I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 60


__ADS_3

Awan POV


Queen tiba-tiba muncul, membereskan semua barangnya. Aku bisa melihat wajahnya basah karena air mata. Matanya agak sayu. Ia bahkan mengeraskan rahangnya. Ia pasti sedang marah besar. Marah karena kenyataannya.


"Rupanya Ryu sudah mengatakannya...," Batinku.


Queen bahkan tidak menyadari aku memperhatikannya, ia langsung mencari Kakek Sulaiman dan Nenek Minami lalu langsung berpamitan pulang. Alasannya, ia harus belajar untuk lomba besok.


"Apakah baru saja terjadi perang barusan ?" Gumamku, di saat yang bersamaan Ryu muncul dari belakang sambil memegangi pipinya.


"Queen sudah pulang ?" Tanya Ryu.


"Iya..," Jawabku.


"Kamu tidak mengantarnya ?" Tanya Ryu lagi.


"Tidak. Memangnya siapa yang mau mengantar harimau yang mengamuk?" Ledekku. Aku sangat mengenali keempat cewek yang jadi sahabatku. Mereka itu kalau marah seperti harimau mengamuk semua, jika diganggu, langsung dimangsa. Namun akhirnya mereka akan mereda seiring berjalannya waktu. Mereka hanya perlu berpikir sejenak.


Ryu malah terkekeh mendengar perkataanku,


"Maaf,ya.., aku memicunya mengamuk,ya ?" Tanyanya.


"Haah.., biar saja." Kataku.


"Malah aku yang akan menonjokmu jika kamu tidak mengatakannya...," Kataku.


Ryu melirikku,


"Hah ?"


"Ya, Kencan kita hari ini adalah untuk membahas itu. Aku ingin memaksamu jujur pada Queen. Terutama tentang perasaanmu."


"Kamu menyadarinya ?" Tanya Ryu.


"tentu aku menyadarinya. Scarlett bahkan mengatakannya kalau kalian sudah saling mencintai...,"


"kami sudah jadian...," Jawab Ryu.


"Ooh.., sejauh itu?" Aku tidak menyangka. Kukira hanya sekedar mengungkapkan perasaan.


"iya..," Ryu tersenyum. Sebuah senyum yang begitu bahagia.


"baguslah..., Gara-gara kamu, Scarlett jadi melajang bertahun-tahun. Padahal laki-laki yang menyatakan cinta padanya juga banyak juga bukan laki-laki biasa..," Kataku. Ya, Scarlett juga selalu minta tolong padaku untuk pura-pura jadi pacarnya jika ada yang mengejar-ngejarnya. Ah, apa fungsiku di dunia hanya menjadi pacar pura-pura orang, haha.


"Sial ! Kamu membuatku terdengar seperti menghambat kehidupan pacarku sendiri...," Keluh Ryu.


"ahahaha...," Entahlah, aku puas membuatnya kesal.


"Berhentilah tertawa...," Kata Ryu makin kesal.


"baiklah.., pft..., aku berhenti...," Kataku.


"Ah.., sialnya sekarang aku yang merasa bersalah pada Queen..," Keluh Ryu. Apa dia sedang curhat padaku?

__ADS_1


"Ryu..., Sekalipun kenyataan pahit, tetap harus dihadapi..., Justru akan lebih rumit lagi jika kamu terus merahasiakannya..., Jika tidak mau jujur padanya, setidaknya jujurlah pada dirimu sendiri...," Kataku. Ini adalah poin yang sangat ingin kukatakan pada Ryu.


Ryu tersenyum dan meninju lenganku,


"boleh tidak aku memelukmu?" Pinta Ryu.


Aku tertawa mendengarnya,


"sejak kapan kamu harus izin jika ingin memelukku?" Tanyaku.


Ryu lalu merangkulku,


"Awan..., apa yang kamu bilang benar.., sejujurnya aku agak tertohok...," Ujarnya.


"sebenarnya aku juga menohok diriku sendiri." Batinku.


Namun mataku ini tiba-tiba melihat hal yang aneh di pipi Ryu,


"Apakah kamu ditampar ?" Tanyaku yang melihat luka di pipi Ryu.


"ditampar ?" Ryu melepas rangkulannya dan memegangi pipinya, ia lalu terkekeh,


"iya..., saking buruknya perkataanku, makanya sampai ditampar...,"


"Queen pasti sangat patah hati...," Gumamku.


"Awan.., apa kamu tidak marah padaku ?" Tanya Ryu lagi.


"kenapa marah ?" Aku malah balik tanya.


"Aku tidak sanggup marah karena teralu bangga padamu, hahaha...," Tawaku.


