 hari saja bersama keempat sahabatnya. Lantas, kenapa ia malah melampiaskannya pada Jonas?


Queen pun mengangguk.


"Baik lah. Tapi, Awas kalau aku gak happy!" ancam Queen sambil tersenyum. Seketika tersebit senyum kebahagaiaan di wajah Jonas.


"Tenang, kamu pasti senang!" ujar Jonas.


"Bahkan kamu akan jauh lebih senang dari yang kamu harapkan!" batin Jonas dalam hati.


"Oke, kalau gitu tunggu apa lagi!" ujar Queen.


"Kita naik mobilku saja, oke?"


Queen mengangguk, menyutujui ajakan Jonas.


***


Menurut kalian Jinas bakalan bawa Queen kemana?


Jangan lupa Like, fav and komen :)

__ADS_1


__ADS_2