
Liza memeluk lengan Awan sambil masuk ke sekolah Queen. Ya, mereka memang tidak satu sekolah. Awan baru saja menjemput Liza di sekolahnya, kini Ia harus menjemput Queen, Sedangkan Sera mengatakan kalau ia akan langsung pergi ke Cafe Mama Sherin setelah urusannya selesai.
"Duuh.., dimana, Sih Queen?" kata Liza sambil memakai topinya karena cuaca sangat panas.
"Gak tau.., kemana, sih tuh dia? Awan bisa-bisa jadi Awan mendung kalau begini..," kata Awan.
Liza menoleh ke arahnya sambil menaikkan alisnya sebelah,
"maksudnya lu jadi hitam, gitu, Wan?" tanya Liza.
Awan tersenyum,
"of course...," Awan memang cukup peduli dengan penampilannya karena ia bercita-cita menjadi seorang penyanyi dan selebriti. Bahkan sekarang ia bersekolah di sekolah khusus musik yang menjebolkan beberapa penyanyi-penyanyi terkenal.
"Awan gak boleh jelek, Awan harus menjaga ketampanan Awan ini..., Kan gak cucok kalau kulit Awan belang-belang...,"
"hemm, tau deh.., udah mulai investasi,ya dari sekarang...," kata Liza.
Tiba-tiba langkah mereka berhenti ketika berpapasan dengan laki-laki berkacamata yang sedang menunduk. Mereka jalan ke kiri, tetapi lelaki itu malah mengikutinya, mereka jalan ke kanan, lelaki itu lagi-lagi mengikutinya.
"Duuh !!! Lu mau apa, sih?" bentak Liza membuat lelaki berkacamata itu mengangkat kepalanya. Mata Liza langsung terbelalak.
"Gibran !" kata Liza.
"Gibran? Kamu kenal sama dia, Liza, eh?" Awan merasa kenal dengan lelaki ini.
"kamu, bukannya yang suka sama Queen?" tanya Awan lalu langsung menutup mulutnya,
"Queen?" kata Gibran bingung.
"lu kenal sama Queen?" tanya Liza.
"Duuh..., Liza, kamu ingat, gak sih, cowok yang ngejar-ngejar Queen waktu itu...," kata Awan.
"oh, yang pas lu diaku pacar sama Queen?" tebak Liza.
"diaku pacar?" tanya Gibran sambil mengernyitkan dahi,
"jadi dugaan Galang benar kalau Queen tidak punya pacar?" batin Gibran.
"Wait ! Aku memang Gibran, tapi, aku tidak suka pada Queen." kata Gibran meluruskan.
"lah? Jelas, kok mukanya kayak gini !! Apa kamu lupa ingatan? Bahkan gaya kamu berubah!!" kata Awan sambil memegang kedua pipi Gibran.
"e,enggak.., Aku gak lupa ingatan." kata Gibran sambil melepaskan tangan Awan dari wajahnya.
"Oh, Gue ingat ! Tapi gue gak begitu merhatiin, sih cowok itu !" kata Liza yang ternyata dari tadi berusaha mengingat.
Gibran memutar matanya,
"oh,iya, tapi, kok Liza kenal sama dia? Liza kenal dimana?" tanya Awan.
"duuh, cowok satu ini bawel banget ? eh? Tapi bukannya gue mau ke cafe Mama Sherin? Ketemu cewek galak ini, dong ???". batin Gibran panik.
"Papa yang kenalin." kata Liza agak malas.
__ADS_1
"wah? Berarti kamu kenal sama Papa Idho?" kata Awan lalu mengambil tangan Gibran dan menjabatnya, Gibran kaget.
"Halo, Aku Louigi Awananda Lorenzo.., panggil aja Awan. Kalo kamu kenal Papa Idho, pasti kamu anak yang baik. Semoga kita bisa jadi teman,ya..," kata Awan ramah.
"Ih, Awan ! Apaan, sih? Kok kamu malah mau jadi temannya?" tanya Liza kesal.
"kenapa, Liza ? Menurut penglihatan Awan, Gibran ini anak yang baik. Oh,iya, Gibran, kamu kelas berapa sekarang?" tanya Awan.
"ah.., uhm.., kelas sebelas." kata Gibran.
"Oh my God !! Kita seumuran !!" Awan mukai heboh sendiri lalu memeluk Gibran
"berarti kamu yang paling bocil di sini, Liza, hahah..," kata Awan mentertawakan Liza yang masih kelas sepuluh.
