
Scarlett dan Ryu memandang Queen dan Galang yang datang bersama. Sedangkan Adlan tersenyum dan langsung menghampiri Queen dan Galang,
"Hallo my Queen...," sapa Adlan.
Queen malah kaget karena ada Adlan di sini,
"Kak Adlan kok di sini?" tanya Queen, mengingat Adlan dulu juga pernah mengejar-ngejarnya. Galang langsung berdiri di depan Queen karena merasa Queen tidak nyaman dengan kehadiran Adlan.
"lu siapa?" tanya Galang dingin. ni
Adlan tersenyum,
"Queen.., Dia galak..., Aku takut...," kata Adlan manja.
"Ewh.., Kak Adlan, sadar diri, dong ! Muka sangar gitu, sok-sokan manja ! Gak pantes tau !" kata Queen.
Wujud Adlan memang seperti seorang mafia, caranya yang menatap orang super tajam, rahangnya yang tegas, kulitnya yang agak gelap, tak lupa tubuhnya yang sangat atletis, ditambah rambutnya yang ia tata jabrik,
"Oke, oke.., gue bercanda. Uhm.., dia siapa, Queen? Cowok lu? Dua orang di sana pasti sedang bertanya-tanya di benaknya." Kata Adlan sambil menunjuk Scarlett dan Ryu yang terheran-heran.
"Gue masa depannya !" Kata Galang percaya diri.
"ihh...!!" Queen langsung maju dan membelakangi Galang,
"enggak, Kak. Dia kakak kelasku. Katanya, Papa Idho ngundang dia ke sini. Makanya dia ke sini." kata Queen. Ia juga tahu dari Awan tadi.
"ooh..., kenalannya Papa Idho?" kata Adlan.
Ryu langsung mendatangi Queen dan Galang,
"Hai Galang?" Sapa Ryu. Ia tidak lupa memberikan bonus senyuman pada Galang juga.
"dia pasti lelaki yang waktu itu ada di acara anniv perusahaan Daddy Alan. Seharusnya mereka bukan siapa-siapa...," batin Ryu.
"ah..., Ryu.., " kata Galang yang sangat mengingat sosok Ryu.
"Ya ampun.., kalian udah saling kenal?" tanya Adlan.
"ehm.., ehm..., penyanyi Dikacangin,niih...," sindir Sera yang merasa penontonnya beralih ke Queen dan Galang.
Adlan langsung memutar badannya,
"oh..., I'm sorry my Angel...," kata Adlan mendatangi adiknya.
"cantik banget !!!" batin Galang ketika tidak sengaja melihat Sera.
"Gak ! Galang, lu itu sukanya sama Queen.., jangan terpengaruh dengan kecantikan seorang gadis." kata Galang dalam hati berusaha meluruskan otaknya.
Ryu langsung tersenyum pada Galang dan menggandeng tangannya,
"Galang, ayo gabung, kamu juga Queen...," Ajak Ryu. Ryu langsung membawa dua anak SMA itu bersamanya.
Ting-ting..,
Tiba-tiba pintu cafe terbuka lagi. Kini tiga orang yang datang.
"Lu yang salah ! Harusnya sadar diri, dong !!" Kata Liza.
"Asal anda tahu, orang yang menuduh biasanya adalah yang salah !!!" Gibran tak mau kalah.
__ADS_1
"Aduh.., aduh.., Say...!!! Udah, dong.., kita udah sampe, jangan ribut terus, dong..!!" Kata Awan yang berdiri di antara mereka berdua.
Adlan tersenyum melihat Gibran dan Liza yang sedang bertengkar, ia lalu mengambil mic-nya,
"Woy ! Kepada dua sejoli yang sedang ada masalah rumah tangga, tolong, jangan bawa-bawa masalahnya ke tempat umum !" Tegur Adlan dari atas panggung dengan microphonenya.
"Siapa yang punya masalah rumah tangga ?!!!" Tanya Liza dan Gibran kompak.
"Duuh, udah, deh.., jangan bertengkar lagi,ya..? udahan,ya..? udah sampe,nih..., Pusiing Awan jadinya...," Kata Awan.
"Heeh !!! Gue eneg lihat mukanya !" Kata Liza sambil menghentakkan kakinya lalu meninggalkan Gibran dan Awan.
"Udah,ya, Gibran..., Liza,tuh mulutnya emang pedes kayak rawit setan, tapi hatinya baik,kok." Kata Awan.
"Udah, gak usah muji-muji dia di hadapanku." Kata Gibran ketus, ia lalu bergabung di meja Galang.
Kini Galang dan Gibran duduk bersama Awan, sedangkan Queen duduk bersama Scarlett dan Liza. Sementara Ryu bersama Adlan.
