
Gibran memainkan game di ponselnya sembari mengisi kesendiriannya. Ia benar-benar kesal harus ikut ke sini. Kalau bukan karena Galang, ia tidak sudi bertemu dengan manusia berjenis kelamin perempuan yang bernama Liza. Sekarang ia sangat paham perasaan Galang yang selalu terpaksa jika diajak ke acara-acara perusahaan papanya.
"Dasar jahat !!!" Tiba-tiba ia mendengar suara Liza yang sedang mengutuk seseorang.
"bisa-bisanya bersikap sok perhatian dengan Liza, tapi begitu, hwaaaa !!!!" Tiba-tiba Liza malah menangis, Gibran langsung menoleh dan ia tak sengaja bertatapan dengan Liza yang seluruh lubang di wajahnya mengeluarkan cairan bening. Gibran sempat mengerjap-ngerjapkan matanya, karena bingung harus bereaksi apa,
"uhm..., Sa,saya gak lihat apa-apa...," kata Gibran lalu kembali fokus pada ponselnya.
"Hwaaaaa !!!! Semua laki-laki sama aja !!! Jahat semua !!!!!" Rengek Liza.
Flashback on
Liza selesai bernyanyi. Suara merdunya mampu membuat semua orang bertepuk tangan.
"ehm.., Sebenarnya hari ini, Gue mengundang kalian semua karena ada maksudnya." kata Liza.
Semua orang menatapnya penasaran.
"Gue mau menyatakan perasaan gue pada seseorang...," kata Liza dengan senyum lebarnya. Matanya langsung menatap ke arah Ryu. Hal itu tak luput dari pandangan Scarlett.
Ryu malah memberikan senyum lebarnya pada Liza saat sadar dirinya ditatap.
"apa maksud dari tatapan Liza pada Ryu? dan kenapa Ryu malah tersenyum???" Gumam Scarlett dalam hati.
"kakak Ryu...," Kata Liza membuat semua orang kini menatap Ryu.
"iya ?" Tanya Ryu.
"kakak mau,gak temenin Liza di sini...," kata Liza. Awan yang berdiri di sampingnya langsung meletakkan gitarnya dan menghampiri Ryu.
Ryu mengernyitkan dahinya heran,
"uhm.., bo,boleh...," kata Ryu agak tidak yakin.
Awan lalu membawa Ryu ke panggung mini, tempat dimana Liza berdiri.
Scarlett langsung melirik ke arah Queen,
"Queen.., kita perlu bicara ! Ikut aku !" kata Scarlett langsung meraih tangan Queen.
Queen sempat kaget, tetapi ia mengikuti Scarlett. Meskipun sebenarnya ia penasaran jawaban apa yang akan diberikan Ryu. Sayangnya ia merasa bicara dengan Scarlett cukup penting.
Sementara itu Galang melirik ke arah Sera,
"ehm !" tegur Galang.
"namaku Sera. bukan ehm." jawab Sera tanpa menatap Galang sama sekali.
"uhm.., apa ini acara pernyataan cinta dia?" tanya Galang sambil melirik ke arah Liza.
"Yup!" jawab Sera.
"ugh.., benar-benar membosankan!" kata Galang lalu matanya mencari keberadaan Queen, tetapi Queen tidak ada,
"Queen kemana??" tanya Galang.
__ADS_1
"bicara dengan kakak Scarlett. Jangan ganggu dia." kata Sera dingin.
Galang melirik lagi ke arah Sera,
"sesaat dia agak menyeramkan...," batin Galang.
Sementara itu,
"jadi kamu mau menyatakan perasaanmu pada siapa, Liza?" tanya Ryu.
"apa yang bisa kubantu?" tanyanya lagi.
Liza memandang Ryu sambil tersenyum lebar pada Ryu,
"sama seperti lagu yang dinyanyikan Awan dan Sera, I like you so much and You'll know it. Sama seperti lagu yang barusan aku nyanyikan, bahwa cintaku luar biasa¹...," kata Liza masih memandangi Ryu. Kini ia mengambil tangan Ryu.
"okey..., tapi itu untuk siapa?" tanya Ryu yang tidak mau mengerti kode keras Liza.
Liza cemberut,
"tentu saja pada kakak Ryu !! Liza menyukai kakak Ryu !! Liza menyukai senyum kakak Ryu, Liza suka kebersamaan dengan kakak Ryu. Bahkan ruang chat Liza dengan kakak Ryu tidak pernah Liza hapus.... Liza simpan semuanya !"