"Peranku di drama memang antagonis, tetapi aku tidak se-antagonis itu untuk marah padamu setelah tau kamu kena amukan harimau, pft...," Tawaku.


"dasar...," Ryu menjitak kepalaku.


"adaww..., kamu membalaskan dendammu ke aku, ya.., aduuuh..," Jitakannya itu cukup menyakitkan.


"Tapi, Awan...," Ucapnya Tiba-tiba.


"Apa ??"


"Aku rasa, kamu adalah orang yang paling tepat untuk berada di sisi Queen...,"


Deg !


Ungkapan macam apa itu ? Kenapa aku mendapat pujian dari rivalku sendiri?


"Apa maksudmu, Ryu?"


Ryu langsung tiduran sambil menjadikan kedua lengannya bantal,


"Dibandingkan Galang..., aku rasa kamu lebih baik Awan.., Bahkan jika Queen menikah dengan orang lain, kamu harus tetap menjaganya." Kata Ryu lagi.

__ADS_1


Ah, Ryu membicarakan peranku sebagai Awan yang melindungi sang Ratu rupanya. Aku juga tiduran di samping Ryu. Kami berdua tiduran di lantai,


"Saat aku bertemu Galang dan mendengar pernyataan cinta Galang, aku rasa hal itu tidak akan bertahan lama." Kata Ryu lagi.


"Hah ?"


"berbeda denganmu." Kata Ryu lagi sambil melirik ke arahku,


"Entah cinta sebagai sahabat atau bukan, aku rasa cintamu pada Queen tulus. Jadi kumohon, jagalah dia." Kata Ryu.


"Cih..., kalau itu aku juga tau !" Kataku.


"Aku benar-benar merasa bersalah. Mungkin dia tidak mau melihatku lagi. atau bahkan dia akan mengatakan hal buruk tentangku pada Papa Iska dan Mama Rin juga Pangeran. Mungkin Orangtuaku juga akan segera memusuhiku...," Kata Ryu lagi.


"Aku rasa sebaliknya. Lagipula kamu belum mengucap janji suci dengan Scarlett. Dia tidak akan menyerah." Kataku. Aku mengatakan itu karena aku tau watak Queen.


"jadi satu-satunya cara menghentikannya adalah dengan menikahi Scarlett ?" Tanya Ryu lagi.


"uhm. Tapi itu terserah padamu. Pacaran hari ini, belum tentu menikah di masa depan. Bahkan saling mencintai, juga belum tentu akan menikah." Kataku.


Ryu terdiam,


"menikah itu berat..., banyak hal yang harus dipersiapkan..," katanya bicara sendiri,


"Ternyata anak SMA sangat merepotkan...,"


Aku tersenyum,


"Bukan anak SMA, tetapi manusia seperti Queen dan Liza adalah manusia yang merepotkan. Orang yang bisa jadi pasangan mereka adalah orang yang mau direpotkan oleh mereka." Kata Awan.


"seperti dirimu ?" Kenapa Ryu tiba-tiba menanyakan hal itu?


"ke,kenapa jadi aku ?" Tanyaku.


"Queen, Liza, Bi atau Sera ? Mana yang mungkin jadi pasanganmu ?" Tanya Ryu mengabaikan pertanyaanku.


"Ti,tidak ! tidak mungkin !! Kamu jangan mengada-ada...," Kataku berusaha mengalihkan pembicaraan.


"tapi kamu adalah orang yang paling mau direpotkan oleh mereka. Mana mungkin tidak menaruh hati pada salah satu dari mereka?" Tanya Ryu lagi.


"Ryu.., Aku rasa aku harus pulang..., ini sudah teralu sore." Aku langsung beranjak. Lebih baik aku pergi. Aku tidak mau ada orang lagi yang tahu tentang perasaanku pada Queen. Jika itu terjadi, aku tidak bisa bebas berada di sisi Queen.


"Baiklah, pulanglah..," Kata Ryu yang ikutan beranjak.


Aku segera membereskan barangku dan menggendong tas ranselku,


"tapi Awan...," Kata Ryu tiba-tiba yang membuatku berhenti.


"Setidaknya jujurlah pada dirimu sendiri. Jika dibiarkan teralu lama, akan jadi rumit. Hati-hati di jalan dan jangan lupa pamit dengan Kakekku dan Nenekku." Kata Ryu lalu pergi meninggalkan aku yang masih terpaku.


Aku ingat jelas perkataannya barusan adalah perkataanku sendiri. Sepertinya benar kata Sera, Aku dan Ryu itu sama. Sama-sama tidak jujur pada diri sendiri. Bagaimana ini ? Aku harus apa?


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2