I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 52


__ADS_3

Queen mempercepat jalannya, kerumunan orang membuat ia sulit untuk sampai pada tempat Ryu dan perempuan yang diduga Scarlett berdiri,


"bagaimana mungkin Scarlett ada di sini??? Bukannya di sudah pulang ke Jepang ?? Apa yang dia lakukan di sini??" Entah kenapa hati Queen menjadi gusar. Entah kenapa, ia merasa takut jika Scarlett mulai mendekati Ryu.


"Ryu__,"


Tiba-tiba tangan Queen ditarik oleh seseorang, tepat pada saat itu Ryu menoleh,


"Ada apa Ryu ?" Tanya Scarlett.


"Bukan apa-apa.., cuman.., tadi kayaknya aku mendengar suara Queen...," Kata Ryu.


"Queen ? Mana?" Tanya Scarlett yang juga ikut mencari keberadaan Queen, tetapi tidak menemukannya.


Ryu tersenyum,


"entahlah.., mungkin aku hanya sedikit merindukannya...," Kata Ryu yang berhasil membuat Scarlett kecewa.


"kamu sedang bersamaku, Ryu.., tapi kamu malah merindukannya. Ugh.., menyebalkan...," Batin Scarlett.


"Queen pasti sedang berjuang keras sekarang..., setidaknya aku harus menelponnya nanti untuk memberinya semangat." Kata Ryu lagi lalu kembali terfokus pada penampilan drama di atas panggung. Sedangkan Scarlett masih menatapnya kecewa.


"Ya ampun..., Awan.., dia lagi-lagi jadi antagonis, hahaha..," Kata Ryu yang menemukan sosok Awan di atas panggung.


"iya, haha..," Scarlett berusaha tertawa juga, meskipun sebenarnya ia sangat sakit hati.


*


"Ayo ! Lu harus ikut gue !!" Queen diseret menjauhi kerumunan orang menuju Lobby gedung.


"Aww.., sakit,kak.., iya,iya.., Aku ikut kakak.., tapi lepasin !" Pinta Queen.


"gak ! entar lu kabur, gue yang repot. Nih anak-anak yang lain juga pada gak tau diri, pada ngilang semua. Capek gue denger ocehan Bu Beatrice..., Bu Agatha juga kasihan diomelin...," Kata Barlie. Ya, dia adalah orang yang menarik tangan Queen dan membawanya pergi.


"kan ngumpulnya jam dua, kak.., ini masih jam 13.45..," kata Queen.


"Yah, tetep aja ! Jalan ke lobby juga udah makan waktu lima belas menit !" Kata Barlie tak mau kalah.


"aduh.., iya, iya, deh..," Queen mengalah juga, meskipun sebenarnya ia penasaran dengan apa yang dia lihat tadi.


"si Gibran di hubungin juga gak bisa-bisa. Di lobby baru ada Jonas, temen seangkatan lu sama Hanna temen seangkatan gue.., Si Lidya juga gak tau kemana...," kata Barlie. Lidya adalah perwakilan dari kelas XI-IPA selain Gibran. Sedangkan Hanna adalah perwakilan dari kelas XI-IPS selain Barlie.


"Ya.., refreshing kali,kak...," Kata Queen yang kini tidak protes lagi tangannya ditarik oleh Barlie.


"sialan..., kalo mereka refreshing.., gue juga mau refreshing.., tapi,kan kita punya jadwal ! Gibran juga gak biasanya gak disiplin gini...," Kata Barlie makin kesal.


Tiba-tiba Barlie berhenti dan melepaskan tangan Queen dari genggamannya,


"kenapa,kak?" Tanya Queen.


"Coba.., gue mau telepon Hanna dulu..," Kata Barlie lalu mengambil ponsel yang ada di kantongnya.


"Lu punya nomornya Gibran,kan? Bisa telepon dia?" Pinta Barlie yang sedang menunggu teleponnya tersambung,


"uhm.., bisa...," Queen segera mengambil ponselnya dan menelpon Gibran,


Tut..,


Tut...,


Tut...,

__ADS_1


"nomor yang anda panggil tidak menjawab atau sedang berada di luar jangkauan...,"


"gak dijawab kak..," Kata Queen.


"Coba lagi aja.., Nah, telepon gue diangkat !" Kata Barlie.


"Woy ! Lu dimana ??? Udah ditungguin Bu Beatrice sama Bu Agatha di Lobby. Mau ditinggal lu ??!!!" Tanya Barlie pada Hanna.


Sementara Barlie berbicara dengan Hanna, Queen kembali menghubungi Gibran.


"Oh.., lu udah di Lobby, terus Lidya ?" Tanya Barlie.


"Oh.., oke.., oke.., lu telepon Lidya, ya.., Gibran. urusan gue ! iya.., gue otw...," Kata Barlie lagi lalu menutup teleponnya.


"gimana?" Tanya Barlie pada Queen. Queen menggeleng.


"dasar !! Dua pasti silent hapenya." Gerutu Barlie.


"jadi gimana,kak?" Tanya Queen.


Barlie melihat jam tangannya lagi,


"udah jam dua lewat, lagi...," gerutu Barlie.


