
Liza duduk di atas tempat tidur Queen. Seharusnya mereka latihan hari ini, tetapi Queen bilang, ia harus menyiapkan banyak perlengkapan untuk pergi ke Solo.
"lalu, lu bisa, dong ketemu kakak Ryu ? Ugh ! Curang !!" Kata Liza tak terima.
"Curang apanya, sih?? Aku ke Solo bukan karena aku mau ke sana, tetapi tuntutan !" Kata Queen.
"yah.., lu bisa deh, curi-curi waktu biar ketemu kakak Ryu. Terus gue hanya meratapi nasib di sini, gak tau mau ngapain!!" Kata Liza sambil melipat.
"Idiih.., Baper lagi.., kayak anak SD aja..ewh..," Ledek Queen.
"Heh, gue bener-bener kesal, ya !!" Kata Liza.
"Ya udah, sih..., kan Emang rejeki aku bisa ketemu sama Ryu.., Wee...," Queen malah memanas-manasi.
"uugh ! Bete !" Liza langsung berdiri,
"Lihat aja, nanti gue juga bakalan nongol di Solo menyelamatkan cowok gue !!" kata Liza lalu pergi dari kamar Queen begitu saja.
"Idih.., dasar Baper. Lagian, Ryu kan belum jadi milik siapa-siapa...," Gerutu Queen.
*
Liza akhirnya pergi ke rumah Sera. Ternyata di sana juga sedang ada Awan,
"jadi kamu ke sini mau curhat karena lagi bertengkar dengan Queen?" Tanya Sera setelah mendengar curhatan Liza panjang lebar.
"Kamu berantem Mulu sama dia, Say...," Kata Awan yang sedang asyik videocall-an.
"ih, berisik lu, Wan !!" Celetuk Liza kesal.
Sera mengusap-usap pundak Liza,
"Liza.., kamu gak perlu kesel gitu, kali.., emangnya bakal ada apa, sih? Queen ke sana juga buat lomba. Masa iya, dia main-main sama Ryu? Bisa-bisa lombanya gak menang." Kata Sera.
"Nah, maka dari itu, entahlah. Gue juga gak tau, tuh niat dia apaan!" Kata Liza sambil melipat tangan.
"tapi, kalo kamu mau banget ke Solo, kamu bisa kali ikut juga." Kata Sera.
"ikut ? Gimana caranya?"
"uhm.., honestly, aku dan Awan juga mau ke Solo karena ada kompetisi drama. Ya, club kita mewakili sekolah gitu, deh.., hehe..,"
"hah?? Jadi kalian juga?? Parah !! Gue ditinggal sendirian, dong di sini??"
"enggak. Bentar, aku ambil posternya...," Kata Sera lalu pergi ke meja belajarnya dan mengambil sebuah poster,
"ini, di lomba ini ada banyak bidang. Kayaknya Queen juga ikut lomba cerdas cermat dari lembaga ini, deh.., kamu bisa kasih ini ke guru dan mengajukan diri sebagai kandidat salah satu lomba." Kata Sera.
Liza membacanya dengan seksama, tetapi ia langsung mengernyitkan dahi,
__ADS_1
"tapi, emangnya gue bisa apa?" Kata Liza.
"Bukannya kamu suka nyanyi? Dance ? Suara kamu bagus, loh..., Daddy aja kagum sama suara kamu. Kamu, tau,kan.., Daddy ku bukan sembarang orang, bahkan Daddy aslinya mau rekrut kamu ke perusahaan entertainment-nya, tapi Papa Idho masih belum ngebolehin...," Kata Sera.
"menurut lu gitu, Sera?" Tanya Liza.
"iya...,"
"oke ! Kalau begitu, Liza akan berusaha !"
"heh ! Tapi inget, niat kamu harus untuk ikut lomba !! bukan buat ketemu Ryu. Sayang kali kalo beda niat, karena Tuhan mengikuti niat hambanya. Niat lu harus lurus !!" Kata Awan memperingatkan di sela-sela dirinya yang sedang videocall-an.