"hah?" Ryu makin bingung. Mana pernah ia menyangka kalau gadis di depannya ini, gadis yang sedang memegang tangannya ini menyimpan perasaan padanya, apalagi sekarang ia menyatakan perasaannya.
"kok hah doang, sih?" protes Liza.
"apa kurang jelas ? Liza suka kakak Ryu. Mau,kan kakak Ryu jadi pacar Liza??" tanya Liza penuh harap.
"ah.., Liza...," Ryu berusaha merangkai kata-kata.
"sudah kuduga...," gumamnya.
"kamu salah paham...," kata Ryu.
"sa,salah paham?"
"apa aku bersikap teralu baik padamu?" tanya Ryu.
"aduh.., gimana,ya?" Ryu langsung melepaskan tangannya dari genggaman Liza lalu menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"you're my sister for me..., my little sister, aku tidak pernah menganggapmu lebih dari itu." kata Ryu jadi merasa bersalah. Mau bagaimana lagi, ia harus jujur tentang perasaannya.
"apa?" Liza shock. Ia memandang ke orang-orang yang memandangnya, ada Adlan, Galang dan Sera.
"maafkan aku, Liza. Sebaiknya, kalau mau jatuh cinta, jangan jatuh cinta padaku. Karena bagiku kalian semua adalah adikku...," ungkap Ryu.
Ungkapan Ryu membuat semua orang memandang Liza dengan tatapan iba. Liza benar-benar malu akan hal itu, Ia lalu memandang Ryu kesal,
"kenapa,kak?" Air matanya tiba-tiba jatuh begitu saja dari sudut matanya,
"jika kakak memang tidak menyukaiku, setidaknya jangan katakan di depan umum !!!" kata Liza lalu berlari pergi.
flashback off
Liza masih menangis sambil menyembunyikan wajahnya di antara kedua tangannya yang ia letakkan di atas meja. Gibran yang terpaksa menemaninya hanya bisa mendengarkan semua curahan hatinya tanpa berkomentar apapun.
__ADS_1
Liza mengangkat kepalanya,
"hwaaa...., kenapa lu diam aja ?? komentar,kek !!!" protes Liza lagi.
Gibran membenarkan kacamatanya,
"uhm.., mau berkomentar gimana? Saya gak pernah,tuh punya pengalaman kayak gitu...," kata Gibran.
Liza menggeser bangkunya, mendekati bangku Gibran,
"kalau begitu, menurut lu, apa gue cewek yang gak pantas dicintai? Apa gue cewek yang cuman pantas dijadikan adik???" Tanya Liza sambil mewek.
"saya akan jawab, tapi apapun jawaban saya kamu harus terima !" kata Gibran.
"iya ! Liza janji !" kata Liza yang masih berurai air mata.
"kalo bagi saya, akan sulit laki-laki manapun jatuh cinta sama kamu. Sifat kamu yang teralu egois itu sulit ditoleransi, bahkan sama sahabat kamu sendiri. Beruntung, teman-teman kamu yang di dalam itu mau menerima kamu. Mereka pasti selalu berlapang dada dan lebih dewasa dari kamu. Orang yang seperti itu, yang bisa di samping kamu." kata Gibran panjang lebar.
Dahi Liza mengkerut,
"tapi..., sekalipun ada, mereka juga gak mau sama kamu. Langsung ilfeel adanya. Lebih baik cukup jadi teman aja." kata Gibran lagi.
Liza sesenggukan,
"jadi benar, kata kakak Ryu..., aku memang cocok jadi adik saja....," kata Liza kecewa.
"yah, apapun kenyataannya, kamu harus terima__,"
BRAKK !!
Liza tiba-tiba menggebrak meja, membuat Gibran terhenyak kaget,
"Lu bener, Liza itu bukan tipe orang yang bisa langsung menerima. kenyataan begitu saja !" kata Liza yang kini air matanya sudah berhenti mengalir,
"Liza akan mengubah kenyataan yang ada menjadi kenyataan yang Liza inginkan !!!" kata Liza sambil menghapus sisa air mata di pipinya.
"Ah..., salahku bilang soal kenyataan padanya...," keluh Gibran dalam hati merutuki dirinya sendiri.
*
Queen melipat tangannya. Ia menunggu apa yang akan dibicarakan oleh Scarlett,
"ada apa kakak Kejora membawaku bicara serahasia ini?" sindir Queen.
Scarlett tersenyum,
"aku hanya ingin tahu, Queen..., Apakah kamu masih menyukai Ryu?"
.
.
.
¹) Cinta Luar Biasa - Andmesh Kamaleng
__ADS_1