
Nguuung..!!!!
Suara mesin motor yang digas, bersiap untuk kencang ke arah Jonas yang tubuh di tahan di atas tanah,
"Lindas, nih Bos?" tanya si pengendara motor .
"Udah!! Tunggu apa lagi?! Tancap gasnya!!!" perintah seorang pria yang disebut Bos.
"Suara ini gak asing ..., suara ini sering kudengar," gumam Jonas dalam hati yang sudah tak memiliki tenaga lagi*
"*Lu itu pantas mati!! Dasar curut!!!" seru pria itu lagi.
"Di dunia ini, hanya satu orang yang menyebutku begitu...," gumamnya berusaha membuka matanya, seluruh tubuhnya terasa sakit, ia bahkan tak tahu seberapa banyak yang sudah keluar dari tubuhnya,
"Ayo!! Tunggu apa lagi?! Lindas dia!! Supaya dia tahu, dia ngelawan siapa!!! Dia kira dia setara sama gue?!!!" seru pria itu lagi.
"Ah, aku ingat, nama dia adalah Galang. Kak Galang --"
NGUUUNG ....!!!!
Motor tadi melintas begitu saja, melindas perut Jonas. Dalam sekejap, Jonas yang tak kuat lagi langsung tak sadarkan diri.
*
"Kumenangis ..., Membayangkan ...,"
Tiba-tiba nada dering ponsel Bu Lucia, Ibunya Jonas berbunyi, membuat Jonas tersadar dan membuka matanya. Ia merasa nyawanya dilempar dan dihempaskan ke dalam tubuhnya,
"Mama!" serunya. Ia bisa mengenali nada dering ponsel ibunya yang sangat gemar menonton FTV istri yang tersakiti di siang hari .
"Mama ...," Jonas menoleh ke kanan dan kiri, tetapi tidak menemukan ibunya.
"Suara apa, tuh?" tiba-tiba suster penjaga datang ke tempatnya tidur Jonas. Rupanya ponsel ibunya tertinggal di nakas,
"Ini pasti ponsel walinya,ya, mas ...," kata suster penjaga sambil mematikan ponsel itu. Jonas hanya memandang suster penjaga itu,
"Eh, mas-nya udah sadar!" seru suster penjaga itu baru sadar. Ia segera memanggil dokter dan keluar ruang ICU untuk mengabari Bu Lucia.
*
Ryu memandangi Queen yang sedang mengupas apel untuknya,
"Kenapa kamu ke sini lagi, Queen? Bukankah lombamu sudah selesai? Bagaimana? Apakah kamu menang?" tanya Ryu.
Queen memotong apel di tangannya jadi empat bagian dan memisahkan bijinya, lalu meletakkannya di piring kecil dan memberikannya pada Ryu,
"Aku ke sini karena habis menjenguk Jonas. Katanya dia sudah sadar dan dipindahkan ke ruang rawat inap," jawab Queen.
"Kamu juga sekarang sudah ada di ruang rawat inap, kira-kira berapa lama ada di rumah sakit?" tanya Queen.
Ryu berpikir, ia berusaha mengingat kata-kata dokter yang memeriksanya tadi pagi,
"Mungkin tiga hari. Setidaknya aku harus berusaha keras agar cepat pulih, aaw ...," Ryu yang berniat mau menunjukkan tangannya yang di-gips malah merintih kesakitan.
"Aduduh ..., Ryu, pelan-pelan," kata Queen mengingatkan.
__ADS_1
"Iya, iya ..., terimakasih, Queen," ucap Ryu sambil tersenyum.
"Oh,iya, jadi bagaimana lombamu? Kamu menang?" tanya Ryu lagi.
Queen tersenyum dan mengangguk,
"Ya, aku menang, timku menang. Kami mau mendedikasikan kemenangan ini untuk Jonas. Dia sebenarnya masuk babak final, tetapi gara-gara musibah ini, malah jadi didiskualifikasi karena dianggap tidak hadir," cerita Queen sedih.
Ryu terdiam, sebenarnya ia juga tahu kalau penyebab Jonas masuk rumah sakit adalah Galang. Namun Gibran sudah memperingatkannya untuk tidak mengatakan apapun. Galang sekarang sudah diproses oleh pihak yang berwajib.
"Lalu bagaimana ketika dia sadar?" tanya Ryu.
"Dia tersenyum. Aku bersyukur dia baik-baik saja meskipun sudah sampai diperlakukan seperti itu," ucap Queen pelan.
"Syukurlah. Aku juga ikut bahagia," kata Ryu berusaha menghibur Queen,
"Ah, kamu,kan sudah menang, juara pertama,kan?" tanya Ryu.
Queen mengangguk pelan,
"Lalu kamu mau hadiah apa? Akan kuberikan, kecuali hatiku," kata Ryu buru-buru.
Queen berdecak kesal,
"Pintar juga kamu, ya, Ryu! Baru saja aku mau minta itu__," Tiba-tiba Queen teringat sesuatu,
"Jika aku berhasil menang, kamu harus tahu apa yang tidak aku tahu, Awan!"
Tiba-tiba Queen teringat kesepakatannya dengan Awan, Queen langsung tersenyum lebar,
"Kenapa kamu tersenyum, Queen?" tanya Ryu heran.
