
From : Gibran
to : Galang
Sorry, Galang. Aku sedang di perjalanan menuju RS. Jonas terkena musibah, jadi kami semua mau menjenguk dan melihat keadaannya. Doakan,ya semoga dia baik-baik saja. Setelah mengetahui keadaannya, aku akan langsung ke lokasi.
Galang tersenyum miring mendapati pesan dari adik kembarnya,
"Gue ngedoain ? Iya, gue doain, tuh curut mati !" gumam Galang sambil terkekeh.
"Haduh..., salah sendiri sok-sokan mau ngelawan gue !" katanya lagi sambil meminum kopinya. Galang lalu membalas pesan dari Gibran,
From : Galang
To : Gibran
Gue kasih Lu waktu setengah jam. Kalo enggak, Lu gak bakalan pulang dengan selamat.
Sekali lagi Galang tersenyum.
"Dengan begini, dia gak akan ngelawan gue. Sekali lu ikut sama gue, lu gak akan bisa lepas. Harusnya lu tau itu, Gibran." kata Galang bicara sendiri.
*
Queen menangis melihat keadaan Jonas yang masih belum sadarkan diri. Kata Bu Beatrice yang mendampingi Jonas dari tadi, Jonas kehabisan banyak darah dan organ di perutnya juga terjadi pendarahan karena benturan keras yang ia terima. Di sisi lain, ibu dari Jonas juga masih menangis mendapati keadaan tragis putra tunggalnya.
Queen memeluk lengan Liza erat,
"Liza ..., menurutmu, kenapa Jonas bisa mengalami ini ..., hiks hiks!" Queen terisak.
"tenanglah Queen. Berpikirlah jernih. Liza juga bisa merasakan ada yang aneh dengan kejadian ini. Gak mungkin hanya karena salah sikap."
"maksud kamu ?" tanya Queen.
"Digebukin sampai tak sadarkan diri__,"
"menurut kamu, Jonas digebukin ?" tanya Queen.
"Ya, apa lagi kalo bukan ? Lu kayak gak pernah babak belur aja. Ingat waktu masih SD ? Lu juga pernah hampir pingsan gara-gara gue. Terus perhatikan dari penjelasan guru lu tadi, jelas itu digebukin, dikeroyok malah." jelas Liza.
"masalahnya, kalo dia gak pernah latihan atau menghadapi hal kayak gitu, entahlah bisa selamat atau enggak." lanjut Liza lagi.
"Jonas sering mengalami hal seperti ini dulu, tetapi dia gak pernah ngelawan karena dia gak bisa berantem. Makanya waktu itu aku yang selamatin dia." cerita Queen membuka masa lalu.
"siapa orang yang sering mukulin dia ?" tanya Liza.
"Kak Galang dan teman-temannya ...," lirih Queen. Ia bukannya mau membuat Galang terlihat sebagai pelaku, hanya saja hal itu memang benar adanya.
__ADS_1
"Waktu itu udah aku ceritain, kan, kenapa Kak Galang bisa tergila-gila sama aku ?"
"karena kamu pernah mukul dia." jawab Liza.
"uhm ..., tapi, sejak kejadian waktu itu dan sejak dia nyatain perasaannya ke aku, dia udah gak nge-bully Jonas atau anak-anak lainnya."
"Jonas deket sama kamu sejak itu ?" tanya Liza.
"iya ..., kami berteman baik. Dia juga teman sekelas aku ...," kata Queen.
"Queen, dengar, ini hanya dugaan Liza aja. Sepertinya, Galang ada campur tangan dalam musibah yang dialami Jonas ...,"
"kenapa ? Apa karena dia pernah nge-bully Jonas ?" tanya Queen.
Liza menggeleng,
"bukan hanya itu. Tapi kalau dari yang Liza lihat, biasanya orang yang suka nge-bully itu pasti sulit mengontrol emosinya, Liza juga sering berhadapan dengan orang seperti itu di sekolah, dan mereka bisa bertindak dua kali lipat atau bahkan lebih jika disakiti."
"maksudnya dengan alasan sepele dia bahkan bisa menghancurkan hidup orang ?" tanya Queen memperjelas.