Galang dari tadi memperhatikan cafe yang sepi,
"Ehm ! Awan, kenapa di sini sepi banget?" Tanya Galang.
"Hem?" Awan menoleh pada Galang,
"Cafe ini akan sepi sampai jam enam, sayang. Karena Our winner and princess alias Liza yang memesannya pada Mama kesayangan kita semua, Mama Sherin. Because it's her special day. Yeay !" Kata Awan girang sendiri.
"Ewh.., gak cocok banget dipanggil princess...," Celetuk Gibran yang masih kesal.
Galang tersenyum miring,
"Kenapa, sih lu, culun? Sejak kapan mulut lu julid?" Tanya Galang sambil terkekeh.
"Terjerumus?" Gibran bingung.
"Iya, terjerumus dalam cintanya eyaaa...," Ledek Awan, Galang langsung tertawa mendengar ledekan Awan, tapi berusaha disembunyikan.
"Hiiy..., Amit-amit...," Kata Gibran sambil memeluk dirinya sendiri.
"My Cotton candy....," Panggil Sera yang masih di atas panggung,
"Yes, my Angel?" Tanya Awan yang langsung beralih,
"Bisa,kan temenin Sera di sini. Kita harus mulai acaranya karena semua yang diundang sudah datang." Kata Sera.
"Of course !" Kata Awan langsung menghampiri Sera.
Tiba-tiba waiter datang sambil membawa berbagai hidangan.
"Jangan lupa, nikmati hidangannya dari our princess Liza." Kata Sera sambil mengedipkan sebelah matanya.
"cih, princess.., ewh...," kata Gibran yang telinganya mulai gerah. Ia lalu beranjak.
"mau kemana, lu?" tanya Galang.
"gue mau ke meja outdoor aja. Gerah gue di sini." kata Gibran lalu pergi.
"Oke..., Sebelum acara dimulai, kita kasih persembahan lagu,yuk...," Kata Awan yang langsung mengambil mic-nya.
"Lagu apa, my Cotton candy?" Tanya Sera.
__ADS_1
"I like you so much, you'll know it, English version...," kata Awan lalu mengambil gitar. Awan lalu mulai memetik senar-senar gitarnya.
"I like your eyes you look away when you pretend not to care..,
I like the dimples on the corners of the smile that you wear....,
I like you more, the world may know but don't be scared...,"
'Cause I'm falling deeper, baby be prepared...,"
Sera bernyanyi sambil sesekali memandangi Awan,
"I like your shirt, I like your fingers, love the way that you smell..,
To be your favorite jacket, just so I could always be near...,
I loved you for so long, sometimes it's hard to bear...,
But after all this time, I hope you wait and see...,"
Awan sesekali tersenyum pada Sera.
"Love you every minute, every second..,
Love you everywhere and any moment...,
Always and forever I know I can't quit you..,
'Cause baby you're the one, I don't know how..," Mereka berdua menyanyikan reff bersama-sama.
Ryu tersenyum melihat performance Awan dan Sera,
"mereka terlihat cocok. Apa mereka pacaran?" tanya Ryu pada Adlan.
Adlan tersenyum miring,
"tentu saja tidak. Membangun chemistry adalah keahlian mereka. Kalau perlu ciuman juga mereka berani melakukannya." kata Adlan.
Tanpa mereka sadari Galang memperhatikan percakapan antara Ryu dan Adlan,
"Setidaknya si laki-laki sok imut itu bukanlah penghalang gue buat dapetin Queen. Tinggal satu orang lagi, Ryu yang secara nyata Queen katakan kalau dia menyukainya." batin Galang.
Awan dan Sera langsung disambut dengar tepukan tangan ketika selesai bernyanyi,
"oke,oke..., cukup sampai di sini, ya duetnya.., sekarang kita panggilkan Princess kesayangan kita Liza !!" kata Awan.
Liza langsung beranjak dan naik ke atas panggung, Sera langsung memberikan micnya,
"ehem !" Liza mengetes micnya.
"hari ini adalah hari yang spesial bagi gue..," kata Liza.
"apaan, tuh?" tanya Sera yang duduk di samping Galang, Galang sempat kaget, kenapa dia malah semeja dengan gadis yang sempat membuatnya terpana sesaat tadi.
"karena hari ini gue mau mempersembahkan sebuah lagu untuk orang yang gue sayang dari dulu. Semoga kamu suka,ya...," kata Liza.
"orang yang Liza suka? Siapa? laki-laki yang tadi bersama Queen? Adlan? Ryu? atau yang tadi berantem sama dia?" batin Scarlett.
"Queen, apa maksud Liza?" bisik Scarlett.
__ADS_1
"simak saja, Scarlett...," kata Queen penuh rahasia.