I Love You Queen

I Love You Queen
Bagian 23


__ADS_3

Bianca tertawa terbahak-bahak mendengarkan apa yang terjadi pada Liza hari ini. Kini Queen, Liza, Sera dan Awan sedang melakukan video call dengan Bianca yang memang tinggal di Bandung.


"ih.., jahat lu Bi ! Gue lagi sedih tau !!" kata Liza sambil cemberut.


"kamu sok-sokan sedih, Liz..," kata Queen yang dengan nyamannya tiduran di atas paha Awan sambil memainkan jarinya.


"kamu,kan tau sendiri, Kamu dan Bianca adalah anggota ter- gak ada akhlak di antara kita berlima." Sindir Queen.


"Ih..., Queen.., belum puas lu lihat gue tadi...," kata Liza lalu menyenderkan kepalanya ke bahu Sera, Sera hanya menepuk-nepuk punggung Liza.


"Sorry, Liza..., sumpah.., gue gak nyangka kalo elu suka sama kakak Ryu. Ya ampun.., gue kira lu suka kakak Ryu, tuh kayak.gue suka dia, sebagain fans." kata Bianca.


"lagian aneh aja. Ih, absurd abis! Lu dan Queen demen sama cowok yang sama. Hiiy...," Bianca jadi merinding sendiri.


"jangan gitu, dong, Bi.., semua orang,kan berhak suka sama siapa aja." kata Awan.


"iya, deh My Cotton Candy...," kata Bianca lagi.


"terus, jadinya gimana? lu udah ditolak, nih sama Kakak Ryu. Masih mau perjuangin lagi?" tanya Bianca.


"hemm..," Liza menegakkan tubuhnya, lalu melirik ke arah Queen,


"gue masih penasaran, tapinya.., apakah kakak Ryu malah menyukai rival gue yang satu ini? Karena sepertinya rival terberat gue sudah ditolak juga." kata Liza.


"ah.., itu masalahnya...," kata Queen.


"masalah apa?" tanya Bianca.


"tadi Ryu marah dan bilang gak mau mendengar pernyataan cinta dari siapapun." kata Sera.


"What ?? Seriously? Pasti kakak Scarlett udah keseringan bilang cinta sama kakak Ryu, kali,ya? Lama -lama juga eneg." Canda Bianca.


"iya juga ya? Aku aja eneg denger Galang yang ngajak jadian mulu." kata Queen baru sadar.


"Galang? Galang siapa?" tanya Bianca.


"Calon masa depannya Queen, haha...," ledek Awan,


"Awww !!!" Queen langsung mencubit tangan Awan,


"huhuhu.., sakit, Queen..," rengek Awan sambil mengusap-usap tangannya.


"jangan bilang itu lagi ! Eneg gue dengernya !! Hiiy...," kata Queen sambil mengusap-usap kedua telinganya. Sedangkan Sera menatap Awan penuh arti.

__ADS_1


"oh, jangan-jangan cowok yang ngejar-ngejar Queen waktu itu,ya ?" tebak Bianca.


"iya..," Kata Liza dan Awan bersamaan.


"ooh..," komentar Bianca.


"eh, tapi masa dia punya kembaran, tau Bi.., kembarannya kayaknya suka sama Liza, deh..," kata Awan malah buat gossip baru,


"adadidaww !!!" Rintih Awan yang kali ini telinganya dijewer oleh Liza.


"ih, mulut lu nyerocos Bae, kayak keran bocor, Yee ???!!! Cowok padahal, tapi mulut lu lemes banget,Yee??" kata Liza kesal.


"yah.., Liza.., lu kayak gak tau aja, Awan,kan Cewek berwujud cowok !" ledek Bianca.


"heeh ! Enak aja ! Sembarangan kamu,ya Bi.., Awan itu lelaki tulen dari lahir." kata Awan sambil menyisipkan rambutnya ke belakang telinga.


"eh, iya juga.., gue baru sadar, loh Wan.., lu cowok,ya?" ledek Queen malah ikut-ikutan.


"ugh.., Ibu Peri !!!" Rengek Awan mencari pembelaan pada Sera.