"iya. uhm ..., tapi ini hanya dugaan, Queen. Lu jangan membenci Galang karena ini." ucap Liza mengingatkan.
"Gak, Liza ..., aku gak akan benci sama Kak Galang. Jika memang benar dia pelakunya, aku hanya akan kecewa." ujar Queen sedih.
"tenanglah Queen ...,"
"ma, masalahnya, bagaimana jika penyebab ini semua adalah aku, Liza ??" lirih Queen yang akhirnya menangis lagi.
"bagaimana jika kak Galang menghabisi Jonas karena dia dekat denganku, Liza ?? Ugh, aku benar-benar membenci orang yang seperti itu !! Hiks !" isak Queen.
"sudah, sudah ...," Liza memeluk sahabatnya sambil mengusap-usap punggungnya.
Drrrt ...,
Tiba-tiba ponsel Liza berbunyi,
"Queen, sebentar, ada telepon." kata Liza sambil melepas pelukannya dan mengambil ponselnya,
"dari Awan ...," kata Liza sambil memandang Queen lalu mengangkat teleponnya,
"ya, Ha__,"
"Woy ! Kalian pada dimana ? Aku dan Sera sudah berkeliling ke sana kemari, tetapi gak menemukan kalian ? Gimana, kalian menang atau enggak ?" tanya Awan tanpa basa-basi.
"aduh..., Awan. Itu nanti aja dibahasnya, sekarang gue dan Queen ada di RS karena teman Queen ada yang kena musibah." ujar Queen.
"Hah ? Teman Queen ? kena musibah ?? Siapa ?"
__ADS_1
"Jonas namanya, Liza juga gak begitu kenal, sih tapi Liza mau jenguk aja. Kalian ke sini juga gih ...," pinta Liza.
"oke, oke ..., aku dan Sera akan segera ke sana. Chat alamat RS- nya, ya." kata Awan lalu menutup teleponnya.
Liza tersenyum setelah menutup teleponnya,
"Awan dan Sera akan ke sini." kata Liza mengabari.
"Hiks ! Aku butuh pelukan Awan..., huhu...,"
"idih ! Dasar manja !" ledek Liza.
"ugh, biarin aja. Emang pelukan dia yang paling hangat, Wee...," kata Queen membela dirinya sendiri.
Liza jadi terkekeh,
"Dasar ! Kalau gitu, entar gue juga mau minta dipeluk Awan !" canda Liza.
"ih, apaan, sih ngikut-ngikut, hihi ...," Queen akhirnya bisa tersenyum.
"Ciee ..., udah bisa nyengir, haha ...," tawa Liza.
"kamu, sih !" kata Queen yang juga ikut tertawa.
"Oh, iya, Eben dimana, ya ? Kok tiba-tiba ngilang ?" batin Liza sambil celingak-celinguk ke sekeliling,
"cari siapa ?" tanya Queen.
"Eben." jawab Liza.
"Ciee ..., cariin kak Gibran mulu ...," ledek Queen.
"ugh ..., berisik !" kata Liza malu.
*
Gibran mengirim pesan yang diminta oleh Galang. Ia kini sedang menghentakkan kakinya di dalam taksi. Waktu yang diberikan oleh Galang akan segera habis. Ia sangat tahun bagaimana saudara kembarnya itu bertindak jika sesuatu tidak sesuai dengan keinginannya. Itulah kenapa sejak kecil ia selalu mengalah padanya.
"kali ini dia pasti akan menggunakan kekerasan lagi padaku jika aku tidak menurutinya. Ugh ..., entahlah. Sebenarnya apakah yang aku lakukan ini benar atau tidak ? kenapa perasaanku tidak enak ?" gumam Gibran.
"Tapi dia sudah menyakiti dua orang sekaligus. Itu tidak termaafkan. Dan salah sendiri dia menyakiti orang yang aku cintai !" gumam Gibran lagi.
"Ryu, maafkan aku. Tapi kamu yang membuatku melakukan ini." kata Gibran bicara sendiri.
*
*
__ADS_1
*
Apakah yang akan dilakukan Gibran dan Galang ?