
Author POV
Queen kini sedang duduk di hotel. Ia berusaha menghentikan tangisannya yang tak kunjung berhenti.
"ayolah.., air mata.., berhentilah..., ugh..., kenapa hari ini aku sial sekali !!! Menyebalkan !!!" Gerutunya.
Ting !
Ia mendapat notifikasi di ponselnya,
From : Kak Hana IPS B
Maaf, Queen.., kunci ada di gue, tapi gue lagi jalan sama laki gue.., ya, lu tau lah ya.. , udah penat gue selama ini, kencan bentar gak apa-apa,ya.., hehe.., nanti jam 4 sore gue pulang. lu cuman harus tunggu satu jam aja. Yah., please.., adik kelasku tersayang 😘😘
Tepat saat ia selesai membacanya, ponselnya langsung mati. Ya, untungnya tadi di rumah Kakek Sulaiman, Ponselnya sudah sempat diisi dayanya sebentar, meskipun ia tidak tahu siapa yang mengisi dayanya, hanya saja dia menemukan goresan di sudut ponselnya. Seperti bekas terbanting.
Namun tetap saya, rasanya ia mau melempar ponselnya saja, tetapi ia takut menyesal, bisa-bisa ia tidak punya ponsel lagi, dijual pun harganya rendah.
"Kenapa Bahkan ketika aku mau menangis sepuasnya di kamar, malah terkunci kamarnya ???? Aarghh.., lalu gimana aku menangis, heuheu...," Ia menggerutu sendiri. Beberapa sudah mulai menatapnya heran.
"Kak Hana juga, enak-enakan mesra-mesraan sama kak Barlie di saat aku patah hati. Ugh..., menyebalkan !!!" Queen mulai menendang-nendang kakinya saking kesalnya. Kenapa di saat ia lolos ke babak final, malah diberikan kesialan bertubi-tubi.
"Padahal aku hanya memiliki satu keberuntungan hari ini, tetapi kesialan menghampiriku bertubi-tubi.., ugh !!!" Keluhnya.
Ia memperhatikan pakaiannya,
"aku bahkan pakai rok.., aku tidak bisa lari dengan pakaian seperti ini...," Ia masih mengenakan seragam sekolahnya.
"lagian kalo mau lari, lari dimana lagi ??" Keluh Queen lalu menyenderkan tubuhnya ke sofa.
Di saat sedih atau marah, Queen biasanya selalu berlari atau berlatih judo sampai tidak bisa bangun. Setidaknya ia bisa melampiaskan emosinya dengan melakukan itu semua.
"ugh.., kesal !! kesal !!!!" Ia hanya bisa menggerutu sambil menangis dari tadi.
"kenapa Ryu bisa sejahat itu ? Kenapa dia berubah ?? Apa Scarlett mengubah dirinya hanya dalam semalam ???" Queen mulai menyalahkan Scarlett.
"Jadi Ryu udah mulai main-main sama elu ?" Tiba-tiba Queen mendengar suara yang sangat familiar, ia menoleh,
"Kak Gibran ??!!! Udah Balik ??" Kata Queen jadi berhenti menangis. Mana mau ia terlihat menyedihkan di depan seorang Gibran.
"Gibran ?? Ah.., pasti karena kacamata ini...," Kata Si terduga Gibran lalu melepas kacamatanya,
"Gue Galang ! Bukan Gibran !" Kata orang itu mengaku Galang.
"Haah ??? Kak Galang ? Gak mungkin. Kak Galang itu harus latihan basket, kan? Minggu depan udah tanding." Kata Queen jadi terkekeh.
"Iya, gue izin, bilang ada urusan keluarga mendadak." Kata Galang dengan suara makin mengecil.
"urusan keluarga mendadak ? Ahaha..., ngarang banget alasannya !!!" Tawa Queen.
"Heh, Di sini, kan Ada kembaran gue, Gibran Ananda Romero. Ya, jelas lah ada urusan keluarga. Gue harus mendukung dia supaya menang...,"
"Biasanya juga kamu gak pernah datang buat mendukungku saat kompetisi, nanyain kabar aja enggak...," Kali ini Gibran yang sebenarnya muncul bersama Liza dari belakang Galang.
"Eeh ?? Beneran Kak Galang ???" Queen malah kaget.
__ADS_1
"kak Gibran sama Liza?" Batin Queen.
"Hallo Queen, Liza datang lagi." Sapa Liza. Ia yang tadi menggandeng tangan Gibran langsung melepasnya dan menghampiri Queen.
"Lizaaaa !!!!" Rengek Queen, ia langsung memeluk sahabatnya dari kecil itu.
"ututu..., My sister..., ada apa ?? Kok sedih gini ??" Tanya Liza sambil memeluk Queen.
"Huhuhu...," Queen tak mau cerita.