"Hey, Ryu, jika kamu tidak bisa memberikan hatimu, maka tidak perlu memberikanku hadiah apapun. Percuma, aku gak akan bahagia," jawab Queen.
Ryu mengernyitkan dahinya,
"Lalu kenapa kamu tiba-tiba tersenyum? Apa ada seseorang yang sudah menyiapkan hadiah spesial untukmu?" tanya Ryu lagi.
Queen mengangguk,
"Ada! My Cotton Candy, hihi ...," tawa Queen kegirangan.
"Apa hadiahnya?" tanya Ryu penasaran.
"Rahasia! Berikan aku hatimu, baru kukasih tau!" ujar Queen malah membuat kesepakatan.
"Heh?! Apa-apaan ini? Apa Ryu sedang berusaha selingkuh?" Tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing di belakang Queen. Ryu bahkan kaget melihat kedatangan orang itu. Queen berbalik dan malah lebih kaget dengan kedatangan orang yang menceletuk tadi,
"Scarlett?!!" sergah Queen kaget. Ryu malah menepuk keningnya karena nama yang keluar dari mulut Queen.
Orang itu juga tidak habis pikir, ia berjalan cepat mendekati Queen,
"Heh, Kakak Queen, sembarangan yey panggil gue Scarlett!!" kata orang itu. Queen langsung ingat begitu dia menyebut "kakak Queen".
"Woy, katanya Ryu pacarnya Scarlett, tetapi kenapa mesra-mesraan dengan Queen di sini? Gue jadi harus meluncur ke sini cuman buat tau keadaan yey!" kata orang itu lagi sambil menunjuk Ryu.
__ADS_1
"TEMMY!!!" seru Queen heboh dan langsung memeluk lelaki yang memiliki wajah sama persis seperti kakak perempuannya, Scarlett.
"Baru engeh, yey, kalo gue Temmy? Inget, gue cowok tulen dari lahir! Yang cewek itu Kakak gue!" omel Temmy, tetapi tetap membalas pelukan Queen. Ryu tersenyum mendapati kehadiran Temmy di sini.
"Ya, iyalah, aku ingat. Yang mengkombinasikan kata ganti "Yey" dan "Gue" , kan Temmy doang, hehe ...," ucap Queen sambil cengar-cengir.
"Scarlett gak bisa ke sini,ya?" tanya Ryu.
Temmy menghela napas mendengar perkataan Ryu,
"Gak bisa. Dia udah balik ke Tokyo. Lagian yey pake berantem-berantem segala. Jadi babak belur,kan? Hadeeh, puspita¹, deh gue ...," ucap Temmy dengan logat khasnya yang lenje.
"Aku juga gak nyangka. Tapi, terimakasih udah dateng,ya Temmy," ucap Ryu.
"Oh, iya, Kamu emang lenggang, Temmy? Bukannya kamu mau ikut turnamen taekwondo?" tanya Queen. Queen juga tahu kalau Temmy sangat aktif di cabang olahraga tersebut.
"Iya, tapi masih minggu depan. Makanya gue gak bisa lama-lama di sini. Gue cuman mau pastiin calon kakak ipar gue baik-baik aja,"
Deg!
Perkataan Temmy bagaikan sebilah pedang yang mengkoyak jantung Queen.
"Ooh, begitu,ya ...," ucap Queen pelan. Ryu langsung bisa menyadari kesedihan Queen karena perkataan Temmy.
"Iya, He-eh. Oh,iya, kakak Queen kok bisa di sini?" tanya Temmy.
"Oh, aku? Aku jenguk temen, jadi sekalian aja jenguk Ryu juga," kata Queen dengan suara kecil. Ia berusaha menahan sakit hatinya.
"Ooh ..., begitu, toh,"
"Eh, kalau gitu, Aku balik duluan, ya. Bu guru pasti udah nunggu," pamit Queen berbohong. Sebenarnya hari ini adalah waktu bebasnya di Solo.
"Kakak Queen sama Bu Guru? Oh, ya udah, salam buat Bu gurunya, ya," balas Temmy ramah.
"Iya, Semoga cepat sembuh, Ryu," pamit Queen lalu langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Ryu.
*
Queen berjalan cepat keluar dari ruang rawat inap Ryu. Saat mau keluar ia malah berpapasan dengan Awan yang hendak masuk,
"Loh? Queen? Kamu baru dari dalem?" tanya Awan, tetapi Queen hanya menunduk dan tidak menjawab, ia berusaha menerobos tubuh Awan yang menghalanginya,
"Hey, Queen, kamu kenapa?" tanya Awan yang menahan pundak Queen dan mengangkat dagunya.
Ternyata dari tadi Queen tengah menitikkan air matanya, wajahnya bahkan memerah karena ia berusaha menahannya,
"Kamu kenapa Queen?" tanya Awan lagi.
"Awan ..., huhuhu ...," Queen langsung memeluk Awan dan menangis. Awan malah bingung, bukankah kemarin Queen dan Ryu baik-baik saja bahkan terkesan mesra.
"Ayo, kita pindah dulu, jangan di sini," kata Awan lalu membawa Queen yang ada di dalam dekapannya pergi dari bangsal rawat inap.
*
*
__ADS_1
*
¹) Puspita \= Pusing