"ugh.., hello, Awan, kita baru baikan,ya tadi pagi !" kata Liza kesal.
"Wait ! Sebenarnya ini ada apa?" kata Gibran yang masih tidak mengerti.
"oh,iya ! Papa Idho ngundang kamu, gak ke Cafe Mama Sherin?" tanya Awan.
Liza langsung melotot,
"Hello !! Gue ,ya yang berhak ngundang-ngundang !!" kata Liza buru-buru.
"Liza.., Please...," Pinta Awan memelas.
"uhm.., se, sebenarnya...,"
"Gibran !" Tiba-tiba Galang muncul membuat Awan terbelalak. Awan langsung mendatangi Galang dan menyentuh wajahnya,
"Oh my God !!! Kok Gibran ada dua ???" kata Awan makin heboh. Liza bahkan kaget melihat Galang yang mirip dengan Gibran.
"Apaan, sih lu ? Dia siapa, sih Gibran?" tanya Galang,
"eh ? Lu pacar bohongannya Queen, kan?" tebak Galang.
"eh? udah ketawan kalo bohongan, ya?" Tanya Awan malah membuka kedoknya sendiri.
Liza langsung menepuk jidatnya,
"waw.., jadi emang beneran gak pacaran,ya?x tanya Galang.
Diam-diam Liza menarik lengan Gibran,
"woy, Culun ! Dia siapa? kenapa mukanya bisa mirip sama elu ?" tanya Liza,
"heh, sopan sedikit ! Aku ini lebih tua dari kamu !" kata Gibran tak menjawab sama sekali.
"iya, kakak Gibran...," Liza berusaha bersabar menghadapi seorang Gibran.
"ehm ! Dia kakak kembarku." kata Gibran.
"Hah??!! Kembar ???" tanya Liza, Awan langsung menoleh padanya,
"kalian kembar ??? Oh my God !!!" katanya makin excited.
__ADS_1
"Cukup my Cotton Candy !!!" kata Queen yang datang dari belakang Galang.
"Hello My Queen !!!" kata Awan lalu menghampiri Queen dan memeluknya singkat.
Galang tak terima menyaksikan itu, Awan bahkan langsung memeluk pinggang Queen.
"Loh, loh? Apaan ini?" tanya Queen sambil dipeluk Awan.
"Liza, kayaknya kamu gak mau menggunakan kemenangan kamu hari ini,ya?" tanya Queen yang melihat Liza masih setia memegang lengan Gibran.
"Tidak menggunakan kemenangan gue?" Nada bicara Liza mulai meninggi. Ia lalu menoleh ke arah Gibran, dan baru sadar kalau masih memegang lengan lelaki itu. Liza langsung melepasnya,
"ewh !" katanya.
Ia berjalan mendekati Queen dan menunjuk pundaknya,
"NO WAY !" kata Liza.
"I'm the winner, so i have to get my reward, don't i?" tanya Liza.
Queen tersenyum,
"maka, ambillah hadiahmu dan aku sangat penasaran, apakah yang akan kamu dapatkan, hadiah atau zonk?" tanya Queen.
Awan panik melihat dua sahabatnya yang saling menatap penuh dengan kebencian.
"uhm.., Guys.., hello.., uhm.., sebaiknya, kita capcus,yuk...," kata Awan berusaha menengahi.
Dua gadis itu langsung menatap Awan tajam,
"I KNOW !!!" Kata mereka bersamaan.
"oke, Awan diem !" kata Awan langsung menjauhi dua gadis itu.
Sedangkan Galang hanya memperhatikan Queen dan Liza,
"Woy, banci !" Panggil Galang pada Awan.
"ehm ! Dia punya nama, Galang, Namanya Awan." kata Gibran yang sudah berdiri di sebelahnya.
Mata Awan langsung berbinar-binar saat Gibran mengatakan itu,
"unch..., Awan emang gak salah !! Awan sayang sama Gibran !!!" kata Awan langsung memeluk Gibran.
Galang makin jijik melihatnya,
"udah, Awan.., udah.., i,iya.., aku tahu, kamu sayang padaku..." kata Gibran berusaha melepaskan pelukan Awan.
Galang memutar bola matanya ketika menyaksikan pemandangan aneh itu,
"heh, ehm.., Awan ! Sebenarnya ada apa, sih?"
Awan menaik-turunkan alisnya,
"mau tau banget, atau mau tau aja?"
__ADS_1