Untungnya Liza langsung mengerti,
"ehem.., para cowok.., bisa,gak kalian jalan-jalan dulu atau kemana,kek.., di sini saatnya Me time gue dan Queen. Tidak boleh ada siapapun juga. Get out, please...,"
"Lu ngusir ??!!!" Galang mulai sewot.
"uhm.., udah, Lang.., ayo kita jalan-jalan dulu...," Kata Gibran sambil menarik lengan kakak kembarnya.
"Enggak.., gue ke sini buat Queen.., gue__,"
"please, kak Galang...," Pinta Queen dengan suara bergetar. Ia menangis lagi karena melihat Liza.
Galang terdiam sejenak,
"ugh.., iya,iya...," Kata Galang lalu mengalah dan pergi bersama Gibran.
*
Kini Liza dan Queen hanya berdua,
"Kalau aku kasih tau, kamu pasti bakalan ketawa terbahak-bahak...," Kata Queen yang kini bersender di bahu Liza.
"hah ? kok bisa ? Aduh.., Tuh, kan Liza jadi kepo...,"
"kemarin,kan Liza bilang kalau Liza ditolak mentah-mentah sementah-mentahnya sama Ryu...," Kata Queen.
"ugh.., luka lama dibuka lagi, harusnya Liza gak perlu cerita,ya...," gerutu Liza.
"hari ini, Queen mendapat berita yang lebih buruk lagi...., hwaaa....,"
"Apa ? Queen juga ditolak ???" Tanya Liza, entah kenapa ia beneran merasa senang dengan kabar itu karena ternyata Queen senasib dengannya.
"bukan cuman itu.., hiks !" Queen sesenggukan. Ia tak sanggup harus mengatakannya.
"bukan hanya itu ? Gak.., gak mungkin,kan Ryu udah punya cewek...," Liza langsung bisa menebaknya.
Queen yang bersender di bahu Liza langsung mengangkat kepalanya lalu mengangguk,
"enggak mungkin !!!" Kata Liza tak percaya.
"Ryu yang bilang tadi..., dan....," suara Queen bergetar lagi.
"dan ?" Liza ingin mendengarnya, tetapi jantungnya berdebar-debar, ia takut.
"Dan Scarlett adalah pacarnya.., ugh.., dan...," Queen menggigit bibir bawahnya,
__ADS_1
"masih ada lagi ???" Kini bibir Liza juga ikutan gemetar,
"mereka sudah menghabiskan malam bersama, Hwaaaa....," Kini tangisan Queen pecah. Sedangkan Liza terpaku. Ia merasa separuh jiwanya pergi.
"mereka tidur di tempat tidur yang sama begitu maksudnya ?" Tanya Liza dengan suara yang bergetar.
"apa ini ??? kenapa Ryu bisa sampai tahap itu.., ugh.., gue gak nyangka..., Bu,bukannya Ryu itu__, bukankah itu berarti dia sudah mengambil keperawanan Scarlett ? Ugh.., usia gue masih di bawah umur, gue benar-benar pusing mendengar hal seperti ini...," Keluh Liza dalam hati.
"Sekarang aku gak tau.., apa aku harus tetap mencintai Ryu atau tidak.., huhuhu...," Kata Queen.
"hatiku sekarang terbagi dua, antara masih mencintai Ryu dan membenci Ryu..., huhuhu...," Tangis Queen lagi.
"Ryu br*ngsek !!!" Umpat Liza.
"Liza...," Queen jadi bingung karena tiba-tiba Liza berkata kasar.
"Apa lu udah memukul dia ?" Tanya Liza.
"Aku menamparnya." Jawab Queen.
"begitu..., ugh.., harusnya waktu itu aku juga menamparnya !!!!" Kata Liza marah.
"kamu marah sama Ryu ??" Tanya Queen.
"ya iyalah !! Gue mengerti, Ryu usianya dua puluh tahun, Scarlett usianya dua puluh tiga tahun, tetapi..., melakukan hubungan seperti itu..., ugh...," Liza jadi pening, ia memegangi kepalanya.
"Liza..., Liza..., tunggu.., kamu salah paham...," Kata Queen.
"Salah paham ? Apa yang salah paham ??"
"Ryu tidak melakukan hubungan seperti itu.., dia hanya berciuman dengan Scarlett dan tidur di tempat tidur yang sama..., tapi__,"
"benarkah ?" Tanya Liza.
"i,itu kata Ryu..., makanya...,"
"jadi setidaknya kita masih punya kesempatan ?" Tanya Liza lagi.
"eh ?" Queen jadi makin bingung.
"strategi mengabaikan." Kata Liza.
"apa ?"
"Ayo, kita abaikan Ryu dan terlihat baik-baik saja meskipun ia sudah jadian dengan Scarlett. Buat dia penasaran dengan sikap kita yang berubah total." Kata Liza.
"Liza.., kamu...,"
"Sekalian balas dendam sedikit...," Kata Liza tersenyum licik.
*
*
*
__ADS_1