"apa kita ngumpul aja dulu ke lobby, nanti telepon lagi di sana...," Kata Queen.


"yah bener juga.., setidaknya kita setor muka dulu ke Bu Beatrice, biar gak nyerocos aja tuh, mulutnya..," Kata Barlie makin kesal.


"Hush ! Kak Barlie, sekalipun nyebelin gak boleh gitu !" Nasihat Queen.


"udah, ah ! Ayo ke lobby !" .


"iya !"


*


"Jadi Eben udah harus balik ?" Tanya Liza.


"Iya..., sebenarnya udah telat.., duh, habislah aku dimarahi Bu Beatrice...," Keluh Gibran sambil mempercepat jalannya.


"gara-gara Liza,ya? Maaf,ya...,"


"aduuh...," Gibran mengeluh.


"Eben makin kesal,ya.., duuh.., Liza jadi merasa bersalah...,"


"bukan, Liza.., aduh.., sial.., uhm.., bisa minta tolong, gak?" Tanya Gibran sambil memegang perut juga bokongnya.


"minta tolong apa?" Tanya Liza.


"pegangin dulu tasku, aku mau ke toilet.., kamu tunggu di sini, ya.., jangan kemana-mana...," Kata Gibran sambil melepaskan tas ranselnya dan memberikannya pada Liza.


"eh, tapi..,"


"aku minta tolong !!" Kata Gibran yang langsung berlari terbirit-birit.


"pft..., ya ampun.., pasti gara-gara ramen pedas tadi...," Untuk bisa melupakan kesedihannya, Liza selalu makan makanan pedas, tetapi karena kekenyangan, akhirnya Gibran yang membantunya menghabiskannya.


"dasar, gak ada keren-kerennya..," Gumam Liza sambil tertawa kecil.


Drrrt...,

__ADS_1


Liza yang meletakkan ransel Gibran di pelukannya, tiba-tiba merasakan ada sebuah getaran.


"Apaan, nih?" Kata Liza lalu merogoh kantong depan ransel Gibran.


Drrrt...,


"hape Eben...," gumam Liza lalu membaca nama yang tertera di layar ponsel itu,


"Barlie-IPS ANGKATAN 56..," Liza membaca tulisan di sana,


"idih.., namain kontak orang aja, apik banget..," Kata Liza terkekeh.


"angkat gak ya?" Gumam Liza.


*


Sementara itu Barlie menghentakkan kakinya sembari menunggu teleponnya diangkat.


"kemana, sih nih si culun satu..., tinggal dia doang, nih...," Gumam Barlie.


"Halo...," Tiba-tiba ada yang menjawab teleponnya,


"Halo.., loh? Gibran, sejak kapan lu jadi perempuan ???" Tanya Barlie.


"uhm.., ini Liza.., bukan Giran.., eh? Kok kayak kurang satu huruf...," Liza malah bingung sendiri.


"hadeeh.., Oke, lu Liza, terus sekarang Gibrannya dimana? Kenapa hape dia bisa ada di lu ?? Lu ceweknya???"


"Bu,bukan !!" Liza langsung menyanggahnya.


"terus?"


"uhm.., Kak Gibran.., eh? Bener,kan kak Gibran? Yeay ! Liza bisa sebut namanya !!" Katanya malah teralihkan.


Sedangkan Queen menghampiri Barlie sambil memberi kode lewat matanya, apakah Gibran sudah angkat atau belum.


Barlie hanya menganggukkan kepalanya,


"Oke, sekarang Liza, jawab pertanyaan gue.., Gibran ada dimana?" Tanya Barlie yang mulai kehilangan kesabaran.


"Liza ???" Tanya Queen dan langsung merebut ponsel Barlie. Barlie kaget sampai melotot mendapatinya.


"Liza !!! Ini aku, Queen !!" Kata Queen heboh sendiri.


"Queen ??!!! Queen !!! Liza mau kasih tau berita ter-hype abiss !!!" Liza juga jadi heboh.


"ih, iya.., aku juga mau kasih tau sesuatu ke kamu !!!" Kata Queen tak kalah heboh.


"oke..., Queen dulu mau bilang apa?"


"Ehem..," Queen mempersiapkan diri,


"Tau,gak Liz..., tadi aku lihat Scarlett dan Ryu di sini..., sebenarnya aku tuh berhalusinasi atau enggak sih??"


*


*


*


Pojok Momen

__ADS_1


Kalian pernah gak, sih ikut lomba/kompetisi yang banyak nurunin tim atau peserta ? Waktu SMA mama Uzda pernah ikut kompetisi dan sekolah menurunkan banyak peserta, karena kebetulan emang banyak kategori lombanya. Nah, pas pulang ini yang ribetnya minta ampun, tau-tau pada ngilang, akhirnya harus dicari satu-satu biar pada ngumpul lagi semua. Kasihan Bu Guru yang jadi pendamping waktu itu. Mama Uzda sangat berterimakasih pada Guru mama Uzda yang begitu sabar atas kelakuan anak-anak didiknya. 🙏🙏🙏


Yang baru baca episode ini di tanggal 25 November, Mama Uzda mau mengucapkan, selamat hari Guru Nasional. 😁😁🎉🎉


__ADS_2