"pft.., uuunch.., cayang, cayang..., Keteraluan kalian,ya.., sempet-sempetnya bikin Baby Cotton candy-ku nangis...," kata Sera yang kini pindah ke belakang Awan dan memeluknya dari belakang.


"ih, sumpah, Wan.., lu sok imut banget, ewh ! Gue jamin, kagak bakalan ada cewek yang demen sama lu, kalo gini caranya, hadeeh...," kata Bianca menepuk jidat.


"ih, jangan dikutuk gitu, dong Bi.., Ibu Peri..., tolong aku !!" kata Awan mencari pembelaan lagi.


"waduh ! Itu suara bokap lu,kan Liz?" tanya Bianca.


"kenapa,tuh Papa Idho?" tanya Sera.


Queen langsung terduduk,


"waduh, kayaknya lu bakal dapet masalah, nih, Wan..," kata Queen.


*


Galang memperhatikan Gibran yang sedang berkencan dengan buku sudoku-nya. Permainan favorit saudara kembarnya. Galang langsung melempar pulpen yang ada tak jauh dari dirinya yang sedang duduk di atas karpet dan tepat mengenai kepala adik kembarnya itu.


"Arghh !!!" keluh Gibran yang langsung menoleh dan menatap Galang tajam.


"sakit, woy !" keluhnya.


Galang malah tersenyum dan meletakkan gitar yang dari tadi ia mainkan di sampingnya. Kadang ia memang suka mencatat melodi-melodi yang tak sengaja ia temukan saat bermain gitar.

__ADS_1


Galang menghampiri Gibran,


"kenapa lu, pulang-pulang jadi diem gini?" tanya Galang. Entah kenapa ia malah jadi penasaran karena saat mau pulang, Gibran malah muncul dengan Primadona Cafe tadi.


"biasanya aku juga diam. Main Sudoku adalah hobiku selain belajar." Mulai keluar kalimat Gibran yang menurut Galang sangat membosankan.


"Heh, lu sama si cewek sok cantik itu ada something,ya?" tanya Galang.


"gak ada !" jawab Gibran singkat.


"lu tau, yang mana yang sok cantik?"


"Liza, kan? Aku tidak ada apa-apa sama dia. Tadi dia kebetulan nangis dan malah curhat padaku. Jangan berpikiran kemana-mana." kata Gibran.


"dia nangis karena ditolak si Abang culun tadi." kata Galang lalu menarik kursi belajarnya ke samping Kursi Gibran dan mendudukinya.


Galang lalu tersenyum,


"tapi bagus juga, gue gak nyesel menyaksikan penolakan si culun itu." kata Galang.


"aku yang direcoki sama Liza, si rempong !" keluh Gibran.


"tapi setidaknya, kejadian tadi membuat gue tau, kalau Ryu tidak punya perasaan apa-apa sama cewek-cewek tadi, termasuk Queen. Bukankah ini akan lebih gampang?" kata Galang.


Gibran berdecak kesal mendengarnya,


"lagi-lagi cewek itu. Kenapa, sih kamu sangat menyukainya???" kata Gibran tak habis pikir.


Galang malah tersenyum pada Gibran,


"dia itu cewek yang gue cari. Cewek yang tangguh, tapi sangat cantik." kata Galang.


"ah, dia memang tangguh. Bisa dilihat, gimana waktu itu dia berhasil bikin kamu babak belur." kata Gibran membuka kisah lama.


"gak cuman itu, dia juga bukan cewek baper..," kata Galang.


"semakin dia nolak gue, semakin gue pengen dapetin dia." kata Galang.


"hmph ! Terus, kamu ada apa ganggu aku yang lagi menikmati malam dengan kekasihku?" tanya Gibran sambil menunjuk buku sudoku-nya.


Galang menatap Gibran,


"bantu gue.., lu bisa,kan bantu gue? Ajak Liza juga. Mereka itu,kan rival." kata Galang mengemukakan idenya.

__ADS_1


"Aku?? membantu pedekate kamu dan Queen? Dengan Liza???" tanya Gibran. Galang mengangguk,


"Kamu mau menjadikan aku makanan singa betina,ya ??!!!"


__ADS_2