"emang niat apa, sih?" Tiba-tiba terdengar suara yang tak asing dari layar ponsel Awan.
"itu, Liza mau ikut lomba kak.. ," Kata Awan.
Liza yang mengenali suara itu jadi penasaran dan mendekati Awan. Matanya membulat begitu tahu dengan siapa Awan videicall-an.
"kakak Scarlett ??!!!" Kata Liza kaget.
"Hallo Liza .. ," Sapa Scarlett.
Liza langsung memasang wajah kesal.
"heh, muka tuh di atur, biar kelihatan cantik. Mulut dimaju-majuin !" Sindir Awan.
"Tau, gak jelas emang Liza. Lagi PMS kali kakak...," Kata Awan.
"Ya udah.., kalo gitu udahan, dulu, ya ganteng, Videocall-nya.., Kakak masih ada laporan yang belum selesai. Makasih udah hibur kakak." Kata Scarlett.
"sama-sama kakak cantik. bye-bye..," Awan langsung menyelesaikan video call nya lalu mendekati Sera dan Liza.
"jadi, Liza juga bakal ikutan ?" Tanya Awan dengan wajah tanpa berdosa.
Liza masih cemberut dan tak menjawab.
"ih.., ditanyain, malah dikacangin.., bete ih..," keluh Awan, Sedangkan Sera hanya geleng-geleng kepala.
"Sera.., Nih anak kenapa sih? Punya temen dikit aja, pake dimusuhin semua...," Kata Awan.
"Tau.., tanya aja sama anaknya..," Kata Sera malas mengurusi sifat Liza yang ambekan.
Awan menghela napas lalu memeluk Liza dari belakang,
"kenapa, syiih..., Liza kenapa? Coba cerita sama Kakak Awan, yah?" Bujuk Awan.
"Apaan, sih Lu Wan! Sok Imut ! Lu sama Queen sama aja ! Mengkhianati gue !!!" Kata Liza masih kesal.
"mengkhianati darimananya, sih cantik ?"
__ADS_1
"Itu.., Lu ngapain video call sama Scarlett?? Lu, kan tau, Scarlett rival gue !!" Kata Liza.
"ooh.., itu...," Awan melepas pelukannya,
"yah.., kenapa, sih? Yang rivalan,kan kamu, bukan aku. Bebas, dong aku." Kata Awan. Sera tersenyum sambil geleng-geleng kepala mendengarnya.
"ugh.., tapi...,"
"gini,yah , cantik..., perebutan Ryu itu cuman ada di antara kamu, Queen dan Kakak Scarlett. Nah, aku gak ada urusan di situ, jadi gak usah narik-narik aku masuk ke situ. Urus aja sendiri, Okey?" Kata Awan.
"ugh.., Bete !"
"Hey..," Awan lalu mencubit pipi Liza,
"jangan cemberut aja..., baikan Sono sama Queen. dasar !" Kata Awan.
"iya,iya..., tau !" Kata Liza.
"jadi, Sis.., kita bakal ngumpul di Solo, nih Minggu depan?" Tanya Awan.
"Iyaa !" Teriak Sera.
"Kalau udah selesai lomba, gimana kita nongki-nongki bentar?" Tanya Awan.
"setuju !!" Kata Sera, sedangkan Liza masih cemberut.
*
Dahi Ryu mengkerut ketika mendapati pesan singkat dari seorang gadis,
"jadi, dia akan ke sini?" gumamnya.
Ryu menidurkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu menjadikan lengan kanannya sebagai bantal,
"Kakek bisa lihat dari mata kamu, kamu suka sama seseorang, tapi gengsi."
Tiba-tiba terngiang kalimat Kakeknya.
"Jika dia menyatakan cinta lagi, bagaimana aku harus menjawabnya ?" Gumam Ryu. Ia lalu menghela napasnya.
"Tidak. Teguhlah pada pendirianku Ryu. Mencintailah dengan cara yang benar." Tekad Ryu.
*
*
*
Bersambung...,
__ADS_1